Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini masih bertahan di zona hijau

 

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini masih bertahan di zona hijau. Pada pembukaan perdagangan, pasar saham Indonesia berhasil menguat 13,3 poin atau 0,23% ke 5.764,41. Membuka perdagangan Selasa (22/5/2018), ada 14 saham menguat, 12 saham melemah, dan 19 saham stagnan. Pagi ini, transaksi perdagangan mencapai Rp29,54 miliar dari 8,67 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 naik 3,59 poin atau 0.4% menjadi 915,43, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,54 poin atau 0,1% ke 664,93, indeks IDX30 naik 2,28 poin atau 0,5% ke 495,62 dan indeks MNC36 naik 1,38 poin atau 0,4% ke 321,14. Sektor penggerak IHSG bergerak dua arah dengan sektor keuangan naik 0,9%. Sementara sektor pertambangan turun 0,4%. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Mitra Investindo Tbk (MITI) naik Rp11 atau 8,09% ke Rp147, saham PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) naik Rp5 atau 4,90% ke Rp107, dan saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) naik Rp425 atau 3,50% ke Rp12.575. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) turun Rp60 atau 5,45% ke Rp1.040, saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) turun Rp5 atau 3,79% ke Rp127, dan saham PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) turun Rp15 atau 2,83% ke Rp515.
  • Nilai tukar rupiah masih mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Nampaknya dolar masih sulit di taklukan dan memaksa rupiah bertahan di level Rp14.203 per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rabu (23/5/2018) pukul 09.17 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 61 poin atau 0,43% ke level Rp14.203 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.143-Rp14.204 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 67 poin atau 0,47% menjadi Rp14.198 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.131 per USD hingga Rp14.198 per USD. Kurs dolar AS melemah setelah menguat selama enam sesi berturut-turut pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor menunggu risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve yang diawasi secara ketat pekan ini. Pagi ini, indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,08% menjadi 93,599 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1778 dari USD1,1772 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3429 dari USD1,3414 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7577 dari USD0,7569. Dolar AS dibeli 111,00 yen Jepang, lebih rendah dari 111,10 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9929 franc Swiss dari 0,9978 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2814 dolar Kanada dari 1,2810 dolar Kanada.
  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) kembali ditutup melemah –0,22% di level 235,3335. Demikian pula dengan INDOBeXG-Total Return (return obligasi pemerintah) dan INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) yang masing-masing ditutup melemah –0,24% di level 231,4941 dan –0,11% di level 252,6254. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) juga berlanjut Rata-rata yield seluruh tenor 1-30tahun naik +4,88bps. Masing-masing kelompok tenor mencatatkan rata-rata yield sebesar: pendek (<5tahun) naik +3,95bps; menengah (5-7tahun) naik +9,10bps; dan panjang (>7tahun) naik +4,49bps. INDOBeXG-Effective Yield pada perdagangan kemarin ditutup di level 7,5528 atau naik +0,0421poin. Harga seri SUN acuan kompak terkoreksi. Harga seri FR0064 turun paling dalam yakni –44,23bps sedangkan koreksi harga terendah dicatatkan FR0063 yakni –5,96bps. Harga seri FR dan ORI lainnya juga dominan terkoreksi dengan rata-rata pelemahan pada 42 seri lainnya turun –27,02bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup turun –0,26% di level 111,8369. Aktivitas pasar sekunder obligasi kemarin turun. Total frekuensi turun sebesar –73,81% menjadi 815 kali dari 3.112 kali. Begitu pula dengan total volume yang turun –9,77% menjadi Rp13,35tn dari Rp14,79tn. Penurunan aktivitas kemarin lebih disebabkan oleh SUN tenor panjang dimana frekuensinya turun sebesar 2.261 transaksi dalam sehari dan volumenya turun Rp430miliar. Seri FR0075 menjadi SBN teraktif dengan 203 transaksi. Sementara volume terbesar diraih FR0064 senilai Rp3,59tn. Untuk obligasi korporasi, seri obligasi SIAISA02 menjadi seri teraktif sekaligus mencatat volume perdagangan terbesar yakni 9 transaksi senilai Rp175 miliar. Pasar obligasi masih tertahan di zona merah yang tercermin dari koreksi harga mayoritas seri FR dan ORI. Dampaknya, return obligasi negara pun turut mencatatkan koreksi. Dalam seminggu terakhir, indikator return obligasi secara komposit (ICBI) telah mencatatkan negative return sebesar –1,88%. Kondisi pelemahan Rupiah yang disertai outflow asing diperkirakan masih menjadi penyebab negatifnya performa pasar SBN. Pasar juga tengah mencermati bagaimana perkembangan dari proses negosiasi perang dagang antara Presiden AS dan Presiden China. Turunnya aktivitas perdagangan pada Selasa kemarin turut mengindikasikan pasar cenderung menahan diri untuk lebih aktif bertransaksi di pasar sekunder menyusul akan dirilisnya sentimen penting dari global seperti notulensi rapat FOMC. Sebagai informasi, pemerintah mengadakan lelang SBN kemarin dengan penawaran masuk mencapai Rp31,48tn dan dana yang diserap sebesar Rp15,00tn. Pada perdagangan sesi Rabu ini, pasar berpotensi bergerak sideways. Pelaku pasar diperkirakan akan wait and see terhadap rilis notulensi rapat FOMC pada Rabu malam nanti waktu Indonesia. Jika muncul statement bernada hawkish maka akan menambah tekanan pada pasar SBN, begitu pula sebaliknya. Pada pagi ini, Rupiah kembali dibuka melemah ke level Rp14.170/US$ (kurs spot Bloomberg).

