Kompas Bike-Jateng Gayeng Tempuh 298 Kilometer Promosikan Wisata Daerah

Harian Kompas bekerja sama dengan Bank Jateng, mulai 10-12 Maret 2017, menggelar Kompas Bike-Jateng Gayeng. Kegiatan jelajah menggunakan sepeda ini akan dimulai dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, hingga Semarang, Jawa Tengah selama tiga hari dengan jarak tempuh 298 kilometer. Sebanyak 120 peserta dari beragam latar belakang profesi akan diajak menikmati keindahan alam dan keramahan masyarakat Jawa Tengah di sepanjang perjalanan. Mereka berasal dari berbagai daerah atau kota, antara lain Jakarta, Bandung, Yogyakarta. Bahkan ada peserta dari Singapura yang bakal ikut menyemarakkan kegiatan itu “Sekitar 65 persen peserta berasal dari wilayah Jabodetabek yang merindukan keasrian alam, seperti yang bakal tersaji sepanjang perjalanan ini,” kata Ketua Panitia Kompas Bike-Jateng Gayeng, Jannes Eudes Wawa dalam rilis yang diterima Tribun, Kamis (9/3).

Jannes Eudes Wawa, mengatakan, acara ini sebagai salah satu upaya menggalakkan wisata minat khusus termasuk mempromosikan pariwisata di Jateng. Menurut dia, saat ini, untuk menjaring wisatawan, tidak bisa lagi hanya mengandalkan potensi alam. Tetapi juga melalui penyelenggaraan kegiatan, sebagai magnet baru bagi wisatawan. Jannes yang juga menduduki jabatan sebagai Redaktur Desk Nusantara Harian Kompas tersebut mengatakan,
Kompas sebagai media nasional, punya tanggung jawab moral ikut mempromosikan potensi daerah. Perjalanan bersepeda ini menurut dia, menjadi sarana mengangkat potensi daerah di wilayah Jawa Tengah, terutama di sektor pariwisata. Data Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata (Dinporapar) Jateng, provinsi ini memiliki 470 destinasi wisata dan 177 desa wisata yang tersebar di berbagai wilayah. “Tetapi belum semuanya terekspos dengan baik. Butuh promosi wisata yang lebih kreatif. Infratruktur pendukung wisata juga jadi catatan kami,” ujar Urip Sihabuddin, kepala Dinporapar Jateng. Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengatakan, sebagai bank pembangunan daerah, pihaknya terpanggil untuk ikut mempromosikan potensi daerah dan pariwisata di Jateng. Perkembangan sektor pariwisata dinilainya memiliki dampak ikutan (multiplier effect) yang signifikan dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“Banyak pihak terlibat dalam mendukung wisata. Mulai dari warung-warung makan, pedagang asongan, penjual cendera mata, hingga pengusaha transportasi. Usaha mikro dan kecil akan menggeliat. Sektor UMKM ini jadi salah satu sasaran pengembangan bisnis Bank Jateng,” ungkapnya.

Kompas Bike-Jateng Gayeng akan dibagi dalam tiga etape yang melintasi 10 kabupaten/kota. Etape pertama dimulai Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB dari Purwokerto, melintasi Purbalingga, Banjarnegara, dan berakhir di Wonosobo. Setelah pelepasan peserta di Kompleks Pendopo Bupati Banyumas, peserta akan ‘menggowes’ sejauh 97 kilometer. Rombongan akan menginap di Hotel Kresna, Wonosobo. Konon, komedian legendaris Charlie Chaplin pernah menginap di tempat ini. Keesokan harinya, pesepeda berangkat dari Wonosobo, dengan melintasi jalur yang cukup ekstrem menuju Parakan dan Temanggung. Pegowes bakal menikmati keelokan jalur di antara Gunung Sumbing dan Sindoro. Selain eksotika alam, wilayah ini juga terkenal dengan potensi kopi. Bahkan, kopi arabika dari Temanggung pernah dipamerkan dalam pameran kopi spesial di Atlanta, Amerika Serikat 2016 lalu. Dari Temanggung, rombongan menuju Kota Magelang dan mencapai finish di Candi Borobudur. Peserta sejenak diajak mengagumi kemegahan candi yang dibangun pada abad kedelapan tersebut. Etape kedua ini menempuh jarak sejauh 103 km. Pada hari kedua, peserta bakal menginap di Kota Magelang yang sejuk karena berada di lembah lima gunung, Merbabu, Merapi, Andong, Sumbing, dan Menoreh. Istirahat yang nyaman dibutuhkan para peserta, karena keesokan harinya, pada etape terakhir, mereka mesti melahap rute yang paling menantang yakni melintasi Kopeng di perbatasan Kabupaten Magelang dan Semarang. Rute sejauh 98 kilometer ini diawali dengan rute tanjakan dari Magelang menuju obyek Wisata Kopeng di lereng Gunung Merbabu. Jalur ini cukup curam. Peserta akan dijajal ketangguhannya menuju ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut. Sepanjang perjalanan, pesepeda bakal disejukkan udara pegunungan. Mereka akan beristirahat sejenak di kompleks wisata Kopeng yang telah menjadi tempat tetirah sejak masa kolonial Belanda. Setelah itu, perjalanan akan dilanjutkan dengan menuruni lereng bukit menuju Salatiga. Setelah melintasi Ungaran, perjalanan pesepeda bakal berakhir di komplek kantor Bank Jateng di Kota Semarang. Pada acara di Bank Jateng, pesepeda yang berhasil mencapai finish akan mendapat medali. Setelah acara santai di Bank Jateng, peserta akan kembali ke kota asal masing-masing. (tribunjateng/khoirul muzaki)

http://www.baruaja.com/1683440/kompas-bike-jateng-gayeng-tempuh-298-kilometer-promosikan-wisata-daerah.html