Ganjar Pranowo Berharap Bank Jateng Menjadi Financial Consultant Dana Desa

(Berita Daerah – Jawa) Bank Jateng memiliki peran besar dalam menggerakan perekonomian dan mendorong pembangunan daerah melalui beragam program. Antara lain dengan  pemberian kredit bunga rendah dan pengelolaan dana desa di Jawa Tengah.

Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo saat melakukan dialog di Halaman Kantor Kecamatan Juwirinbahwag, Kabupaten Klaten, mengatakan, pihaknya memiliki mimpi usaha kecil menengah di Jateng bisa lebih berkembang, dan masyarakat dapat mandiri dengan memanfaatkan berbagai peluang usaha. Bank Jateng telah merealisasikan dalam program suku bunga rendah yang diluncurkan beberapa waktu lalu.

Selain Gubernur Jateng, dialog yang dihadiri Dirut Bank Jateng Supriyatno, petani, Perkumpulan Difabel Spinal Cord Injury (SCI) Korban Gempa Klaten, dan KPMD se-Kecamatan Juwiring terkait dana desa, Kartu Tani, serta Kredit Mitra Bank Jateng tersebut. Dialog ini membahas berbagai kendala masyarakat dalam mengakses kredit bank, penggunakan dana desa, bencana alam, dan upaya pengembangan UMKM.

Salah seorang peserta dialog, Budi Iswaati warga Juwiring, mengaku kesulitan memasarkan produk kerajinan berupa tas rajut. Meskipun pemasaran sudah dilakukan melalui online, pameran, maupun langsung kepada konsumen, usaha yang dirintisnya selama dua tahun terakhir hanya mampu menjual antara tiga sampai lima tas.

Ia menyebutkan, dengan modal awal Rp 15 juta hasil pinjaman dari Bank Jateng, ia membeli benang rajut sebagai bahan utama pembuatan tas di Yogyakarta. Benang tersebut dirajut bersama 35 orang lainnya. Setelah selesai, tas dikirim ke Jogja untuk finishing sebelum dijual kepada konsumen di Klaten dan sekitarnya.

“Selain menjual langsung kepada konsumen, saya dibantu teman menjual secara online seharga sekitar Rp 250 ribu. Tetapi lakunya belum sesuai yang diharapkan,” katanya.

Menanggapi keluhan perajin tas rajut, Gubernur Ganjar menyampaikan, memasarkan produk paling efektif dan murah adalah secara online atau memanfaatkan media sosial. Melalui media online, produk yang ditawarkan juga mampu menjangkau calon konsumen dalam hingga luar negeri.

“Saya punya baju lurik Klaten bagus sekali. Harga kainnya cuma Rp 50 ribu. Setelah dijahit dan saya pakai dan juga menawarkannya lewat media sosial, saya jadi manekinnya, memang banyak yang tertarik dan bertanya di mana membelinya. Dan dikira harganya mahal,” bebernya.

Selain program kredit mitra dengan bunga rendah atau di bawah 10 persen, dalam kaitan pengelolaan dana desa, Bank Jateng telah dan akan terus meningkatkan peran sebagai mitra (financial consultant) bagi Pemda, baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten serta pemerintah desa di Jawa Tengah. Hal ini sejalan pula dengan salah satu program transformasi BPD yang dicanangkan Presiden Jokowi pada tanggal 26 Mei 2015 lalu di Istana Negara.