Pasar Saham Indonesia malah mengalami kejatuhan

EKONOMI DOMESTIK

 

Sempat menguat pagi tadi, pasar saham Indonesia malah mengalami kejatuhan siang ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1 poin atau 0,02% ke 6.577. Menutup jeda siang ini, 177 saham menguat, 143 saham melemah, dan 119 saham stagnan. Sesi I ini, telah terjadi transaksi perdagangan mencapai Rp3,17 triliun dari 6,54 miliar lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 turun 1,76 poin atau 0,16% menjadi 1.107, Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,65 poin atau 0,08% ke 776, indeks IDX30 turun 1,05 poin atau 0,17% ke 605 dan indeks MNC36 turun 0,15 atau 0,04% ke 379. Tercatat ada tujuh sektor yang menopang IHSG, yakni sektor tambang, manufaktur, perkebunan, aneka industri, perdagangan, industri dasar dan properti. Sementara untuk sektor konsumsi, keuangan dan infrastruktur melemah. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Bank Agris Tbk (AGRS) naik Rp70 atau 24,65% ke Rp354, saham PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp310 atau 17,42% ke Rp2.090, dan saham PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) naik Rp52 atau 13,07% ke Rp450. Sedangkan saham-saham yang berada dalam jajaran top losers antara lain, saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) turun Rp1.025 atau 11,52% ke Rp7.875, saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC) turun Rp125 atau 9,8% ke Rp1.150, dan saham PT Intikeramik Alamasri Inds. Tbk (IKAI) turun Rp15 atau 9,2% ke Rp148.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat hari ini, seiring pelemahan Mata Uang Paman Sam tersebut. Sayangnya, Rupiah belum bisa turun dari level Rp13.600 per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia menguat 4 poin atau 0,03% menjadi Rp13.647 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada di rentang Rp13.638-Rp13.652 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 3 poin atau 0,02% menjadi Rp13.652 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak dalam kisaran Rp13.643 per USD hingga Rp13.655 per USD. Sekadar informasi, Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar AS sempat mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Desember 2016 di pekan lalu. Indeks dolar AS melonjak 1,4% minggu lalu, mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Desember 2016, karena aksi jual yang masif di pasar ekuitas AS memaksa investor beralih ke mata uang AS untuk melepaskan posisi-posisi mereka. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,26% menjadi 90,207 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2285 dari USD1,2234 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik ke USD1,3830 dari USD1,3806 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7845 dari USD0,7790. Para pedagang terus memantau data inflasi harga konsumen yang akan dirilis dan akan menjadi barometer untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga Maret oleh Federal Reserve AS.

Indonesia Composite Bond Index (ICBI) catatkan negative return pada end of day Selasa sebesar —0,1669poin ke level 245,0300. Kinerja INDOBeXG-Total Return turut melemah yakni sebesar —0,1890poin ke level 242,1227. Pasar obligasi korporasi turut mencatatkan negative return yang tercermin dari penurunan INDOBeXC-Total Return sebesar —0,0064poin ke level 255,8817. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola bearish. Rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) naik sebesar +1,28bps. Rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) naik paling tinggi yakni sebesar +2,09bps. Sementara rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing naik sebesar +0,10bps dan +1,37bps. Sehingga INDOBeXG-Effective Yield mengalami kenaikan sebesar +0,0129poin ke level 6,4052. Harga-harga SUN benchmark didominasi koreksi dengan rata-rata harga turun —17,28bps. Hanya seri FR0063 yang menguat yakni sebesar +0,97bps. Sejalan dengan SUN seri benchmark seluruh seri-seri SBN baik seri-seri Fixed Rate dan ORI tampak diwarnai koreksi harga denga rata-rata pelemahan sebesar —9,82bps. Dengan kondisi ini INDOBeXG-Clean Price melemah sebesar —0,1199poin ke level 119,4739. Transaksi di pasar sekunder mengalami kenaikan. Frekuensi perdagangan meningkat sebesar +48,95% dari 570 transaksi menjadi 849 transaksi. Peningkatan juga terjadi dari segi volumenya yakni sebesar +63,56% dari Rp9,75tn menjadi Rp15,95tn. Peningkatan transaksi tampak sebagai pengaruh dari pelaksanaan lelang SBN kemarin. Kondisi tersebut tercermin dari tiga seri FR yang dilelang yakni FR0064, FR0065, dan FR0075 menjadi tiga seri teratas yang paling aktif diperdagangkan di pasar sekunder dengan total frekuensi dan volume untuk masing-masing seri tersebut secara berturut-turut yakni: FR0064 (127 transaksi, Rp3,90tn), FR0075 (124 transaksi, Rp1,89tn), dan FR0065 (112 transaksi, Rp1,54tn). Ekspektasi kenaikan inflasi AS yang lebih cepat diperkirakan masih membayangi pasar obligasi Indonesia. Pasar diperkirakan melakukan antisipasi rilis data inflasi AS (CPI) dan juga rilis data penjualan ritel AS untuk bulan Januari. Data tersebut akan dirilis malam nanti waktu Indonesia. Disamping itu, pasar juga wait and see konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada hari Kamis. Namun ditengah koreksi pasar obligasi, persepsi risiko investor global tampak membaik yang ditandai dengan penurunan CDS obligasi Indonesia tenor 5-tahun kemarin sebesar —2,82bps ke level 92,45bps. Sementara itu Rupiah terhadap USD di pasar spot tampak bergerak terbatas yakni melemah tipis sebesar —0,09% ke level Rp13.651/US$ (Bloomberg). Pasar obligasi pada perdagangan Rabu diperkirakan bergerak terbatas dan cenderung bergerak negatif. Pasar masih akan antisipasi rilis data inflasi dan penjualan ritel AS. Inflasi AS diproyeksikan meningkat ke level 0,3%mom dari 0,1%mom. Namun konsensus memperkirakan pertumbuhan penjualan ritel AS melambat menjadi 0,2%mom dari 0,4%mom. Sedangkan dari dalam negeri, Bank Indonesia diperkirakan kembali menahan suku bunga acuan di level 4,25%.

EKONOMI GLOBAL

 

Dolar AS yang tertekan dalam dua hari beruntun berpotensi menguat hari ini melihat data CPI atau inflasi AS yang akan dirilis pukul 20:30 WIB diprediksi menunjukkan peningkatan. Selain data CPI, di waktu yang sama juga akan dirilis data penjualan ritel AS. Bagusnya dua data ini akan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di bulan Maret dan mendongkrak kinerja dolar.

Potensi Pergerakan

Emas

Jika data ekonomi AS dirilis bagus, harga emas berpeluang besar melemah ke area 1218 pada perdagangan hari ini, dengan resisten terdekat di kisaran 1335.

Minyak Mentah

Harga minyak mentah mampu bertahan di atas level 58.00 meski API melaporkan kenaikan stok di AS hampir 4 juta barel. Jika EIA pada pukul 22:30 WIB nanti,melaporkan kenaikan stok di AS kurang dari estimasi 2,8 juta barel harga minyak mentah berpeluang menguat. Selama tidak menembus ke bawah support 58.00, minyak menargetkan area 60.00.

EURUSD

EURUSD berpotensi melanjutkan penguatan setelah menembus ke atas level 1.2300. Jika data GDP Jerman dan zona euro pada pukul 14:00 WIB dan 17:00 WIB dirilis lebih tinggi dari estimasi masing-masing 0,6%, EURUSD berpotensi naik ke area 1.2435.

GBPUSD

Kenaikan inflasi di Inggris membuka peluang penguatan GBPUSD ke resisten terdekat di kisaran 1.3920. Namun tanpa data ekonomi penting dari Inggris hari ini GBPUSD berpotensi turun ke 1.3800 selama tidak menembus resisten tersebut dan jika data ekonomi AS dirilis bagus.

USDJPY

USDJPY membentuk level terendah 5 bulan baru akibat spekulasi siapapun Gubernur bank sentral Jepang yang baru akan mulai mempertimbangkan pengetatan moneter. Selama tidak menembus ke atas 108.00, USDJPY kemungkinan turun 106.60. Meski demikian jika data ekonomi AS dirilis lebih tinggi dari estimasi USDJPY juga berpeluang naik dengan target ke area 108.65.

AUDUSD

Kenaikan harga bijih besi dapat menjadi sentimen positif bagi AUDUSD, namun Selama tidak menembus resisten 0.7880, AUDUSD berpeluang turun ke area 0.7810.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 14/02/2018 pukul 13.54 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment