Nilai tukar Rupiah pagi ini kembali menguat, seiring pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah jelang pidato Jerome Powell

EKONOMI DOMESTIK

Nilai tukar Rupiah pagi ini kembali menguat, seiring pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah jelang pidato Jerome Powell. Meski demikian, Rupiah belum turun dari level Rp13.600 per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia menguat 11 poin atau 0,08% menjadi Rp13.649 per USD. Rupiah pagi ini bergerak di kisaran Rp13.647-Rp13.654 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 4 poin atau 0,03% menjadi Rp13.649 per USD. Dalam pantuan Yahoofinance, Rupiah bergerak dalam rentang Rp13.643 per USD hingga Rp13.655 per USD. Kurs dolar AS melemah karena para investor menunggu kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell di hadapan Kongres yang diharapkan akan memberi isyarat mengenai langkah pengetatan moneter AS di masa depan. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,02% menjadi 89,857 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2310 dari USD1,2298 di sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3966 dari USD1,3969 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi USD0,7850 dari USD0,7835. Dolar AS dibeli 106,93 yen Jepang, lebih tinggi dari 106,73 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9380 franc Swiss dari 0,9361 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,2680 dolar Kanada dari 1,2664 dolar Kanada. Powell akan mempresentasikan kesaksian Kongres pertamanya pada Selasa pagi waktu setempat, yang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai langkah pengetatan moneter AS di masa depan. Spekulasi pasar untuk kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali hingga akhir tahun ini telah memperkuat greenback dalam beberapa minggu terakhir.

Bursa saham Indonesia pagi ini berhasil membalikkan pelemahan yang terjadi kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 25 poin atau 0,38% ke 6.580. Membuka perdagangan, ada 73 saham menguat, 11 saham melemah, dan 43 saham stagnan. Pagi ini, transaksi perdagangan mencapai Rp67,24 miliar dari 58,37 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 turun 4,5 poin atau 0,4% menjadi 1.117,68, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,8 poin atau 0,23% ke 780,65, indeks IDX30 turun 2,54 poin atau 0,41% ke 611,03 dan indeks MNC36 melemah 1,8 poin atau 0,47% ke 383,84. Sektor-sektor penggerak IHSG bergerak 2 arah, dengan sektor pertambangan pimpin kenaikan hingga 0,34%. Namun, sektor keuangan turun paling dalam sebesar 0,52%. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) naik Rp34 ke Rp330, saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) naik Rp22 ke Rp360, dan saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) naik Rp225 ke Rp5.425. Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) turun Rp90 menjadi Rp1.570, PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) turun Rp45 ke Rp950, dan saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) turun Rp90 ke Rp3.340.

