Plafon KPR Bank Jateng Sesuaikan Kemampuan Angsuran Nasabah

Pati – Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Jateng memberikan plafon sesuai dengan kemampuan angsuran nasabah atas dasar penghasilan bersih yang diterima. Program ini menyasar kepada pegawai berstatus PNS, BUMN, BUMD, TNI-Polri, pensiunan, wiraswasta hingga pegawai bank.

Adapun objek yang dibiayai dapat berupa rumah, bangunan, take over, pembelian kavling maksimal 300 meter persegi dan pembangunan rumah. “Di Pati, antusiasme untuk mengambil program ini sangat luar biasa,” ujar Analis Kredit Bank Jateng Eddy Riyanto. Hampir sama dengan jangka waktu KPR lainnya, Bank Jateng juga memberikan jangka waktu maksimal 15 tahun. Selain itu, pihak Bank Jateng memberikan batas waktu maksimum sisa masa kerja aktif atau maksimal berusia 65 tahun.

“Barang yang dijadikan agunan adalah rumah dibuktikan dengan sertifikat hak milik (SHM) dan sertifikat hak guna bangunan (SHGB). Ini sebagai jaminan, sesuai ketentuan dalam perbankan,” tuturnya.

Sejumlah syarat yang harus dipenuhi dalam mengajukan KPR, antara lain tanah atau bangunan yang dibeli, ditake-over sesuai dengan hak milik atau hak guna bangunan. Debitur juga diwajibkan mengikuti asuransi kebakaran atas bangunan yang dijaminkan.

“Kewajiban mengikuti asuransi kebakaran, tidak termasuk mengikuti asuransi personal accident plus. Jadi, kewajiban yang dibebankan hanya asuransi kebakaran saja, tidak wajib ikut asuransi personal accident plus,” tandasnya.