Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah

EKONOMI DOMESTIK

 

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Januari 2018 tercatat USD131,98 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Desember 2017 sebesar USD130,20 miliar. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa yang berasal dari pajak dan hasil ekspor migas bagian pemerintah, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas. Penerimaan devisa tersebut melampaui kebutuhan devisa terutama untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo. Posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2018 tersebut cukup untuk membiayai 8,5 bulan impor atau 8,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada penutupan kemarin berada di level 245,1851 atau naik tipis +0,0320poin dari penutupan Selasa. Kinerja indeks total return obligasi korporasi (INDOBeXG-Total Return) dan obligasi korporasi (INDOBeXC-Total Return) masing-masing juga ditutup menguat tipis sebesar +0,0319poin di level 242,3468 dan +0,0309poin di level 255,5497. Kenaikan yield berlanjut mewarnai mayoritas tenor kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) walaupun tidak setinggi sebelumnya. Rata-rata yield kelompok tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) berlanjut naik masing-masing sebesar +1,71bps dan +0,71bps. Sementara tenor pendek (<5tahun) turun –0,61bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin turut bergerak turun meskipun sangat tipis yakni –0,0001poin ke level 6,3818. Harga tiga seri dari empat seri SUN benchmark kemarin ditutup menguat pada kisaran +7,26bps hingga +64,79bps. Hanya seri FR0075 yang ditutup melemah yakni sebesar –2,52bps. Namun, mayoritas harga SBN seri FR dan ORI kemarin masih tampak didominasi pelemahan dengan rata-rata turun –2,76bps. Sehingga INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup melemah –0,0084poin di level 119,7342. Aktivitas transaksi perdagangan kemarin tampak sepi. Total frekuensi turun –23,90% dari 820 kali menjadi 624 kali, dan total volume turun –48,53% dari Rp21,38tn menjadi Rp11,00tn. Penurunan volume lebih banyak melanda transaksi seri-seri SUN bertenor pendek dengan total penurunan mencapai Rp9,72tn. FR0065 kemarin merupakan seri SBN teraktif ditransaksikan dengan total frekuensi 114 kali. Namun total volume transaksi terbesar dicatatkan FR0064 yakni Rp1,33tn. Untuk obligasi korporasi, frekuensi terbesar dicatatkan WOMF02BCN3 yakni 11 kali transaksi, sementara total volume terbesar dicatatkan SMFP03CN6 dengan nilai Rp100miliar. Mulai stabilnya ekspektasi risiko global paska meredanya aksi jual yang melanda pasar keuangan global menjadi penopang positifnya kinerja ketiga indeks return obligasi Indonesia. Kondisi tersebut turut tercermin dari pergerakan CDS Indonesia tenor 5-tahun yang turun sebesar –2,36bps. Meningkatnya cadangan devisa Indonesia bulan Januari 2018 yang naik US$1,78miliar menjadi sebesar US$131,98miliar turut menciptakan ekspektasi positif di pasar kemarin. Namun, pasar masih tampak mengantisipasi gejolak eksternal, tercermin dari kurang solidnya transaksi obligasi di pasar sekunder. Selain itu, berlanjut melemahnya kinerja Rupiah di pasar Spot yang sudah tembus ke level Rp13.555/US$ turut memberikan tekanan bagi pasar obligasi Indonesia. Sama halnya dengan pasar obligasi, IHSG kemarin ditutup menguat +0,87% di level 6.534,87. Pasar obligasi domestik berpeluang untuk bergerak positif pada perdagangan hari ini. Disamping meningkatnya posisi cadangan devisa Indonesia bulan Januari, diperbaikinya outlook peringkat utang Indonesia oleh Moody’s dari stable menjadi positive dapat menjadi katalis positif di pasar.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah. Rupiah melemah dekati Rp13.600 per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia melemah 39 poin atau 0,29% menjadi Rp13.594 per USD. Adapun pergerakan Rupiah, berada di kisaran Rp13.584-Rp13.612 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 43 poin atau 0,32% menjadi Rp13.593 per USD. Dalam catatan Yahoofinance, Rupiah bergerak dalam rentang Rp13.550 per USD hingga Rp13.647 per USD. Riset Samuel Sekuritas mengatakan, dolar indeks kemungkinan bergerak menguat terhadap beberapa mata uang kuat dunia lainnya seiring naiknya yield obligasi pemerintah AS pasca disahkannya anggaran defisit pemerintah AS yang naik USD300 miliar di atas perkiraan para analis. Kenaikan yield obligasi AS tersebut berpotensi mendorong penguatan rupiah terhadap sejumlah mata uang kuat dunia lain. Rupiah sendiri diperkirakan bergerak mendatar seiring dengan sentimen positif naiknya cadangan devisa. Namun, lanjut risetnya, sentimen positif tersebut diimbangi sentimen negatif oleh naiknya yield obligasi AS yang kemungkinan dapat menekan rupiah hari ini. Rupiah di pasar spot diperkirakan bergerak di rentang Rp 13.570 per USD-Rp 13.610 per USD.

