Ekonomi Update (Div Treasury & Internasional)

Indeks total return pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI), awal pekan ini kembali ditutup menguat +0,06% di level 238,7902. Penguatan terbesar Senin kemarin dicatatkan INDOBeXC-Total Return (obligasi korporasi) yakni sebesar +0,11% ke level 249,3923. Sementara INDOBeXG-Total Return (obligasi pemerintah) menguat sebesar +0,05% ke level 235,9512. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) Senin kemarin masih didominasi bullish dengan rata-rata turun sebesar –0,72bps. Tekanan naik yield tampak melanda seri-seri yang memiliki tenor 22-30tahun. Yield tenor 2-tahun kemarin ditutup di level 5,7448% (-2,86bps) dan tenor 10-tahun di level 6,8059% (-1,81bps). INDOBeXG-Effective Yield awal pekan ini kembali ditutup positif, turun –0,0036poin di level 6,6469. Harga-harga SUN benchmark berlanjut melemah hingga penutupannya dengan rata-rata penurunan sedikit lebih besar dari sesi siang yakni –12,28bps vs –11,32bps. Koreksi harga yang melanda SUN benchmark terjadi pada kisaran –4,92bps hingga –25,90bps. Mayoritas harga-harga SBN tipe FR turut didominasi koreksi dengan rata-rata turun –0,68bps. Namun untuk ketiga seri ORI justru bergerak menguat dengan rata-rata +7,77bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin turun –0,0166poin ke level 118,2551. Aktivitas perdagangan obligasi pada akhir perdagangan pekan kemarin tampak meningkat pada kedua sisinya. Total frekuensi naik +11,98% dari 501 kali menjadi 561 kali, dan total volume +33,13% dari Rp8,46tn menjadi Rp11,27tn. Transaksi SUN benchmark kemarin bahkan tampak sangat solid ditransaksikan dengan total volume naik hingga Rp3,25tn menjadi Rp4,10tn. Sementara untuk total frekuensinya naik 40 kali menjadi 113 kali. Total volume transaksi terbesar kemarin dicatatkan seri FR0075 yakni Rp1,85tn. FR0075 sekaligus merupakan seri yang paling aktif ditransaksikan yakni 105 kali. Untuk obligasi korporasi, transaksi tersolid dan teraktif ditransaksikan Senin kemarin adalah SMII01ACN2 dengan total volume Rp833miliar dan ditransaksikan 27 kali. Kinerja positif berlanjut mewarnai pasar obligasi awal pekan ini ditengah bayang-bayang aksi profit taking yang melanda seri-seri SUN benchmark. Minimnya sentimen lanjutan di pasar masih menjadi salah satu faktor maraknya aksi trading di pasar. Senada dengan pekan kemarin, terjaganya nilai tukar rupiah terhadap dollar US serta meredanya ekspektasi risiko di global masih menjadi faktor penopang kinerja positif pasar obligasi domestik. Rupiah di pasar Spot kemarin ditutup turun 4poin ke level Rp13.508/US$ dan CDS Indonesia tenor 5-tahun turun –1,28bps ke level 95,93. IHSG kemarin ditutup melemah –0,04% di level 6.064,59. Pasar obligasi hari ini berpotensi bergerak melemah terbatas. Belum adanya sentimen lanjutan dan bayang-bayang berlanjutnya aksi profit taking diprediksi menjadi pemicunya. Adanya isyarat dari Bank Indonesia yang akan mempertahankan suku bunga acuannya berpeluang menjadi katalis positif di pasar.

Bursa saham Indonesia dibuka melemah di awal perdagangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 15,3 poin atau 0,25% ke posisi 6.047,64. IHSG dibuka dengan 65 saham menguat, 47 saham melemah, dan 98 saham stagnan. Membuka perdagangan, transaksi yang terjadi mencapai Rp153,33 miliar dari 168,32 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 turun 4,58 poin atau 0,44% ke 1.015,07, Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,18 poin atau 0,70% ke 729,65, indeks IDX30 turun 2,82 poin atau 0,50% ke 555,59 dan indeks MNC36 terkoreksi 1,65 poin atau 0,47% ke 347,53. Sektor pendorong IHSG bergerak dua arah, dengan sektor yang melemah terdalam adalah aneka industri 1,2%. Sementara itu, sektor industri dasar menguat 0,07%. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) naik Rp44 atau 15,49% ke Rp328, saham PT Magma Investama Mandiri Tbk (MGNA) naik Rp12 atau 11,54% ke Rp116, dan saham PT Buana Listya Tama Tbk (INDY) naik Rp13 atau 8,28% ke Rp170. Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) turun Rp80 atau 9,30% ke Rp780, saham PT First Indoe American Leasing Tbk (FINN) turun Rp12 atau 6,38% ke Rp176, dan saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) turun Rp35 atau 5,19% ke Rp640.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka kembali tertekan. Meski begitu, Rupiah masih nyaman di level Rp13.500 per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia melemah 15 poin atau 0,11% menjadi Rp13.523 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada di angka Rp13.520-Rp13.531 per USD. Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan, dolar menguat terhadap Rupiah karena minimnya sentimen dari dalam negeri. Selain itu, semakin kuatnya rencana kenaikan Fed Fund Rate pada rapat FOMC di minggu kedua bulan Desember mendorong pelemahan Rupiah. “Pelemahan terhadap Rupiah serta kenaikan yield obligasi AS mendorong kenaikan yield SUN 10 tahun. Kenaikan yield SUN diperkirakan berlanjut hari ini ke level 6.58%-6.59%,” jelasnya dalam riset, Selasa (28/11/2017). Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 8 poin atau 0,06% menjadi Rp13.525 per USD. Yahoofinance mencatat, Rupiah berada dalam rentang Rp13.515 per USD hingga Rp13.527 per USD. 

EKONOMI GLOBAL 

Bursa Asia dibuka mix, mengikuti performa Wall Street semalam, sementara dollar di bawah tekanan di tengah ketidakpastian terkait reformasi pajak AS. Yen mempertahankan penguatan seiring ambisil misil Korea Utara kembali menjadi fokus pasar.

Potensi pergerakan hari ini:

Harga emas

Permintaan safe haven, terutama jika kondisi di Korea Utara kembali memanas, berpotensi mendorong harga emas naik menuju ke atas $1300. Fokus juga terbagi pada konfirmasi ketua the Fed selanjutnya dan perkembangan rencana reformasi pajak di AS.

Minyak

Harga minyak masih berpotensi melanjutkan penurunan pada sesi perdagangan hari ini, terutama jika Rusia semakin diragukan akan ikut serta dalam perpanjangan kesepakatan pemangkasan output minyak oleh OPEC. Support terdekat ada pada $57.20. Dibukanya kembali jalur pipa Keystone juga dapat menekan turun harga minyak.

EURUSD

Minim data dari zona euro membuat fokus investor tertuju pada data dan event di AS. EURUSD masih nampak cukup stabil di atas level 1.1900, namun diperlukan break ke atas 1.1980 untuk melanjutkan outlook bullish menuju 1.2030.

GBPUSD

Optimisme soft Brexit masih menopang GBPUSD, sementara investor menantikan hasil uji stress perbankan Inggris dan pidato dari BoE Carney nanti siang. Sinyal hawkish dari bank sentral berpotensi melambungkan GBPUSD ke level 1.3410.

USDJPY

Bertahan dekat level rendah, USDJPY masih di bawah tekanan berkat permintaan safe haven. Support terdekat ada pada 110.60, sementara resisten ada pada 111.70.

AUDUSD

Fundamental yang beragam berpotensi menjaga AUDUSD untuk tetap bertahan di dalam range antara 0.7575 – 0.7650. Hanya break ke luar dari range tersebut yang dapat memberikan arah yang lebih jelas.

USDCAD

Penurunan harga minyak berpeluang mendorong USDCAD kembali menguji resisten 1.2835, meski di tengah pelemahan greenback. Fokus investor akan tertuju pada pidato dari gubernur Bank of Canada Stephen Poloz nanti malam.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 28/11/2017 pukul 12.23 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment