Rabu, 08 November 2017

    EKONOMI DOMESTIK


    Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada perdagangan kemarin ditutup menguat +0,21% di level 236,9200. Penguatan tersebut ditopang oleh kinerja return obligasi pemerintah (INDOBeXG-Total Return) yang turut menguat sebesar +0,23% ke level 234,1421. Sementara obligasi korporasi INDOBeXC-Total Return menguat lebih rendah sebesar +0,09% ke level 247,1588. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) bergerak bullish dengan rata-rata yield pada sepanjang tenornya (1-30tahun) turun –3,42bps. Rata-rata yield pada masing-masing kelompok tenor tercatat turun sebesar: tenor pendek (<5tahun) -2,40bps, tenor menengah (5-7tahun) -2,21bps, dan tenor panjang (>7tahun) -3,75bps. Sehingga INDOBeXG-Effective Yield turut bergerak turun sebesar –0,0309poin ke level 6,7344. Harga seluruh seri SUN benchmark ditutup menguat dengan rata-rata naik +36,64bps. Kenaikan harga tertinggi dicatatkan seri FR0072 sebesar +52,38bps. Sementara kenaikan harga terendah dicatatkan seri FR0061 sebesar +25,15bps. Mayoritas harga SBN tipe FR turut didominasi penguatan dengan rata-rata +19,11bps, hanya 4 seri FR yang tercatat melemah. Rata-rata harga tipe ORI juga mencatatkan penguatan sebesar +4,73bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup naik +0,21% di level 117,8270. Transaksi obligasi di pasar sekunder kemarin berlangsung semarak. Total frekuensi naik +53,30% dari 531 kali menjadi 814 kali, dan total volume naik +96,87% dari Rp8,20tn menjadi Rp16,14tn. Transaksi SUN benchmark kemarin juga tampak lebih ramai dari kemarin dengan total volume naik sebesar Rp4,20tn dan total frekuensi naik sebanyak 150 kali. Total volume transaksi terbesar kemarin dicatatkan seri FR0061 mencapai Rp3,25tn. Namun seri teraktif ditransaksikan adalah FR0072 sebanyak 74 kali. Untuk obligasi korporasi, total volume transaksi terbesar dicatatkan seri SIISAT01CCN2 sebesar Rp50,0miliar. Hingga sesi end of day, mayoritas harga SBN (FR & ORI) berlanjut menguat bahkan dengan rata-rata harga yang lebih tinggi dari sesi mid day yakni +18,10bps vs +14,17bps. Sejalan dengan kenaikan mayoritas harga seri-seri SBN, tingkat imbal hasil SBN pada seluruh tenornya turut bergerak turun pada kisaran –1,74bps hingga –4,39bps. Kepanikan pasar paska rilis data GDP Indonesia Q3-2017 yang berada di level 5,06%yoy diperkirakan hanya berlangsung sesaat. Karena meskipun level tersebut lebih rendah dari proyeksi (5,18%yoy) namun masih tampak bertumbuh jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang berada di level 5,01% yoy. Menguatnya nilai tukar Rupiah di pasar Spot ke level Rp13.515/US$ pada penutupan kemarin turut memberikan katalis positif di pasar. Selain itu, net buy yang dicatatkan asing selama 3 hari berturut-turut (2,3, dan 6 Nov) dengan total nilai mencapai Rp13,16tn turut memberikan angin segar bagi kinerja SBN. Pasar obligasi berpotensi rally pada hari ini yang didorong oleh posisi cadangan devisa Indonesia bulan Oktober yang lebih tinggi dari proyeksi yakni di level US$126,5miliar vs US$123,0miliar ditengah belum adanya sentimen lanjutan dari global.

    Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Oktober 2017 tercatat USD126,5 miliar. Posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2017 tersebut, meskipun lebih rendah dibandingkan akhir September 2017 yang sebesar USD129,4 miliar, cukup untuk membiayai 8,6 bulan impor atau 8,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Penurunan cadangan devisa pada Oktober 2017 tersebut terutama dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya. Di samping itu, penurunan cadangan devisa juga dipengaruhi menurunnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia sejalan dengan kebutuhan pembayaran kewajiban valas penduduk. Bank Indonesia akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa guna mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Hal tersebut didukung oleh kondisi perekonomian domestik yang tetap positif, kinerja ekspor yang membaik, dan perkembangan pasar keuangan global yang kondusif.

    Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI), Rabu, dibuka melemah sebesar 7,46 poin seiring dengan pergerakan negatif bursa saham di kawasan Asia. IHSG BEI dibuka melemah 7,46 poin atau 0,12 persen menjadi 6.052,98. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 1,90 poin (0,19 persen) menjadi 1.008,19. Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa bursa saham di kawasan Asia yang melemah berdampak negatif pada pergerakan IHSG, sebagian pelaku pasar cenderung menahan transaksinya. "Laju IHSG tertahan seiring pergerakan bursa saham eksternal, sebagian investor diperkirakan juga melakukan aksi jual dengan memanfaatkan penguatan saham sebelumnya," kata Reza. Kendati demikian, menurut dia, harga komoditas yang terjaga dalam tren penguatan dapat memberikan sentimen positif pada pergerakan IHSG, sehingga koreksi yang terjadi diproyeksikan cenderung terbatas. Sementara itu, Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa Bank Pembangunan Asia (ADB) secara umum berpendapat, tren perbaikan ekonomi Tiongkok, telah mendorong pemulihan perdagangan dan kebutuhan investasi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia khususnya di bidang investasi langsung dan ekspor. "Sentimen itu dapat berdampak positif bagi pergerakan IHSG," kata Nico Omer. Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 68,51 poin (0,30 persen) ke 22.869,09, indeks Hang Seng melemah 24,64 poin (0,08 persen) ke 28.969,70 dan Straits Times melemah 10,01 poin (0,29 persen) ke posisi 3.403,13.

    EKONOMI GLOBAL

    Isu ditundanya rencana reformasi pajak AS memicu koreksi pada dollar AS, membantu harga emas dan mata uang lainnya untuk pulih di sesi Asia. Berikut potensi pergerakan hari ini:

    Emas

    Absennya permintaan safe haven membuat fokus pasar tertuju pada dollar AS sebagai penggerak harga emas, meski data neraca perdagangan China yang positif berpotensi mendorong harga minyak naik. Range pergerakan hari ini berkisar antara $1272 - $1283.

    Minyak

    Turun tipis pada hari Selasa, harga minyak masih kokoh di atas level $57 per barel, seiring usaha penyelidikan anti korupsi di Arab Saudi. Hasil penurunan pada rilis data suplai API memberikan potensi naik bagi harga minyak menuju level resisten $58 dan $59 per barel, terutama jika dikonfirmasi oleh rilis data suplai EIA nanti malam.

    EURUSD

    Koreksi pada nilai tukar dollar berpotensi memicu pergerakan naik menguji resisten 1.1665. Hanya break ke bawh support 1.1550 yang dapat melanjutkan pergerakan turun.

    GBPUSD

    Manfaatkan pelemahan dollar, GBPUSD berpotensi rebound ke level 1.3230 atau bahkan 1.3340. Sementara itu, kecemasan Brexit dan ekspektasi rate hike BoE selanjutnya berpotensi membatasi pegerakan naik harga. Break ke bwah support 1.3150 berpotensi melanjutkan pergerakan turun menuju 1.3085 atau bahkan 1.3015.

    USDJPY

    Turun ke bawah 114.00 menyusul isu ditundanya pemangkasan pajak di AS, USDJPY masiih ditopang support di kisaran 113.45. Diperlukan break ke bawah area ini untuk melanjutkan pergerakan turu menuju area 112.70 atau bahkan area 111.60. Sementara itu, kabar positif terkait rencana pajak AS berpotensi kembali melambungkan USDJPY kelevel resisten 114.50 sebelum menguji resisten psikologis pada 115.00.

    AUDUSD

    Pulih ke kisaran 0.7650 pada sesi Asia, AUDUSD nampak sulit menembus ke bawha suport kunci 0.7620, level rendah belakangan ini. Break ke atas area 0.7680 dapat meneruskan rebound kembali ke area 0.7730. Untuk pergerakan turun, diperlukan penembusan ke bawah 0.7620 untuk memicu momentum bearish menuju area 0.7530.

    USDCAD

    Outlook bullish tertahan oleh resisten di kisaran 1.2915, diperlukan break ke atas area ini untuk melanjutkan pergerakan naik menuju 1.3015. Untuk pergerakan turun, hanya break ke bawah 1.2650 yang dapat mengubah trend menjadi bearish.

    Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Rabu 08/11/2017 pukul 11.20 WIB:


    Source: bloomberg/ afp/ xinhua/ bi/ ojk/ kemenkeu/ bps/ reuters/ antara/ ibpa/ kontan/ bisnis/ wartaekonomi/ investordaily/ bbc/ kompas/ liputan6

    Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

    Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.