Jumat, 26 November 2021

Jumat, 26 November  2021

Share biar yang lain tahu

§ Perdagangan Kamis, ICBI Menguat Terbatas. Indeks return obligasi Indonesia baik konvensional maupun sukuk kompak menguat dalam kisaran terbatas yakni antara +0,02% hingga +0,03%. Harga SUN seri Fixed Rate bergerak variatif dengan ratarata perubahan pada seluruh serinya naik tipis sebesar +1,25bps. Kurva yield obligasi negara, PHEI-IGSYC, berpola mixed. Rata-rata perubahan seluruh tenor (1-30tahun) naik +0,14bps. Kenaikan rata-rata yield dicatatkan kelompok tenor pendek dan panjang. Volume perdagangan obligasi di pasar sekunder meningkat menjadi Rp15,07tn (+20,83%). Sedangkan total frekuensi juga naik menjadi 1.295 transaksi (+37,91%). Ditengah dominannya sentimen negatif di pasar, penguatan terbatas pasar obligasi diperkirakan karena aksi trading investor. Pasar juga masih dibayangi risiko dampak kenaikan inflasi AS dan munculnya spekulasi penambahan nominal tapering oleh The Fed sehingga turut mendorong potensi kenaikan FFR lebih cepat. Nilai kurs spot Rupiah terhadap USD ditutup melemah yakni sebesar 23poin ke level Rp14.288/US$. Today’s Outlook Ditengah belum adanya sentimen lanjutan dari domestik, faktor penggerak pasar diperkirakan masih berasal dari global. Selain meningkatnya spekulasi terhadap percepatan tapering dan kenaikan FFR akibat lonjakan inflasi AS, pasar juga akan mencermati bagaimana kondisi Eropa yang masih diwarnai lonjakan kasus Covid-19. Jerman yang menjadi ekonomi terbesar di Eropa memutuskan untuk melakukan pembatasan dengan kemungkinan adanya lockdown  total.

§ IHSG ditutup mendekati level 6,700 mengiringi penguatan harga komoditas global. IHSG ditutup menguat +16.07 poin (+0.24%) menjadi 6,699.35. Saham TLKM (+5.26%) tercatat sebagai saham yang paling banyak dikoleksi investor asing dan menjadi pemimpin penguatan di sektor Infrastruktur (+1.09%). Pergerakan IHSG yang naik juga disebabkan oleh sentimen positif dari harga komoditas global yang naik. Harga minyak mentah telah kembali ke atas USD 80/barel sementara harga gas alam dan batu bara masih dijual di bawah harga tertinggi sepanjang masa yang tercatat Oktober lalu. Selain itu, harga timah juga melonjak menyusul rencana Indonesia menghentikan ekspor timah pada 2024 sebagai upaya menarik investasi ke pengolahan hilir dan manufaktur di dalam negeri. Harga timah naik ke rekor tertinggi baru dengan kontrak tiga bulan mencapai USD 40 ribu per ton untuk pertama kalinya.

ECONOMIC GLOBAL

§ Komite the Fed dalam FOMC Meeting Minutes cenderung lebih hawkish dibandingkan sebelumnya dengan menekankan pentingnya fleksibilitas dalam penyesuaian program tapering untuk menghadapi risiko. Beberapa member the Fed juga menyatakan kesiapannya untuk menyesuaikan kecepatan tapering jika tingkat inflasi masih tetap tinggi. Meskipun demikian, komite menyatakan bahwa kecepatan tapering tidak dapat dijadikan referensi terkait seberapa cepat the Fed akan menaikkan tingkat suku bunga.

§ Penjualan pusat perbelanjaan di Jepang pada bulan tumbuh +2,9% YoY di bulan Oktober 2021, berbalik positif dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar -4,3% YoY. Hal ini sejalan dengan pembukaan kembali ekonomi di Jepang, meskipun level ini masih berada dibawah level pre-pandemi

Peluang Pergerakan

Emas

Dolar AS yang mampu mempertahankan kenaikan di level tertingi di tengah libur Thanksgiving telah menekan turun harga emas pada hari Kamis, hingga ditutup melemah sebesar $0.14 di level $1788.20. Di sesi Asia (26/11), harga emas berpotensi dibeli uji resistance $1805 selama harga bertahan di atas level $1787. Namun jika turun ke bawah level tersebut berpeluang dijual uji support $1778. Potensi rentang harga di sesi Asia : $1778 - $1805

Minyak Mentah

Terbebani oleh sentimen pelepasan cadangan minyak mentah konsumen utama, telah menekan turun harga minyak hingga ditutup turun sebesar $0.30 di level $78.02 di hari Kamis. Di sesi Asia (26/11),Harga minyak berpotensi dijual uji support $76.30 selama harga bertahan di bawah level $78.30. Namun naik ke atas level tersebut berpeluang dibeli uji resistance $79.20. Potensi rentang harga di sesi Asia : $76.30 - $79.20

EURUSD

EURUSD berakhir menguat sebesar 12 pip di level 1.1205 pada hari Kamis, tertopang kabarcalon pengganti Kanselir Jerman yang akan mengakhiri masa jabatan pada awal Desember nampak memilih tidak akan melakukan pembatasan sosial di negara tersebut. Di sesi Asia (26/11), EURUSD berpotensi dibeli uji resistance 1.1230 tertopang sentimen positif calon pengganti kanselir Jerman yang akan turun pada awal Desember emndatang. Namun jika turun ke abwah level 1.1200 berpeluang dijual uji support 1.1180. Potensi rentang harga di sesi Asia : 1.1180 - 1.1255

GBPUSD

Kekhawatiran Brexit dan potensi dovish BOE serta menguatnya dolar AS telah menekan turun GBPUSD sebesar 5 pip di level 1.3317 pada akhir hari Rabu. Di sesi Asia (26/11),GBPUSD berpotensi dijual uji support 1.3280 selama harga bertahan di bawah level 1.3330. Namun jika bergerak naik ke atas level tersebut berpeluang dibeli uji resistance 1.3350. Potensi rentang harga di sesi Asia : 1.3280 - 1.3350

Nikkei

Tertopang keputusan kenaikan suku bunga dari Bank of Korea di pekan ini masih membantu sentimen naik indeks Asia, dengan Nikkei berakhir naik 60 poin ke level 29485 pada hari Kamis. Di sesi Asia (26/11), Indeks Nikkei melemah setelah laporan Retail Sales Australia yang lebih tinggi dari ekspektasi, memicu pelaku pasar melepas posisi berisiko, berpeluang dijual uji support 28800. Bila berbalik naik ke atas level 29200 berpeluang dibeli uji resistance 29425. Potensi rentang harga di sesi Asia : 28800 – 29425.

Hang Seng

Positifnya kinerja saham teknologi telah menopang kenaikan indeks Hang Seng sebesar 87poin dan ditutup di level 24668 pada akhir perdagangan hari Kamis.  Di sesi Asia (26/11), Indeks Hang Seng berpeluang dijual uji support 24525 bila harga bergerak di bawah level 24660. Namun jika bergerak di atas level tersebut berpeluang dibeli uji resistance 24770. Potensi rentang harga di sesi Asia : 24525 - 24770

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6 

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Tags:

Ekonomi Update