Rupiah pagi ini masih mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS)

  • Rupiah pagi ini masih mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Meski melemah tipis, rupiah masih berada di level Rp14.188 per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Selasa (22/5/2018) pukul 09.26 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 2 poin atau 0,01% ke level Rp14.188 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.126-Rp14.203 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 7 poin atau 0,05% menjadi Rp14.185 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.148 per USD hingga Rp14.185 per USD. Hari ini, kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin. Penguatan terjadi karena sentimen pasar didorong oleh berkurangnya ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,05% menjadi 93,682 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi USD1,1772 dari USD1,1775 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3414 dari USD1,3482 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7569 dari USD0,7511. Dolar AS dibeli 111,10 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,67 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9978 franc Swiss dari 0,9977 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2810 dolar Kanada dari 1,2878 dolar Kanada.
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berbalik arah ke zona hijau. Pada pembukaan perdagangan, pasar saham Indonesia berhasil menguat 33,77 poin atau 0,59% ke 5.767,62. Membuka perdagangan Selasa (22/5/2018), ada 32 saham menguat, 2 saham melemah, dan 11 saham stagnan. Pagi ini, transaksi perdagangan mencapai Rp23,4 miliar dari 6,9 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 naik 9,27 poin atau 1% menjadi 916,17, Jakarta Islamic Index (JII) naik 6,92 poin atau 1,1% ke 661,85, indeks IDX30 naik 5,15 poin atau 1% ke 495,89 dan indeks MNC36 naik 3,21 poin atau 1% ke 321,26. Seluruh sektor penggerak IHSG menguat, dengan sektor aneka industri memimpin kenaikan sebesar 1,6% disusul sektor manufaktur sebesar 1,1%. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Primarindo Asia Infrastruktur Tbk (BIMA) naik Rp11 atau 13,25% ke R94, saham PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) naik Rp35 atau 6,42% ke Rp580, dan saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp120 atau 5,88% ke Rp2.160. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL) turun Rp3 atau 3,37% ke Rp86, saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) turun Rp35 atau 2,48% ke Rp1.375, dan saham PT Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) turun Rp2 atau 2,2% ke Rp88.
  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) kembali ditutup melemah –0,62% di level 235,8492. Demikian pula dengan INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) yang masing-masing ditutup melemah –0,70% di level 232,0449 dan –0,16% di level 252,9002. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) juga berlanjut Rata-rata yield seluruh tenor 1-30tahun naik +10,03bps. Masing-masing kelompok tenor mencatatkan rata-rata yield sebesar: pendek (<5tahun) naik +6,50bps; menengah (5-7tahun) naik +11,86bps; dan panjang (>7tahun) naik +10,41bps. INDOBeXG-Effective Yield pada perdagangan kemarin ditutup di level 7,5107 atau naik +0,1111poin. Harga seri SUN acuan kompak terkoreksi. Harga seri FR0075 turun paling dalam yakni –131,26bps sedangkan koreksi harga terendah dicatatkan FR0064 yakni –44,53bps. Harga seri FR dan ORI lainnya juga dominan terkoreksi dengan rata-rata pelemahan pada 42 seri lainnya turun –65,26bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup turun –0,77% di level 112,1303. Aktivitas pasar sekunder obligasi kemarin meningkat dari sisi total frekuensi yakni +234,62% menjadi 3.112 kali dari 930 kali. Namun total volumenya turun –14,47% menjadi Rp14,79tn dari Rp17,30tn. Kenaikan frekuensi perdagangan yang signifikan pada perdagangan kemarin disebabkan oleh SUN tenor panjang yang frekuensinya naik +389,44% dalam sehari. Dengan demikian, seri FR0065 (TTM 14,99tahun) menjadi SBN teraktif dengan 2.303 transaksi. Sementara volume terbesar diraih FR0075 senilai Rp1,98tn. Untuk obligasi korporasi, seri obligasi BAFI02A menjadi seri teraktif sekaligus mencatat volume perdagangan terbesar yakni 17 transaksi senilai Rp458 miliar. Senada dengan sesi siangnya, tren negatif berlanjut pada pasar obligasi domestik. Seluruh seri FR kompak mencatatkan koreksi harga dengan rentang koreksi –3,09bps hingga –258,69bps. Sementara itu hanya 2 harga seri ORI yang menguat yakni ORI012 +4,38bps dan ORI013 +10,21bps sehingga kondisi tersebut turut memicu kenaikan imbal hasil obligasi negara seluruh tenor dan negatifnya return obligasi negara. Pelemahan kinerja pasar kemarin diperkirakan lebih disebabkan oleh persepsi risiko investor yang tengah meningkat paska nilai Rupiah yang terus terdepresiasi terhadap USD ke posisi Rp14.196/US$. Tercermin dari indikator risiko investor global (Credit Default Swap) Indonesia tenor 5-tahun yang naik ke level 124,89bps (+1,16bps). Kenaikan persepsi risiko tersebut berdampak pada aliran dana asing di pasar SBN yang telah keluar sebesar Rp6,58tn dalam seminggu terakhir. Pergerakan pasar pada hari ini diperkirakan masih tertahan melemah. Ditengah belum adanya sentimen dominan penggerak pasar. Fokus pasar masih akan tertuju pada pergerakan nilai Rupiah terhadap USD yang pada pagi ini dibuka sedikit menguat ke level Rp14.165/US$ (Bloomberg).

 EKONOMI GLOBAL

 

  • Dollar yang meraih momentum penguatan baru dari negosiasi dagang AS – China membuat GBPUSD kembali membentuk level terendah tahun ini di kisaran 1.3390 Senin kemarin. Bank of England (BoE) yang dijadwalkan memberikan laporan kuartalan atau Inflation Report Hearing di hadapan Parlemen Inggris pukul 16:00 WIB berpotensi meningkatkan volatilitas dan arah pergerakan GBPUSD hari ini.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berbalik menguat setelah mendekati level 1280 Senin kemarin, dan level tersebut kemungkinan masih akan menjadi batas bawah penurunan harga emas. Melihat pergerakan dalam beberapa hari terakhir, harga emas kemungkinan akan bergerak di rentang 1280 – 1300.

Minyak Mentah

Potensi turunnya suplai dari Iran dan Venezuela membuat harga minyak menguat sekitar 1,7% pada hari Senin. Minyak masih memiliki potensi menguat ke area 73.30 selama bertahan di atas support terdekat di kisaran 72.00.

EURUSD

Meski berhasil rebound pada perdagangan Senin kemarin, namun EURUSD masih dibayangi sentimen negatif dari situasi politik Italia yang dapat membawa harga kembali turun. Target penurunan masih di kisaran 1.1705, dengan resisten terdekat di kisaran 1.1820.

GBPUSD

GBPUSD turun hingga menyentuh level 1.3390 pada perdagangan Senin kemarin setelah menembus support 1.3450. Selama tertahan di bawah 1.3450, GBPUSD masih akan tertekan dengan target kembali ke area 1.3390, atau lebih jauh ke 1.3320. Arah pergerakan GBPUSD dapat berubah naik jika BoE dalam Inflation Report Hearing mengindikasikan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

USDJPY

Naiknya sentimen terhadap risiko pelaku pasar membuat outlook USDJPY masih bullish dengan target ke 111.50, support berada di kisaran 110.60.

AUDUSD

AUDUSD menguat tajam pada perdagangan Senin merespon perkembangan dagang AS – China. Penguatan masih berpotensi berlanjut ke area 0.7620, selama bertahan di atas level 0.7560.

 Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 22/05/2018 pukul 11.00WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.