Ekonomi Update (Div Treasury & Internasional)

EKONOMI DOMESTIK

 

Pada perdagangan Senin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup di level 245,7825 atau turun –0,35% dari akhir perdagangan pekan kemarin. Indeks total return obligasi pemerintah (INDOBeXG-Total Return) kemarin juga turun cukup besar yakni –0,40% ke level 242,9746. Sementara INDOBeXC-Total Return (return obligasi korporasi) turun –0,02% ke level 255,9053. Senada dengan sesi siang, hanya yield 1 dan 2 tahun yang bergerak turun pada kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve), adapun selebihnya bergerak naik dengan rata-rata +4,94bps. Yield SBN 2-tahun kemarin ditutup di level 5,3048% (-1,39bps), tenor 5-tahun di level 5,8484% (+4,26bps), dan tenor 10-tahun di level 6,5022% (+8,59bps). Sehingga, INDOBeXG-Effective Yield pada sesi end of day kemarin turut ditutup naik sebesar +0,0573poin di level 6,3032. Harga kelompok seri SUN benchmark turun makin besar dibanding sesi siangnya dengan rata-rata –60,12bps (vs –15,98bps). Harga FR0075 turun paling dalam hingga –112,63bps. Senada dengan sesi siang, hanya harga seri FR0069 yang berhasil menguat meskipun tipis yakni +0,38bps, sementara 39 seri FR lainnya begerak turun dengan rata-rata pada ke-40 serinya turun sebesar –49,97bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup di level 120,2717 atau turun –0,47% dari penutupan Jumat. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder Senin kemarin tampak berlangsung lebih ramai. Total frekuensi naik +18,98% dari 859 kali menjadi 1.022 kali, dan total volume naik +16,74% dari Rp16,21tn menjadi Rp18,92tn. Ramainya transaksi kemarin lebih dipicu oleh transaksi SUN tenor panjang yang naik Rp4,39tn untuk total volume dan 124 kali untuk total frekuensi. FR0075 menjadi seri SBN yang teraktif ditransaksikan kemarin dan sekaligus yang tersolid dengan total frekuensi sebanyak 192 kali dan total volume sebesar Rp2,84tn. Senada dengan SBN, seri teraktif dan tersolid ditransaksikan untuk obligasi korprasi juga dicatatkan 1 seri yakni SMFP03CN6 yakni total frekuensi 10 kali dan total volume Rp200miliar. Aksi jual tampak semakin melanda pasar SBN pada awal perdagangan pekan ini ditengah wait and see pelaksanaan FOMC, dan rilis data inflasi Indonesia. Tren kenaikan yield US-Treasuries di sepanjang bulan Januari diprediksi turut memicu kenaikan yield SBN disamping faktor aksi jual. Secara tahun berjalan, yield US-Treasury tenor 2-tahun telah mencatatkan kenaikan sebesar +23,33bps dan tenor 10-tahun sebesar +28,82bps. Pasar diprediksi akan masih tertahan di zona merah sejalan dengan alotnya pembahasan dalam rapat FOMC pekan ini mengenai target inflasi AS yang menjadi acuan the Fed dalam menentukan kebijakan moneternya. Ditengah pola bearish dan meningkatnya ketidakpastian, pemerintah hari ini berencana menyelenggarakan lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif Rp17,00tn dan target maksimal Rp25,50tn. Terdapat 2 seri new issuance SPN dan 3 seri reopening FR yang akan ditawarkan. Tren koreksi berpotensi berlanjut pada perdagangan hari ini. Pembahasan mengenai target inflasi di AS diantara anggota the Fed diprediksi memberikan sentimen negatif di pasar.

Pelemahan pasar saham Amerika Serikat (AS) dan Asia nampaknya membebani pergerakan pasar saham Indonesia pagi ini. Indeks Harga Saham Indonesia (IHSG) dibuka turun 9 poin atau 0,15% ke 6.670. IHSG dibuka dengan 104 saham menguat, 36 saham menurun dan 103 saham stagnan. Pagi ini, transaksi terjadi mencapai Rp452 miliar dari 448 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 turun 3,99 poin atau 0,35% ke 1.122, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 2,45 poin atau 0,31% ke 796, indeks IDX30 turun 2,55 poin atau 0,42% ke 612 dan indeks MNC36 terkoreksi 1,8 poin atau 0,47% ke 380. Mayoritas sektor penggerak IHSG melemah. Tercatat ada tujuh sektor yang bergerak di zona merah, sementara sektor konsumsi, tambang dan perkebunan masih bergerak di zona hijau. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Soechi Lines Tbk (SOCI) naik Rp12 atau 4,44% ke Rp282, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp80 atau 3,24% ke Rp2.550, dan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik Rp70 atau 3,03% ke Rp2.380. Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) turun Rp12 atau 4,26% ke Rp270, saham PT First Indo American Leasing Tbk (FINN) turun Rp3 atau 1,69% ke Rp174, dan saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk turun Rp25 atau 1,51% ke Rp1.635.

Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) kembali menekan pergerakan Rupiah pagi ini. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pun kembali terkoreksi pagi ini. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah perdagangan spot exchange rate di pasar Asia melemah 32 poin atau 0,24% menjadi Rp13.398 per USD. Rupiah pagi ini bergerak dalam kisaran Rp13.374-Rp13.404 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 35 poin atau 0,26% menjadi Rp13.395 per USD. Dalam pantuan Yahoofinance, Rupiah diperdagangkan dalam kisaran Rp13.360 per USD hingga Rp13.401 per USD. Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar AS menguat karena para investor mempertimbangkan data ekonomi Amerika Serikat yang baru dirilis. Departemen Perdagangan AS mencatat, penghasilan pribadi AS meningkat USD58,7 miliar atau 0,4% pada Desember, mengalahkan konsensus pasar. Pada Desember, pendapatan pribadi setelah pajak langsung atau “disposable personal income (DPI)” AS meningkat USD48 miliar atau 0,3%, dan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) meningkat USD54,2 miliar atau 0,4%. Pengeluaran pribadi AS meningkat USD61,5 miliar pada Desember. Tabungan pribadi mencapai USD351,6 miliar pada Desember dan tingkat tabungan pribadi, tabungan pribadi sebagai persentase dari pendapatan pribadi setelah pajak langsung adalah 2,4%. Pendapatan pribadi meningkat 3,1% pada 2017, dibandingkan dengan kenaikan 2,4% pada 2016. 

EKONOMI GLOBAL

Indeks dolar AS menguat pada perdagangan Senin akibat aksi short covering maupun profit taking, dan mulai beralihnya perhatian ke pelaku pasar ke rapat kebijakan moneter The Fed yang dimulai hari ini. Rapat kali ini merupakan rapat The Fed di era Janet Yellen yang akan digantikan oleh Jerome Powell pada awal Februari nanti. Yellen diperkirakan akan kembali menunjukkan sikap optimis suku bunga akan naik sebanyak tiga kali di tahun ini.

Potensi Pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang besar melanjutkan penurunan jika dolar kembali menguat, dan jika data indeks keyakinan konsumen AS pukul 22:00 WIB dirilis lebih tinggi dari 123,2. Jika menembus support 1338, emas membidik area 1331. Resisten terdekat di kisaran 1346.

Minyak Mentah

Produksi minyak mentah AS yang diperkirakan akan mencapai 10 juta barel per hari dalam waktu dekat membuat harga minyak mentah pada hari Senin, dan berpeluang berlanjut pada hari ini jika mampu menembus support 64.90, dengan target ke 64.10. Resisten di kisaran 65.75.

EURUSD

Jerman yang diperkirakan mengalami deflasi 0,5% berpotensi menekan EURUSD. Selama tidak menembus resisten 1.2415, EURUSD berpeluang turun ke area 1.2295.

GBPUSD

Testimoni Gubernur BoE, Mark Carney, pukul 22:30 WIB akan menjadi fokus utama GBPUSD. Jika Carney menunjukkan sikap optimis terhadap perekonomian, dan kemungkinan suku bunga dinaikkan lebih cepat dari proyeksi, GBPUSD berpotensi naik ke 1.4150. Support di kisaran 1.4000.

USDJPY

USDJPY berpotensi kembali menguat jika data indeks keyakinan konsumen dirilis bagus, dan jika mampu menembus resisten 109.20, dengan target ke area 109.65. Selama tidak menembus support 108.45, USDJPY cenderung akan naik.

AUDUSD

Data indeks keyakinan bisnis Australia yang menunjukkan kenaikan masih belum mampu menopang penguatan AUDUSD, memberikan indikasi kemungkinan berlanjutnya aksi profit taking khususnya jika menembus ke bawah 0.8070, dengan target ke area 0.8035. Resisten berada di kisaran 0.8120.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 30/01/2018 pukul 11.34 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment