Ekonomi Update (Div Treasury & Internasional)

EKONOMI DOMESTIK

Bursa saham Indonesia awal pekan ini dibuka menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 5,67 poin atau 0,09% ke 6.496,56. Mengawali perdagangan, ada 101 saham menguat, 24 saham melemah, dan 116 saham stagnan. Pagi ini, telah terjadi transaksi perdagangan mencapai Rp74,77 miliar dari 104,71 juta lembar saham diperdagangkan. Indeks LQ45 naik 0,84 poin atau 0,08% menjadi 1.101,03, Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,76 poin atau 0,1% ke 769,27, indeks IDX30 menguat 0,23 poin atau 0,04% ke 602,9 dan indeks MNC36 naik 0,79 poin atau 0,21% ke 370,92. Sektor pendukung IHSG mayoritas menguat, dengan sektor pertambangan memimpin kenaikan hingga 0,94%. Namun, sektor konsumer harus turun paling tajam hingga 0,33%. Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) naik Rp115 atau 15,65% ke Rp850, saham PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) naik Rp5 atau 5,56% ke Rp95, dan saham PT Petrosea Tbk (PTRO) naik Rp90 atau 4,21% ke Rp2.230. Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain PT Intikeramik Alamasri Inds Tbk (IKAI) turun Rp4 atau 3,41% ke Rp110, saham PT First Indo American Leasing Tbk (FINN) turun Rp5 atau 3,21% ke Rp151, dan saham PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) turun Rp8 atau 3,21% ke Rp151.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah. Rupiah masih bertahan di Rp13.300-an per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia melemah 22 poin atau 0,17% ke Rp13.338 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah pagi ini, berada di kisaran Rp13.324-Rp13.340 per USD. Sementara itu, yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 20 poin atau 0,15% ke Rp13.330 per USD. Dalam pergerakan pagi ini, Rupiah sudah berada di kisaran Rp13.310-Rp13.336 per USD. Menurut riset MNC Sekuritas, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika ditutup menguat sebesar 31 (0,23%) pada level Rp13.316 per USD usai bergerak menguat sepanjang sesi perdagangan pada kisaran Rp13.283 hingga Rp13.370 per USD. Penguatan nilai tukar rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang regional yang bergerak mengalami penguatan terhadap dollar Amerika. Mata uang Yen Jepang (JPY) memimpin penguatan mata uang regional yang diikuti oleh Dollar Taiwan (TWD) dan Ringgit Malaysia (MYR). Sementara itu hanya Dollar Hongkong (HKD) yang mengalami pelemahan terhadap dollar Amerika di akhir pekan kemarin.

Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada perdagangan Jumat ditutup turun –0,0155poin di level 247,3607. Pelemahan juga terjadi pda kedua indeks return lainnya, yakni INDOBeXG-Total Return (obligasi pemerintah) yang turun –0,0175poin ke level 244,7711, dan INDOBeXC-Total Return (obligasi korporasi) yakni –0,0012poin ke level 255,9356. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak mixed dengan rata-rata yield pada seluruh tenor (1-30tahun) turun –0,09bps. Rata-rata yield kelompok tenor menengah (5-7tahun) naik sebesar +1,71bps. Sementara rata-rata yield kelompok tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) turun masing-masing sebesar —1,00bps dan —0,17bps. INDOBeXG-Effective Yield pada penutupan Jumat kemarin naik +0,0045poin ke level 6,1867. Koreksi harga berlanjut mewarnai keempat seri SUN benchmark dengan rata-rata turun –9,69bps. Pelemahan harga terbesar dicatatkan seri FR0075 yakni –17,50bps. Sedangkan pelemahan harga terendah terjadi pada seri FR0065 (–0,55bps). Koreksi harga juga tampak mendominasi mayoritas harga SBN tipe FR dengan rata-rata turun –3,48bps. Sementara rata-rata ORI tercatat turun -0,55bps terpicu harga ORI012 yang turun –8,70bps. INDOBeXG-Clean Price Jumat kemarin ditutup di level 121,4239 (-0,03%). Pasar sekunder obligasi kemarin tampak lebih solid. Ditengah kenaikan total frekuensi yang sebesar +9,33% dari 654 kali menjadi 715 kali, total volume berhasil naik +65,99% menjadi Rp14,11tn dari Rp8,50tn. Kenaikan volume terbesar dialami transaksi SUN tenor pendek yakni hingga Rp4,47tn (+143,21%). Transaksi SUN benchmark Jumat kemarin juga tampak lebih ramai dengan total frekuensi naik +26,89% dan total volume naik +30,89%. FR0075 menjadi seri SBN yang paling banyak ditransaksikan Jumat kemarin yakni 121 kali, dan sekaligus mencatatkan total volume terbesar yakni Rp917miliar. Untuk obligasi korporasi, total volume terbe-sar dicatatkan PTHK01ACN3 yakni Rp180miliar, namun transaksi teraktif diraih BBRI02CCN3 & PNBN02SBCN2 yakni 7 kali. Pada perdagangan akhir pekan kemarin, pasar obligasi tampak tertekan terpicu oleh faktor trading. Tercermin dari melemahnya mayoritas harga SBN tipe FR ditengah berbagai sentimen positif seperti, kinerja nilai tukar Rupiah terhadap USD yang naik +31,0poin ke level Rp13.316/US$, membaiknya data perekonomian Tiongkok Q4-2017 yang berada di level 6,9%yoy yakni tertinggi sejak tahun 2010, serta derasnya aliran dana asing yang masuk ke pasar SBN yang di pekan ketiga (per 18/1) mencatatkan net buy sebesar Rp13,23tn. Perdagangan obligasi di pasar sekunder hari ini diprediksi akan bergerak mendatar terpicu wait and see konferensi pers Bank Sentral Jepang (BoJ) esok lusa terkait kebijakan moneternya. Berbeda halnya dengan pasar obligasi, IHSG pada Jumat kemarin ditutup menguat +0,28% di level 6.490,90. Koreksi harga bepotensi berlanjut mewarnai pasar SBN hari ini. Ditengah wait and see sentimen lanjutan dominan di pasar, adanya penutupan pemerintah AS (government shutdown) diprediksi meningkatkan ekspektasi risiko di pasar. CDS tenor 5-tahun beberapa negara termasuk Indonesia pada Jumat kemarin kompak mencatatkan kenaikan. 

EKONOMI GLOBAL

Sentimen shutdown pemerintah AS menjadi penggerak pasar pada hari ini setelah belum adanya kesepakatan hingga hari Minggu waktu setempat antara pemimpin Senat partai Republik dan Demokrat AS yang dapat membuat investor menjauhi aset-aset keuangan dari Amerika Serikat. Data ekonomi penting yang dapat memicu pergerakan hari ini adalah hasil pertemuan Eurogroup, laporan bulanan Bundesbank dan dan penjualan grosir dari Kanada. Potensi pergerakan

Emas 

Harga emas berpeluang untuk bergerak naik dalam jangka pendek karena pelemahan dolar yang disebabkan shutdown pemerintah AS dengan menguji level resisten terdekat di $1338 walaupun mungkin investor juga dapat bersikap wait and see dalam menantikan perkembangan terbaru dari Washington.

Minyak 

Laporan dari Baker Hughes yang menunjukkan penurunan jumlah rig di AS serta adanya konflik di Suriah berpeluang menopang kenaikan harga minyak dalam jangka pendek untuk mengincar level resisten di $64.00.

EURUSD

EURUSD berpeluang menguat dalam jangka pendek dengan sentimen melemahnya dolar karena shutdown pemerintah AS dengan fokus investor pada hari ini akan tertuju pada pertemuan Eurogroup dan laporan bulanan Bundesbank untuk petujuk ekonomi di zona Euro. Target resisten di 1.2300 sementara itu target support di 1.2160.

GBPUSD 

Pelemahan dolar karena shutdown pemerintah AS berpeluang menjadi katalis positif untuk bergerakan GBPUSD dalam jangka pendek di tengah masih berlangsungnya kekhawatiran investor terhadap belum adanya kejelasan dalam negosiasi Brexit. Target resisten terlihat di 1.3950 dan untuk support terlihat di 1.3850.

USDJPY 

Menjauhnya investor terhadap aset beresiko karena shutdown pemerintah AS serta adanga outlook untuk pengetatan moneter lebih lanjut dari Bank of Japan dapat membuat USDJPY bergerak turun dalam jangka pendek untuk menguji level support di 110.40 dan untuk level resisten terlihat di 111.50.

AUDUSD

Pergerakan AUDUSD berpeluang menguat dalam jangka pendek karena mereka dapatkan keuntungan dari kenaikan harga komoditas yang disebabkan lesunya pergerakan dolar pasca shutdown pemerintah AS pada hari Jumat dengan level resisten terdekat terlihat di 0.8040.

Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 22/01/2018 pukul 12.17 WIB:

Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.

Leave a Comment