Peran dan Kontribusi Bank Jateng Dalam Pembangunan Desa Melalui Dana Desa

PERAN DAN KONTRIBUSI BANK JATENG

DALAM PEMBANGUNAN DESA MELALUI DANA DESA

 

PENYERAHAN: Direktur Umum Bank Jateng, Radjim, menyerahkan Cendera Mata kepada Kepala Bapermades Provinsi Jawa Tengah, Dra Emma Rachmawati,M.Hum yang disaksikan oleh Kasubid Pemerintahan dan Pemberdayaan Desa BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah, Ir. Arief Boedijanto,MS, Ketua Pusat Penelitian Kajian Pembangunan, Akhmad Syakir Kurnia,Ph.D, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Dr.Dwi Ratmono,SE,M.Si,Akt dan seluruh pembicara atau narasumber yang hadir di acara tersebut, Selasa, (22/12).

Semarang – Bank Jateng menyelenggarakan acara Focus Group Discussion (FGD) dan Gathering dengan tema “Peran dan Kontribusi Bank Jateng dalam Pembangunan Desa Melalui Dana Desa” yang dihadiri oleh rekan – rekan Direksi Bank Jateng, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Tengah, Emma Rachmawati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Tengah dan para pembicara atau narasumber dari berbagai kalangan yang telah hadir yakni dari unsur pemerintah, oleh BAPPEDA, Bapermades, Inspektorat Wilayah dan juga BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Tengah dan narasumber dari unsur akademisi dihadiri oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, Akhmad Syakir Kurnia,Ph.D dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Cabang Semarang, Dr Dwi Ratmono,SE,Msi,Akt di Kantor Pusat Bank Jateng Lantai 7, Jl. Pemuda No. 142 Semarang, Selasa (22/12).

Direktur Umum Bank Jateng, Radjim, mengatakan bahwa “Penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) hari ini sangat berarti bagi Bank Jateng, karena di dalam serangkaian acara ini bisa kita serap aspirasi (masukan) serta berdiskusi tentang apa dan bagaimana keinginan pihak – pihak terkait Dana Desa yang sesungguhnya untuk kedepan, harapannya dengan keberadaan Bank Jateng akan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat”.

Radjim, menjelaskan bahwa “Sebagai lembaga perbankan yang dimiliki Pemerintah Daerah Se-Jawa Tengah, Bank Jateng selain berperan sebagai pemegang kas daerah dan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) juga berperan penting sebagai penggerak perekonomian dan penunjang pembangunan daerah. Secara Khusus, dalam kaitan Pengelolaan Dana Desa, Bank Jateng telah dan akan terus meningkatkan peran sebagai mitra (financial consultant) bagi Pemda, baik Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten serta Pemerintah Desa di Jawa Tengah. Hal ini sejalan pula dengan salah satu program Transformasi BPD yang dicanangkan Presiden Jokowi pada tanggal 26 Mei 2015 lalu di Istana Negara”.

Pada kesempatan ini, Focus Group Discussion (FGD) menghadirkan pula pembicara dari Ketua Paguyuban Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Provinsi Jawa Tengah, serta perwakilan Bapermades Kabupaten yang telah bekerjasama dengan Kantor Cabang Bank Jateng dalam pengelolaan Dana Desa yakni Kabupaten Kendal, Wonogiri, Magelang, Batang, Purbalingga dan Pati.

Radjim, merinci “Perkembangan kinerja Bank Jateng hingga akhir Bulan November 2015, bahwa total aset Bank Jateng telah mencapai Rp. 48,1 Triliun dan tumbuh 14,50 persen dari posisi November 2014 sebesar Rp. 42 Triliun. Peningkatan ini didukung dengan Penghimpunan Dana Pihak Ketia (DPK) yang mencapai Rp. 41,67 triliun dan tumbuh 11,03 persen. Sementara kredit yang disalurkan mencapai Rp. 30,93 triliun dan tumbuh 17,06 persen. Peningkatan Kredit Bank Jateng tersebut lebih banyak disalurkan kepada usaha produktif yang tumbuh 37,85 persen, sehingga diharapkan akan memiliki kontribusi terhadap perekonomian daerah, sedangkan laba usaha sampai dengan November 2015 ini telah mencapai Rp. 1.105 Miliar atau telah melebihi target akhir tahun 2015 sebesar Rp. 1,1 triliun”.

Radjim berharap, “Dengan adanya acara ini, dapat memperkaya gagasan “kebaruan” yang dapat dikembangkan Bank Jateng agar pengelolaan Dana Desa di Jawa Tengah dapat lebih baik lagi dengan didukung peningkatan struktur pendanaan dan permodalan Bank Jateng. Radjim, menambahkan pula bahwa “Bank Jateng telah memperoleh dana hasil penerbitan Obligasi Subordinasi sebesar Rp. 500 Milyar pada tanggal 18 Desember 2015 lalu, karena dengan adanya penerbitan Obligasi ini, maka Bank Jateng dapat memperoleh Animo dan Minat pasar yang sangat besar hingga 1,6 kali”.

Editor : Vidya Ayunita (Humas Bank Jateng)