Ekonomi Update (Div Treasury & Internasional)

Senin, 08 Januari 2018

EKONOMI DOMESTIK

Survei Konsumen Bank Indonesia mengindikasikan berlanjutnya perbaikan optimisme konsumen pada Desember 2017. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2017 yang sebesar 126,4, lebih tinggi dari IKK pada November 2017 yang tercatat sebesar 122,1. Meningkatnya keyakinan konsumen didorong oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan. Menguatnya optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran sejalan dengan membaiknya ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama. Sementara itu, perbaikan ekspektasi kondisi ekonomi ke depan terutama ditopang oleh meningkatnya ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, kegiatan dunia usaha, dan penghasilan pada masa yang akan datang. Menguatnya perbaikan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan disertai dengan perkiraan terhadap meningkatnya konsumsi dan tabungan. Kenaikan konsumsi tercermin dari indeks perkiraan pengeluaran konsumsi rumah tangga 3 bulan mendatang yang meningkat 2,9 poin dari hasil survei bulan sebelumnya menjadi 158,7. Demikian halnya dengan indeks perkiraan jumlah tabungan dalam 6 bulan mendatang yang naik 2,9 poin dibanding hasil survei bulan November 2017 menjadi 119,9. Preferensi bentuk penempatan utama kelebihan pendapatan responden dalam kurun 12 bulan mendatang masih didominasi oleh investasi instrumen perbankan (49% responden) dan properti (21,3% responden). Hasil Survei juga mengindikasikan ekspektasi konsumen terhadap peningkatan harga pada 6 bulan mendatang (Juni 2018), tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 6 bulan mendatang sebesar 7 poin menjadi 178,4. Kenaikan ekspektasi harga tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor musiman, yaitu meningkatnya permintaan pada Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Pada akhir perdagangan Jumat kemarin, ketiga indeks return obligasi domestik tampak ditutup menguat. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,08% di level 245,4764, obligasi pemerintah (INDOBeXG-Total Return) menguat +0,09% di level 242,8449, dan obligasi korporasi (INDOBeXC-Total Return) menguat +0,02% di level 254,4051. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak mixed dominasi bullish dengan rata-rata yield pada seluruh tenornya (1-30tahun) turun –0,56bps. Tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) mencatatkan penurunan rata-rata yield masing-masing sebesar –3,62bps dan –0,48bps. Semantara tenor menengah (5-7tahun) naik sebesar +2,95bps. Dominasi bullish pada kurva yield mendorong INDOBeXG-Effective Yield semakin bergerak turun sebesar —0,0167poin ke level 6,2702. Harga seluruh seri SUN benchmark ditutup menguat dengan rata-rata +16,44bps. Kenaikan harga seri SUN benchmark terjadi pada rentang +4,27bps hingga +35,47bps. Harga seri-seri SBN tipe FR kemarin bergerak mixed dengan rata-rata naik +5,69bps. Sementara seluruh seri ORI bergerak menguat dengan rata-rata 8,03bps. INDOBeXG-Clean Price Jumat kemarin ditutup di level 120,7932 atau menguat +0,0814poin dari penutupan sebelumnya. Pasar sekunder obligasi mengalami penurunan baik dari segi volume maupun frekuensinya. Total volume turun –20,02% dari Rp26,01tn menjadi Rp20,80tn, dan total frekuensi turun –22,91% dari 1.925 kali menjadi 1.484 kali. Sepinya transaksi terjadi pada seluruh tenor SUN. Sepinya transaksi juga dialami kelompok seri SUN benchmark. Hanya seri FR0075 yang berhasil mencatatkan kenaikan total volume menjadi sebesar Rp4,01tn (+99,33%). Dan mengantarkan FR0075 sebagai seri dengan total volume terbesar Jumat kemarin. Untuk obligasi korporasi, total volume transaksi terbesar dicatatkan FIFA03ACN1 yakni Rp130miliar. Kinerja positif ditunjukkan pasar obligasi sepanjang pekan pertama perdagangan obligasi di tahun 2018. Faktor domestik, dan terjaganya ekspektasi riasiko global menjadi penopang hijaunya pasar obligasi. Dari dalam negeri, katalis positif datang dari euforia lanjutan kenaikan rating Indonesia oleh Fitch, inflasi tahun penuh 2017 yang berada di level 3,61%yoy, posisi cadangan devisa Desember 2017 yang tembus sebesar US$130miliar, dan tren apresiasi Rupiah. Jumat kemarin, rupiah di pasar Spot ditutup di level Rp13.416/US$ atau menguat +6,0poin. Dari global, rilis notulensi FOMC Desember yang sesuai ekspektasi turut memicu semakin meredanya ekspektasi risiko global. Tercermin dari salah satu indikatornya, CDS Indonesia tenor 5-tahun, yang pada Jumat kemarin kembali turun –3,51bps. Senada dengan pasar obligasi, IHSG akhir pekan kemarin turut ditutup menguat +0,98% di level 6.353,74. Tren positif berpeluang berlanjut mewarnai kinerja pasar obligasi domestik siang ini. Namun, ditengah masih minimnya sentimen lanjutan yang dominan, aksi profit taking diprediksi berpotensi membayangi pergerakan harga SBN siang ini.

Bursa saham Indonesia kembali lanjutkan penguatan. Menguat tipis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik 0,62 poin atau 0,01% ke 6.354,36. Membuka perdagangan, ada 21 saham menguat, 4 saham melemah, dan 20 saham stagnan. Pagi ini, transaksi perdagangan terjadi mencapai Rp20,73 miliar dari 13,25 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 naik 0,8 poin atau 0,07% menjadi 1.080,95, Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,63 poin atau 0,08% ke 757,38, indeks IDX30 naik 0,25 poin atau 0,04% ke 593,56 dan indeks MNC36 naik 0,39 poin atau 0,11% ke 363,84. Sektor perkebunan menjadi penompang pergerakan IHSG, di mana naik paling tinggi hingga 0,36%. Sedangkan, sektor perdagangan melemah paling dalam hingga 0,05%. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) naik Rp40 atau 4,94% ke Rp850, saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC) naik Rp35 atau 3,68% ke Rp985, dan saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS). Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) turun Rp16 atau 8% ke Rp184, saham PT JAPFA Tbk (JPFA) turun Rp65 atau 4,68% ke Rp1.325, dan saham PT Charoen Pophand Indonesia Tbk (CPIN turun Rp120 atau 3,33% ke Rp3.480. 

EKONOMI GLOBAL

 

Rilis data tenaga kerja AS (Non-Farm Payrolls, tingkat pengangguran, dan rata-rata gaji) yang variatif masih akan mempengaruhi pergerakan pasar pada hari ini. Disisi lain, risk appetite investor terlihat sedang tinggi yang tercermin dari terus menguatnya bursa saham.

Potensi Pergerakan

Emas

Data Non-Farm Payrolls AS yang dirilis jauh lebih rendah dari perkiraan, serta ekspektasi peningkatan permintaan dari China menjaga peluang kenaikan harga emas selama tidak menembus ke bawah support 1316, dengan target ke area 1325 sampai 1328.

Minyak Mentah

Kenaikan produksi di AS menjadi sentimen negatif bagi minyak mentah. Selama tertahan di bawah resisten 62.00, harga minyak mentah berpeluang besar turun ke area 60.70.

EURUSD

Data inflasi zona euro yang dirilis menurun menjadi 1,4% dari sebelumnya 1,5% masih menjadi sentimen negatif bagi EURUSD, dan berpotensi melemah ke area 1.1960 jika menembus ke bawah level psikologis 1.2000. Resisten terdekat di kisaran 1.2060.

GBPUSD
Sikap optimis PM Inggris terhadap negosiasi Brexit yang diharapkan rampung tahun ini membuka peluang penguatan GBPUSD, khususnya jika mampu menembus resisten 1.3600, dengan target ke area 1.3640.

USDJPY
Peningkatan risk appetite pelaku pasar yang tercermin dari penguatan bursa saham membuat permintaan yen berkurang, dan membuka peluang kenaikan USDJPY ke area 113.60. SUpport terdekat di kisaran 112.90.

AUDUSD
Aksi profit taking membuat AUDUSD menghentikan kenaikan 10 hari beruntun pada perdagangan Jumat. Sentimen bagi aussie saat ini masih positif ditopang kenaikan harga-harga komoditas. Meski demikian kenaikan kemungkinan akan terbatas di di kisaran 0.7890 – 0.7900. Hanya penembusan di atas level tersebut yang dapat memicu kenaikan AUDUSD lebih lanjut. Support terdekat di ksiaran 0.7845.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 08/01/2018 pukul 09.52 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment