Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup berbalik menguat

  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup berbalik menguat +0,44% ke level 241,3976 pada perdagangan Jumat. Penguatan didorong oleh INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) yang menguat ke level 238,1208 (+0,47%). INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turut menguat yakni sebesar +0,24% ke level 254,8992. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) dominan bullish. Rata-rata yield tenor 1-30tahun turun —3,94bps. Kelompok tenor pendek (<5tahun) mengalami penurunan rata-rata yield terbesar yakni hingga —15,16bps. Penurunan yield kemudian dicatatkan tenor menengah (5-7tahun) sebesar —2,74bps. Sementara kenaikan yield dialami tenor menengah (5-7tahun) sebesar +1,83bps. Sehingga INDOBeXG-Effective Yield mengalami penurunan sebesar —0,1004poin di level 6,9876. Harga seri SUN acuan bergerak rally sejak sesi midday dengan rata-rata harga menguat +84,49bps. Seri FR0065 menguat paling besar yakni hingga +120,28bps. Sedangkan ketiga seri lainnya menguat pada rentang +66,06bps hingga +84,62bps. Penguatan harga turut mendominasi seri-seri SBN (baik FR maupun ORI) dengan rata-rata sebesar +31,25bps. Menguatnya mayoritas seri SBN otomatis mendorong kenaikan INDOBeXG-Clean Price sebesar +0,5339poin ke level 115,6943. Aktivitas transaksi di pasar sekunder obligasi mengalami penurunan. Total frekuensi perdagangan turun —9,62% menjadi 714 transaksi dari 790 transaksi. Volume transaksi turut menurun sebesar —37,74% menjadi Rp15,40tn dari Rp24,74tn. Aktivitas transaksi SUN acuan turut menurun yakni sebesar —4,08% untuk frekuensi transaksi dan —51,95% untuk volume transaksinya. Untuk seri yang paling aktif ditransaksikan yakni FR0075 yang ditransaksikan sebanyak 134 kali dan dengan volume Rp923miliar. Adapun seri obligasi korporasi teraktif dicatatkan oleh seri FIFA03BCN3 dengan frekuensi 8 transaksi dan volume Rp15miliar. Pasar obligasi pada hari Jumat cenderung didorong oleh faktor trading. Pelaku pasar juga tampak masih melakukan antisipasi dampak lanjutan dari tekanan eksternal. Hal ini tercermin dari kecenderungan pelaku pasar yang lebih memburu tenor-tenor pendek yang ditandai dengan dalamnya penurunan yield pada tenor-tenor ini. Selain itu likuiditas pasar juga tampak menurun yang terlihat dari penurunan volume perdagangan dan rendahnya frekuensi perdagangan. Selama sepekan kebelakang sentimen global terutama melandainya kurva yield US Treasuries mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) yang lebih cepat. Namun disisi lain Bank Sentral Eropa (ECB) masih mempertahankan stimulus dan membuka peluang untuk memperpanjang stimulus. Pernyataan ECB tersebut dapat sedikit meredakan tekanan eksternal. Persepsi risiko tampak membaik yang ditandai dengan turunnya CDS obligasi tenor 5-tahun sebesar —0,97bps ke level 104,92bps pada penutupan Jumat. Pasar obligasi berpeluang untuk melanjutkan tren positif pada perdagangan Senin. Kondisi tersebut seiring dengan meredanya tekanan global. US Treasuries yang mulai diwarnai dengan penurunan yield, penguatan nilai tukar Rupiah, dan menyempitnya CDS obligasi tenor 5-tahun pada hari Jumat menjadi sejumlah indikator penunjang positifnya pasar. Namun pasar juga masih wait & see menjelang rapat FOMC yang akan dilaksanakan pada tanggal 1—2 Mei.
  • Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai menjauhi level Rp14.000-an per USD. Pagi ini, Rupiah akhirnya berhasil menguat setelah minggu lalu membuat heboh seluruh pejabat sektor keuangan di Indonesia. Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (30/4/2018) pukul 08.42, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia menguat 13 poin atau 0,09% menjadi Rp13.880 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.873 per USD-Rp13.882 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 8 poin atau 0,06% menjadi Rp13.875 per USD. Dalam pantuan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp13.868 per USD hingga Rp13.885 per USD. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hingga Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardiojo angkat bicara tentang pelemahan Rupiah ini. Sri Mulyani mengatakan, penyebab pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dikarenakan faktor-faktor eksternal khususnya dari Amerika. Menurutnya, saat ini ekonomi Amerika Serikat mengalami perbaikan yang bisa terlihat dari rendahnya inflasi serta adanya perbaikan dari sisi ketenagakerjaan. Apalagi dengan terpilihnya Gubernur Bank Sentral Amerika yang baru ada beberapa kebijakan yang membuat nilai tukar dolar AS mengalami kenaikan. Salah satunya adalah rencana The Fed (Bank Sentral Amerika) untuk menaikkan suku bunganya. Belum lagi, lanjut wanita yang disapa Ani, ada beberapa kebijakan dari Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan pajak. Maka sangat wajar jika nilai mata uang dolar terus mengalami kenaikan. Walau demikian, dia meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia tidak perlu panik. Menurutnya, pelemahan mata uang Rupiah terhadap dolar AS bukan hanya tidak hanya terjadi pada Indonesia. “Karena Amerika Serikat (AS) adalah negera terbesar jadi akan mempengaruhi seluruh dunia. Kita memperhatikan berdasarkan pergerakan mata uang yang lain dan juga juga terhadap dolar itu sendiri. Masyarakat perlu terus diberikan informasi, sehingga mereka menjadi lebih tenang,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 26 April 2018. Senada dengan Sri Mulyani, Menko Darmin menilai pelemahan didorong kondisi AS. Disisi lain, pelemahan juga muncul akibat perang dagang AS-China yang saat ini masih terus berlanjut. Dengan keadaan ini maka dia menilai, tekanan akan berhenti saat masalah global juga kembali membaik. Tapi membaiknya Rupiah setelah tekanan mungkin tidak bisa ke kondisi semula di kisaran Rp13.500 per USD. “Kalau pasar sedang bergejolak, itu selalu akan ada waktunya untuk (Rebound) mungkin tidak kembali ke Rp13.500 per USD atau Rp13.400 per USD,” katanya di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa 24 April 2018.

EKONOMI GLOBAL

  • Pidato Gubernur RBA Philip Lowe akan menjadi perhatian investor di sesi Asia, setelah sebelumnya dia menyoroti penurunan pada sektor manufaktur dapat menghambat pertumbuhan pemulihan dalam investasi bisnis selama beberapa tahun mendatang. Pernyataan dia akan menjadi petunjuk bagi investor untuk kebijakan moneter bank sentral di masa mendatang. Selain itu data retail sales dan CPI Jerman yag dirilis pukul 13:00 WIB dan 19:00 WIB serta core pce price index AS pukul 19:30 WIB akan menjadi fokus lainnya investor untuk petunjuk pergerakan mata uang euro dan dollar AS.

Potensi pergerakan

Emas

Harga emas berpotensi menguat mengawali perdagangan di awal pekan ditopang pelemahan pada dollar karena aksi profit taking para investor. Emas berpotensi menguji level resisten di $ 1330, level ini sekaligus menjadi kunci pergerakan emas di sesi Asia.

Minyak

Bertambahnya jumlah rig minyak AS mengindikasikan adanya cadangan minyak AS yang akan meningkat, hal ini berpotensi menjadi katalis negatif bagi pergerakan minyak pada sesi Asia untuk menguji level support di $67.50 potensi rentang pergerakan minyak $ 67.50 – 68.50

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak turun dalam jangka pendek seiring ECB yang masih dovish terhadap kebijakan moneter mereka. Namun jika data inflasi jerman dirilis lebih baik dari ekspektasi tentu hal ini akan menjadi pendorong bagi EURUSD menguji resisten di 1.2155

GBPUSD

Spekulasi bahwa BOE tidak akan menaikkan suku bunga pada bulan Mei karena serangkaian data ekonomi Inggris yang dilaporkan memburuk, berpotensi membuat GBPUSD dalam tekanan turun untuk menguji level support di 1.3680

USDJPY

Kebijakan ekonomi BOJ yang tidak berubah serta menargetkan angka inflasi bawah ekspektasi sebelumnya nampaknya masih akan membuat USDJPY bergerak naik pada sesi Asia untuk menguji level resisten di 109.45

AUDUSD

Fokus utama mata uang AUDUSD hari ini pada pidato Gubernur RBA Lowe, jika nada pidato dia indikasikan sikap hawkish tentu ini akan menjadi katalis positif bagi AUDUSD diawal pekan untuk menguji level resisten 0.7595, namun jika dia ternyata masih berikan sinyal dovish, maka AUDUSD berpotensi menguji level support di 0.7550.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 30/04/2018 pukul 10.16 WIB:

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.