Tangani Kredit Macet, Ini Langkah Bank Jateng

KRJOGJA.com – Direktur Utama (Dirut) Bank Jateng Supriyatno mengatakan, untuk mengatasi kredit macet atau kredit bermasalah di perusahaan yang dipimpinya, pihaknya menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng untuk menempuh jalur hukum. Selain untuk mengatasi kredit bermasalah, kerjasama tersebut merupakan bukti komitmen Bank Jateng dalam penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

Supriyatno mengatakan hal ini saat penandatanganan kesepakatan bersama bidang hukum tata usaha negara antara Bank Jateng dengan Kejati Jateng di Semarang Rabu (29/3/2017). Sejalan dengan peningkatan bisnis Bank Jateng, dan semakin pesatnya lembaga bisnis industri perbankan, menurut Supriyatno, siapapun harus menerapkan tata kelola perusahaan dan bisnis yang beretika.

Langkah tersebut untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, sehat, dan mematuhi peraturan yang berlaku. “Lebih membanggakan lagi, kerjasama ini juga dilakukan secara serentak antara Kejaksaan Negeri dengan Kantor Cabang Bank Jateng se Jawa Tengah,” tutur Supriyatno.

Sebagai perusahaan yang lahir, tumbuh dan berkembang di Jawa Tengah, Bank Jateng memiliki komitmen tinggi untuk ikut mengembangkan perekonomian dan kegiatan pembangunan di provinsi ini. Berbeda dengan bank komersial lainnya, salah satu visi Bank Jateng adalah menunjang pembangunan daerah. Sehingga kegiatan usaha yang dijalankan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

Menurut Supriyatno, saat ini penyaluran kredit Bank Jateng lebih banyak kepada sektor usaha produktif, agar memberikan multiflier effect yang lebih besar bagi perekonomian daerah. Namun demikian, dalam perkembangannya terdapat debitur macet, yang tidak dapat memenuhi kewajibannya. Secara internal, Bank Jateng telah membentuk fungsi restrukturisasi dan penyelesaian kredit untuk menangani kredit bermasalah tersebut.

Meski demikian masih ada debitur macet yang kurang kooperatif untuk memenuhi kewajiban pelunasan kreditnya, yang nilainya mencapai 1,5 persen dari total kredit yang dikucurkan. Apabila kredit macet semakin membesar, maka dapat mengganggu kemampuan  bank untuk melakukan penyaluran kredit, sehingga kegiatan pembangunan daerah akan menjadi terbatas. Untuk itu Bank Jateng menggandeng kejaksanaan selaku jaksa pengacara negara (JPN) untuk mengatasi masalah tersebut.Wakil Kepala Kejati Jateng Sulijati SH MH yang mewakili Kejati Jateng. (Bdi)