Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,28% ke level 239,5553 pada perdagangan Senin

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,28% ke level 239,5553 pada perdagangan Senin. Penguatan didorong oleh INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) yang menguat ke level 236,1259 (+0,27%). Sedangkan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turut menguat sebesar +0,36% ke level 254,0936. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola bullish. Rata-rata yield tenor 1-30tahun turun –3,74bps. Kelompok tenor pendek (<5tahun) mengalami penurunan rata-rata yield terbesar yakni –15,57bps. Penurunan yield kemudian dicatatkan tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing sebesar –4,18bps dan –1.63bps. Untuk INDOBeXG-Effective Yield mengalami penurunan sebesar –0,0483poin ke level 7,2041. Harga seri SUN acuan kompak menguat dengan rata-rata sebesar +72,45bps. Harga seri FR0064 menguat paling tinggi yakni sebesar +98,40bps. Sedangkan ketiga seri lainnya menguat pada rentang +44,22bps hingga +79,11bps. Penguatan harga turut mendominasi seri-seri SBN (baik FR maupun ORI) dengan rata-rata sebesar +18,47bps. Menguatnya mayoritas seri SBN otomatis mendorong kenaikan INDOBeXG-Clean Price sebesar +0,2405poin ke level 114,2927. Aktivitas transaksi di pasar sekunder obligasi mengalami penurunan. Total frekuensi perdagangan turun –25,19% menjadi 588 transaksi dari 786 transaksi. Volume transaksi turut menurun sebesar –29,85% menjadi Rp10,25tn dari Rp14,61tn. Aktivitas transaksi SUN acuan menurun dari segi frekuensi yakni sebesar –46,62%, dan juga dari segi volumenya yakni –15,38%. Untuk seri yang paling aktif ditransaksikan yakni FR0075 yang ditransaksikan sebanyak 82 kali dan dengan volume Rp672miliar. Adapun seri obligasi korporasi teraktif dicatatkan oleh ISAT02ACN3 dengan frekuensi 38 transaksi dan volume Rp875miliar. Kinerja pasar obligasi Indonesia berlanjut menguat pada sesi Senin kemarin. Tercermin dari penguatan harga mayoritas seri obligasi negara (khususnya FR & ORI) serta penurunan seluruh imbal hasil SUN sehingga turut mendorong terciptanya positive return harian pada ketiga indeks return (komposit, pemerintah, korporasi). Penguatan pasar pada sesi kemarin cenderung disebabkan oleh aksi trading pelaku pasar ditengah masih minimnya sentimen lanjutan di pasar. Penurunan transaksi di pasar sekunder yang terlihat dari turunnya volume dan frekuensi SUN maupun korporasi juga mengindikasikan bahwa pasar tengah wait & see terhadap sentimen penting dari domestik seperti pelaksanaan RDG-BI dan neraca perdagangan periode April. Dari global, rilis indikator tenaga kerja mingguan AS dan pidato presiden Bank Sentral Eropa juga menjadi perhatian pasar. Pasar obligasi domestik berpotensi melanjutkan penguatan dengan kecenderungan terbatas. Belum ada sentimen lanjutan baik dari domestik maupun global sehingga pergerakan lebih disebabkan oleh aksi trading investor. Pasar juga akan masih memperhatikan pergerakan Rupiah yang pada pagi ini kembali dibuka melemah ke level Rp13.989/US$ (Bloomberg).
  • Pasca-teror bom di Surabaya, pasar saham Indonesia masih dibuka melemah pada perdagangan pagi ini. Tercatat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (14/5/2018) melemah tipis 7,5 poin atau 0,12% ke level 5.939,64. Membuka perdagangan, ada 93 saham menguat, 36 saham melemah, dan 75 saham stagnan. Pagi ini, transaksi perdagangan mencapai Rp75,2 miliar dari 78 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 turun 3,22 poin atau 0,3% menjadi 958,78, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,1 poin atau 0,2% ke 677,99, indeks IDX30 turun 2 poin atau 0,4% ke 521,88 dan indeks MNC36 turun 1 poin atau 0,3% ke 336.04. Seluruh sektor penggerak IHSG bergerak dua arah, dengan sektor mining memimpin penguatan 0,8%, disusul perkebunan 0,3%. Sedangkan sektor consumer melemah 0,7%. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) naik Rp450 atau 3,3% ke Rp13.975, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp350 atau 1,4% ke Rp26.250, dan saham PT Royal Prima Tbk (PRIM) naik Rp245 atau 49% ke Rp745. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp500 atau 2,2% ke Rp22.475, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp500 atau 1,4% ke Rp35.300, dan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp425 atau 0,9% ke Rp48.900.
  • Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pagi ini dan kembali menembus level Rp14.000-an per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Selasa (15/5/2018) pukul 08.34, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 29 poin atau 0,21% ke level Rp14.002 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.989-Rp14.002 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 43 poin atau 0,30% menjadi Rp14.008 per USD. Dalam pantuan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp13.963 per USD hingga Rp14.008 per USD. Sebelumnya, kurs dolar AS berakhir lebih kuat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda relaksasi. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,05% menjadi 92,581 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke USD1,1943 dari USD1,1945 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3568 dari USD1,3548 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7529 dari USD0,7546.

EKONOMI GLOBAL 

  • Kenaikan yield Treasury AS pada hari Senin membantu dollar AS pulih setelah mengalami tekanan akibat rilis data PPI dan CPI AS yang lebih rendah dari perkiraan pada pekan lalu. Data penjualan ritel AS yang dirilis pukul 19:30 WIB kemungkinan besar akan menentukan arah pergerakan pasar hari ini. Jika data tersebut dirilis lebih rendah dari perkiraan, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sebanyak empat kali di tahun ini akan kembali meredup. Sementara dari Eropa, data GDP Jerman dan zona euro serta tenaga kerja Inggris akan menjadi penggerak pertama EURUSD dan GBPUSD.

Potensi Pergerakan

Emas

Tekanan turun harga emas kemungkinan masih akan ditahan support 1311, dan berpotensi berbalik menguat jika support tersebut gagal ditembus dan jika data penjualan ritel AS dirilis lebih rendah dari perkiraan. Potensi penguatan ke area 1322.

Minyak Mentah

OPEC yang menyebut kondisi oversupply sudah hampir diatasi menjadi sentimen positif bagi harga minyak mentah. Untuk melanjutkan kenaikan harga minyak perlu menembus resisten terdekat di kisaran 71.35, dengan target selanjutnya ke 71.90. Support berada di kisaran 70.90 dan 70.50.

EURUSD

EURUSD berpeluang melemah ke 1.1875 jika data GDP Jerman pukul 13:00 WIB dirilis lebih rendah dari 0,4%. Resisten di kisaran 1.1970.

GBPUSD

GBPUSD mampu mencatat penguatan dua hari beruntun Senin kemarin, jika data tenaga kerja Inggris khususnya indek upah (average hourly earnings) pukul 15:30 WIB dirilis lebih tinggi dari perkiraan. Target penguatan ke area 1.3660, dengan support terdekat di kisaran 1.3535.

USDJPY

Kenaikan USDJPY kemungkinan masih akan tertahan resisten di kisaran 109.90 – 110.00, dan berpotensi berbalik turun jika data penjualan ritel AS dirilis mengecewakan. Target penurunan ke area 109.25
AUDUSD

AUDUSD berpotensi menguat ke 0.7565 setelah RBA minutes yang dirilis pukul 8:30 WIB menunjukkan sikap optimis bank sentral Australia akan perekonomian yang mulai mengumpulkan momentum penguatan. Support terdekat di kisaran 0.7500. 

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 15/05/2018 pukul 11.45WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.