Kamis, 09 November 2017

    EKONOMI DOMESTIK

    Penjualan eceran pada September 2017 tetap tumbuh meskipun lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Indeks Penjualan Riil (IPR) pada September 2017 tumbuh 1,8% (yoy), lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 2,2% (yoy) menjadi 201,2. Pada Desember 2017, penjualan eceran diperkirakan kembali meningkat tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) 3 bulan yang naik dari 141,0 menjadi 153,1. Pertumbuhan penjualan ritel pada September 2017 yang melambat terjadi pada kelompok makanan dengan pertumbuhan sebesar 7,6% (yoy) atau melambat dibandingkan 7,9% (yoy) pada bulan sebelumnya. Sementara kelompok non makanan mengalami kontraksi yang semakin dalam, dari -5,9% (yoy) pada Agustus 2017 menjadi -6,2% (yoy). Secara regional, kontraksi pertumbuhan tahunan IPR pada September 2017 terjadi di 3kota dengan kontraksi terdalam terjadi di Denpasar yaitu-12,6% (yoy). Survei mengindikasikan tekanan kenaikan harga di tingkat pedagang eceran tiga bulan mendatang (Desember 2017) meningkat. Indikasi tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 148,0 lebih tinggi dari 145,0 pada bulan sebelumnya. 

    Indonesia Composite Bond Index (ICBI) berlanjut menguat +0,0682poin ke level 236,9882 pada penutupan kemarin. Kali ini penguatan terbesar dicatatkan oleh return obligasi korporasi (INDOBeXC-Total Return) yakni sebesar +0,1272poin ke level 247,2860. Sementara kinerja return obligasi pemerintah (INDOBeXG-Total Return) menguat +0,0596poin ke level 234,2017. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) didominasi bullish dengan rata-rata yield pada tenor 1-30tahun turun –1,19bps. Rata-rata yield kelompok tenor tenor pendek (<5tahun) dan tenor panjang (>7tahun) berlanjut turun masing-masing sebesar –2,46bps dan –1,17bps. Sementara pada tenor menengah (5-7tahun) tertekan naik sebesar +0,36bps. INDOBeXG-Effective Yield pada perdagangan kemarin ditutup di level 6,7315 (–0,0029poin). Harga seluruh seri SUN benchmark didominasi melemah dengan rata-rata turun –7,98bps. Hanya seri FR0072 yang berhasil ditutup menguat sebesar +0,99bps, sementara tiga seri lainnya bergerak turun pada kisaran –1,52bps hingga –18,61bps. Harga SBN tipe FR kemarin tampak bergerak mixed dengan rata-rata naik +3,01bps. Sementara harga ketiga seri tipe ORI kompak menguat dengan rata-rata naik +4,05bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup menguat +0,0062poin di level 117,8332. Transaksi obligasi di pasar sekunder kemarin tampak sepi. Total frekuensi turun –40,29% menjadi 486 kali dari 814 kali, dan total volume turun –62,17% menjadi Rp6,10tn dari Rp16,14tn. Tansaksi kelompok SUN benchmark kemarin bahkan lebih sepi lagi dengan total frekuensi turun –61,01% dan total volume turun –71,37%. Total volume transaksi terbesar kemarin hanya tercatat sebesar Rp830miliar yakni oleh FR0074, sementara transaksi teraktif hanya sebanyak 56 kali oleh FR0075. Untuk obligasi korporasi, total volume transaksi terbesar dicatatkan seri WSKT03ACN1 sebesar Rp231miliar. Penguatan terbatas tampak mewarnai kinerja pasar obligasi domestik. Faktor trading diperkirakan lebih banyak men-drive pergerakan pasar pekan ini, tercermin dari volatilitas harga yang mewarnai seri-seri likuid. Belum adanya sentimen positif yang dominan diprediksi memicu pasar untuk lebih memilih melakukan short selling. Rilis posisi cadangan devisa Indonesia bulan Oktober sebesar US$126,5miliar yang meskipun menurun namun masih lebih tinggi dari ekspektasi pasar belum dapat memicu investor untuk bertransaksi di pasar sekunder kemarin, tercermin dari rendahnya total volume transaksi terbesar kemarin. Rilis penerimaan pajak awal bulan November yang baru mencapai 67,7% turut semakin memberikan tekanan di pasar obligasi. Berbeda halnya dengan pasar obligasi, IHSG kemarin ditutup melemah –0,18% di level 6.049,38. Pasar obligasi berpotensi berlanjut bergerak terbatas pada perdagangan hari ini. Selain belum adanya sentimen positif yang dominan baik dari dalam maupun luar negeri, rilis data neraca perdagangan Tiongkok kemarin yang lebih rendah dari konsensus yakni sebesar US$38,2miliar vs US$39,4miliar diprediksi dapat semakin memicu sepinya transaksi obligasi di pasar sekunder. 

    Kendati cadangan devisa pada Oktober menurun, namun Bank Indonesia memastikan bahwa posisi itu masih cukup kuat untuk antisipasi risiko pembalikan modal. Hal ini menyusul laporan Bank sentral yang menujukkan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober menurun menjadi US$126,5 miliar dari sebelumnya US$129,4 miliar seiring upayanya dalam menstabilkan nilai tukar rupiah di pasar. Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menuturkan berdasarkan indikator IMF untuk kecukupan cadangan aset di mana angka kecukupan mencapai 100%, jumlah cadangan devisa (cadev) Oktober rupanya mencapai hampir 127% terhadap elemen-elemen besarnya pembalikan modal. “Indonesia sudah punya [angka kecukupan cadangan] 126% atau hampir 127%. Jadi, Indonesia sudah lebih dari cukup,” katanya di sela-sela acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-4 di Surabaya, Selasa (8/11/2017). Tak hanya itu, Perry pun menilai bahwa cadev bulan lalu juga cukup untuk membiayai 8,6 bulan impor atau 8,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Besaran cadev itu juga berada di atas standard kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Dalam hal ini, dia menuturkan bahwa cadev merupakan bantalan yang dikumpulkan pada saat aliran modal masuk (inflow) tinggi dan akan digunakan pada saat ada tekanan aliran modal keluar (outflow). Bulan lalu, Bank sentral harus menggunakan cadev untuk merespons tekanan outflow. Kata Perry, adanya pembalikan modal yang terjadi pada bulan lalu berasal dari faktor teknikal yang langsung direspons oleh investor jangka pendek. Ada pemicu utama pendorong aliran modal keluar yakni rencana kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat. Selanjutnya, pemilihan Gubernur bank sentral AS, The Federal Reserve dan terakhir, pengumuman Presiden AS Donald Trump terkait pemangkasan pajak yang diyakini bakal mendongkrak perekonomian AS. Hal itu tentu mengakibatkan para investor jangka pendek langsung mengalihkan modalnya ke negara maju termasuk AS. Disisi lain, adanya arus modal keluar juga memicu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. “Jadi ya wajar, pada saat inflow tinggi, cadev naik hingga pernah mencapai level tertinggi US$129,4 miliar. Pada saat kemarin ini gonjang-ganjing global, khususnya dari Amerika Serikat yang ada pembalikan modal ya wajar [menurun] karena kami harus melakukan stabilisasi nilai tukar sehingga menggunakan cadev.” Berdasarkan hal-hal tersebut, ke depan bank sentral  akan selalu berada di pasar untuk memantau perkembangan nilai tukar.  Bahkan, jika diperlukan, BI akan melakukan upaya stabilisasi nilai tukar untuk menjaga rupiah berada di nilai fundamentalnya. 

    Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI), Kamis, dibuka menguat sebesar 6,16 poin seiring dengan investor yang kembali mengambil posisi aksi beli. IHSG BEI dibuka menguat 6,16 poin atau 0,10 persen menjadi 6.055,54. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,57 poin (0,16 persen) menjadi 1.009,99. Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa pergerakan bursa saham di kawasan Asia yang cenderung menguat membuat sebagian investor kembali melakukan aksi beli sehingga mendorong IHSG kembali berada di area positif. "Sebagian investor melakukan aksi beli secara selektif dengan memanfaatkan pelemahan saham sebelumnya," katanya. Ia mengharapkan bahwa aksi beli ini dapat terjaga sehingga IHSG kembali dapat menemukan momentum penguatan sehingga membuka peluang menembus level tertinggi baru. Sementara itu, Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan bahwa investor sedang fokus pada isu geopolitik di semenanjung Korea dan Timur Tengah. Ia mengemukakan Presiden Amerika Serikat dalam kunjungannya ke Korea Selatan meminta internasional bergabung untuk memaksimalkan tekanan terhadap Korea Utara. Sementara dari Timur Tengah, ketegangan cenderung meningkat pasca kelompok pemberontak menembakkan roket dari Yaman ke Arab Saudi. "Ketegangan itu dapat membuat investor khawatir dan diperkirakan juga dapat menahan pergerakan IHSG," katanya. Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 447,39 poin (1,96 persen) ke 23.361,96, indeks Hang Seng menguat 199,32 poin (0,69 persen) ke 29.106,92 dan Straits Times menguat 2,63 poin (0,08 persen) ke posisi 3.424,85. 

    EKONOMI GLOBAL

    Bursa saham Asia pagi ini bergerak mixed dengan sebagian besar indeks menguat. Kamis (9/22) pukul 8.20 WIB, indeks Nikkei melonjak 1,13% ke 23.169. Indeks Taiex pun naik 0,10% ke 10.829. Hang Seng naik 0,20% ke 28.987. ASX 200 menguat 0,29% ke 6.033. Sementara beberapa indeks yang menurun adalah Kospi sebesr 0,03% ke 2.551, Straits Times 0,20% ke 3.413, dan FTSE Malaysia 0,10% ke 1.742. Dua perusahaan besar yang hari ini akan merilis laporan keuangan adalah Toshiba dan Singtel. Selain itu, ada beberapa rilis data ekonomi, yakni:

    1. CPI dan PPI November China

    2. Produksi industri September Malaysia

    3. Suku bunga acuan Bank Negara Malaysia

    4. Suku bunga acuan bank sentral Filipina

    Kabar korporasi Asia lainnya adalah rencana Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ untuk membeli 40% saham Bank Danamon. Bank of Tokyo-Mitsubishi sebelumnya mengakuisisi beberapa bank di Asia Tenggara, seperti Vietnam Joint Stock Commercial Bank di Vietnam dan Bank of Ayudha di Thailand. Harga saham Bank of Tokyo-Mitsubishi naik 0,25% pada sesi pagi. Aksi korporasi lain datang dari Tencent yang membeli 12% saham media sosial Snap di Amerika Serikat. Kabar ini muncul setelah Snap melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang meleset dari prediksi awal.

     

    Terhambatnya rencana pajak partai Republik AS di Kongres memicu pelemahan dollar dan saham sektor keuangan di AS, sementara drama politik Inggris serta keraguan adanya kesepakatan Brexit yang baik memicu pelemahan pound. Berikut potensi pergerakan hari ini:

    Emas

    Aksi profit taking mewarnai awal sesi hari Kamis, seiring trader fokus pada pengumuman rencana pajak AS serta hasil kunjungan Donald Trump ke China. Support terdekat ada pada $1272, break ke bawah area ini akan membawa harga turun menguji level $1263, yang mana perlu ditembus untuk mengubah bias menjadi bearish. Sementara, break ke atas $1284 berpotensi memicu momentum bullish tambahan untuk menuju area $1290.

    Minyak

    Penurunan suplai produk hasil olahan minyak mentah meredam dampak kenaikan suplai minyak mentah yang ditunjukkan oleh EIA. Sejauh ini, harga minyak nampak masih ditopang oleh konflik geopolitik di Timur Tengah. Bertahan di atas $56.50, harga minyak berpotensi menguji resisten $58.

    EURUSD

    EURUSD masih sulit bertahan di atas level 1.1600 kendati  isu penundaan rencana pemangkasan pajak di AS.  Kami masih lebih memilih outlook bearish selama harga bertahan di bawah 1.1665, dengan break ke bawah 1.1550 akan membuka jalan menuju 1.1490 atau bahkan 1.1370 dalam jangka panjang.

    GBPUSD

    Drama politik Inggris masih membayangi pound, sementara dikusi Brexit akan digelar di Brussels hari Kamis. GBPUSD berpotensi turun ke bawah level 1.3015, menuju support selanjutnya di level 1.2930 atau bahkan 1.2840 jika kondisi politik di Inggris memburuk.

    USDJPY

    Sempat melemah akibat isu penundaan reformasi pajak AS, USDJPY kembali naik mendekati level 114.00. Divergensi kebijakan antara AS-Jepang berpotensi membuka jalan bagi USDJPY menuju resisten 114.50 atau bahkan 115.00.

    AUDUSD

    Rilis data inflasi China yang positif berpotensi menopang performa AUDUSD di hari Kamis, menjaga AUDUSD dalam range antara 0.7620 – 0.7730. Investor nantikan rilis data klaim pengangguran AS nanti malam dan keputusan kebijakan moneter RBA besok.

    USDCAD

    Performa harga minyak yang tangguh berpotensi menjaga tekanan turun pada pasangan USDCAD hari ini. Support terdekat ada pada 1.2650, sementara resisten ada pada 1.2780 dan 1.2915. Data klaim pengangguran AS dapat memberikan petunjuk arah yang lebih jelas. 

    Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Kamis 09/11/2017 pukul 11.23 WIB:

    Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

    Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah 

    Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.