Ini senjata Bank Jateng untuk lawan rentenir

Bank Jateng secara intensif terus melakukan sosialisasi program Mitra Jateng 25. Salah satu sasarannya adalah untuk melawan rentenir yang biasa beroperasi di pasar-pasar tradisional.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Bank Jateng, Rahadi Widiyanto berharap dengan semakin banyaknya pedagang yang mengikuti program tersebut kesejahteraannya akan ikut terangkat. Mitra Jateng 25 merupakan program yang tepat untuk usaha produktif.

“Daripada meminjam uang di rentenir dengan bunga yang mencekik lebih baik di Mitra Jateng untuk menunjang usaha,” jelasnya dalam acara peresmian Pasar Pagi Purwodadi, Sabtu (4/2).

Apalagi, lanjut dia, syarat untuk mendapatkan kredit Mitra Jateng 25 sangat mudah, yakni melampirkan surat keterangan usaha dari kelurahan. Pimpinan Cabang Bank Jateng Purwodadi Siti Ulfa mengungkapkan sosialisasi program Mitra Jateng terus digencarkan di kalangan pedagang pasar.

“Kami terus jemput bola di pasar, termasuk saat pengundian penempatan los Pasar Pagi Bank Jateng juga hadir,” ucapnya.

Untuk wilayah Grobogan, imbuhnya, kreditur Mitra Jateng sudah mencapi 500 orang dengan pembiayaan Rp 3 miliar. “Jika pedagang membutuhkan kredit kami akan mengcovernya asal sudah memenuhi persyaratan,” ucapnya.

Ulfa mengatakan setelah Pasar Pagi beroperasi pada 5 Februari baru akan terlihat potensi ekonominya. “Kami berharap Bank Jateng mampu turut menghidupkan pasar ini agar lebih ramai dan memberi manfaat untuk pedagang dan pembeli,” ucapnya.