Ekonomi Update (Div Treasury & Internasional)

 EKONOMI DOMESTIK

Indonesia Composite Bond Index (ICBI) catatkan positive return pada end of day Kamis sebesar +0,1171poin ke level 246,8095. Kinerja INDOBeXG-Total Return turut berbalik menguat yakni sebesar +0,1197poin ke level 244,1329. Penguatan juga dicatatkan oleh INDOBeXC-Total Return yakni sebesar +0,0951poin ke level 255,9986. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) tampak bergerak mixed dan bergerak tipis. Rata-rata yield seluruh tenor (1-30tahun) naik tipis +0,04bps. Hanya rata-rata yield tenor pendek (<5tahun) yang turun sebesar —2,05bps. Sementara rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing naik sebesar +0,14bps dan +0,39bps. Namun INDOBeXG-Effective Yield sanggup turun yakni sebesar —0,0105poin ke level 6,2296. Harga-harga SUN benchmark kompak menguat dengan rata-rata harga naik +20,30bps. Penguatan harga terbesar dicatatkan oleh FR0064 yakni sebesar +28,54bps. Sedangkan kenaikan harga terendah dicatatkan seri FR0065 yakni sebesar +3,69bps. Adapun untuk seluruh seri-seri SBN (FR dan ORI) tampak bergerak mixed dengan rata-rata harga naik sebesar +1,30bps. Penguatan harga-harga SUN acuan mendorong kenaikan INDOBeXG-Clean Price sebesar +0,0358poin ke level 120,9544. Transaksi di pasar sekunder obligasi mengalami penurunan. Frekuensi perdagangan menurun sebesar —10,31% dari 1.057 transaksi menjadi 948 transaksi. Volume perdagangan juga mengalami penurunan sebesar —9,00% dari Rp20,19tn menjadi Rp18,37tn. Transaksi SUN benchmark turut mengalami penurunan yakni frekuensi turun sebesar —39,00% dari 400 transaksi menjadi 244 transaksi. Volume SUN benchmark menurun sebesar —37,23% dari Rp6,03tn menjadi Rp3,79tn. Seri teraktif dicatatkan oleh FR0072 yang ditransaksikan sebanyak 115 kali dengan volume sebesar Rp2,09tn. Sedangkan obligasi korporasi teraktif diraih oleh seri PNBN02CN1 dengan frekuensi 8 kali dan volume Rp70miliar. Pergerakan pasar pada perdagangan Kamis diperkirakan lebih karena faktor trading. Pasar tampak volatil setelah mencatatkan negative return sejak awal pekan, kemarin mulai berbalik arah namun ditengah penurunan aktivitas transaksi. Indikasi aksi trading juga terlihat dari minimnya sentimen pasar dan ditengah pelaku pasar yang mencermati pidato presiden Trump pada forum WEF dan hasil rapat ECB. Dalam pidatonya, Trump lebih mendukung penguatan USD. Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan Menkeu AS sehari sebelumnya di forum yang sama yang ingin pelemahan USD. Sementara hasil rapat ECB yakni dipertahankannya suku bunga acuan 0,00% dan masih mempertahankan kebiajakan akomodatif. Kondisi pasar kemarin juga dibarengi dengan melebarnya spread CDS obligasi Indonesia tenor 5-tahun ke level 79,54bps yang mengindikasikan naiknya ekspektasi risiko. Pasar obligasi pada perdagangan Jumat diperkirakan bergerak sideways. Sentimen dari ECB dan BOJ yang masih melanjutkan kebijakan moneter akomodatif diperkirakan menjadi sentimen positif pasar. Namun demikian, pernyataan Trump yang mendukung penguatan USD menjadi faktor penahan laju pasar. Seperti diketahui berdasarkan kurs spot Bloomberg, Rupiah pagi ini dibuka melemah terhadap USD yakni ke level Rp13.304/US$ atau melemah —0,11% dari penutupan kemarin.

Bursa saham Indonesia dibuka menguat tipis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini naik tipis 0,8 poin atau 0,01% ke 6.616,13. IHSG dibuka dengan 25 saham menguat, 9 saham melemah, dan 12 saham stagnan. Mengawali perdagangan, telah terjadi transaksi sebesar Rp31,27 miliar dari 14,54 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 naik 3,24 poin atau 0,29% ke 1.121,07, Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,32 poin atau 0,55% ke 793,65, indeks IDX30 naik 1,55 poin atau 0,25% ke 613,43 dan indeks MNC36 naik 1,2 poin atau 0,46% ke 379,54. Sektor pendukung IHSG bergerak 2 arah, dengan sektor infrastruktur naik paling tinggi hingga 1,62%. Namun, sektor konsumer turun hingga 0,29%. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Soechi Lines Tbk (SOCI) naik Rp18 atau 6,62% ke Rp290, saham PT Timah (Persero) Tbk (TINS) naik Rp45 atau 4,33% ke Rp1.085, dan saham PT PT MNC Investama Tbk (BHIT) naik Rp4 atau 3,85% ke Rp108. Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain saham PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) turun Rp8 atau 2,78% ke Rp280. saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) turun Rp125 atau 1,93% ke Rp6.350, dan saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) turun Rp3 atau 1,49% ke Rp199.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah. Rupiah pagi ini kembali ke level Rp13.300-an per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar melemah Rp16 atau 0,12% per Rp13.305 USD. Adapun pergerakan Rupiah hari ini, berada di kisaran Rp13.298-Rp13.311 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 1Rp15 atau 0,11% menjadi Rp13.300 per USD. Dalam catatan Yahoofinance, Rupiah bergerak dalam rentang Rp13.285 per USD hingga Rp13.305 per USD. Sebelumnya, Kurs dolar AS menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia pada akhirnya menginginkan dolar yang kuat. Trump mengatakan bahwa dolar akan semakin lebih kuat dan lebih kuat, karena negara ini menjadi sangat kuat dalam ekonomi dan banyak bidang lainnya. Dia menambahkan komentar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin tentang dolar disalahartikan. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, meningkat menjadi 89,379 pada akhir perdagangan setelah pada awal merosot ke tingkat serendah 88.438.

EKONOMI GLOBAL

Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa dolar akan menguat selama di bawah kepemimpinannya berpotensi dapat menyokong solidnya pergerakan greenback dalam jangka pendek setelah kemarin jatuh karena pernyataan dari Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang menyambut baik pelemahan dolar AS karena dapat berimbas baik terhadap perdagangan AS. Untuk fokus investor hari ini akan tertuju pada serangkaian data penting seperti data GDP dari Inggris yang dirilis pukul 16:30 WIB, data inflasi Kanada pukul 20:30 WIB dan data GDP serta pesanan barang tahan lama AS pukul 20:30 WIB. Selain itu yang dapat membuat pergerakan besar lainnya di pasar adalah pidato dari dua Gubernur bank sentral dari Jepang dan Inggris di World Economic Forum yang di jadwalkan pukul 21:00 WIB untuk petunjuk kebijakan perdagangan masing-masing negara.

Potensi Pergerakan

Emas 

Harga emas berpotensi melemah dalam jangka pendek dengan menguji support di $1344 – $1340 karena pernyataan Presiden Trump yang menopang penguatan dolar. Namun, harga emas berpotensi untuk naik kembali jika dolar tertekan pada data GDP AS yang dirilis lebih pesimis dari perkiraan dengan target resisten terlihat di $1355 dan $1362.

Minyak 

Harga minyak masih berpotensi menguat kembali di akhir pekan dengan sentimen turunnya cadangan minyak mentah AS selama 10 pekan beruntun untuk menguji level resisten di $65.80. Untuk sentimen negatif kemungkinan akan datang dari penguatan greenback dengan level support terlihat di $64.80.

EURUSD 

Pernyataan ECB Draghi yang hawkish dalam pidatonya pada sesi kemarin berpotensi kembali topang kenaikan EURUSD pada hari ini karena tingginya ekspektasi untuk pengetatan moneter lebih lanjut dari European Central Bank walaupun dolar yang menguat karena pernyataan Presiden Trump dengan menguji level resisten kunci di 1.2500.

GBPUSD 

GBPUSD berpeluang untuk kembali bergerak naik pada hari ini, terutama jika data GDP Inggris dirilis lebih baik dari perkiraan di tengah sentimen outlook ekonomi Inggris yang cerah dan potensi untuk terjadi soft Brexit. Target resisten terlihat di 1.4275 sementara itu untuk support berada di 1.4100.

USDJPY 

Data inflasi Jepang yang dirilis pesimis berpotensi dorong kenaikan USDJPY pada hari ini di tengah sentimen menguatnya dolar karena pernyataan presiden Trump dengan menguji level resisten terdekat di 110.00 sebelum mengincar resisten kuat di 111.00.

AUDUSD 

Waspadai untuk adanya koreksi karena profit taking setelah harga menguat tajam dalam 2 sesi terakhir, AUDUSD berpeluang untuk bergerak turun dalam jangka pendek dengan sentimen menguatnya greenback karena pernyataan Presiden Trump untuk membidik support terdekat di 0.8000, sementara itu untuk level resisten terdekat berada di 0.8065.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Jumat 26/01/2018 pukul 10.33 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment