Ekonomi Update (Div Treasury & Internasional)

EKONOMI DOMESTIK

Bursa saham Indonesia dibuka menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat naik 8,47 poin atau 0,13% ke 6.393,88. Pagi ini, terdapat 27 saham menguat, 4 saham melemah dan 14 saham stagnan. Mengawali perdagangan, telah terjadi transaksi sebesar Rp29,25 miliar dari 14,65 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 naik 2,18 poin atau 0,2% menjadi 1.088,58, Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,21 poin atau 0,03% ke 763,05, indeks IDX30 menguat 0,97 poin atau 0,16% ke 597,09 dan indeks MNC36 menguat 0,92 poin atau 0,25% ke 366,88. Sektor tambang naik paling tinggi sebesar 0,78%. Sementara itu, sektor infrastruktur turun paling dalam hingga 0,31%. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain PT Tanah Laut Tbk (INDX) naik Rp33 atau 28,21% ke Rp150, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) naik Rp12 atau 4,51% ke Rp278, dan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik Rp50 atau 2,31% ke Rp2.210. Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) turun Rp55 atau 9,17% ke Rp545, saham PT ICTSI jasa Prima Tbk (KARW) turun Rp10 atau 4,46% ke Rp214, dan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) turun Rp4 atau 3,42% ke Rp114.

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2017 tercatat USD130,20 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi akhir November 2017 sebesar USD125,97 miliar. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa, antara lain berasal dari penerbitan global bonds pemerintah serta penerimaan pajak dan devisa ekspor migas bagian pemerintah. Penerimaan devisa tersebut melampaui kebutuhan devisa terutama untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas jatuh tempo. Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2017 tersebut cukup untuk membiayai 8,6 bulan impor atau 8,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa guna mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Hal tersebut didukung oleh kondisi perekonomian domestik yang tetap positif, kinerja ekspor yang membaik, dan perkembangan pasar keuangan global yang kondusif.

Mengawali pekan kedua di bulan Januari 2018, ketiga indeks return obligasi domestik melanjutkan tren penguatannya. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik +0,39% ke level 246,4224, obligasi pemerintah (INDOBeXG-Total Return) naik +0,40% ke level 243,8227, dan obligasi korporasi (INDOBeXC-Total Return) naik +0,27% ke level 255,1005. Penurunan yield mewarnai seluruh tenor kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) dengan rata-rata turun –4,35bps. Rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) turun paling besar hingga –9,00bps. Mengikuti dibelakangnya secara berturut-turut adalah tenor pendek (<5tahun) sebesar –5,29bps dan tenor panjang (>7tahun) sebesar -3,58bps. INDOBeXG-Effective Yield Senin kemarin ditutup di level 6,2134 atau turun –0,0568poin dari penutupan Jumat. Kinerja harga kelompok SUN benchmark juga semakin gemilang dengan rata-rata naik +49,21bps pada keempat serinya. Harga seri FR0075 naik paling tinggi hingga +91,71bps. Penguatan harga juga mewarnai mayoritas SBN tipe FR dan ORI kemarin dengan rata-rata sebesar +32,62bps pada ke 43 serinya. INDOBeXG-Clean Price pada sesi end of day kemarin ditutup menguat +0,4220poin (+0,35%) di level 121,2151. Pasar sekunder obligasi awal pekan ini relatif stagnan. Total frekuensi transaksi naik +2,76% dari 1.484 kali menjadi 1.525 kali, dan total volume naik +5,02% dari Rp20,80tn menjadi Rp21,84tn. Untuk seri-seri SUN benchmark Senin kemarin tampak sepi transaksi dengan total volume turun sebesar Rp3,19tn dan total frekuensi turun –150 kali. Seri FR0075 kembali menjadi seri teraktif di pasar dengan mencatatkan total volume transaksi terbesar yakni Rp2,35tn dan total frekuensi terbanyak 455 kali. Sementara untuk obligasi korporasi, seri teraktif dan tersolid ditransaksikan juga dicatatkan oleh 1 seri yakni BMTR01ACN1 dengan total volume Rp165miliar dan total frekuensi 12 kali. Kinerja positif berhasil dipertahankan pasar obligasi domestik hingga awal perdagangan pekan ini terpicu oleh faktor optimisme pasar terhadap kondisi fundamental Indonesia. Optimisme tersebut turut tercermin pada derasnya aliran dana asing yang masuk ke pasar SBN yakni hingga Rp12,81tn di pekan kemarin (2-5 Januari 2018). Tingginya kepercayaan pasar terhadap fundamental Indonesia turut memicu semakin meredanya ekspektasi risiko baik di global maupun dalam negeri, tercermin dari CDS Indonesia tenor 5-tahun yang turun sebesar –1,35bps dan spread yield antara tenor 2-tahun dan 10-tahun yang menyempit sebesar –2,65bps. Ditengah kinerja pasar obligasi yang bullish, hari ini pemerintah akan menyelenggarakan lelang SBSN perdana di tahun 2018 dengan target indikatif Rp8,0tn. Terdapat 2 seri new issuance yang akan ditawarkan yakni 1 seri SPN-S tenor 6-bulan dan 1 seri PBS tenor 7-tahun. Tren positif diprediksi masih akan berlanjut mewarnai kinerja pasar obligasi hari ini. Belum adanya sentimen dominan lanjutan di global ditengah berbagai sentimen positif yang datang dari dalam negeri menjadi penopang positifnya kinerja pasar obligasi hari ini.

 

EKONOMI GLOBAL

Bank of Japan (BoJ) menggerakkan pasar di awal perdagangan hari ini, secara mengejutkan bank sentral tersebut mengurangi pembelian obligasi pemerintah (JGB) tenor 10 – 25 tahun dan 25 – 40 tahun masing-masing sebesar 10 milyar yen. Dampaknya USDJPY turun tajam di awal perdagangan.

Potensi Pergerakan 

Emas

Momentum penguatan emas mulai berkurang sejak Jumat, data NFP yang buruk belum mampu mendorong kenaikan lebih lanjut. Pergerakan ini menjadi indikasi kemungkinan koreksi harga, jika menembus ke bawah support 1315, emas berpeluang besar turun ke area 1310.

Minyak Mentah

Harga minyak mentah melesat ke 62.52 di awal perdagangan, area ini bisa menjadi resisten kuat melihat puncak harga 2015 juga berada di kisaran 62.50. Selama tertahan di bawah resisten tersebut, minyak mentah berpotensi terkoreksi turun ke area 61.60.

EURUSD

EURUSD kembali bergerak di bawah level psikologis 1.2000, selama level tersebut pasangan mata uang ini berpotensi besar turun ke area 1.1890.

GBPUSD

GBPUSD sedang terbebani isu politik dimana ada beberapa menteri di Inggris yang untuk di-reshuffle bahkan ada yang mengundurkan diri. Hingga ada kejelasan siapa yang menduduki posisi-posisi baru, GBPUSD kemungkinan akan melemah, dengan target ke 1.3510. Resisten terdekat di kisaran 1.3590.

USDJPY

USDJPY turun sekitar 50 pip dalam satu jam terakhir, menyentuh level terendah harian 112.51. Penurunan kemungkinan berlanjut dengan target ke area 112.30, resisten terdekat di kisaran 112.90

AUDUSD
Kembali naiknya harga komoditas menjaga AUDUSD berada di dekat level tertinggi dua setengah bulan, meski demikian selama belum menembus resisten 0.7880, AUDUSD berpeluang melemah dengan target ke area 0.7810.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 09/01/2018 pukul 10.58 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment