Ekonomi Update (Div Treasury & Internasional)

EKONOMI DOMESTIK

Pasar saham Indonesia dibuka melanjutkan penguatan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini naik 19 poin atau 0,3% ke 6.680 dan berpotensi untuk kembali mencatatkan rekor. Mengawali perdagangan hari ini, ada 28 saham menguat, 4 saham melemah, dan 13 saham stagnan. Pagi ini, telah terjadi transaksi perdagangan mencapai Rp33,18 miliar dari 20,17 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 naik 3,45 poin atau 0,31% menjadi 1.129, Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,87 poin atau 0,49% ke 797, indeks IDX30 naik 1,17 poin atau 0,31% ke 682 dan indeks MNC36 menguat 1,17 poin atau 0,71% ke 382. Semua sektor menguat, dengan sektor tambang memimpin kenaikan sebesar 0,84%. Sementara sektor perdagangan hanya naik 0,11%, dan menjadi kenaikan terendah pagi ini. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik Rp200 atau 5,83% ke 3.630, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp45 atau 5,77% ke Rp825, dan saham PT Timah (Persero) Tbk (TINS) naik Rp50 atau 5,13% ke Rp1.025. Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) turun Rp90 atau 15% ke Rp510, saham PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) turun Rp6 atau 2,56% ke Rp228, dan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp60 atau 2,23% ke Rp2.630.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah. Meskipun dolar AS melemah terhadap beberapa mata uang utama, nampaknya hal itu belum dapat dimanfaatkan oleh Rupiah. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia melemah 20 poin atau 0,15% ke Rp13.326 per USD. Adapun pergerakan Rupiah pagi ini, berada di kisaran Rp13.313-Rp13.331 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 16 poin atau 0,12% menjadi Rp13.320 per USD. Dalam catatan Yahoofinance, Rupiah bergerak dalam rentang Rp13.304 per USD hingga Rp13.325 per USD. Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama berada di 89,059, turun ke level 88,429, level terendah tiga tahunan. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, dolar AS memiliki dorongan besar pekan lalu. Masalahnya, ekuitas AS menjadi salah satu valuasi paling mahal di dunia, yang mendorong investor untuk mencari penawaran yang lebih baik di tempat lain. Terhadap yen, dolar AS diperdagangkan di 108,72 yen, level terendah sejak pertengahan September, memperpanjang kejatuhannya hingga bulan ini menjadi lebih dari 3%. Data dari pengawas keuangan AS Komoditi Futures Trading Commission menunjukkan posisi net long spekulan di futures euro terhadap dolar AS yang diperdagangkan di Chicago naik ke rekor tertinggi, menunjukkan bahwa profit taking bisa terjadi.

Indeks total return pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI), pada perdagangan Jumat ditutup di level 246,6367 atau turun –0,07% dari penutupan Kamis. INDOBeXG-Total Return (obligasi pemerintah) dan INDOBeXC-Total Return (obligasi korporasi) masing-masing turut ditutup turun sebesar –0,08% ke level 243,9413 dan –0,02% ke level 255,9605. Seluruh tenor 1-30tahun pada kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bearish dengan rata-rata yield naik sebesar +0,83bps. Rata-rata yield kelompok tenor pendek (<5tahun) naik paling besar yakni +2,13bps. Sementara tenor panjang (>7tahun) dan menengah (5-7tahun) masing-masing naik sebesar +0,66bps dan +0,34bps. Sehingga, INDOBeXG-Effective Yield Jumat kemarin turut ditutup naik sebesar +0,0162poin ke level 6,2459. Senada dengan sesi siang, harga-harga SUN benchmark ditutup terkoreksi dengan rata-rata –40,58bps. Harga FR0064 turun paling dalam sebesar –45,52bps sedangkan harga FR0065 turun paling kecil sebesar –29,32bps. Mayoritas harga-harga SBN (seri FR dan ORI) Jumat kemarin juga didominasi penurunan dengan rata-rata –9,97bps dan mendorong INDOBeXG-Clean Price turut bergerak turun ke level 120,8331. Aktivitas perdagangan obligasi pada akhir perdagangan pekan kemarin turun dari sisi total frekuensi sebesar –9,39% dari 948 kali menjadi 859 kali. Begitu pula total volume yang turun –11,76% dari Rp18,37tn menjadi Rp16,21tn. Penurunan volume terbesar dialami kelompok SUN tenor pendek hingga mencapai Rp3,28tn. Namun demikian, transaksi SUN benchmark mencatatkan peningkatan dengan total volume naik +33,38% dan total frekuensi naik +44,67%. Total volume transaksi SBN terbesar dicatatkan FR0075 yakni Rp1,54tn dan yang teraktif diraih FR0065 sebanyak 157 kali. Untuk obligasi korporasi, total volume terbesar sekaligus menjadi yang teraktif diraih seri ISAT02CCN1 yakni 11 transaksi senilai Rp238miliar. Pada perdagangan sesi kedua akhir pekan kemarin, pasar SBN belum sanggup menguat. Tekanan di pasar lebih disebabkan oleh sentimen global terkait statement President Trump pada forum WEF yang mendukung penguatan nilai US Dollar dan langsung berdampak pada penurunan Rupiah ke level Rp13.306/US$ (melemah 17poin). Sentimen tersebut direspon negatif pelaku pasar domestik yang tercermin dari penurunan harga seri-seri FR dan ORI. Tercermin dari 43 seri yang diperdagangkan, hanya 4 seri yang sanggup menguat sedangkan selebihnya terkoreksi. Seluruh tenor SBN juga mencatatkan kenaikan imbal hasil di kisaran +0,06bps hingga +2,79bps. Disisi lain, hasil ECB Meeting yang tetap mempertahankan suku bunga rendah dan stimulus moneter mendorong stabilnya persepsi risiko investor global terhadap pasar domestik. Tercermin dari nilai CDS Indonesia tenor 5-thn yang turun ke level 78,52bps (-1,02bps). Pada perdagangan awal pekan ini, pasar obligasi domestik diperkirakan masih bergerak sideways dengan kecenderungan bearish seiring belum adanya sentimen positif yang dominan di pasar. Untuk pekan ini, perhatian pasar akan tertuju pada indikator ekonomi domestik awal bulan Februari yang dirilis pertengahan pekan nanti. 

EKONOMI GLOBAL

Indeks dolar AS mencatat penurunan enam pekan beruntun dan membentuk level terendah tiga tahun baru pada hari Jumat. Penurunan tajam tersebut membuka potensi aksi profit taking maupun short covering yang dapat membawa dolar menguat, terlebih jika data inflasi inti PCE pukul 20:30 WIB dirilis lebih tinggi dari estimasi 0,2%.

Potensi Pergerakan

Emas
Harga emas berpeluang turun jika indeks dolar menguat. Support terdekat di kisaran 1345, penembusan di bawah level tersebut akan membawa harga turun ke area 1338.

Minyak Mentah

Harga minyak mentah masih kuat di level tertinggi lebih dari 3 tahun. Bertambahnya jumlah rig aktif di AS kembali menimbulkan potensi peningkatan produksi di AS, membuat harga berpeluang turun selama tidak menembus resisten 66.60, dengan target ke area 64.80.

EURUSD

EURUSD menguat 0,2% pada hari Jumat, meski sebelumnya sempat naik mendekati level 1.2500, menjadi indikasi kemungkinan aksi profit taking. Jika menembus ke bawah 1.2400, EURUSD berpeluang turun ke 1.2340. Resisten terdekat di kisaran 1.3465.

GBPUSD

Pola pergerakan GBPUSD cenderung mirip dengan EURUSD, sehingga potensi aksi profit taking juga kemungkinan terjadi terlebih jika menembus support 1.4110, dengan target ke area 1.4020. Resisten di kisaran 1.4190.

USDJPY

USDJPY berpeluang naik selama tidak menembus level terendah Jumat di kisaran 108.30, dengan potensi ke area 109.50. Namun jika 108.30 ditembus, USDJPY tekanan turun USDJPY akan semakin kuat, dengaa target ke 107.30.

AUDUSD
AUDUSD menunjukkan kinerja impresif setelah mencatat kenaikan 9 pekan beruntun. Kenaikan tajam tersebut dapat memicu aksi profit taking di awal pekan ini, jika menembus support 0.8080, AUDUSD berpeluang turun ke 0.8040. Level tertinggi Jumat 0.8135 menjadi resisten.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 29/01/2018 pukul 10.49 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment