Ekonomi Update (Div Treasury & Internasional)

EKONOMI DOMESTIK

 

 Kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed Rate) ternyata membuat angin segar untuk mata uang Rupiah. Pagi ini, Rupiah dibuka menguat ke Rp13.572 per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia menguat 18 poin atau 0,13% ke Rp13.572 per USD. Rupiah pada awal perdagangan bergerak di kisaran Rp13.126-Rp13.651 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat Rupiah melemah 18 poin atau 0,13% menjadi Rp13.560 per USD. Dalam pantuan Yahoofinance, Rupiah bergerak dalam rentang Rp13.556 per USD hingga Rp13.580 per USD. Sebelumnya, Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu (13/12), memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, merupakan kenaikan ketiga di tahun ini. “Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi pasar kerja serta inflasi, Komite (Pasar Terbuka Federal) memutuskan untuk menaikkan target tingkat suku bunga federal fund menjadi 1,25 persen hingga 1,50 persen,” kata The Fed dalam sebuah pernyataan setelah mengakhir pertemuan kebijakan moneter dua hari. Pejabat-pejabat bank sentral masih memperkirakan kenaikan kembali sebanyak tiga kali di 2018. Hal ini tidak berubah dari perkiraan mereka di bulan September, menurut proyeksi kuartalan terbaru yang dirilis pada Rabu (13/12).

Bursa Saham Indonesia dibuka menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 10,7 poin atau 0,18% ke 6.065,31. IHSG dibuka dengan 25 saham menguat, 7 saham melemah dan 12 saham stagnan. Mengawali perdagangan, telah terjadi transaksi sebesar Rp20,7 miliar dari 10,58 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 naik 2,05 poin atau 0,2% menjadi 1.023,2, Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,29 poin atau 0,32% ke 727,53, indeks IDX30 naik 0,99 poin atau 0,18% ke 561,04 dan indeks MNC36 menguat 0,71 poin atau 0,2% ke 349,55. Sektor Aneka Industri naik paling tinggi sekira 0,76%. Hanya sektor keuangan tertekan turun hingga 0,24%. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain PT Dwi Guna Laksana tbk (DWGL) naik Rp62 atau 24,41% ke Rp316, saham PT Buyung Poetra Sembda Tbk (HOKI) naik Rp14 atau 4,22% ke Rp346, dan saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik Rp625 atau 3,18% ke Rp20.250. Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) turun Rp70 atau 3,24% ke Rp2.090, saham PT Medco Energi International Tbk (MEDC) turun Rp20 atau 2,26% ke Rp865, dan saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) turun Rp8 atau 1,88% ke Rp418.

Kinerja positif berlanjut mewarnai indeks total return pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat +0,1309poin ke level 240,5412. Kinerja INDOBeXG-Total Return melanjutkan rally sebesar +0,1284poin ke level 237,6658. Positive return juga kembali dicatatkan INDOBeXC-Total Return yakni sebesar +0,1431poin ke level 251,3300. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bullish. Rata-rata yield tenor 1-30 tahun turun sebesar —1,56bps. Kelompok tenor pendek (<5tahun) mencatatkan penurunan rata-rata yield terbesar yakni —2,60bps. Sementara rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) mengalami penurunan yield masing-masing sebesar —0,32bps dan —1,55bps. INDOBeXG-Effective Yield mengalami penurunan sebesar —0,0092poin ke level 6,5509. Ditengah dominasi penurunan yield, harga-harga SUN benchmark kompak terkoreksi dengan rata-rata —10,96bps. Pelemahan harga terbesar dicatatkan oleh seri FR0072 yakni sebesar —17,27bps. Sedangkan mayoritas harga-harga SBN (seri FR dan ORI) didominasi penguatan dengan rata-rata sebesar +4,87bps. Sehingga penguatan mayoritas harga-harga SBN mendorong kenaikan INDOBeXG-Clean Price sebesar +0,0407poin ke level 118,7326. Aktivitas perdagangan tampak melonjak tajam terutama dari segi frekuensinya yang naik hingga +608,38% dari 179 kali menjadi 1.268 kali. Volume perdagangan turut meningkat yakni sebesar +89,71% dari Rp6,15tn menjadi Rp11,67tn. Lonjakan frekuensi tersebut lebih didorong oleh kenaikan frekuensi perdagangan SUN tenor pendek dari 25 transaksi menjadi 886 transaksi. Seri yang paling banyak ditransaksikan kemarin yakni ORI014 dengan 772 transaksi dan dengan volume Rp1,02tn. Sementara seri FR0059 ditransaksikan dengan volume terbesar yakni Rp2,22tn dan frekuensi 40 kali. Adapun seri obligasi korporasi teraktif dicatatkan oleh PTPP01CN1 yang ditransaksikan 11 kali dan volume Rp85miliar. Pasar obligasi pada sesi end of day Rabu tampak mulai berbalik arah setelah pada sesi midday pasar SBN diwarnai koreksi harga. Aktivitas transaksi juga menjadi semarak. Positifnya pasar obligasi pada penutupan kemarin diperkirakan terdorong oleh optimisme pelaku pasar bahwa rapat FOMC akan menaikkan suku bunga FFR sesuai dengan ekspektasi. Sebagai informasi The Fed sesuai prediksi menaikkan suku bunga FFR sebesar 0,25% ke kisaran 1,25% s/d 1,50%. Outlook kebijakan The Fed juga sejalan dengan proyeksi yakni menaikkan suku bunga dengan hati-hati. Proyeksi median suku bunga FFR pada tahun 2018 berdasarkan rapat FOMC yakni sekitar 2,0%—2,25%. Sementara itu nilai tukar Rupiah terhadap USD kemarin melemah sebesar —0,12% ke level Rp13.590/US$ (kurs spot Bloomberg). Pasar obligasi pada perdagangan Kamis berpotensi untuk bergerak positf. Kondisi tersebut karena meredanya ketidakpasitan paska keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga FFR sesuai ekspekatsi dan berhati-hatinya The Fed dalam menaikkan suku bunga di tahun 2018. Kecenderungan pergerakan positif pasar juga tampak sejalan dengan penguatan Rupiah terhadap USD pagi ini yang berada di level Rp13568/US$ (kurs spot Bloomberg). Namun sebagai informasi bank sentral Tiongkok (PBOC) juga menaikkan suku bunga acuan (marginal lending facility) ke level 3,25%.

EKONOMI GLOBAL

Market Movers hari ini adalah outlook kebijakan moneter Bank Of England (BoE) dan European Central Bank (ECB) setelah outlook kebijakan moneter The Fed semalam. Sesuai ekspektasi, semalam The Fed menaikkan suku bunganya menjadi <1,5%, namun pesimisme pasar pada peluang kenaikan suku bunga Fed di tahun 2018 membuat dolar AS melemah dan sebaliknya menguat mata uang pasangannya dan juga harga emas.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas di level $1256 per troy ons pagi ini usai naik 1% pada perdagangannya kemarin. Potensi penguatan selanjutnya akan menghadapi level resisten $1261 sebelum bisa mendekati target selanjutnya di $1265.

Minyak
Harga minyak mentah turun selama dua sesi beruntun meskipun persediaan minyak mentah di AS dilaporkan berkurang. Harga minyak mentah perlu menembus ke bawah level support $56.30 untuk membuka peluang pelemahan lanjutan ke level $55.70.

EURUSD

Konferensi pers ECB pukul 20:30 WIB menjadi penggerak perdagangan EURUSD hari ini usai penguatan 0,7% di sesi hari Rabu (13/12). Sinyal hawkish ECB berpotensi menopang penguatan EURUSD menguji level resisten 1.1860 dengan level support 1.1790.

GBPUSD

Peluang penguatan GBPUSD selanjutnya akan diuji laporan data penjualan ritel Inggris dan hasil rapat kebijakan moneter Bank Of England (BoE) hari ini. GBPUSD yang terus menguat berpotensi menguji resisten 1.3475 dengan level support terdekat di 1.3400.

USDJPY
Pelemahan dolar AS berpotensi membawa USDJPY dari level 112.60 di sesi Asia untuk turun menguji level support terdekat 112.20 sebelum bisa mendekati area support berikutnya di kisaran 111.90.

AUDUSD
AUDUSD berpotensi melanjutkan penguatannya didukung data kenaikan 62.000 pekerja Australia di bulan November. Level resisten di area 0.7690 dan 0.7730 dari pergerakannya di level 0.7665 di sesi Asia hari ini.

 

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 14/12/2017 pukul 11.11 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment