| Jawa Tengah kembali menerima penghargaan tertinggi di bidang investasi sebagai penghargaan Regional Champion of Investment Award 2011, setelah pada tahun 2008 menjadi runner-up, Pada kesempatan tersebut Gubernur Jawa Tengah H. Bibit Waluyo, menerima penghargaan yang disampikan oleh Menko Perekonomian, Ir. Hatta Rajasa, beberapa waktu lalu.
Penghargaan tingkat nasional ini di laksanakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam rangka melihat secara menyeluruh kesiapan daerah dalam menerima kegiatan investasi, termasuk dari kebijakan daerah tentang investasi, kelembagaan daerah, lokasi industri (tata ruang), pelayanan perizinan, promosi daerah dan kesiapan masyarakat dalam menerima kegiatan investasi.
Penganugerahan tersebut didasarkan pada hasil penilaian yang dilakukan BKPM-RI bersama dengan Tim Juri Independent yang terdiri dari Akademisi, praktisi , dan Dunia Usaha. Menurut Gubernur, penghargaan yang diberikan ini mengacu terhadap investasi yang sudah terealisasikan selama tahun 2011. Mulai bulan Januari hingga September 2011, investasi yang sudah terealisasikan di Provinsi Jateng mencapai Rp 42,4 triliun. Salah satunya termasuk investasi dalam pembangunan jalan tol Semarang-Solo, ruas Semarang-Ungaran.
Dengan penerimaan penghargaan tersebut Gubernur berharap dapat ditindak lanjuti oleh SKPD di Daerah agar berlomba-lomba untuk mewujudkan wilayah masing-masing menuju Pro Investasi, karena dengan Pro Investasiakan menjadi daya ungkit ekonomi kerakyatan. Jadi ekonomi kerakyatan kita ini muncul karena didukung dan didorong oleh investasi, baik Investasi dari Dalam Negeri maupun Luar Negeri.
“Dengan demikian, maka konsep bali deso mbangun deso yang dicanangkan selama tiga tahun ini tercapai, mudah-mudahan pada akhir penugasan pada tahun 2013 Gubernur dapat mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang semakin sejahtera”, imbuhnya.
Meskipun secara kuantitas, nilai investasi yang masuk ke Jateng masih kalah dibandingkan DKI Jakarta dan Jabar. Namun, Jateng memenuhi berbagai indikator untuk mempermudah masuknya investasi. Dalam hal ini, Gubernur menjelaskan, peran swasta sangat dominan dalam mengangkat keberhasilan Jateng untuk memeroleh penghargaan tersebut. Indikator lain yang mampu dipenuhi Jateng dalam bidang penanaman modal meliputi promosi, pelayanan perizinan, pengendalian dan realisasi.Investasi terakhir yang sangat menonjol adalah proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang diperkirakan mencapai Rp 30 triliun dengan kapasitas yang mencapai 2 x 1.000 MV. |