Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah Lantik Direksi Bank Jateng 2018-2021

Semarang – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Bank Jateng Tahun 2017 di Patra Semarang Convention Hotel, Jumat (29/12) Jam 06.00 WIB, Bank Jateng mentargetkan diri menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbaik dan terbesar di tahun 2020. Bank Jateng akan berupaya meningkatkan permodalan serta aksi korporasi secara bertahap.

Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengungkapkan, selama empat tahun terakhir manajemen dan jajaran berkomitmen melakukan transformasi secara konsisten. Hasil dari upaya tersebut sejumlah indikator tumbuh positif dan signifikan.

Aset misalnya, berhasil tumbuh rata-rata 18,62% melebihi rata-rata industri dan  peer group. Dengan aset saat ini lebih dari Rp 60 triliun selama kurun waktu 4 tahun Bank Jateng mengalami peningkatan 2 kali lipat. Dari sisi laba juga tumbuh signifikan, tahun 2017 ini estimasi laba usaha lebih dari Rp 1,6 triliun diestimasikan meningkat menjadi Rp 1,73 triliun. Pertumbuhan aset juga didukung dengan peningkatan penghimpunan dana yang tumbuh rata-rata 18,40 % dimana porsi giro dan tabungan juga semakin meningkat.

”Meningkatnya laba usaha ini tentu akan mendorong peningkatan setoran deviden kepada pemegang saham. Bank Jateng berada di peringkat ke-4 pada Tahun 2013 dan saat ini menjadi terbesar kedua diantara BPD se-Indonesia pada Tahun 2017. Dalam tiga tahun ke depan, targetnya akan menjadi peringkat pertama dan terbesar diantara BPD lainnya,” kata Supriyatno di hadapan Komisaris dan Pemegang Saham dalam RUPS Luar Biasa. Diharapkan dengan dukungan digitalisasi teknologi yang memadai untuk menciptakan less cash society di Jateng serta permodalan kuat bisa mengakselerasi percepatan Bank Jateng untuk menjadi BPD terbesar se-Indonesia yang artinya juga bisa membantu pertumbuhan perekonomian daerah.

Dalam RUPS Luar Biasa ini juga dilakukan pelantikan jajaran Direksi Bank Jateng periode 2018-2021. Jajaran Direksi tersebut yaitu Supriyatno yang diangkat kembali sebagai nahkoda Bank Jateng dengan jabatan Direktur Utama, Hanawijaya sebagai Direktur Bisnis Ritel & UUS Bank Jateng, Pujiono sebagai Direktur Bisnis Korporasi & Komersil. Rahadi Widayanto yang juga telah habis masa jabatan diangkat sebagai Direktur Operasional Digital Banking yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko, sedangkan Direktur Kepatuhhan dan Manajemen Risiko saat ini dijabat oleh Ony Suharsono yang sebelumnya menjabat sebagai Eksekutif Senior dan Dwi Agus Pramudya mendapatkan amanah sebagai Direktur Keuangan yang sebelumnya sempat terjadi kekosongan jabatan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo selaku pemegang saham pengendali Bank Jateng dalam pengangkatan dan pelantikan direksi baru ini menyampaikan, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dan profesional.  ”Harapannya tentu bisa membawa Bank Jateng semakin unggul dan maju serta bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menciptakan program yang inovatif,” kata Ganjar.

Ditambahkan, Bank Jateng jangan berpuas diri dengan pencapaian yang diperoleh karena masih banyak pasar yang bisa digarap termasuk juga bagi para petani untuk membantu mereka mendapatkan modal kredit. Meski tidak mudah, namun Ganjar meyakini bukan berarti hal ini tidak mungkin apalagi Bank Jateng mendapat kepercayaan menjadi bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) sehingga berpeluang menjemput bola dengan membuka gerai sampai ke pelosok desa.

”Jangan puas hanya menjadi rekanan PNS, nggih. Masyarakat kita di pedesaan itu market potensial yang harus digarap dengan baik. Buat program untuk petani kita agar mereka semakin mudah mendapatkan modal kredit. Banyak petani kita yang mau bertani untuk beli benih, pupuk dan yang lainnya itu ngutang ke rentenir. Saya harap Bank Jateng bisa menggarap sektor ini,”  imbuh Ganjar.

Leave a Comment