Gandeng BPR, Bank Jateng siap dongkrak sektor UMKM

Sejalan dengan program pemerintah, Bank Jateng akan memfasilitasi permodalan para pelaku bisnis UMKM dengan menggandeng seluruh BPR yang tersebar di berbagai kota/kabupaten di Jawa Tengah.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Bisnis Bank Jateng, Pujiono saat acara Seminar Strategi BPR Meningkatkan Pembiayaan Kredit UMKM di Atria Hotel Magelang, Rabu (8/2). Menurutnya, pembiayaan UMKM memang tengah menjadi prioritas pemerintah dalam upaya mendongkrak roda perekonomian berbasis kerakyatan.

Guna memuluskan upaya tersebut, pihaknya akan menjajaki kerjasama dengan seluruh BPR agar terbentuk sebuah sinergitas di sektor ekonomi.

“Tahun lalu, pertumbuhan aset Bank Jateng tercatat menjadi yang paling tinggi secara nasional. Jadi sudah sewajarnya kita berupaya memberikan stimulus perekonomian, terutama bagi para pelaku bisnis UMKM,” katanya.

Ia membeberkan, potensi perbankan dalam mengangkat UMKM Provinsi Jawa Tengah sangat terbuka lebar mengingat dari 7,8 juta pelaku, belum ada 20 persen yang telah dibiayai atau memiliki akses kredit perbankan.

Agar rencana tersebut berjalan mulus, sudah seharusnya Bank Jateng menggandeng seluruh BPR yang ada. Hal ini dilakukan sebagai benteng pertama atas masuknya pasar perbankan asing yang jumlahnya kini mencapai 20 persen di seluruh Indonesia. Antara lain berasal dari Jepang dan Singapura.

Belum lagi, sebanyak 4,49 juta warga Jawa Tengah yang tersebar di 15 kota/kabupaten masuk dalam golongan masyarakat miskin. Faktor itulah menurutnya yang harus segera dientaskan oleh pemerintah dan dunia perbankan dengan cara menyuntikkan modal dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

“Potensi UMKM kita sebenarnya sangat besar. Oleh sebab itu, dengan memberikan akses berupa kredit pembiayaan, ekonomi di Jawa Tengah dapat tumbuh dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Perbarindo DPD Jateng, Dadi Sumarsana menambahkan, berdasar data yang ada, di Jawa Tengah saat ini terdapat total 254 BPR. Dimana pada tahun 2016 lalu, pertumbuhan secara umum BPR Jawa Tengah lebih tinggi dari perbankan nasional.

Dengan itu, pihaknya berharap tahun 2017 ini pertumbuhan ekonomi BPR jauh lebih kencang, yakni dapat dua kali lipat lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Dengan target itu, ia meminta BPR tidak hanya terfokus pada sistem pelayanan simpanan serta kucuran kredit, namun juga lebih inovatif berbasis paymet point online bank.