Tekan Rentenir, Kredit Mini Disiapkan untuk Pedagang Pasar Tradisional

MAGELANG — Saat ini, banyak pedagang pasar tradisional di Jawa Tengah yang meminjam uang kepada rentenir untuk menambah modal usaha mereka. Padahal perbankan sudah mulai memberikan kredit murah dan mudah. Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menghadiri acara peluncuran Kredit Mitra Jateng (KMJ) 25 Bank Jateng, di Alun-alun Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (11/3/2017) malam. Ganjar mengungkapkan kredit cepat pada rentenir mengakibatkan usaha mereka tidak berkembang karena rentenir mematok bunga yang sangat tinggi. “Ternyata masih banyak pedagang yang terjerat bank Titil [rentenir]. Sehingga usahanya tidak berkembang dan itu ditemukan hampir di seluruh pasar,” ujarnya.

Ganjar mengatakan Bank Jateng sebagai bank milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki program Kredit Mikro Dini (Mini) khusus untuk pedagang pasar, pedagang kaki lima, petani dan pengusaha kecil lainnya. Ganjar pun mengimbau pedagang agar beralih meminjam uang melalui program tersebut. Ia menjelaskan Kredit Mini merupakan kredit usaha dengan syarat mudah, proses cepat dan angsuran ringan. “Yang pasti bunganya rendah hanya 3 persen setahun. Pedagang boleh meminjam maksimal Rp1 juta,” katanya. Ganjar merinci, pinjaman tersebut jika diangsur selama 1 tahun, maka setoran hanya sekitar Rp86.000 per bulan. Jumlah ini lebih ringan daripada jika meminjam di rentenir, maka pedagang bisa dipaksa membayar angsuran Rp 100.000 per bulan selama setahun.

“Yang seperti ini memberatkan. Makanya usaha mereka tidak berkembang. Tapi dengan kredit mini, masyarakat bisa punya akses modal yang gampang, mudah-mudahan bisa mendorong kemandirian usaha mereka,” tuturnya.

Guna menarik lebih banyak minat debitur, pihaknya akan meminta petugas bank untuk jemput bola mendatangi pedagang di pasar-pasar. Cara ini diharapkan bisa mengurangi ruang gerak rentenir yang terus bergerilya di pasar-pasar.

“Untuk bersaing dengan bank titil maka kita bisa mengimbanginya. Ini yang harus dirubah dari yang menunggu jadi pro aktif. Kita tunjukkan memang ini lebih mudah dan cepat,” ungkapnya.

Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno mengungkapkan kredit mini ditujukan khusus untuk pedagang di pasar tradisional.

“Tidak harus punya lapak, kios, atau apa, yang penting mereka ada usaha di pasar dan diketahui oleh Dinas Pasar. Kalau semua syarat lengkap uang langsur cair,” jelasnya.

Ia menjelaskan Kredit Mini merupakan salah satu skema permodalan KMJ 25 Bank Jateng. Saat diperkenalkan Ganjar Pranowo pada April 2016, KMJ25 Bank Jateng menetapkan bunga 7%. Angka tersebut saat itu lebih rendah dari bunga kredit usaha rakyat (KUR) dan tanpa subsidi. Berdasarkan riset dari Universitas Diponegoro, setelah menerima kredit, pelaku usaha mengalami peningkatan aset sebesar 30%, peningkatan omzet 17% dan penambahan tenaga kerja sebanyak 14,5%. Bank Jateng memproyeksikan penyaluran kredit kepada pelaku UMKM di tahun 2017 sebesar Rp10.573 miliar. Adapun untuk penyaluran kredit di sektor mikro diproyeksikan sebesar Rp1.082 miliar.

http://www.solopos.com/2017/03/13/perbankan-magelang-tekan-rentenir-kredit-mini-disiapkan-untuk-pedagang-pasar-tradisional-801116