Perbarindo Perkuat Kerjasama dengan Bank Jateng, Tekan Kredit Bermasalah di Bawah 5%

Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) berupaya menekan angka kredit bermasalah (NPL) di tengah upaya BPR meningkatkan pembiayaan kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM) pada 2017.

Ketua Perbarindo Jawa Tengah, Dadi Sumarsana, menuturkan usaha organisasinya agar NPL tidak meningkat adalah meminta fasilitas pelatihan peningkatan SDM analis kredit kepada Bank Jateng melalui kerjasama Apex.

Apex yaitu perkumpulan BPR yang melakukan kerjasama dengan Bank Jateng.

Melalui Apex, BPR bisa mendapatkan pinjaman likuiditas dan dana bergulir, kredit linkage BPR, dan technical assistance melalui pelatihan manajemen resiko kredit.

“Melalui Apex, BPR mendapatkan pendampingan dari Bank Jateng sebagai fungsi financial assistance. Di sisi technical assistance, Bank Jateng memberikan pelatihan risk management. Jadi diharapkan angka NPL tidak naik, kalau bisa malah turun,” kata Dadi Sumarsana kepada Tribunjateng.com, kemarin.

Dia berharap BPR mampu menjalankan strategi yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspansi kreditnya pada 2017 ini dengan tetap menekan angka NPL.

Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan NPL pada 2015 yang tercatat 5,88 persen.

“Kami optimistis bisa menekan NPL pada 2017 ini di bawah angka 5 persen,” ucap Dadi.

Menurut Dadi, banyak manfaat yang diterima BPR melalui kerjasama Apex ini.

Tak hanya pendampingan dan pelatihan manajemen resiko yang di dalamnya mencakup strategi pembiayaan dan analis kredit, Bank Jateng juga meng-cover kebutuhan permodalan BPR.