Ekonomi Update (Div Treasury & Internasional)

EKONOMI DOMESTIK

 

Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada perdagangan akhir pekan kemarin berlanjut ditutup menguat meskipun tipis yakni +0,01% di level 246,2231. Penguatan tertinggi Jumat kemarin dicatatkan indeks total return robligasi korporasi (INDOBeXC-TR) yakni +0,03%. Sementara total return obligasi pemerintah (INDOBeXG-TR) menguat sebesar +0,002%. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) tampak bergerak terbatas. Rata-rata yield seluruh tenor 1-30tahun turun –0,76bps. Yield SBN tenor 2 tahun kemarin ditutup di level 5,3564% (-1,14bps), tenor 5-tahun di level 5,9000% (+0,08bps), dan 10-tahun di level 6,4817% (-0,61bps). INDOBeXG-Effective Yield sendiri kemarin ditutup di level 6,3011 atau naik +0,0033poin lebih tinggi dari penutupan Kamis. Hingga akhir sesi end of day kemarin harga kelompok SUN benchmark masih tertahan di zona merah. Koreksi harga SUN benchmark terjadi pada rentang –7,62bps hingga –27,75bps. Namun secara keseluruhan, harga SBN tipe FR tampak bergerak mixed dengan rata-rata menguat +1,02bps. Adapun ketiga seri SBN ritel ditutup menguat dengan rata-rata +4,30bps. INDOBeXG-Clean Price Jumat kemarin ditutup turun –0,0215poin di level 120,4397. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder Jumat kemarin berlangsung kurang semarak. Total frekuensi turun –29,56% dari 971 kali menjadi 684 kali, dan total volume turun –35,86% dari Rp22,43tn menjadi Rp14,38tn. Sepinya transaksi lebih terasa pada seri-seri SUN bertenor panjang. Volume transaksi SUN tenor panjang Jumat kemarin turun hingga Rp6,12tn dengan frekuensi transaksi turun –165 kali. FR0059 tercatat sebagai seri SBN dengan total volume transaksi terbesar yakni Rp2,11tn. Namun seri teraktif ditransaksaksikan Jumat kemarin dicatatkan FR0065 yakni 108 kali. Untuk obligasi korporasi, total volume terbesar dicatatkan BIIF01ACN4 yakni Rp90miliar. Dan transaksi teraktif yakni sebanyak 6 kali dicatatkan ISAT08A dan TPIA01BCN1. Pasar obligasi Indonesia pada perdagangan pekan terakhir bulan Januari bergerak terbatas. Rencana rilis data PDB Indonesia tahun 2017 pada hari ini yang menurut konsensus bertumbuh 5,1%, dan wait and see arah kebijakan Jerome Powell dalam memimpin the Fed mulai pekan ini menjadi penahan laju positif pasar. Situasi tersebut turut berdampak pada minat pasar untuk bertransaksi di pasar sekunder. Akan segera dimulainya kursi kepemimpinan Jerome Powell bertepatan dengan rilis berbagai data ekonomi ketenagakerjaan di AS menjadi concern pasar Jumat kemarin. Pasar berusaha menebak arah kebijakan Powell sejalan dengan optimisme the Fed terhadap capaian target inflasinya. Meskipun demikian, ekspektasi risiko di global tampak terjaga yang ditunjukkan dari penurunan CDS Indonesia tenor 5-tahun sebesar –1,48bps Jumat kemarin. Pelemahan rupiah di pasar Spot yang ditutup di level Rp13.452/US$ (-28,0poin) pada Jumat kemarin diprediksi turut menekan kinerja pasar obligasi. Sepinya transaksi obligasi di pasar sekunder berpotensi berlanjut hingga hari ini. Pasar menanti rilis data PDB Indonesia tahun 2017 yang diproyeksi tumbuh 5,1%yoy. Tren koreksi meskipun terbatas diprediksi juga berpeluang mewarnai kinerja harga SBN hari ini. Membaiknya data tenaga kerja AS (Non-Farm Employment Change sebesar 200ribu, dan Average Hourly Earnings m/m sebesar 0,3%) bersamaan dengan dimulainya tampuk kepemimpinan Jerome Powell sebagai Gubernur the Fed dalam 4 tahun kedepan pekan ini memicu peningkatan spekulasi pasar terhadap arah kebijakan Powell.

