Ekonomi Update (Div Treasury & Internasional)

EKONOMI DOMESTIK

Indonesia Composite Bond Index (ICBI) mengalami penurunan pada end of day Senin sebesar —0,1146poin ke level 247,2461. Kinerja INDOBeXG-Total Return turut melemah yakni sebesar —0,1524poin ke level 244,6187. Sementara INDOBeXC-Total Return sanggup menguat sebesar +0,1474poin ke level 256,0831. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola mixed dengan rata-rata yield seluruh tenor naik +0,80bps. Kelompok tenor pendek (<5tahun) mengalami kenaikan yield dengan rata-rata sebesar +0,14bps. Untuk rata-rata yield tenor menengah (5-7tahun) turun sebesar —0,54bps. Sementara rata-rata yield tenor panjang (>7tahun) naik sebesar +1,09bps. INDOBeXG-Effective Yield tercatat naik sebesar +0,0149poin ke level 6,2015. Harga-harga SUN benchmark masuk zona merah dengan rata-rata harga melemah —32,03bps. Pelemahan harga terbesar dicatatkan oleh FR0075 yakni sebesar —46,71bps. Sedangkan pelemahan harga terendah dicatatkan seri FR0063 yakni sebesar —21,73bps. Adapun untuk seluruh seri-seri SBN (FR dan ORI) bergerak turut didominasi koreksi dengan rata-rata sebesar —10,99bps. Sehingga INDOBeXG-Clean Price mengalami penurunan sebesar —0,1507poin ke level 121,2732. Transaksi di pasar sekunder obligasi mengalami penurunan. Frekuensi transaksi turun sebesar —5,45% dari 715 transaksi menjadi 676 transaksi. Volume transaksi turun —14,87% dari Rp14,11tn menjadi Rp12,01tn. Penurunan transaksi tersebut lebih didorong oleh turunnya transaksi SUN tenor pendek baik dari segi frekuensi sebesar —12,12% maupun volumenya sebesar —65,26%. Seri FR0065 kemarin paling solid ditransaksikan dengan frekuensi tertinggi yakni 155 transaksi dan dengan volume terbesar yakni Rp1,84tn. Adapun dua seri obligasi Bank BRI yakni BBRI02BCN3 dan BBRI02CCN3 paling banyak ditransaksikan yakni sebanyak 4 kali untuk kedua seri tersebut. Sentimen shutdown pemerintah AS diperkirakan menjadi pemicu terkoreksinya pasar hingga end of day kemarin. Ekspektasi risiko juga tampak sedikit meningkat pada perdagangan awal pekan yang ditandai dengan melebarnya spread CDS obligasi Indonesia tenor 5-tahun sebesar +0,38bps ke level 81,26bps. Selain sentimen negatif dari AS, pasar juga menanti konferensi pers dari Bank of Japan (BOJ) untuk mencermati arah kebijakan moneter di tahun 2018. Seperti diketahui pasar memproyeksi bahwa tahun 2018 akan diwarnai kondisi pengetatan moneter dari The Fed, European Central Bank, dan Bank of Japan. Dominasi koreksi pasar juga sejalan dengan pelemahan Rupiah terhadap USD kemarin sebesar —0,26% ke level Rp13.350/US$ (kurs spot Bloomberg). Pasar obligasi di hari kedua pekan ini berpeluang untuk berbalik positif paska dicapainya kesepakatan sementara antara partai Demokrat dan Republik di AS yang akan mengakhiri shutdown. Namun kesepakatan tersebut hanya membuat pemerintah AS beroperasi hingga tanggal 8 Februari dan akan ditentukan kemudian. Pergerakan positif juga dapat terjadi jika Bank of Japan lebih bersikap dovish, namun jika sebaliknya akan berpotensi menekan pasar. Adanya wait & see BOJ hari ini dan ECB di hari Kamis diperkirakan sedikit menahan aktivitas transaksi di pasar sekunder.

Inflasi yang rendah dan stabil berkontribusi positif pada upaya penguatan momentum pemulihan ekonomi dan perbaikan kesejahteraan masyarakat. Realisasi inflasi IHK 2017 yang tercatat 3,61%, melanjutkan pencapaian sasaran inflasi (4%±1%) selama tiga tahun berturut-turut mampu berkontribusi positif dalam menjaga daya beli masyarakat, dan menjadi penopang bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi  pengendalian inflasi yang kuat antara Pemerintah dan Bank Indonesia. Pada 2018, inflasi diperkirakan tetap terkendali dalam kisaran sasaran inflasi 3,5+1% didukung penguatan koordinasi untuk memitigasi risiko dari global dan domestik yang dapat mengganggu pencapaian sasaran inflasi. Koordinasi kebijakan meliputi konsistensi kebijakan moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas inflasi serta penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat-Daerah dalam meminimalkan risiko kenaikan inflasi dari komoditas pangan dan komoditas strategis yang diatur oleh Pemerintah. Ke depan, Pemerintah dan Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dalam rangka mencapai sasaran inflasi jangka menengah sebesar 3,5%±1% di 2019, serta 3%±1% di 2020 dan 2021. Demikian kesimpulan yang mengemuka dalam rapat koordinasi antar pimpinan lembaga dan kementerian yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat pada 22 Januari 2018 di Jakarta. Rapat koordinasi ini merupakan amanat Keputusan Presiden No. 23 Tahun 2017 tentang Tim Pengendalian Inflasi Nasional. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Badan Usaha milik Negara, Direktur Utama Perum BULOG, Wakil Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha, serta para Pejabat Eselon I dan II dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Sekretariat Kabinet, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Badan Pusat Statistik. Rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat secara khusus menyepakati lima langkah strategis untuk mendukung upaya menjaga inflasi 2018 agar tetap berada dalam kisaran sasarannya 3,5%±1%. Lima langkah strategis tersebut meliputi:

  1. Menjaga inflasi volatile food maksimal di kisaran 4-5% dengan memastikan kecukupan pasokan pangan, melalui:
  2. mengelola kesiapan produksi antar waktu;
  3. memperkuat cadangan pangan Pemerintah dan tata kelola operasi pasar oleh Bulog;
  4. memperbaiki manajemen produksi melalui penguatan kelembagaan petani (corporate/cooperative farming), pengelolaan produksi dan paska panen khususnya pengeringan dan pergudangan, serta pemasaran;
  5. meningkatkan tingkat rendemen dan kualitas beras melalui revitalisasi penggilingan;
  6. menyalurkan Rastra Bansos dan Bantuan Pangan Non Tunai sesuai dengan jadwal dan dengan kualitas yang terjaga;
  7. membangun sistem data produksi yang akurat melalui pembangunan dan pemanfaatan e-commerce untuk pangan;
  8. memfasilitasi sinergi petani dan industri hilir.
  9. Mengatur besaran dan timing kenaikan kebijakan administered prices serta mengendalikan dampak lanjutan yang berpotensi timbul, dalam hal terdapat kebijakan penyesuaian administered prices.
  10. Memperkuat koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia, antara lain melalui penyelenggaraan Rakornas Pengendalian Inflasi pada 2018 dengan tema “Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Mewujudkan Stabilitas Harga dan Mendorong Momentum Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif serta Berkualitas”.
  11. Memperkuat kualitas data untuk mendukung pengambilan kebijakan.
  12. Memperkuat bauran kebijakan Bank Indonesia untuk memastikan tetap terjaganya stabilitas makroekonomi.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka menguat. Rupiah pada perdagangan mata uang seharga Rp13.319 per USD. Bloomberg Dollar Index mencatat, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate menguat 31 poin atau 0,23% menjadi Rp13.319 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada di kisaran Rp13.304-Rp13.339 per USD. Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 31 poin atau 0,23% menjadi Rp13.316 per USD. Dalam catatan Yahoofinance, Rupiah bergerak dalam rentang Rp13.303 per USD hingga Rp13.347 per USD. Samuel Sekuritas memprediksi Rupiah bergerak menguat. Rupiah kemungkinan bergerak menguat dibantu sentimen positif kuatnya harga komoditas setelah IMF menaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 3.9% pada tahun 2018 atau naik 0.2% dari prediksi sebelumnya. “Selain itu berlanjutnya government shutdown di AS hingga hari senin diperkirakan masih akan menjadi katalis positif bagi rupiah pada perdagangan hari ini. Rupiah kemungkinan bergerak di rentang Rp13.300 per USD–Rp13.320 per USD,” ujar riset Samuel Sekuritas.

 

EKONOMI GLOBAL

International Monetary Fund (IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2018 dan 2019, revisi tersebut berdasarkan reformasi pajak di AS yang dimulai awal tahun ini. IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,2% menjadi 3,9% untuk tahun 2018 dan 2019. Peningkatan momentum pertumbuhan secara global juga melatarbelakangi kenaikan proyeksi IMF yang diunggapkan pada acara World Economic Forum di Davos, Swiss hari ini. IMF mengatakan reformasi pajak di AS akan memberikan stimulus terhadap aktivitas perekonomian, dalam jangka pendek dampak yang dirasakan sebagian besar dari investasi merespon penurunan pajak pendapatan perusahaan. Stimulus terhadap pereknomian tersebut diperkirakan akan berdampak hingga tahun 2020, dan akan menaikkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,2%.

Berakhirnya drama politik terkait anggaran pemerintah AS setelah semalam Senat AS meraih kesepakatan untuk membiayai sementara pemerintah hingga 8 Februari berpotensi untuk menopang penguatan dolar dalam jangka pendek. Dengan saat ini fokus investor akan tertuju pada keputusan kebijakan moneter dari Bank of Japan yang dirilis pada hari ini. Dalam pernyataan dari Bank of Japan, fokus investor akan tertuju pada komentar laju pembelian aset yang saat ini sebesar 80 triliun yen per tahun dan komitmen mereka untuk menargetkan kurva imbal hasil. Jika mereka masih mempertahankan kebijakan yang dovish untuk mengejar target inflasi 2%, mata uang yen berpeluang untuk melemah pada hari ini. Potensi pergerakan

Emas 

Harga emas berpeluang untuk bergerak turun pada hari ini karena investor yang tampaknya mulai beralih ke aset beresiko serta dolar setelah berakhirnya shutdown pemerintah AS untuk menguji level support di $1328.

Minyak 

Harga minyak berpeluang kembali mencetak kenaikan walaupun para analis mengatakan bahwa kenaikan harga yang mencapai level tertinggi sejak Desember 2014 akan kehilangan tenaganya dengan sentimen datang dari pernyataan menteri energi Arab Saudi yang mengatakan bahwa pembatasan produksi dapat berlangsung melewati tahun 2018 serta terjadinya konflik di Timur tengah. Target resisten terdekat terlihat di $64.35 sebelum membidik resisten kuat di $65.00.

EURUSD 

Perkembangan politik di Jerman akan menjadi perhatian trader EURUSD pada hari ini dengan munculnya tanda-tanda positif pasca mulai membuka diri partai SPD untuk bernegosiasi kembali dengan partai CDU Merkel dalam membangun koalisi pemerintahan, dengan fokus data ekonomi hari ini datang dari sentimen ekonomi Jerman yang dirilis pukul 17:00 WIB. Target support terdekat di 1.2200 sementara untuk resisten di 1.2300.

GBPUSD 

Perkembangan negosiasi Brexit yang optimis setelah adanya dukungan kesepakatan dagang dari beberapa negara di zona Euro berpotensi menjadi katalis positif GBPUSD dalam jangka pendek dengan menguji level resisten terdekat di 1.4020 dengan fokus data ekonomi hari ini adalah pinjaman sektor publik Inggris yang dirilis pukul 16:30 WIB.

USDJPY

Keputusan moneter dari Bank of Japan (BoJ) akan menjadi perhatian pasar, jika mereka masih memberikan pernyataan yang dovish, maka USDJPY berpeluang kembali bergerak naik di tengah menguatnya dolar pasca berakhirnya shutdown pemerintah AS dengan mengincar resisten terdekat di 111.30 sebelum membidik ke area resisten kuat di 112.00.

AUDUSD 

Penguatan dolar pasca berakhirnya shutdown pemerintah AS serta potensi untuk adanya aksi profit taking setelah penguatan yang masif baru-baru ini, AUDUSD berpeluang untuk bergerak turun dengan menguji level support kunci di 0.8000. Namun. jika harga masih berada di atas level tersebut, AUDUSD berpeluang untuk bergerak naik kembali untuk menguji resisten di 0.8040.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 23/01/2018 pukul 10.55 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment