Kamis, 04 November 2021

Kamis, 04 November 2021

Share biar yang lain tahu

  • Penguatan Harga Obligasi Bertahan Hingga Akhir End of Day Rabu. Seluruh indeks return obligasi Indonesia ditutup menguat. ICBI, obligasi negara, dan obligasi korporasi ditutup menguat pada besaran yang hampir sama yakni +0,08%. Mayoritas harga SUN seri Fixed Rate berlanjut menguat di sesi sore dengan rata-rata naik +5,67bps atau tidak jauh berbeda dari sesi siang yang naik +5,61bps. Sementara itu, rata-rata harga sukuk negara naik +2,35bps. Yield obligasi negara juga dominan bullish. Tenor pendek kembali mencatatkan penurunan rata-rata yield paling besar yakni –2,74bps. Transaksi obligasi di pasar sekunder terpantau meningkat dengan total volume sebesar Rp14,74tn (+24,45%) dan total frekuensi 1.066 transaksi (+6,71%). Jelang pengumuman hasil rapat FOMC pada dini hari nanti, harga obligasi tampak bergerak rebound. Penguatan harga yang terjadi sejak sesi siang lebih disebabkan oleh faktor trading sejalan dengan belum adanya sentimen positif lanjutan yang dominan. Dan hal tersebut mendorong harga menguat dalam rentang terbatas. IHSG turut ditutup menguat terbatas yakni +0,91% di level 6. 552,13. Today’s Outlook Harga obligasi diprediksi berlanjut rally pada perdagangan hari ini dipicu sentimen The Fed. Dalam konferensi pers FOMC dini hari tadi, Jerome Powell mengumumkan The Fed akan mulai memangkas pembelian obligasi bulanannya di akhir bulan ini. Selain itu, Powell juga berusaha kembali menekankan bahwa tapering tidak akan diikuti oleh kenaikan suku bunga.
  • HSG rebound setelah dua hari terakhir melemah didukung oleh penguatan saham sektor perbankan. IHSG berhasil rebound sebesar +58,85 poin (+0,91%) menjadi 6,552.13 didukung oleh aksi beli yang dilakukan oleh investor asing sebesar Rp 158.98 miliar. Sektor Keuangan yang naik (+1.30%) mampu mendorong penguatan IHSG seiring dengan penguatan saham bank-bank BUMN Indonesia antara lain BBNI (+3.31%), BBTN (+2.62%), BBRI (+1.90%), dan BMRI (+1.42%). Pada 9M21, total laba bersih keempat bank BUMN tersebut meningkat 41.45% YoY dari Rp 33.62 triliun menjadi Rp 47.56 triliun. Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih. Selain itu, Bank Indonesia memperluas stimulus pelunasan kartu kredit, sebagai upaya mendorong perbankan untuk lebih banyak menyalurkan kredit. OJK memperkirakan pertumbuhan kredit pada tahun 2021 sebesar 4%-5%.

ECONOMIC GLOBAL

  • The Fed resmi lakukan Tapering di bulan November setelah Jerome Powell menyampaikan hasil FOMC Meeting malam tadi. Sesuai ekspektasi, The Fed akan mengurangi membelian obligasi US Treasury senilai USD 10 miliar dan MBS senilai USD 5 miliar. Proses Tapering dapat dilakukan hingga pertengahan tahun 2022 dengan pace yang fleksibel tergantung pada outlook ekonomi mendatang. Powell kembali menegaskan bahwa The Fed tidak terburu – buru dalam menaikkan suku bunga dengan level inflasi yang akan dipantau secara ketat oleh The Fed, agar pasar pekerjaan di AS dapat pulih dengan lebih baik lagi.
  • Selain mempertahan suku bunganya di level saat ini, Jerome Powell juga menyatakan bahwa inflasi AS pada akhir tahun akan di kisaran 4.4% dan kenaikan saat ini bersifat sementara, hal tersebut terjadi karena adanya ketidak seimbangan antara supply dan demand pasca pembukaan ekonomi. Investor melihat bahwa the Fed akan mulai menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps pada kuartal-III tahun 2022.

Peluang Pergerakan

EMAS 

Harga emas turun tajam pada perdagangan hari Rabu, berakhir melemah $18.23 di level $1769.48 karena dipicu sentimen tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS dalam merespon sikap The Fed yang akan memangkas program pembelian obligasi di bulan ini. Emas berpeluang dibeli pagi ini (4/11), mengincar resistance di $1780 jika dollar AS melemah dalam mempertimbangkan pernyataan ketua Fed Powell bahwa saat ini mungkin tidak perlu kenaikan suku bunga yang cepat karena kenaikan inflasi terbukti sementara. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level $1770, berpeluang dijual menguji support di $1768. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $1768 – $1780.

MINYAK 

Meningkatnya jumlah cadangan minyak mentah AS yang lebih besar dari ekspektasi pasar telah memicu penurunan harga minyak mentah di hari Rabu, berakhir turun sebesar $2.86 di level $80.09. Aksi jual minyak berpeluang berlanjut pagi ini (4/11), menguji support di $79.80 karena sentimen meningkatnya cadangan minyak mentah AS. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level $80.65, berpeluang dibeli menargetkan resistance selanjutnya di $80.80. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di $79.80 – $80.80.

EURUSD 

EURUSD bergerak naik di hari Rabu, berakhir menguat 32 pip di level 1.1609 karena sentimen melemahnya dollar AS serta optimisnya data Unemployment Rate zona Euro.  EURUSD berpeluang dibeli pagi ini (4/11), menargetkan resistance di 1.1650 di tengah outlook pelemahan dollar AS. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 1.1585, berpeluang dijual menguji support di 1.1570. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.1570 – 1.1650.

GBPUSD 

GBPUSD bergerak naik di hari Rabu, ditutup menguat 75 pip di level 1.3683 karena sentimen melemahnya dollar AS serta optimisnya data Final Services PMI Inggris. GBPUSD berpeluang dibeli lebih lanjut pagi ini (4/11), menargetkan resistance di 1.3730 di tengah sentimen pelemahan dollar AS. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 1.3665, berpotensi dijual menguji support di 1.3650. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 1.3650 – 1.3730.

USDJPY 

USDJPY berakhir naik 3 pip di level 113.97 pada hari Rabu karena dipicu oleh sentimen tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS. USDJPY berpotensi dijual pagi ini (4/11) menguji support di 113.60 di tengah outlook melemahnya dollar AS dalam merespon pernyataan yang dovish dari ketua Fed Powell. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 114.25, berpeluang dibeli mengincar resistance di 114.40. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 113.60 – 114.40.

AUDUSD

Ditopang sentimen pelemahan dollar AS pasca pernyataan ketua Fed Powell yang dovish telah memicu kenaikan AUDUSD di hari Rabu, berakhir menguat 18 pip di level 0.7444. AUDUSD berpeluang dibeli lebih lanjut pagi ini (4/11), mengincar resistance di 0.7520 jika data Retail Sales dan Trade Balance Australia yang dirilis pukul 7:30 WIB hasilnya optimis. Namun, jika hasilnya pesimis berpeluang memicu aksi jual menguji support di 0.7420. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 0.7420 – 0.7520.

NIKKEI 

Indeks Nikkei berakhir naik 245 poin di level 29755 pada hari Rabu karena dipicu positifnya kinerja Wall Street pasca keputusan moneter The Fed.  Indeks Nikkei berpeluang dibeli lebih lanjut pagi ini (4/11), mengincar resistance di 30000 di tengah sentimen positif berakhir positifnya kinerja Wall Street. Namun, jika bergerak turun hingga menembus ke bawah level 29750, berpeluang dijual menguji support di 29700. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 29700 – 30000.

HANG SENG 

Positifnya data Caixin Services PMI serta optimisnya kinerja pasar saham AS telah menopang kenaikan indeks Hang Seng sebesar 129 poin di level 25078 di hari Rabu. Indeks Hang Seng berpeluang dijual pagi ini (4/11) menguji support di 24900 jika pasar mencemaskan penyebaran virus Covid-19 di Tiongkok. Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level 25250, berpeluang dibeli menargetkan resistance di 25300. Potensi rentang perdagangan sesi Asia di 24900 – 25300.

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Tags:

Ekonomi Update