EKONOMI GLOBAL 

  • Presiden AS, Donald Trump yang tidak puas dengan hasil negosiasi dagang dengan China membuat pasar kembali cemas akan kemungkinan terjadi perang dagang yang membuat aset-aset berisiko (bursa saham) tertekan, dan menjadi sentimen positif bagi aset-aset safe haven. Fokus utama hari ini tertuju pada data inflasi atau CPI inggris serta FOMC minutes. Selain itu serangkaian data aktivitas manufaktur dan jasa dari zona euro juga akan menjadi penggerak EURUSD.

Potensi Pergerakan

Emas

Emas yang menyandang status safe haven menguat di awal perdagangan hari ini, namun berpotensi kembali melemah jika FOMC minutes pukul 01:00 WIB (Kamis dini hari) mengindikasikan The Fed dapat menaikkan suku bunga tiga kali lagi di tahun ini. Target penurunan masih di kisaran 1280, dengan resisten di 1300.

Minyak Mentah

Aksi profit taking membuat harga minyak mentah melemah pada perdagangan Selasa. Namun jika EIA pada pukul 21:30 WIB menunjukkan stok di AS berkurang lebih dari 2,5 juta barel, harga minyak mentah berpeluang menguat ke area 73.00. Support berada di kisaran 71.60.

EURUSD

Rilis data aktivitas manufaktur dan jasa dari beberapa negara di zona euro mulai pukul 14:00 WIB akan menjadi penggerak EURUSD. Melihat estimasi melambatnya aktivitas bisnis tersebut EURUSD berpotensi melemah ke area 1.1710, dengan resisten terdekat di kisaran 1.1800 – 1.1810.

GBPUSD

Data CPI Inggris pukul 15:30 WIB jika dirilis lebih rendah dari 2,5% berpotensi menekan GBPUSD ke area 1.3330, dengan resisten terdekat di kisaran 1.3450.

USDJPY

Melemahnya bursa saham pada hari ini memberikan keuntungan bagi yen yang berstatus safe haven, dampaknya USDJPY berpeluang turun pada hari ini dengan target ke area 110.00. Resisten terdekat di kisaran 110.80.

AUDUSD

Kembali munculnya kecemasan akan kemungkinan perang dagang AS – China membuat AUDUSD tertekan dan berpotensi melemah ke area 0.7515, dengan resisten di kisaran 0.7590.

  • Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 23/05/2018 pukul 10.18 WIB :

Source:bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.