Ekonomi Update (Div Treasury & Internasional)

 

EKONOMI DOMESTIK

 

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir November 2017 tercatat USD125,97 miliar, lebih rendah dibandingkan posisi akhir Oktober 2017 sebesar USD126,55 miliar. Posisi cadangan devisa pada akhir November 2017 tersebut cukup untuk membiayai 8,4 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Penurunan cadangan devisa pada November 2017 terutama dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya. Selain itu, penurunan cadangan devisa juga dipengaruhi menurunnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia sejalan dengan kebutuhan pembayaran kewajiban valas penduduk. Bank Indonesia akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa guna mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Hal tersebut didukung oleh kondisi perekonomian domestik yang tetap positif, kinerja ekspor yang membaik, dan perkembangan pasar keuangan global yang kondusif.

Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 12,38 poin atau 0,21 persen menjadi 6.043,34 poin pada awal perdagangan Senin dengan dukungan optimisme pasar terhadap perekonomian nasional. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 3,16 poin (0,31 persen) menjadi 1.020,98. Wakil Presiden Riset dan Analisis Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan optimisme pemerintah terhadap pemulihan ekonomi yang berlanjut menjadi salah satu faktor yang mendukung penguatan IHSG BEI. “Bank Indonesia memperkirakan pemulihan ekonomi akan berlanjut karena arus masuk masih ada dan neraca perdagangan tetap positif dalam dua tahun terakhir,” katanya. Pasar, ia menambahkan, juga merespons positif data cadangan devisa pada akhir November 2017 mencapai 125,97 miliar dolar AS, yang menurut Bank Indonesia mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Kendati demikian, dia menjelaskan, pergerakan IHSG relatif terbatas karena sentimen eksternal yang kurang kondusif.  Pernyataan Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel menambah kekhawatiran baru bagi investor, yang sebelumnya fokus pada perkembangan konflik di Semenanjung Korea. “Kebijakan AS itu menciptakan instabilitas keamanan dan situasi tidak kondusif, sehingga dapat berimbas negatif pada bursa saham,” katanya. Di tingkat regional, indeks bursa Nikkei turun 6,40 poin (0,03 persen) ke 22.804,45, indeks Hang Seng menguat 109,74 poin (0,38 persen) ke 28.749,59 dan Straits Times menguat 18,24 poin (0,53 persen) ke posisi 3.442,68.

Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,0205poin (+0,009%) ke level 240,0302 pada perdagangan Jumat. Indeks total return obligasi pemerintah (INDOBeXG-Total Return) naik +0,0110poin (+0,005%) ke level 237,1502, dan indeks total return obligasi korporasi (INDOBeXC-Total Return) naik +0,0857poin (+0,034%) ke level 250,8704. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) didominasi bullish. Rata-rata yield tenor 1-30 tahun turun sebesar –0,13bps. Kelompok tenor menengah (5-7tahun) mengalami kenaikan rata-rata yield yakni +2,05bps. Sementara itu, rata-rata yield kelompok tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing turun sebesar –1,88bps dan –0,11bps. Dengan demikian, level INDOBeXG-Effective Yield sanggup turun tipis sebesar –0,0001poin ke level 6,5760. Mayoritas harga SUN benchmark ditutup turun pada rentang –0,40bps hingga –13,69bps. Hanya harga seri FR0072 yang menguat sebesar +13,78bps sedangkan ketiga seri lainnya kompak terkoreksi. Rata-rata harga SUN benchmark Jumat kemarin turun sebesar –0,95bps. Sementara rata-rata harga SUN seluruh tipe FR turun –3,82bps. Kondisi tersebut memicu pelemahan INDOBeXG-Clean Price sebesar –0,0190poin ke level 118,5936. Aktivitas transaksi obligasi di pasar sekunder di akhir pekan turun dari sisi total frekuensi sebesar –18,48% dari 541 kali menjadi 441 kali. Namun total volume meningkat +11,52% menjadi Rp7,89tn dari Rp7,08tn. Kenaikan volume ditengah penurunan frekuensi lebih di-drive oleh meningkatnya transaksi SUN tenor pendek dengan kenaikan volume sebesar Rp2,44tn dalam sehari. Total frekuensi transaksi terbesar kemarin dicatatkan seri FR0075 yakni 45 transaksi, namun volume terbesar diraih FR0061 senilai Rp1,18tn. Untuk obligasi korporasi, seri TELE01ACN3 tercatat sebagai seri teraktif ditransaksikan yakni 9 kali dengan total volume sebesar Rp54miliar. Pada perdagangan sesi kedua Jumat kemarin pasar obligasi sanggup ditutup menguat terbatas. Terbatasnya pergerakan pasar terlihat dari tipisnya pergerakan indeks return maupun imbal hasil obligasi negara. Penguatan yang terjadi diperkirakan karena faktor trading pelaku pasar ditengah wait & see terhadap beberapa sentimen lanjutan seperti kondisi pasar tenaga kerja AS dan inflasi Tiongkok serta rilis data cadangan devisa Indonesia November. Persepsi risiko global terhadap pasar domestik yang tengah meningkat diperkirakan menjadi bayang-bayang penekan untuk pasar domestik. Sebagai informasi, rilis cadangan devisa pada Jumat sore kemarin yang turun sebesar US$125,97miliar masih lebih baik daripada konsensus pasar sehingga diharapkan bisa menjadi katalis positif pasar.

 

EKONOMI GLOBAL

Penguatan dolar berpotensi bertahan pada hari Senin setelah mendapat sentimen positif dari perilisan data non farm payroll AS yang optimis walaupun penguatannya sempat terbatas karena data indeks upah yang naik di bawah ekspektasi. Kondisi tersebut semakin memperkuat ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga dalam pertemuan Federal Reserve AS pada pekan ini. Untuk harga minyak berpotensi kembali melemah pada hari ini setelah pada akhir perdagangan hari Jumat perusahaan Baker Hughes melaporkan adanya kenaikan jumlah aktivitas rig sebanyak 2 menjadi 751 untuk periode mingguan yang berakhir 8 Desember untuk level tertinggi sejak September.

Potensi Pergerakan 

Emas 

Harga emas dapat bergerak turun pada hari ini di tengah minimnya data ekonomi dengan investor mempertimbangkan menguatnya dolar terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada pekan ini dengan membidik level support di $1243 sebelum menguji level support kuat di $1235.

Minyak
Harga minyak dapat lanjutkan pelemahannya pada hari ini dengan dua sentimen negatif datang dari meningkatnya jumlah aktivitas rig AS serta menguatnya dolar AS yang dapat memicu penurunan untuk menguji ke level support di $56.70 sebelum menargetkan support kuat di $55.80.

EURUSD 

Dengan minimnya katalis dari zona Euro, investor tampaknya lebih mempertimbangkan outlook penguatan dolar terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga AS di pekan ini dengan menguji level support di 1.1730. Untuk level resisten terdekat terlihat di 1.1800.

GBPUSD 

Kekhawatiran terhadap ketidakpastian negosiasi Brexit usai kunjungan PM Theresa May ke Brussels pada akhir pekan lalu dapat menjadi sentimen negatif untuk GBPUSD pada hari ini untuk membidik level support di 1.3320, sementara itu jika menguat dapat menguji level resisten terdekat di 1.3450.

USDJPY 

Meningkatnya permintaan terhadap aset permintaan beresiko berpotensi mendorong kenaikan USDJPY lebih lanjut pada hari ini, terutama jika serangkaian data ekonomi Jepang dirilis pesimis dengan membidik level resisten di 114.00. Sementara itu untuk sisi bawahnya, area 113.00 akan menjadi level support terdekat.

AUDUSD 

Melemahnya harga komoditas serta menguatnya dolar akan menjadi sentimen negatif untuk AUDUSD pada hari ini dengan menguji level support di 0.7470. Untuk level resisten terlihat di zona 0.7550.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 11/12/2017 pukul 10.27 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment