Selasa, 07 November 2017

    EKONOMI DOMESTIK

     

    Pertumbuhan ekonomi triwulan III 2017 tercatat 5,06% (yoy), lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,01% (yoy). Pertumbuhan ekonomi tersebut juga lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar 5,01% (yoy). Membaiknya pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2017 tersebut sejalan dengan perkiraan Bank Indonesia. Membaiknya pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2017 didorong oleh meningkatnya kinerja ekspor dan investasi, serta konsumsi yang relatif terjaga. Perbaikan kinerja ekspor terutama dipengaruhi oleh membaiknya harga komoditas seperti CPO dan batubara, serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Investasi tumbuh meningkat mencapai level tertinggi sejak triwulan I 2013 didukung baik oleh investasi bangunan dan nonbangunan. Investasi bangunan tumbuh tinggi sejalan dengan terus berlanjutnya pembangunan infrastruktur pemerintah disertai peran sektor swasta, sementara investasi nonbangunan juga tumbuh tinggi didorong oleh pembelian mesin dan perlengkapan. Di sisi lain, kinerja konsumsi pemerintah membaik sejalan dengan meningkatnya pengeluaran pemerintah, sementara konsumsi rumah tangga tetap terjaga meskipun tumbuh sedikit lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya. Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi terus membaik. Dukungan harga komoditas yang masih tinggi dan perbaikan perekonomian dunia yang terus berlanjut akan berdampak positif bagi kinerja ekspor Indonesia. Sejalan dengan peningkatan ekspor, investasi juga diperkirakan terus meningkat didukung percepatan reformasi struktural untuk penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif. Bank Indonesia terus mencermati berbagai perkembangan domestik dan eksternal, serta terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan keuangan tetap terjaga. Selain itu, pelonggaran kebijakan moneter yang telah ditempuh diharapkan semakin memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi.

    Survei Konsumen Bank Indonesia pada bulan Oktober 2017 mengindikasikan keyakinan konsumen masih pada level optimis dengan kecenderungan melemah. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Oktober 2017 sebesar 120,7, lebih rendah dari 123,8 pada September 2017. Lebih rendahnya IKK tersebut dipengaruhi oleh penurunan kedua komponen pembentuknya, baik Indeks Kondisi ekonomi saat ini (IKE) maupun Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Sejalan dengan penurunan IKK, porsi pengeluaran konsumen untuk konsumsi mengalami penurunan dari 66,4% pada bulan sebelumnya menjadi 65,7% dan porsi pembayaran cicilan menurun dari 14,4% menjadi 14,1%. Di sisi lain, porsi tabungan konsumen meningkat dari 19,2% menjadi 20,2%. Hasil Survei juga mengindikasikan perkiraan Konsumen terhadap meningkatnya tekanan kenaikan harga pada 3 bulan mendatang (Januari 2018). Perkiraan naiknya tekanan harga ini terutama dipengaruhi oleh perkiraan terbatasnya pasokan bahan makanan seiring panen raya yang baru akan terjadi pada akhir triwulan I-2018.

    Mengawali pekan kedua November, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat +0,06% di level 236,4195. Demikian pula dengan obligasi pemerintah (INDOBeXG-Total Return) yang menguat +0,06% ke level 233,6071. Sementara obligasi korporasi INDOBeXC-Total Return menguat +0,04% ke level 246,9263. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) didominasi bearish pada sepanjang tenornya (1-30tahun) dengan rata-rata naik +0,99bps. Yield seri-seri tenor pendek (<5tahun) tertekan naik paling tinggi dengan rata-rata hingga +4,27bps. Rata-rata yield kelompok tenor panjang (>7tahun) naik +0,80bps sementara tenor menengah (5-7tahun) turun —1,94bps. INDOBeXG-Effective Yield Senin kemarin naik +0,0069poin ke level 6,7652. Koreksi harga seri-seri SUN benchmark yang terjadi sejak sesi siang bertahan hingga penutupan kemarin dengan rata-rata turun –18,44bps. Koreksi harga SUN benchmark terjadi pada rentang -12,63bps hingga -27,48bps. Harga SBN tipe FR kemarin turut bergerak mixed dengan rata-rata menguat +3,13bps, sementara untuk tipe ORI turun –8,15bps. INDOBeXG-Clean Price Senin kemarin ditutup melemah –0,0030poin (-0,003%) di level 117,5764. Sepinya transaksi obligasi yang terjadi sejak sesi siang, berlanjut hingga penutupan kemarin. Total frekuensi turun –30,22% dari 761 kali menjadi 531 kali, sementara total volume turun –20,71% dari Rp10,34tn menjadi Rp8,20tn. Transaksi SUN benchmark kemarin juga tampak sepi dengan total volume turun Rp1,02tn dan total frekuensi turun 120 kali. Seri yang ditransaksikan dengan total volume terbesar kemarin dicatatkan FR0074 yakni Rp1,06tn. Namun seri teraktif yang ditransaksikan diraih oleh FR0075 yakni sebanyak 94 kali. Pasar obligasi domestik kemarin tampak bergerak terbatas terpicu oleh rilis data GDP Indonesia kuartal III-2017 yang jauh dari proyeksi yakni sebesar 5,06%yoy vs 5,18%yoy. Melesetnya realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia Q3-2017 turut menyebabkan melemahnya rupiah di pasar Spot yang pada penutupan kemarin yakni di level Rp13.524/US$ (-26,0poin). Rilis data GDP tersebut turut menahan laju positif kinerja SBN yang telah terjadi menjelang pengumuman Jerome Powell sebagai calon resmi Gubernur the Fed tahun depan. Pada perdagangan kemarin, aksi jual tampak marak terjadi pada seri-seri SBN bertenor pendek dan menyebabkan turunnya rata-rata harga pada kelompok tenor tersebut hingga –10,67bps. Sementara, rata-rata harga seri-seri bertenor menengah dan panjang masing-masing menguat sebesar +10,50bps dan +7,94bps. Sebagai informasi, hari ini pemerintah akan menyelenggarakan lelang SBSN dengan target indikatif sebesar Rp5,0tn. Terdapat 1 seri new issuance SPN-S yang ditawarkan dengan tenor 6-bulan pada lelang kali ini. Harga-hara SBN tipe FR berpeluang kembali bergerak mixed pada perdagangan hari ini. Paska melesetnya realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia Q3-2017, pasar diprediksi akan menanti rilis data cadangan devisa Indonesia bulan Oktober hari ini yang diproyeksi turun menjadi US$123miliar.

    EKONOMI GLOBAL

    Keputusan moneter Reserve Bank of Australia yang akan dirilis pada pagi ini akan menjadi fokus pasar dengan sebagian besar investor ekspektasikan bank sentral Australia masih mempertahankan kebijakan moneternya. Sementara itu yang dapat menjadi pemicu pergerakan pasar lainnya pada hari ini adalah masih berlangsungnya ketidakpastian politik di Arab Saudi setelah adanya penangkapan beberapa pangeran, mundur lebih cepatnya  anggota FOMC Fed New York William Dudley serta pidato Presiden European Central Bank Mario Draghi untuk petunjuk kebijakan moneter bank sentral dalam waktu dekat. 

    Berikut potensi pergerakan mata uang dan komoditas hari ini:

    Emas 

    Harga emas berpeluang menguat kembali pada hari ini dengan sentimen tertuju pada resiko politik di Timur tengah dan melemahnya dolar karena mundur lebih cepat Fed Dudley, dengan mengincar level resisten terdekat di level $1285. Pada hari ini investor juga menantikan data lowongan kerja untuk petunjuk pasar kerja di AS. 

    Minyak 

    Harga minyak berpotensi kembali melesat naik setelah kemarin mencapai level tertinggi sejak musim panas 2015 dengan membidik resisten kuat di $58.50 di tengah ketidakpastian politik di Arab Saudi. Pada hari ini investor menantikan data laporan cadangan minyak mentah dari American Petroleum Institute. 

    EURUSD 

    Dalam jangka pendek EURUSD berpotensi bergerak netral seiring investor menantikan pidato dari Presiden European Central Bank Mario Draghi pada pukul 16:00 WIB, karena menantikan petunjuk arah kebijakan moneter bank sentral dalam waktu dekat. Potensi rentang perdagangan hari ini terlihat di antara 1.1510 - 1.1675.

    GBPUSD 

    Dengan sentimen adanya kemajuan positif dalam proses negosiasi Brexit serta greenback yang sedang tertekan karena mundur lebih cepatnya Fed Dudley berpeluang mendukung penguatan GBPUSD pada hari ini dengan mengincar resisten terdekat di 1.3230 sebelum membidik ke area resisten kuat di 1.3300.

    USDJPY 

    Pergerakan USDJPY berpeluang untuk menguat dalam jangka pendek pada hari ini karena berlangsungnya ketidakpastian politik di timur tengah serta sedang tertekannya greenback karena mundur lebih cepatnya salah satu anggota FOMC dengan mengincar support di 113.35 dan untuk sisi atasnya, level resisten terdekat terlihat di area 114.30.

    AUDUSD 

    Keputusan Reserve Bank of Australia akan menjadi penggerak dominan untuk pasangan AUDUSD pada hari ini, jika mereka berikan pernyataan yang pesimis, AUDUSD dapat melemah ke level 0.7600 sebaliknya jika mereka optimis dapat memicu kenaikan menguji resisten di 0.7730.

    USDCAD 

    Solidnya ekspektasi untuk kenaikan harga minyak karena resiko politik di Timur Tengah serta melemahnya greenback dapat memicu penurunan USDCAD dalam jangka pendek untuk mengincar support di 1.2670. Pada hari ini investor menantikan pidaro gubernur Bank of Canada Stephen Poloz untuk petunjuk kebijakan moneter Kanada.

    Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Selasa 07/11/2017 pukul 10.20 WIB:

    Source:

    bloomberg/afp/xinhua/bi/ojk/kemenkeu/bps/reuters/antara/ibpa/kontan/bisnis/wartaekonomi/investordaily/bbc/kompas/liputan6

    Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

    Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.