Ekonomi Update : Selasa, 11 Januari 2022

Ekonomi Update : Selasa, 11 Januari 2022

Share biar yang lain tahu

§ Yield SBN Seluruh Tenor Naik , ICBI Melemah –0,002%. Indeks return obligasi komposit Indonesia (ICBI) dan return obligasi negara turun tipis sedangkan return obligasi korporasi dan sukuk sanggup menguat terbatas. Harga SUN seri Fixed Rate berlanjut didominasi pelemahan dengan rata-rata turun –9,28bps. Adapun rata-rata harga sukuk negara juga turun yakni –4,53bps. Yield obligasi negara tertekan naik pada seluruh tenor (1-30tahun). Tenor pendek mencatatkan kenaikan rata-rata perubahan paling tinggi yakni sebesar +3,08bps. Total volume transaksi obligasi di pasar sekunder turun –11,43% menjadi sebesar Rp24,07tn sedangkan total frekuensi turun –38,04% menjadi 1.290 transaksi. Pelemahan yang terjadi pada pasar obligasi Indonesia terpantau mereda. Pelaku pasar masih dibayangi risiko pengetatan kebijakan moneter, kenaikan yield US Treasury, hingga lonjakan kasus Covid-19 dan kembali munculnya varian baru. Namun, sentimen positif dari domestik berupa penguatan Rupiah sebesar 52poin ke level Rp14.299/US$ dan rilis Indeks Keyakinan Konsumen yang melebihi ekspektasi konsensus diperkirakan sanggup sedikit meredam tekanan di pasar. Today’s Outlook Pada perdagangan Selasa, gerak pasar obligasi Indonesia diperkirakan terbatas dengan kecenderungan masih melemah. Pelaku pasar diprediksi wait and see menantikan sentimen lanjutan yang akan dirilis tengah pekan seperti testimoni terbaru Gubernur The Fed dan inflasi AS. Sebagai informasi, pada perdagangan Selasa akan diterbitkan seri PBS033 dalam lelang SBSN. PBS033 ditetapkan menjadi salah satu seri SBSN benchmark tahun 2022.

ECONOMIC GLOBAL 

§ Bursa saham Amerika diperdagangkan melemah kemarin, S&P 500 ditutup turun 0.7% sementara Nasdaq turun 0.9%. Para pelaku pasar telah memposisikan adanya kenaikan Fed Fund Rate pada akhir kuartal ini. Di sisi lain yield US Treasury 10yr turun setelah mencapai level tertingginya sejak Januari 2020 yakni 1.81%, saat ini kembali ke level 1.76%. Untuk tenor 30yr turun 3bps menjadi 2.08%.

§ Ekonom JP morgan chase serta Goldman sachs menyebutkan bahwa setidaknya Fed akan menaikan suku bunga empat kali pada tahun ini. Turunnya angka unemployment rate akan membuat Fed official lebih sensitif akan kenaikan inflasi. Pada pekan ini, investor akan menantikan rilis data inflasi AS yang diprediksi naik menjadi 7%.

Pergerakan Harga

EMAS 

Harga emas ditutup menguat $4.71 di level $1801.46 di hari Senin karena dipicu oleh sentimen kekhawatiran terhadap tingginya inflasi dan ketegangan geopolitik antara AS dengan Rusia terkait Ukraina. Emas berpeluang dijual pagi ini (11/1), menguji support di $1794 jika dominannya sentimen penguatan dollar AS dibalik ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $1804, berpeluang dibeli membidik resistance di $1806. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1794 - $1806.

MINYAK 

Harga minyak berakhir melemah $0.49 di level $78.39 pada hari Senin di tengah sentimen meredanya kekhawatiran terhadap terganggunya suplai di Kazakhstan dan Libya serta kecemasan lonjakan kasus Covid-19 di Tiongkok yang dapat menurunkan permintaan bahan bakar disana. Minyak berpeluang dijual lebih lanjut pagi ini (11/1), menguji support di $78.00 di tengah kekhawatiran melambatnya permintaan bahan bakar karena lonjakan kasus Covid-19. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $78.85, berpeluang dibeli mengincar resistance di $79.00. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $78.00 - $79.00

EURUSD 

Abaikan optimisnya data ekonomi zona Euro seperti Sentix Investor Confidence dan Unemployment Rate, EURUSD tetap berakhir melemah 40 pip di level 1.1319 pada hari Senin karena terbebani oleh sentimen menguatnya dollar AS. Aksi jual EURUSD berpeluang berlanjut pagi ini (11/1), membidik support di 1.1280 di tengah outlook penguatan dollar AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.1365, berpeluang dibeli mengincar resistance di 1.1380. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1280 - 1.1380.

GBPUSD 

GBPUSD berakhir turun 13 pip ke level 1.3574 di hari Senin karena sentimen penguatan dollar AS seiring muncul isu kenaikan suku bunga The Fed secepatnya di bulan Maret mendatang. GBPUSD berpeluang dijual lebih lanjut pagi ini (11/1), menguji support di 1.3540 karena outlook penguatan dollar AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 1.3605, berpeluang dibeli mengincar resistance di 1.3620. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3540 - 1.3620.

USDJPY 

Meningkatnya permintaan pada aset aman yen Jepang karena lonjakan kasus Covid-19 secara global telah membuat USDJPY bergerak turun pada hari Senin, berakhir melemah 39 pip di level 115.15 USDJPY berpeluang dibeli pagi ini (11/1), membidik resistance di 115.70 jika dominannya sentimen penguatan dollar AS karena outlook kenaikan suku bunga AS. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 114.95, berpeluang dijual menguji support di 114.80. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 114.80 - 115.70.

AUDUSD 

AUDUSD berakhir turun 15 pip ke level 0.7164 di hari Senin, karena outlook penguatan dollar AS pasca kabar kenaikan suku bunga AS di bulan Maret. AUDUSD berpeluang dijual pagi ini (11/1), menguji support di 0.7140 jika data ekonomi Australia yaitu Retail Sales dan Trade Balance yang dirilis pukul 7:30 WIB hasilnya lebih buruk dari estimasi. Namun, jika hasilnya lebih baik dari estimasi berpeluang memicu aksi beli mengincar resistance di 0.7220. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7140 - 0.7220

NIKKEI 

Indeks Nikkei berakhir turun 245 poin di level 28145 pada hari Senin karena terbebani oleh sentimen hindar aset berisiko karena lonjakan kasus Covid-19 serta turunnya harga minyak mentah.  Indeks Nikkei berpeluang dijual pagi ini (11/1), menguji support di 28100 di tengah sentimen hindar aset berisiko karena penyebaran virus Covid-19. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 28450, berpeluang dibeli membidik resistance di 28500. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 28100 - 28500.

HANGSENG 

Indeks Hang Seng berakhir flat dengan hanya turun 1 poin di level 23563 di tengah sentimen lonjakan saham teknologi dan properti serta anjloknya Wall Street. Indeks Hang Seng berpeluang dijual lebih lanjut pagi ini (11/1), menguji support di 23400 di tengah sentimen hindar aset berisiko karena lonjakan kasus Covid-19. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 23650, berpeluang dibeli menargetkan resistance di 23700. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 23400 - 23700. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 23400 - 23700.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6 

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Tags:

Ekonomi Update