EKONOMI GLOBAL

Fokus utama investor pada hari ini akan tertuju pada keputusan moneter Bank of England yang disebut juga Super Thursday pada pukul 19:00 WIB, dimana investor mencari petunjuk terhadap perekonomian Inggris di tengah masih berlarut-larutnya negosiasi Brexit serta masih terjadinya konflik internal di dalam partai Konservatif pimpinan Perdana Menteri Theresa May. Selain itu pidato dari Gubernur Reserve Bank Australia juga akan menyita perhatian investor di tengah kejatuhan pasangan AUDUSD akhir-akhir ini karena data ekonomi domestik yang pesimis, jika dia kembali berikan pernyataan yang dovish tentu penurunan AUDUSD dapat berlanjut. Sentimen lainnya pada hari ini juga tertuju dari Amerika Serikat, setelah Mitch McConell, pemimpin Senat mayoritas pada hari Rabu mengatakan bahwa para pemimpin Senat telah mencapai kesepakatan anggaran baru yang akan meningkatkan batasan belanja, yang mana itu dapat menghindari terjadinya shutdown pemerintah pada hari Jumat.

Potensi pergerakan

Emas

Harga emas berpotensi untuk bergerak turun dengan katalis datang dari penguatan dolar dan kenaikan yield Treasury AS karena potensi kenaikan suku bunga AS dan terhindarnya pemerintah AS dari penutupan. Target support berada di $1310 sebelum membidik support kunci di $1300.

Minyak 

Bertambahnya cadangan minyak mentah dan meningkatnya produksi AS yang melampaui 10 juta barel per hari dapat menjadi sentimen negatif pergerakan harga minyak pada hari ini dengan target support terdekat terlihat di $61.00.

EURUSD 

Menguatnya dolar AS serta adanya laporan bahwa Martin Schulz (pemimpin partai SPD) tidak akan menduduki posisi menteri keuangan Jerman serta adanya pernyataan dari ECB Nowotny bahwa Amerika Serikat sengaja melemahkan dolar dapat memicu penurunan EURUSD lebih lanjut pada hari ini dengan target support terlihat di 1.2220 – 1.2200. Fokus hari ini akan tertuju pada pidato Presiden Bundesbank Jens Weidmann pukul 15:45 WIB.

GBPUSD

GBPUSD berpotensi bergerak turun pada hari ini, terutama jika Bank of England berikan keputusan moneter yang dovish setelah data ekonomi Inggris yang kurang menggembirakan akhir-akhir ini dengan target support terlihat di 1.3800 dan resisten di 1.4000.

USDJPY 

Sentimen data neraca berjalan Jepang yang dirilis lebih rendah dari ekspektasi serta dolar yang menguat berpotensi mendorong kenaikan USDJPY dalam jangka pendek dengan mengincar resisten di 109.70 sebelum mengincar resisten kuat di 110.50.

AUDUSD 

Pelemahan AUDUSD berpotensi berlanjut dalam jangka pendek ditengah sentimen penguatan dolar dan kejatuhan harga komoditas dengan target support terlihat di 0.7770. Fokus investor hari ini akan tertuju pada pidato Gubernur Reserve Bank Australia pukul 16:00 WIB.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 08/02/2018 pukul 11.51 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment