Ekonomi Update (Div Treasury & Internasional)

EKONOMI DOMESTIK

 

Indonesia Composite Bond Index (ICBI) berlanjut melemah pada end of day Kamis sebesar —0,1890poin ke level 246,6924. Kinerja INDOBeXG-Total Return turut melemah yakni sebesar —0,2097poin ke level 244,0132. Sementara INDOBeXC-Total Return turun sebesar —0,0411poin ke level 255,9035. Kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola bearish dengan rata-rata yield seluruh tenor naik +0,74bps. Kelompok tenor pendek (<5tahun) mengalami kenaikan rata-rata yield sebesar +0,04bps. Untuk rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) naik sebesar +1,81bps. Sementara rata-rata yield tenor panjang (>7tahun) naik sebesar +0,72bps. Bearish-nya kurva yield mendorong INDOBeXG-Effective Yield tertekan naik sebesar +0,0146poin ke level 6,2402. Harga-harga SUN benchmark kompak terkoreksi dengan rata-rata harga melemah —21,41bps. Pelemahan harga terbesar dicatatkan oleh FR0075 yakni sebesar —26,47bps. Sedangkan pelemahan harga terendah dicatatkan seri FR0065 yakni sebesar —8,60bps. Adapun untuk seluruh seri-seri SBN (FR dan ORI) turut didominasi koreksi dengan rata-rata pelemahan sebesar —9,07bps. Koreksi harga SBN mendorong pelemahan INDOBeXG-Clean Price sebesar —0,1304poin ke level 120,9186. Transaksi di pasar sekunder obligasi mengalami peningkatan. Frekuensi perdagangan meningkat sebesar +82,56% dari 579 transaksi menjadi 1.057 transaksi. Volume perdagangan juga mengalami peningkatan sebesar +131,94% dari Rp8,70tn menjadi Rp20,19tn. Transaksi SUN benchmark turut mengalami peningkatan tajam yakni frekuensi naik sebesar +139,52% dari 167 transaksi menjadi 400 transaksi. Volume SUN benchmark meningkat hingga +185,37% dari Rp2,11tn menjadi Rp6,03tn. Seri teraktif dicatatkan oleh FR0075 yang ditransaksikan sebanyak 150 kali dengan volume sebesar Rp2,27tn. Sedangkan obligasi korporasi teraktif diraih oleh seri FIFA02BCN1 dengan frekuensi 10 kali dan volume Rp186miliar. Koreksi pasar pada end of day kemarin diperkirakan karena adanya ekspektasi negatif investor atas konferensi World Economic Forum (WEF). Pelaku pasar mengantisipasi adanya perang kebijakan perdagangan antara yang pro globalisasi dan pro proteksionisme seperti AS. Pelaku pasar masih menantikan pidato presiden AS, Donald Trump pada forum WEF. Disamping konferensi WEF, pasar obligasi juga mengantisipasi hasil dari rapat Bank Sentral Eropa (ECB). Pelaku pasar obligasi sedang mencermati kelanjutan dari kebijakan QE ECB. Namun ditengah koreksi pasar, indikator CDS obligasi Indonesia tenor 5-tahun kemarin berlanjut turun yakni sebesar —1,43bps ke level 78,55bps. Sejalan dengan negatifnya ICBI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berlanjut turun sebesar —19,84poin ke level 6.615,49. Pasar obligasi diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan Kamis. Pelaku pasar diperkirakan wait & see hasil konferensi WEF dan rapat ECB. Namun demikian pasar masih berpeluang untuk berbalik arah paska pidato Menteri Keuangan AS dalam forum WEF yang mendukung pelemahan USD. Kondisi tersebut tampak berimbas pada penguatan nilai tukar Rupiah terhadap USD yang pagi ini berada di level Rp13.283/US$ atau menguat dari level Rp13.314/US$ pada penutupan Rabu (kurs spot Bloomberg).

Bursa saham Indonesia kembali rebound pada pembukaan pasar hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 13,88 poin atau 0,21% ke 6.629,37. Mengawali perdagangan hari ini, ada 26 saham menguat, 6 saham melemah, dan 13 saham stagnan. Pagi ini, telah terjadi transaksi perdagangan mencapai Rp51,17 miliar dari 43,41 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 turun 0,5 poin atau 0,04% menjadi 1.124,77, Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,83 poin atau 0,36% ke 786,31, indeks IDX30 turun 0,13 poin atau 0,02% ke 615,91 dan indeks MNC36 menguat 0,1 poin atau 0,03% ke 378,19. Sektor penopang IHSG bergerak dua arah, dengan penguatan tertinggi di sektor pertambangan 1,69%. Sedangkan sektor aneka industri turun 0,2%. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik Rp200 atau 5,83% ke 3.630, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp45 atau 5,77% ke Rp825, dan saham PT Timah (Persero) Tbk (TINS) naik Rp50 atau 5,13% ke Rp1.025. Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) turun Rp90 atau 15% ke Rp510, saham PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) turun Rp6 atau 2,56% ke Rp228, dan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp60 atau 2,23% ke Rp2.630.

Nilai Tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka menguat. Rupiah pagi ini bergerak ke Rp13.200-an per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia menguat 36 poin atau 0,27% ke Rp13.278 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada dalam kisaran Rp13.274-Rp13.298 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 31 poin atau 0,23% menjadi Rp13.278 per USD. Dalam catatan Yahoofinance, Rupiah bergerak dalam rentang Rp13.276 per USD hingga Rp13.311 per USD. Sebelumnya, Kurs dolar AS melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan bahwa negaranya menyambut baik pelemahan mata uang greenback. Mnuchin mengatakan di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) bahwa penurunan dolar AS itu baik untuk para eksportir AS, menunjukkan bahwa dia tidak khawatir dengan penurunan mata uang baru-baru ini. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun satu persen menjadi 89,225 pada pukul 15.00 waktu setempat.

EKONOMI GLOBAL

 

Keputusan moneter European Central Bank pada hari ini akan menyita perhatian investor global di tengah ekspektasi sebagian besar dari mereka adalah bank sentral akan berikan sinyal pengetatan kebijakan moneter karena data ekonomi dari zona Euro yang optimis akhir-akhir ini. Selain itu pernyataan dari Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang mengatakan bahwa pelemahan dolar akan berimbas positif terhadap perdagangan AS telah memicu aksi jual dolar. Data ekonomi penting hari ini yang dapat memicu pergerakan pasar adalah data iklim bisnis Jerman dari Ifo yang dirilis pukul 16:00 WIB, suku bunga ECB pukul 19:45 WIB, penjualan retail Kanada pukul 20:30 WIB, konfrensi ECB pukul 20:30 WIB serta data klaim pengangguran dan penjualan rumah baru dari AS yang dirilis pukul 20:30 WIB dan 22:00 WIB.

Potensi pergerakan

Emas

Harga emas berpeluang lanjutkan kenaikannya dalam jangka pendek dengan sentimen sedang tertekannya dolar karena aksi jual yang disebabkan pernyataan dari Menteri Keuangan AS terkait perdagangan AS untuk menguji level resisten terdekat di $1362. Data ekonomi hari ini yang dapat menggerakan harga emas adalah data klaim pengangguran dan penjualan rumah baru di AS.

Minyak 

Harga minyak WTI yang ditutup menguat semalam berpotensi melanjutkan kenaikannya dalam jangka pendek karena laporan EIA yang menunjukkan penurunan cadangan minyak mentah selama 10 pekan beruntun untuk menguji level resisten kunci di $67.00.

EURUSD 

Keputusan ECB dapat memicu volatilitas besar dalam pasangan EURUSD pada hari ini. Jika mereka memberikan keputusan yang hawkish dalam kebijakan moneternya dapat memicu kenaikan EURUSD untuk menguji resisten kunci di 1.2500. Sebaliknya, jika keputusan bernada dovish, EURUSD berpotensi bergerak ke bawah untuk mengincar support kunci di 1.2300.

GBPUSD 

GBPUSD berpeluang untuk melanjutkan relinya yang sudah berlangsung akhir-akhir ini dengan sentimen data ekonomi Inggris yang cerah dan potensi untuk terjadinya soft Brexit dengan menguji level resisten kunci di 1.4300 pada hari ini.

USDJPY 

Penurunan USDJPY masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek karena pelemahan dolar yang didukung oleh pejabat pemerintah AS serta belum adanya pernyataan intervensi dari pejabat Bank of Japan untuk menguji level support di 109.00 sebelum membidik ke support kuat di 108.30

AUDUSD 

Setelah mencapai level tertinggi dalam 4 bulan pada sesi sebelumnya, AUDUSD berpeluang kembali lanjutkan tren penguatannya untuk menguji level resisten di 0.8100 dengan sentimen optimisya harga komoditas serta sedang tertekannya greenback.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 25/01/2018 pukul 10.57 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment