Ekonomi Update (Div Treasury & Internasional)

Kamis, 04 Januari 2018

EKONOMI DOMESTIK

Indonesia Composite Bond Index (ICBI) melanjutkan penguatannya pada end of day Rabu sebesar +0,9863poin ke level 244,4270. Kinerja INDOBeXG-Total Return turut ditutup menguat yakni sebesar +1,0192poin ke level 241,6676. Penguatan juga dicatatkan oleh INDOBeXC-Total Return yakni sebesar +0,7271poin ke level 254,2623. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola bullish. Kelompok tenor menengah (5-7tahun) mengalami penurunan yield terbesar yakni sebesar —9,96bps. Penurunan yield diikuti kemudian oleh kelompok tenor pendek (<5tahun) yakni sebesar —6,66bps dan tenor panjang (>7tahun) sebesar —5,24bps. Pola bullish pada kurva yield mendorong INDOBeXG-Effective Yield turun sebesar —0,0691poin ke level 6,3361. Harga-harga SUN benchmark semakin menguat dengan rata-rata +104,95bps. Seri FR0064 menguat paling tinggi yakni sebesar +235,43bps. Untuk penguatan harga terendah dicatatkan oleh seri FR0075 yakni sebesar +38,69bps. Seluruh seri SBN seri FR dan ORI turut didominasi penguatan dengan rata-rata sebesar +41,78bps. Dominasi kenaikan harga SBN mendorong kenaikan INDOBeXG-Clean Price yakni sebesar +0,4920poin ke level 120,2456. Pasar sekunder obligasi tampak ramai pada perdagangan Rabu. Frekuensi transaksi melonjak naik sebesar +116,11% dari 633 transaksi menjadi 1.368 transaksi. Volume perdagangan turut meningkat yakni sebesar +75,13% dari Rp15,68tn menjadi Rp27,46tn. Ramainya pasar sekunder diperkirakan imbas dari ramainya pasar primer SBN. Kemarin pemerintah melaksanakan lelang SBN perdana di tahun 2018 dan mendapat total penawaran hingga Rp86,21tn atau oversubscribed 5,07 kali. Dua seri yang dilelang masuk ke dalam dua besar seri teraktif di pasar sekunder yakni FR0075 (frekuensi 412 kali, volume Rp5,04tn), dan FR0064 (frekuensi 154 kali, volume Rp4,28tn). Optimisme membaiknya kondisi perekonomian global dan domestik menjadi katalis positif di pasar obligasi Indonesia kemarin. Sejumlah data ekonomi global seperti Amerika, Zona Eropa, dan Jepang menunjukkan kondisi positif. Selain itu ekspektasi membaiknya pertumbuhan ekonomi global didorong oleh tren penguatan harga minyak dunia yang menyentuh level tertinggi dalam kurun waktu 2,5 tahun terakhir. Sedangkan dari dalam negeri, indikator ekonomi makro seperti inflasi tahun 2017 yang berada dalam target BI, dan tren penguatan Rupiah terhadap USD turut menjadi katalis positif pasar obligasi. Positifnya ekspektasi global dan dalam negeri tersebut mendorong terjaganya persepsi risiko pasar obligasi Indonesia. CDS obligasi Indonesia tenor 5-tahun kemarin kembali menyempit yakni sebesar —0,20bps ke level 85,12bps. Pasar obligasi pada perdagangan Kamis diperkirakan berlanjut positif seiring dengan optimisme membaiknya kondisi perekonomian global dan domestik. Selain itu pasar juga berekspektasi pengetatan moneter secara global akan dilakukan sesuai rencana dan bertahap. Sebagai informasi berdasarkan rilis notulensi rapat FOMC bulan Desember, mayoritas anggota komite memilih akan menaikkan suku bunga secara gradual. Sedangkan terkait pengaruh reformasi pajak Trump, para anggota komite masih memperdebatkan seberapa besar pengaruhnya bagi perekonomian AS.

Nilai tukar Rupiah dibuka kembali menguat, di tengah tekanan dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah pun berhasil turun dari level Rp13.500 per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia menguat 2 poin atau 0,01% ke Rp13.473 per USD. Pada perdagangan hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.467-Rp13.482 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 1 poin atau 0,01% menjadi Rp13.470 per USD. Adapun pergerakan Rupiah pagi ini, berada dalam rentang Rp13.463 per USD hingga Rp13.480 per USD. Dolar AS menguat terhadap beberapa mata uang utama, setelah rilis dari pertemuan The Federal Reserve. Dolar AS menguat setelah pasar saham Global memecahkan rekor dan Wall Street ditutup menguat karena optimisme investor di tahun yang baru. Yen Jepang melemah 0,18% terhadap greenback di 112,50 per USD, sementara Sterling GBP diperdagangkan terakhir di USD1,3512, turun 0,54% pada hari itu. Benchmark Treasury AS mencatat 10 tahun US10YT=RR terakhir naik ke 2,44%, dari 2,46%. Indeks dolar .DXY naik 0,34%, dengan euro turun 0,38% menjadi USD1,2011. Euro jatuh ke sesi terendah terhadap dolar AS, setelah rilis dari pertemuan Federal Reserve bulan lalu. Dalam pertemuan tersebut, para pembuat kebijakan Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga jangka pendek untuk ketiga kalinya pada 2017. Meski demikian, para pembuat kebijakan masih menunjukkan kekhawatiran atas inflasi saat ini yang rendah, dan akan melihat dampak perubahan UU pajak baru-baru ini karena diperkirakan akan memberikan dorongan untuk belanja konsumen.

Setelah terjun cukup dalam pada perdagangan kemarin, pasar saham Indonesia dibuka merangkak naik, mengikuti pasar saham Asia dan Amerika. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini naik 8 poin atau 0,13% ke 6.259. IHSG dibuka dengan 92 saham menguat, 27 saham melemah, dan 80 saham stagnan. Membuka perdagangan, transaksi perdagangan terjadi mencapai Rp68,05 miliar dari 90 miliar lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 naik 1,09 poin atau 0,1% menjadi 1.057, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,02 poin ke 740, indeks IDX30 naik 0,57 poin atau 0,1% ke 580 dan indeks MNC36 menguat 0,24 poin atau 0,07% ke 357. Delapan sektor penggerak IHSG masih menguat, dengan penguatan terbesar terjadi pada sektor perkebunan sebesar 0,69%. Sementara sektor infrastruktur dan keuangan masih berada di zona merah. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain PT Star Petrochem Tbk (STAR) naik Rp14 atau 25% ke Rp70, saham PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) naik Rp112 atau 24,45% ke Rp570, saham Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) naik Rp185 atau 24,18% ke Rp950. Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) turun Rp190 atau 21,11% ke Rp710, saham PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) turun Rp135 atau 19,57% ke Rp555, saham PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) turun Rp295 atau 17,35% ke Rp1.405. 

EKONOMI GLOBAL

Pasca perilisan minutes FOMC semalam yang memicu penguatan dolar karena sebagian besar anggota the Fed masih perkirakan target inflasi 2% akan tercapai, kini para pelaku pasar fokusnya akan tertuju pada data tenaga kerja versi ADP dan klaim pengangguran AS yang masing-masing dirilis pukul 20:15 WIB dan 20:30 WIB. Jika data kembali dirilis dengan pembacaaan optimis maka dolar dapat melanjutkan kenaikannya pada hari ini. Data penting hari ini juga datang dari laporan cadangan minyak mentah AS pukul 23:00 WIB dari Energy Information Administraion (EIA) AS yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan yang lebih besar dari periode sebelumnya. Sebelumnya American Petroleum Institute (API) melaporkan adanya penurunan cadangan minyak mentah sebesar 4.9 juta barel.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpotensi kembali jatuh pada hari ini dengan membidik support kunci di 1300 pasca perilisan minutes FOMC yang dipandang hawkish semalam. Fokus hari ini akan tertuju pada data tenaga kerja versi ADP dan klaim pengangguran AS.

Minyak 

Minyak berpeluang lanjutkan kenaikannya setelah adanya laporan penurunan cadangan dari API yang bullish semalam serta sentimen adanya kekacauan di Iran dengan mengincar resisten terdekat di $62.30 sebelum membidik resisten kuat di $63.00. Fokus hari ini pada data cadangan minyak dari EIA yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan yang lebih dalam dari periode sebelumnya.

EURUSD 

Pergerakan EURUSD pada hari ini akan di pengaruhi oleh data ekonomi dari sejumlah negara di zona Euro seperti Spanyol, Italia, Perancis, dan Jerman. Dengan potensi rentang pergerakan terlihat di antara 1.1950 – 1.2050.

GBPUSD 

Pergerakan GBPUSD dapat menguat dalam jangka pendek khususnya pada sesi Eropa, jika data indeks konstruksi Inggris dirilis lebih optimis dari ekspektasi dengan menguji level resisten di 1.3570. Sementara itu jika data dirilis pesimis, GBPUSD dapat melemah untuk mengincar level support di 1.3450.

USDJPY 

Menguatnya dolar pasca perilisan minutes FOMC serta data manufaktur Jepang yang pesimis dapat memicu kenaikan USDJPY pada hari ini untuk mengincar level resisten di 113.00 sebelum membidik ke 113.50.

AUDUSD 

Harga komoditas yang solid akhir-akhir ini masih dapat menjadi katalis positif untuk AUDUSD pada hari ini. Penguatannya dapat berlanjut jika data indeks jasa China dirilis optimis dengan membidik level resisten di 0.7850. Sementara itu untuk level support terdekat di 0.7800.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 04/01/2018 pukul 11.25 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment