Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat lagi

EKONOMI DOMESTIK

 

Indeks total return pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI), pada perdagangan Jumat ditutup di level 243,3246 atau turun –0,05% dari penutupan Kamis. INDOBeXG-Total Return (obligasi pemerintah) dan INDOBeXC-Total Return (obligasi korporasi) masing-masing turut ditutup turun sebesar –0,05% ke level 240,2601 dan –0,06% ke level 255,3365. Mayoritas tenor pada kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bearish dengan rata-rata yield naik sebesar +1,76bps. Hanya rata-rata yield kelompok tenor pendek (<5tahun) yang turun sebesar –0,87bps. Sementara yield tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing naik sebesar +6,49bps dan +1,60bps. Sehingga, INDOBeXG -Effective Yield Jumat kemarin turut ditutup naik sebesar +0,0096poin ke level 6,5533. Mayoritas harga SUN benchmark ditutup menguat dengan rata-rata +26,22bps. Hanya harga FR0063 yang turun sebesar –9,07bps sedangkan harga ketiga seri lainnya menguat di kisaran +14,01bps hingga +51,32bps. Mayoritas harga-harga SBN (seri FR dan ORI) Jumat kemarin masih didominasi penurunan dengan rata-rata –8,92bps dan mendorong INDOBeXG-Clean Price turut bergerak turun ke level 118,2907. Aktivitas perdagangan obligasi pada akhir perdagangan pekan kemarin turun dari sisi total frekuensi sebesar –34,00% dari 1.300 kali menjadi 858 kali. Begitu pula total volume yang turun –45,02% dari Rp24,21tn menjadi Rp13,31tn. Penurunan volume dialami kelompok SUN tenor pendek dan tenor panjang masing-masing sebesar Rp6,77tn dan Rp4,13tn. Transaksi SUN benchmark turut mencatatkan penurunan dengan total volume turun –10,49% dan total frekuensi turun –44,10%. Total volume transaksi SBN terbesar dicatatkan FR0064 yakni Rp4,18tn dan yang teraktif diraih FR0075 sebanyak 139 kali. Untuk obligasi korporasi, total volume terbesar diraih IMFI03ACN2 senilai Rp153miliar. Sementara yang teraktif diraih seri BBRI02BCN4 yakni 10 transaksi. Menutup perdagangan sesi kedua Jumat kemarin, kinerja pasar obligasi domestik masih melemah. Faktor trading masih menjadi penggerak utama perdagangan pada sesi Jumat lalu ditengah belum munculnya sentimen dominan yang sanggup menggerakkan pasar. Minimnya sentimen di pasar turut mendorong sepinya aktivitas transaksi perdagangan di pasar sekunder pada akhir pekan kemarin. Kinerja Rupiah terhadap USD yang masih tertahan di atas level Rp13.600/US$ (tepatnya Rp13.668/US$) diperkirakan juga menjadi salah satu faktor penekan kinerja pasar SBN. Dari sisi risiko, persepsi risiko investor global terhadap pasar domestik tampak stabil pada perdagangan kemarin yang ditunjukkan oleh indikator CDS obligasi tenor 5-tahun yakni berada di level 88,141bps atau hanya berubah tipis dari sebelumnya di level 88,139bps (Bloomberg). Pada perdagangan awal pekan ini, pasar obligasi domestik diperkirakan masih bergerak sideways dengan kecenderungan bearish seiring belum adanya sentimen positif yang dominan di pasar. Pada pekan ini, pasar cenderung akan fokus pada indikator ekonomi domestik yang dirilis pertengahan pekan nanti.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat lagi. Meski demikian, Rupiah belum bergerak banyak pagi ini. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia menguat 12 poin atau 0,09% ke Rp13.656 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.647-Rp13.664 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat Rupiah menguat 8 poin atau 0,06% menjadi Rp13.655 per USD. Dalam catatan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp13.651 per USD hingga Rp13.665 per USD. Dolar AS menguat karena investor mencermati pernyataan kongres pertama Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell, yang diperkirakan akan mengisyaratkan langkah pengetatan moneter di masa depan. Powell akan berbicara terkait laporan semi-tahunan bank sentral mengenai kebijakan moneter dan ekonomi pada 27 Februari di depan Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat AS. Para spekulator memperkirakan dolar AS turun dalam sepekan hingga 20 Februari, karena investor membukukan kenaikan suku bunga lebih tinggi oleh Federal Reserve. Fokus minggu ini adalah pada pernyataan kongres Jerome Powell mengenai kebijakan moneter dan ekonomi. Terhadap yen, dolar AS melemah 0,1% menjadi 106,75 per yen. Sementara euro stabil di USD1,22 per euro, setelah turun 1% pekan lalu karena pelaku pasar berbalik meninggalkan euro menjelang pemilihan umum Italia pada 4 Maret.

Bursa saham Indonesia mengawali pekan ini di jalur merah. Pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 13 poin atau 0,21% ke 6.605. Mengawali perdagangan, ada 124 saham menguat, 42 saham melemah, dan 111 saham stagnan. Pagi ini, telah terjadi transaksi perdagangan mencapai Rp394,36 miliar dari 513 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 turun 4,75 poin atau 0,43% menjadi 1.104, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,8 poin atau 0,23% ke 774, indeks IDX30 turun 2,72 poin atau 0,45% ke 603 dan indeks MNC36 menurun 2,13 poin atau 0,56% ke 380. Sektor-sektor pendukung IHSG bergerak dua arah, dengan sektor konsumsi, manufaktur, industri dasar, keuangan dan perdagangan melemah. Sementara sektor tambang, perkebunan, infrastruktur, industri dasar dan properti menguat. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) naik Rp32 atau 14,95% ke Rp246, saham PT Intikeramik Alamsri Industri Tbk (IKAI) naik Rp18 atau 5,03% ke Rp376, dan saham PT BPD Banten Tbk (BEKS) naik Rp2 atau 3,77% ke Rp55. Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun Rp225 atau 1,92% ke Rp11.475, saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) turun Rp1 atau 1,11% ke Rp89, dan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp10 atau 1,09% ke Rp910.

EKONOMI GLOBAL

Ekspektasi kenaikan suku bunga di AS menjadi penggerak pasar pada pekan lalu, dan membuat indeks dolar mencatat kenaikan mingguan. Sebaliknya, emas yang juga sensitif dengan tingkat suku bunga mencatat penurunan mingguan. Testimoni Presiden ECB, Mario Draghi, mengenai kebijakan moneter dan outlook inflasi di hadapan European Parliament Economic and Monetary Affairs Committee pukul 21:00 WIB berpotensi menjadi penggerak pasar.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas menguat sekitar $7 ke $1335 pada pagi ini. Melihat USDJPY yang juga turun, pergerkan kemungkinan dipicu oleh peningkatan permintaan safe haven. Jika mampu menembus konsisten di atas $1335, emas berpeluang naik ke $1342.

Minyak Mentah

Ditutupnya ladang minyak di Libya pada hari Jumat akibat kerusuhan membuat harga minyak menguat pada hari Jumat, dan mencetak penguatan mingguan beruntun. Minyak kemungkinan diterpa aksi profit taking, namun selama bertahan di atas 62.80 harga berpeluang menguat ke area 64.30.

EURUSD

Ekspektasi kenaikan suku bunga di AS masih memberikan tekanan bagi EURUSD, namun jika Draghi menunjukkan sikap optimis akan kenaikan inflasi serta potensi perubahan sikap kebijakan moneter dalam waktu dekat EURUSD berpotensi menguat ke area 1.2360. Support terdekat di kisaran 1.2265.

GBPUSD

Tanpa rilis data ekonomi penting hari ini, GBPUSD kemungkinan akan bergerak mengikuti arah EURUSD. Jika berhasil menembus dan bergerak konsisten di atas level 1.4000, GBPUSD berpeluang naik ke 1.4070. Support terdekat di kisaran 1.3935.

USDJPY

USDJPY dibuka gap up di 107.13, namun berbalik turun lebih dari 50 pip ke 106.57. Selama tertahan di bawah level 107.00, USDJPY berpeluang turun ke 106.10.

AUDUSD

Penguatan harga bijih besi masih menjadi sentimen positif bagi AUDUSD, jika mampu menembus resisten 0.7855, AUDUSD berpotensi naik ke 0.7890. Support terdekat di kisaran 0.7825.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 26/02/2018 pukul 11.57 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment