Senin, 01 November 2021

Senin, 01 November  2021

Share biar yang lain tahu

§ Perdagangan Akhir Bulan, Seluruh Imbal Hasil SBN Naik . Pasar obligasi Indonesia melanjutkan tren terbatas. Hal ini terlihat dari tipisnya perubahan seluruh indikator pasar yakni return, harga, dan yield. Indeks return obligasi domestik kompak melemah dalam rentang terbatas yakni antara –0,06% hingga –0,02%. Harga obligasi negara seri Fixed Rate juga didominasi pelemahan harga dengan rata-rata turun –3,49bps, sementara sukuk negara turun –6,29bps. · Yield obligasi negara berpola bearish. Rata-rata perubahan pada seluruh tenor (1-30tahun) naik +1,03bps. Kenaikan terjadi pada seluruh tenor. · Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder meningkat +16,71% menjadi Rp18,00tn. Sedangkan total frekuensi turun –2,05% menjadi 1.387 transaksi. · Rendahnya rilis estimasi awal GDP US Q3-2021 yang disertai dengan masih tingginya peningkatan kasus Covid di beberapa negara menjadi faktor negatif untuk pasar SBN. Namun demikian, kembali berbalik menguatnya kurs spot Rupiah ke level Rp14.168/US$ diprediksi sanggup membatasi pelemahan pasar. Today’s Outlook Pada perdagangan Senin yang sekaligus merupakan perdagangan awal bulan November, kinerja pasar SBN berpotensi dapat bergerak lebih aktif. Pelaku pasar akan merespon berbagai rilis data ekonomi penting seperti inflasi domestik periode Oktober dan indeks manufaktur beberapa negara diantaranya Indonesia, China, Jepang, dan Amerika.

§ Survei Pemantauan Harga oleh Bank Indonesia di minggu keempat Oktober 2021 menujukkan inflasi yang masih terkendali dan diperkirakan pada Oktober 2021 inflasi bulanan akan berada dilevel +0,10% MoM, atau secara tahunan sebesar +1,64% YoY.

ECONOMIC GLOBAL

§ Composite PMI China untuk bulan Oktober 2021 mengalami penurunan ke level 50,8, turun dari bulan sebelumnya di 51,7. Penurunan tersebut sejalan dengan penurunan manufacturing dan non-manufacturing PMI yang masing-masing berada dilevel 49,2 (cons: 49,7, prior: 49,6) dan 52,4 (cons: 53,0, prior: 53,2) secara berurutan, dimana penurunan keduanya jauh lebih rendah dibandingkan dengan estimasi konsensus. Aktifitas ekonomi China terus menujukkan tanda pelemahan di Oktober 2021 sejalan dengan kekurangan listrik dan melonjaknya harga komoditas yang membebani sektor manufaktur hingga masih terus berada di zona kontraksi. Semantara itu, China juga telah kembali melakukan pembatasa sosial kembali seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19.

§ Ekspektasi inflasi jangka pendek hingga setahun kedepan di US di Oktober 2021 tercatat stagnan meskipun masih berada dilevel yang tinggi yakni dilevel +4,8%. Level ekspektasi inflasi jangka pendek saat ini merupakan yang tertinggi sejak 2008 lalu. Disisi lain, ekspektasi inflasi jangka panjang (5 - 10 tahun) mengalami kenaikan ke level +2,9%, naik dari level sebelumnya di +2,8%.

§ Pada hari Jumat (10/09) Rupiah dibuka di level 14,275 dan ditutup menguat ke level 14,202.5 (prior: 14,253) dengan kurs acuan JISDOR di level 14,225 (prior: 14,272). Sentimen global yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah terjalin kembalinya komunikasi antara Presiden Amerika Serikat Joe Biden dengan Presiden Xi Jinping melalui diskusi telepon pada Jumat (10/09). Di dalam diskusi tersebut tercapai kesepakatan untuk menghindari konflik terutama dalam bidang ekonomi. Dari dalam negeri, Pemerintah dan DPR menyepakati peningkatan target penerimaan pajak menjadi sebesar Rp 1,510.0 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2022.

Peluang Pergerakan

Emas

Terbebani oleh sentimen menguatnya dollar AS karena optimisnya data Chicago PMI dan Revised UoM Consumer Sentiment AS telah menekan turun pergerakan dollar AS di hari Jumat, berakhir melemah $15.53 di level $ 1783.08.  Di sesi Asia (1/11), harga emas berpotensi dijual menguji support $1777 selama harga bertahan di bawah level $1785. Namun jika naik ke atas level tersebut, berpeluang dibeli menguji resistance $1790. Potensi rentang harga di sesi Asia: $1777 - $1790

Minyak Mentah

Harga minyak berakhir naik di hari Jumat sebesar $0.19 pada level $83.23  di tengah sentimen meningkatnya permintaaan dan meredanya kekhawatiran terhadap keterbatasan suplai serta prospek akan ada lebih banyaknya minyak Iran yang  beredar. Di sesi Asia (1/11), harga minyak berpeluang dijual menguji support $82.55 selama harga bertahan di bawah level $83.25. Namun jika bergerak naik ke atas level tersebut, berpeluang dibeli menguji resistance $83.75. Potensi rentang harga di sesi Asia: $82.55 - $83.75

EURUSD

EURUSD ditutup melemah 120 pip di level 1.1555 pada hari Jumat, karena tertekan oleh sentimen menguatnya dollar AS serta pasar yang mencerna pesan dovish dari pertemuan ECB di hari Kamis.  Di sesi Asia (1/11), EURUSD berpotensi dijual menguji support 1.1530 selama harga bertahan di bawah level 1.1565. Namun jika bergerak naik ke atas level tersebut, berpeluang dibeli menguji resistance 1.1585. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.1530 -1.1585

GBPUSD

Abaikan serangkaian data ekonomi Inggris yang optimis, GBPUSD bergerak turun di hari Jumat, hingga berakhir melemah 108 pip di level 1.3674 karena sentimen menguatnya dollar AS dan kekhawatiran terhadap ketegangan Brexit.  Di sesi Asia (1/11), GBPUSD berpotensi dijual menguji support 1.3645 selama harga bertahan di bawah level 1.3700. Namun jika naik ke atas level tersebut, berpeluang dibeli menguji resistance 1.3720. Potensi rentang harga di sesi Asia: 1.3645 - 1.3720

Nikkei

Indeks Nikkei ditutup naik 365 poin di level 29035 pada hari Jumat tertopang menguatnya bursa Wall Street. Di sesi Asia (1/11), Indeks Nikkei berpotensi dibeli menguji resistance 30000 selama harga bertahan  di atas level 29345. Namun jika bergerak turun ke bawah level tersebut berpeluang dijual menguji support 29240. Potensi rentang harga di sesi Asia: 29240 – 30000

Hang Seng

Indeks Hang Seng bergerak turun di hari Jumat, berakhir melemah 344 poin di level 25158 dibalik sentimen anjloknya saham di sektor teknologi dan asuransi setelah mereka melaporkan hasil earnings yang pesimis untuk kuartal ketiga.  Di sesi Asia (1/11), Indeks Hang Seng berpeluang dibeli menguji resistance 25345 bila laporan Caixin Manufacturing PMI jam 8:45 WIB dirilis di atas ekspektasi. Namun jika hasilnya di bawah ekspektasi, indeks Hang Seng berpeluang dijual menguji support $24800. Potensi rentang harga di sesi Asia: 24800 - 25345

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6 

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Tags:

Ekonomi Update