Pada perdagangan Senin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 243,8421 atau naik +0,21% dari akhir perdagangan pekan kemarin. Indeks total return obligasi pemerintah (INDOBeXG-Total Return) kemarin juga menguat sebesar +0,23% ke level 240,8222. Sementara INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) naik +0,07% ke level 255,5230. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) didominasi bullish dengan rata-rata seluruh tenor 1-30 tahun turun sebesar –1,82bps. Yield SBN 2-tahun kemarin ditutup naik ke level 5,4780% (+5,87bps). Sementara untuk yield tenor 5-tahun turun ke level 6,1200% (-3,03bps), dan tenor 10-tahun turun ke level 6,8142% (-3,53bps). Sehingga, INDOBeXG-Effective Yield pada sesi end of day kemarin sanggup turun sebesar –0,0211poin di level 6,5322. Harga kelompok seri SUN benchmark kompak menguat dengan rata-rata +35,51bps. Harga FR0064 naik paling tinggi sebesar +47,50bps sedangkan penguatan harga terendah dicatat FR0063 sebesar +23,25bps. Mayoritas harga seri-seri FR dan ORI turut menguat dengan rata-rata sebesar +16,11bps sehingga kondisi tersebut mendorong INDOBeXG-Clean Price naik sebesar +0,18% ke level 118,4992. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder Senin kemarin turun dari sisi total frekuensi sebesar –24,36% dari 858 kali menjadi 649 kali. Sementara itu total volume justru meningkat sebesar +69,59% dari Rp13,31tn menjadi Rp22,57tn. Peningkatan volume perdagangan ditengah penurunan frekuensi lebih disebabkan oleh meningkatnya volume pada SUN tenor panjang hingga sebesar Rp10,04tn dalam sehari. Senada dengan kondisi tersebut, salah satu SUN acuan tenor panjang (FR0064) mencatat total volume terbesar senilai Rp1,62tn. Sementara itu FR0065 menjadi seri SBN teraktif dengan total frekuensi 79 kali. Dari korporasi, obligasi seri IMFI03ACN2 menjadi yang teraktif sekaligus tersolid dengan 32 transaksi senilai Rp478miliar. Pada penutupan perdagangan obligasi Senin kemarin, pasar obligasi domestik sanggup berbalik menguat. Ditengah masih minimnya sentimen dari domestik dan global yang turut menyebabkan penurunan frekuensi perdagangan, penguatan kinerja pasar kemarin cenderung disebabkan oleh faktor trading sambil memanfaatkan tren koreksi harga yang terjadi pada beberapa hari sebelumnya. Namun demikian, pasar SBN masih dibayangi tekanan dari global seperti kurs Rupiah yang masih tertahan di level Rp13.660/US$ (Bloomberg). Perhatian pasar juga masih tertuju pada data dari Amerika seperti GDP US dan testimoni Gubernur baru The Fed. Pada perdagangan hari ini, pergerakan pasar juga akan diwarnai oleh pelaksanaan lelang SUN sebanyak 2 seri SPN dan 3 seri FR dengan target indikatif sebesar Rp17,00tn. Pada perdagangan sesi Selasa ini, pasar obligasi domestik berpotensi meneruskan kinerja positifnya paska pelemahan yang terjadi sepanjang pekan lalu. Namun demikian, pelaku pasar diperkirakan wait & see terhadap testimoni dari Gubernur The Fed, Jerome Powell yang akan dirilis malam nanti waktu Indonesia. 

EKONOMI GLOBAL

Pimpinan Federal Reserve yang baru, Jerome Powell, akan memberikan testimoni di hadapan Kongres untuk pertama kalinya malam ini pukul 20:30 WIB dan akan menjadi fokus utama pasar. Powell diperkirakan akan berusaha menggunakan bahasa yang tidak terlalu hawkish dan tidak terlalu dovish untuk menjaga stabilitas pasar. Meski demikian sejak awal namanya muncul kandidat bank sentral paling berpengaruh di dunia, Powell disebut merupakan orang yang lebih condong bersikap dovish.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang kembali menguat ke level 1345 jika testimoni Powell mengindikasikan sikap dovish atau mengindikasikan kenaikan suku bunga di tahun ini hanya tiga kali dan cenderung berhati-hati untuk menaikkan suku bunga. Support terdeklat di kisaran 1330.

Minyak Mentah

Harga minyak mentah ditopang oleh komitmen Arab Saudi untuk terus membatasi produksi. Untuk melanjutkan kenaikan minyak mentah perlu bergerak konsisten di atas level 64.00, dengan target ke area 65.10.

EURUSD

Selain testimoni Jerome Powell, data inflasi Jerman dan Spayol akan mempengaruhi pergerakan EURUSD hari ini. Jika data inflasi Jerman dirilis seusai ekspektasi 0,5% atau lebih tinggi, dan Powell bersikap dovish, EURUSD berpeluang besar naik ke 1.2420. Support terdekat di kisaran 1.2285.

GBPUSD

Isu politik internal Inggris antara Pemerintah dan oposisi terkait masalah Brexit menjadi sentimen negatif bagi GBPUSD. Selama tertahan di bawah level psikologis 1.4000, GBPUSD berpotensi melemah ke area 1.3870.

USDJPY

USDJPY bergerak dengan volatilitas cukup tinggi Senin kemarin, setelah dibuka gap up, kemudian berbalik turun 70 pip sebelum berakhir mendatar di kisaran 106.94. Jika Powell nanti malam besikap hati-hati dalam menaikkan suku bunga, USDJPY berpeluang turun ke area 106.00, dengan resisten terdekat di kisaran 107.35.

AUDUSD

Harga bijih besi yang kembali mendekati $80 per ton menjadi sentimen positif bagi AUDUSD dan membuka peluang kenaikan ke area 0.7910. Support berada di kisaran 0.7835.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 27/02/2018 pukul 11.27 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

1 Comment

  1. Judi on Mei 13, 2018 at 5:29 am


Leave a Comment