Indonesia Composite Bond Index (ICBI) kembali ditutup melemah

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) kembali ditutup melemah –0,35% di level 234,5009. Demikian pula dengan INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) yang masing-masing ditutup melemah –0,40% di level 230,5619 dan –0,07% di level 252,4572. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) juga berlanjut Rata-rata yield seluruh tenor 1-30tahun naik +4,47bps. Masing-masing kelompok tenor mencatatkan rata-rata yield sebesar: pendek (<5tahun) naik +0,27bps; menengah (5-7tahun) naik +6,73bps; dan panjang (>7tahun) naik +4,91bps. INDOBeXG-Effective Yield pada perdagangan kemarin ditutup di level 7,6055 atau naik +0,0527poin. Harga seri SUN acuan dominan terkoreksi. Hanya harga seri FR0063 yang sanggup naik sebesar +6,71bps. Sedangkan ketiga seri lainnya mencatatkan penurunan harga masing-masing sebesar: FR0064 –95,15bps; FR0065 –113,11bps; dan FR0075 –56,89bps. Harga seri FR dan ORI lainnya juga dominan terkoreksi dengan rata-rata pelemahan pada 42 seri lainnya turun –37,94bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup turun –0,43% di level 111,3569. Aktivitas pasar sekunder obligasi kemarin meningkat. Total frekuensi naik sebesar +32,15% menjadi 1.0777 kali dari 815 kali. Begitu pula dengan total volume yang meningkat +7,57% menjadi Rp14,36tn dari Rp13,35tn. Peningkatan aktivitas kemarin lebih disebabkan oleh SUN tenor panjang dimana frekuensinya naik sebesar 220 transaksi dalam sehari dan volumenya naik Rp1,68tn. Seri FR0075 menjadi SBN teraktif dengan 300 transaksi. Sementara volume terbesar diraih FR0064 senilai Rp4,71tn. Untuk obligasi korporasi, seri obligasi PNMP02BCN2 menjadi seri teraktif pada perdagangan kemarin yakni 17 transaksi (volume Rp44miliar). Pasar obligasi domestik melanjutkan tren negatif pada perdagangan Rabu kemarin. Seluruh return obligasi negara baik konvensional maupun sukuk masih mencatatkan negative return harian. Dengan demikian, hingga perdagangan kemarin, indikator return obligasi secara komposit (ICBI) telah mencatatkan negative return sebesar –3,49% secara tahun berjalan. Pasar masih dibayangi tren pelemahan nilai Rupiah terhadap USD yang pada perdagangan kemarin ditutup di level Rp14.209/US$ atau melemah 67 poin dalam sehari. Pasar juga tengah mengantisipasi sentimen lanjutan dari global seperti rilis notulensi rapat FOMC dan indikator tenaga kerja bulanan AS pada akhir pekan nanti. Selain itu, belum berjalan mulusnya negosiasi terkait isu perang dagang antara Presiden AS dengan Presiden China turut menambah ekspektasi risiko pasar. Pada perdagangan sesi Kamis ini, pasar obligasi domestik berpotensi berbalik menguat secara terbatas. Rilis notulensi FOMC yang cenderung bernada dovish yang kemudian mendorong penurunan yield US Treasuries tenor 10-tahun kembali di level bawah 3% diperkirakan dapat menjadi katalis positif untuk rebound-nya pasar hari ini.
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (24/5/2018). Pagi ini, pasar saham Indonesia dibuka menguat 41,61 poin atau 0,71%. Membuka perdagangan, ada 26 saham menguat, 8 saham melemah, dan 10 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp33,55 miliar dari 16,42 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 naik 10,49 poin atau 1,1% menjadi 933,17, Jakarta Islamic Index (JII) naik 5,42 poin atau 0,8% ke 672,21, indeks IDX30 naik 6,33 poin atau 1,3% ke 506,23 dan indeks MNC36 naik 3,87 poin atau 1,2% ke 327,51. Seluruh sektor penggerak IHSG bergerak menguat dengan sektor konsumer naik 1,8% disusul sektor manufaktur naik 1,7%. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) naik Rp15 atau 8,52% ke Rp191, saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) naik Rp12 atau 6,19% ke Rp206, dan saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) naik Rp7 atau 5,43% ke Rp136. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) turun Rp6 atau 5,36% ke Rp106, saham PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) turun Rp5 atau 4,24% ke Rp113, dan saham PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) turun Rp16 atau 3,14% ke Rp494.
  • Nilai tukar rupiah masih mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Nampaknya rupiah sulit keluar dari tekanan dolar dan bertahan di level Rp14.192 per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Kamis (24/5/2018) pukul 09.57 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 17 poin atau 0,12% ke level Rp14.192 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.188-Rp14.213 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah masih berada di Rp14.200 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.131 per USD hingga Rp14.210 per USD. Kurs dolar AS menguat ke tingkat tertinggi enam bulan terhadap euro pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah data menunjukkan perlambatan ekonomi di zona Euro dan risalah pertemuan Fed dirilis. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,40% menjadi 93,983 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1700 dari USD1,1778 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3351 dari USD1,3429 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7563 dari USD0,7577. Dolar AS dibeli 110,08 yen Jepang, lebih rendah dari 111,00 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9962 franc Swiss dari 0,9929 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2836 dolar Kanada dari 1,2814 dolar Kanada.

EKONOMI GLOBAL

  • Pertumbuhan inflasi Inggris yang lebih rendah dari perkiraan membuat GBPUSD melemah hingga mendekati level 1.3300 atau terendah sejak 15 Desember 2017 pada perdagangan Rabu kemarin. Data penjualan ritel Inggris yang diprediksi naik 0,8% memberikan potensi rebound atau penguatan GBPUSD hari ini. Selain data penjualan ritel, rilis notula rapat kebijakan moneter ECB juga akan menjadi fokus pasar hari ini.

Potensi Pergerakan

Emas

Kembali munculnya kecemasan akan kemungkinan terjadi perang dagang AS – China membuka peluang kenaikan emas pada hari ini, meski kemungkinan terbatas hingga level 1300. Secara keseluruhan emas masih akan bergerak di rentang 1280 – 1300, hingga mampu menembus salah satu area tersebut.

Minyak Mentah

Kenaikan stok minyak mentah di AS masih berpotensi menekan harga minyak mentah hari ini, dengan target penurunan ke area 70.60. Resisten terdekat di kisaran 72.20.

EURUSD

EURUSD berpotensi menguat ke jika rilis notula ECB pukul 18:30 WIB menunjukkan sikap optimis terhadap kondisi ekonomi zona euro. Target kenaikan ke area 1.1760, dengan support terdekat di kisaran 1.1650.

GBPUSD

Jika data penjualan ritel Inggris pukul 15:30 WIB dirilis lebih tinggi dari 0,8%, GBPUSD berpeluang menguat ke area 1.3450 pada hari ini, dengan support terdekat di kisaran 1.3290.

USDJPY

USDJPY turun lebih dari 50 pip di awal perdagangan hari ini, melanjutkan penurunan Rabu kemarin akibat pelemahan bursa saham serta kecemasan akan kemungkinan terjadinya perang dagang. Penurunan USDJPY masih berpotensi berlanjut dengan target ke level 109.10, resisten terdekat berada di kisaran 109.90.

AUDUSD

Belum pastinya hasil negosiasi AS – China serta penurunan harga-harga komoditas membuka peluang penurunan AUDUSD ke area 0.7500 hari ini, dengan resisten berada di kisaran 0.7570.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 24/05/2018 pukul 10.15WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.