Bursa saham Indonesia dibuka anjlok cukup dalam pada awal pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 72,14 poin atau 1,09% di 6.556,68. Pagi ini, Tak ada saham menguat, 42 saham melemah, dan 3 saham stagnan. Mengawali perdagangan, telah terjadi transaksi perdagangan mencapai Rp80,74 miliar dari 65,49 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 turun 21,24 poin atau 1,91% menjadi 1.090,67, Jakarta Islamic Index (JII) turun 17,88 poin atau 2,26% ke 772,21, indeks IDX30 turun 11,15 poin atau 1,84% ke 595,81 dan indeks MNC36 turun 7,33 poin atau 1,92% ke 374,07. Sektor penopang IHSG seluruhnya melemah. Sektor Aneka Indust menjadi pemimpin kejatuhan hingga 2,47% disusul oleh sektor pertambangan yang tuurn 2,24%. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) najik Rp155 atau 24,8% ke Rp780, saham PT Voksel Electric Tbk (VOKS) naik Rp16 atau 6,96% ke Rp246, dan saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) naik Rp16 atu 5,88% ke Rp288. Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT Elnusa Tbk (ELSA) turun Rp20 atau 4,5% ke Rp424, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun Rp8 atau 4,08% ke Rp188, dan saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) turun Rp16 atau 3,88% ke Rp396.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah. Rupiah kembali dekati level Rp13.500-an per USD. Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia melemah 47 poin atau 0,35% menjadi Rp13.499 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah berada di Rp13.483-Rp13.505 per USD. Samuel Sekuritas mengatakan, dalam risetnya, dolar kemungkinan bergerak menguat terhadap beberapa mata uang kuat dunia lainya setelah rilis data tenaga kerja AS yang menguat. Kenaikan tersebut mendorong spekulasi bahwa tingkat suku bunga di AS naik lebih cepat. “Di sisi lain Rupiah kemungkinan juga melemah sebagai dampak naiknya imbal hasil obligasi di AS. Rupiah di pasar spot diperkirakan bergerak di rentang Rp13.450 per USD-Rp13.500 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 45 poin atau 0,33% menjadi Rp13.493 per USD. Dalam pantuan Yahoofinance, Rupiah bergerak dalam rentang Rp13.446 per USD hingga Rp13.500 per USD. Pelemahan Rupiah juga dialami pada Indeks Harga Saham Gabungan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 72,14 poin atau 1,09% di 6.556,68.

EKONOMI GLOBAL

Sentimen penguatan dolar pasca perilisan data non farm payroll dan indeks upah AS yang lebih baik dari estimasi berpeluang masih berlanjut di awal pekan ini seiring semakin kuatnya ekspektasi pasar untuk adanya kenaikan suku bunga AS di bulan Maret nanti. Dolar AS berpeluang melanjutkan penguatannya pada hari ini jika data indeks jasa AS yang dirilis oleh ISM hasilnya lebih tinggi dari ekspektasi. Untuk movers lainnya juga bisa datang dari pidato Presiden ECB Mario Draghi pukul 23:00 WIB dengan investor sedang mencari petunjuk yang lebih banyak di tengah ekspektasi adanya pengetatan moneter dari bank sentral.

Potensi pergerakan

Emas

Harga emas masih berpotensi tertekan pada hari ini seiring sedang berlangsungnya sentimen penguatan dolar setelah perilisan data tenaga kerja dan indeks upah AS yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga AS di bulan Maret dengan fokus pasar hari ini tertuju pada indeks jasa AS dirilis pukul 22:00 WIB. Target support terdekat terlihat di 1327 sementara itu untuk target resisten berada di 1337.

Minyak

Kenaikan jumlah aktivitas rig AS dalam laporan dari Baker Hughes serta sedang menguatnya dolar dapat mendorong pelemahan harga minyak pada hari ini dengan target support terdekat terlihat di 64.50.

EURUSD

Pergerakan EURUSD berpeluang melemah dalam jangka pandek dengan sentimen menguatnya dolar karena outlook kenaikan suku bunga AS di bulan Maret. Untuk hari ini fokus investor tertuju pada pidato Presiden ECB Mario Draghi untuk petunjuk kebijakan bank sentral. Target support terdekat terlihat di 1.2400 dan level resisten berada di 1.2525.

GBPUSD

Penguatan dolar berpotensi bebani pergerakan GBPUSD dalam jangka pendek dengan target support terdekat terlihat di 1.4020. Fokus investor hari ini akan tertuju pada data indeks jasa Inggris yang dirilis pukul 16:30 WIB.

USDJPY

USDJPY berpeluang untuk bergerak naik, menyambung pergerakan bullish di hari Jumat dengan sentimen masih datang dari penguatan greenback serta sikap dovish BOJ dengan target resisten terlihat di 110.50.

AUDUSD

AUDUSD masih berpotensi tertekan turun pada hari ini walaupun data ekonomi Australia dirilis pesimis pagi ini dengan target support terlihat di 0.7840. Pada hari ini fokus investor juga tertuju ke data indeks jasa China, mitra dagang terbesar Australia, yang dirilis pukul 08:45 WIB.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 05/02/2018 pukul 12.49 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment