RTLH masih 44 ribu unit, Pemkab Wonogiri dorong penyaluran CSR

Jawa Tengah – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri mendorong perusahaan-perusahaan menggulirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pasalnya, jumlah RTLH di Wonogiri tahun ini masih sekitar 44.000 unit.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, pihaknya menargetkan pemugaran 1000 RTLH tiap tahun. Hal ini dilakukan sebagai upaya pengentasan kemiskinan . Selain bersumber dari APBD dan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017, Pemkab Wonogiri juga meminta kontribusi perusahaan swasta, BUMN, maupun BUMD mengucurkan dana CSR. Hal itu menyusul penyaluran dana CSR Bank Jateng sebesar Rp 1,5 miliar untuk perbaikan RTLH.

“Per tahun minimal seribu unit RTLH kita selesaikan. Penerima RTLH tahun ini akan diperbaiki dengan bantuan sebesar Rp 15 juta, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp10 juta. Selain anggarannya dari Pemkab dan DAK, potensi dana CSR investor akan kita optimalkan, termasuk BUMD dan BUMN,” kata Joko Sutopo.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Wonogiri, Arso Utoro mengatakan, mulai tahun ini pihaknya fokus mempercepat perbaikan RTLH untuk mengurangi angka kemiskinan di Wonogiri. Sebab, total jumlah RTLH yang tersebar di 25 kecamatan di Wonogiri masih terbilang tinggi.

“Sebanyak 86 RTLH akan diperbaiki dari APBD sebesar Rp 1,3 miliar. Sedangkan dari DAK dialokasikan sebesar Rp 5,19 miliar untuk perbaikan 346 unit RTLH. Belum lagi dana CSR dari perusahaan-perusahaan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (dulu Bapermas),” kata Arso.

Seperti diketahui, Minggu (19/2), Bank Jateng menggelontorkan dana CSR sebesar Rp 1,5 miliar untuk perbaikan ratusan unit RTLH. “Kalau (CSR) RTLH baru kali ini. Nanti pengelolaannya diserahkan ke Pemkab Wonogiri sebagai dukungan mengentaskan kemiskinan. Sedangkan CSR tahun lalu berupa bantuan gerobak kepada para pedagang kaki lima (PKL),” ujar Pimpinan Cabang Bank Jateng Wonogiri, Ani Sulistyowati.