Senin, 06 November 2017

    EKONOMI DOMESTIK

    Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi, bergerak melemah sebesar 11 poin menjadi Rp13.509 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.498 per dolar Amerika Serikat (AS). "Dolar AS terapresiasi terhadap sejumlah mata uang dunia setelah serangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang mendukung bank sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunganya pada Desember nanti," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Senin. Ia mengemukakan bahwa data pekerjaan non pertanian Amerika Serikat meningkat sebesar 261.000 pada Oktober, dan tingkat pengangguran Amerika Serikat mengalami penurunan menjadi 4,1 persen. Di sisi lain, lanjut dia, dipilihnya Jerome Powell sebagai sosok yang dinominasikan Presiden AS Donald Trump untuk meneruskan kepemimpinan Janet Yellen di Federal Reserve juga disambut positif pasar. "Sikap hati-hati Yellen dalam menerapkan kebijakan moneter di AS akan diteruskan Powell yang saat ini juga merupakan pejabat The Fed. Dalam pernyataannya Powell akan tetap menaikkan suku bunga seperti kecenderungan Fed saat ini," katanya. Sementara itu, Analis Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo mengatakan bahwa harga minyak mentah dunia yang bertahan di atas level psikologis 50 dolar AS per barel akan menjaga fluktuasi rupiah untuk tidak tertekan lebih dalam. "Harga minyak mentah yang stabil akan menjaga mata uang berbasis komoditas seperti rupiah," katanya. Harga minyak jenis WTI Crude pada Senin (6/11) ini terpantau menguat 0,20 persen ke level 55,75 dolar AS per barel, dan Brent Crude naik 0,24 persen menjadi 62,22 dolar AS per barel.

    Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI), Senin, dibuka melemah tipis sebesar 8,02 poin seiring dengan kekhawatiran investor terhadap keamanan global. IHSG BEI dibuka melemah 8,02 poin atau 0,13 persen menjadi 6.031,78. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 2,04 poin (0,20 persen) menjadi 1.003,50. "Sentimen dari internal yang terbatas pasca laporan keuangan emiten serta ketidakpastian keamanan global membuat laju IHSG tertahan," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Senin. Ia mengatakan bahwa kemungkinan Korea Utara sedang menyiapkan uji coba rudal balistik. Di sisi lain, ketidakpastian politik di Catalonia, Spanyol turut menjadi salah satu faktor yang membuat investor khawatir. Ia mengaharapkan bahwa sentimen dari dalam negeri mengenai data produk domestik bruto (PDB) kuartal ketiga tahun ini yang diproyeksikan tumbuh di atas 5 persen dapat mendorong kembali IHSG unttuk bergerak di area positif. "Investor di dalam negeri seddang mencermati data PDB kuartal ketiga 2017 yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS)," katanya. Ia menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri untuk tahun ini sebesar 5,2 persen dalam APBN Perubahan (APBN-P) 2017. Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 36,37 poin (0,16 persen) ke 22.574,44, indeks Hang Seng melemah 349,88 poin (1,22 persen) ke 28.253,73 dan Straits Times melemah 8,33 poin (0,25 persen) ke posisi 3.373,19.

    Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, mengharapkan calon Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat alias The Fed, Jerome Powell mampu mempertahankan gaya komunikasi dan sikap hati-hati Janet Yellen, dalam menyampaikan arah kebijakan moneter, sehingga mampu meredam gejolak di sistem keuangan global. Martowardoyo, di Jakarta, Jumat, menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menunjuk Powell, calon Gubernur The Fed yang merupakan petahana dan dikenal sebagai sosok yang dovish atau moderat. Sikap komunikatif Powell dalam menyampaikan kebijakan, menurut dia, cukup dibutuhkan, mengingat The Fed sedang melanjutkan proses normalisasi kebijakan pasca-pelonggaran moneter. Kecenderungan normalisasi kebijakan dari The Fed juga semakin kuat menyusul perekonomian Amerika Serikat yang terus membaik. "Kita berharap ada komunikasi yang baik sehingga dunia bisa memahami agar tidak ada kejutan yang bisa membuat ketidakpastian di dunia," ujar dia, di Kantornya. Dia semakin yakin, dengan perekonomian Amerika Serikat yang terus membaik, di Desember 2017, The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate) dan normalisasi suku bunga dana itu juga akan berlanjut pada 2018. Kenaikan suku bunga dana dari Amerika Serikat akan memicu dana keluar dari negara-negara berkembang untuk kembali ke negara Paman Sam itu, karena kenaikan imbal hasil di pasar keuangan Amerika Serikat akan lebih menarik. Terkait potensi dana keluar itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sebelumnya menegaskan pemerintah akan memperkuat fondasi ekonomi nasional agar tidak terlalu dipengaruhi dengan tekanan eksternal seperti yang bersumber dari Amerika Serikat. "Indonesia akan tetap menguatkan fondasi sehingga kita tidak terpengaruh dengan kondisi tersebut. Kami akan komunikasikan kebijakan dengan baik, dari segi fiskal terkait defisit dan pembiayaan, serta moneter dan kesiapan sektor keuangan lainnya," ujarnya. Adapun Powell telah ditunjuk Trump sebagai pimpinan baru The Federal Reserve, menggantikan Janet Yellen yang bakal habis masa jabatan pada Februari 2018. Powell, 64 tahun, merupakan petahan yang masih menjabat sebagai Dewan Gubernur The Fed sejak 2012, setelah diunggulkan mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Powell yang juga pendukung Partai Republik ini, berkarier di Kementerian Keuangan Amerika Serikat dan dengan pokok kebijakan terkait institusi keuangan dan pasar surat utang. Powell juga pernah berkarir sebagai pengacara dan bekerja di bank investasi.

    Indonesia Composite Bond Index (ICBI) melanjutkan rally-nya pada hari Jumat ke level 236,2868 (+0,37%). Obligasi pemerintah (INDOBeXG-Total Return) berlanjut menguat sebesar +0,39% ke level 233,4702. Positive return juga terjadi di pasar obligasi korporasi yang tercermin dari kenaikan INDOBeXC-Total Return sebesar +0,24% ke level 246,8294. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola bullish. Rata-rata yield tenor 1-30 tahun turun sebesar —5,39bps. Kelompok tenor pendek (<5tahun) mengalami penurunan rata-rata yield terbesar yakni —8,65bps. Sementara rata-rata yield kelompok tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing turun —6,40bps dan —4,69bps. Dengan demikian INDOBeXG-Effective Yield turun sebesar —0,0652poin ke level 6,7583. Sejalan dengan penurunan yield, harga-harga SUN benchmark kompak menguat dengan rata-rata +68,18bps. Seri FR0074 menguat paling besar yakni hingga +99,32bps ke level 103,8250%. Seluruh seri-seri FR dan ORI juga mengalami penguatan harga dengan rata-rata sebesar +35,28bps. Dengan penguatan pada seluruh harga SBN maka secara otomatis INDOBeXG-Clean Price turut mengalami penguatan yakni sebesar +0,4474poin ke level 117,5794. Aktivitas transaksi tampak mengalami peningkatan dari segi frekuensinya sebesar +21,76% dari 625 kali menjadi 761 kali. Sedangkan total volume perdagangan menurun —17,64% dari Rp12,55tn menjadi Rp10,34tn. Sementara transaksi SUN benchmark mengalami penurunan total volume sebesar —22,08% dari Rp5,83tn menjadi Rp4,55tn. Untuk frekuensi transaksi SUN benchmark meningkat +6,93% dari 231 kali menjadi 247 kali. Seri teraktif dicatatkan oleh FR0075 dengan frekuensi 148 kali dan volume Rp808miliar. Adapun seri obligasi korporasi teraktif diraih oleh seri AISA01, BMRI01BCN2, dan FIFA02BCN4 yang ditransaksikan sebanyak 6 kali dan dengan volume transaksi masing-masing Rp13miliar, Rp20miliar, dan Rp26miliar. Meredanya ketidakpastian terkait pengganti Janet Yellen paska dipilihnya Jerome Powell sebagai calon pemimpin The Fed berlanjut menjadi katalis positif pasar hingga perdagangan Jumat. Disamping itu terjaganya inflasi dalam negeri bulan Oktober dan tren penguatan Rupiah turut menjadi pemicu positifnya pasar. Rupiah kembali ditutup menguat di pasar spot pada perdagangan akhir pekan yakni sebesar +0,40% ke level Rp13.498/US$ (Bloomberg). Positifnya pasar diperkirakan juga didorong oleh inflow asing ke SBN paska berakhirnya spekulasi calon pemimpin The Fed. Berdasarkan data DJPPR per 2 November tampak bahwa asing mulai mencatatkan net buy SBN sebesar Rp6,01tn dalam sehari. Pasar obligasi dalam negeri yang bergerak positif sejalan pasar saham yang berada di zona hijau. IHSG menguat +8,43poin ke level 6.039,54. Pasar obligasi berpotensi untuk melanjutkan penguatan seiring dengan masih diwarnainya pasar dengan sentimen positif dari global dan dalam negeri. Potensi penguatan pasar juga akan didorong oleh rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2017 siang ini jika sesuai atau diatas ekspektasi. Berdasarkan survey ekonom Bloomberg, nilai median estimasi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2017 berada di level 5,18%yoy atau lebih baik dari level pertumbuhan kuartal sebelumnya di level 5,01%yoy. 

    EKONOMI GLOBAL

     

    Aktivitas sektor jasa Jepang menunjukkan peningkatan di Oktober lalu, melebihi aktivitas di September. Selama bulan kesepuluh tahun ini terjadi ekspansi yang merupakan tertinggi dalam 26 bulan di angka 53.4, bandingkan dengan September yang juga mengalami ekspansi namuan hanya berhenti di angka 51.0. Kenaikan indeks pembelian sektor jasa disebabkan jumlah pemesanan baru dari pelanggan mengalami peningkatan. Joe Hayes, ekonom IHS Markit, menjelaskan pertumbuhan di Oktober dipicu percepatan pertumbuhan bisnis yang mencapai angka tercepat sejak Mei 2013. Berbarengan dengan kemenangan Shinzo Abe di Pemilu 22 Oktober lalu, kepercayaan di antara penyedia jasa di Jepang ikut terangkat," imbuh Hayes. Survei terakhir Nikkei ini dilakukan antara 12 dan 26 Oktober lalu.

    Fokus pasar masih didominasi oleh kandidat gubernur Federal Reserve selanjutnya dan rencana reformasi pajak di AS, sementara dollar AS masih menguat merespon data tenaga kerja AS yang dinilai positif hari Jumat lalu. Dari pasar komoditas harga minyak ditopang naik oleh langkah Arab Saudi membersihkan pemerintahan. Berikut potensi pergerakan pasar hari ini:

    Harga emas

    Pergerakan turun harga emas masih tertahan oleh ekspektasi terpilihnya Jerome Powell, seorang sosok yang dovish, menjadi ketua the Fed selanjutnya. Support penting ada di kisaran $1260, hanya break ke bawah area ini yang dapat memberikan tekanan turun lebih lanjut menguji $1250. Resisten terdekat ada pada $1272, break ke atas area ini akan memicu momentum bullish untuk menguji area $1283. Hanya break ke atas area ini yang dapat mengakhiri outlook bearish saat ini.

    Harga Minyak

    Harga minyak masih dalam sentimen bullish usai langkah pembersihan pemerintahan oleh Arab Saudi, dibuka menguat pada hari Senin. Target bullish terdekat ada pada $56.50, break ke atas area ini akan membuka jalan untuk menuju area $58. Sementara itu, aksi profit taking berpotensi menekan harga minyak pada awal sesi menguji support pada area $55.30, dengan break ke bawah area ini akan melanjutkan koreksi turun menuju $53.770. Hanya break ke bawah area ini yang dapat menjadi ancaman bagi outlook bullish saat ini.

    EURUSD

    Dalam outlook bearish akibat penguatan dollar, EURUSD berpotensi menguji ke bawah support 1.1570 hari ini. Namun bagaimanapun juga rilis data PMI dan tingkat kepercayaan konsumen Sentix zona euro yang positif berpotensi menopang EURUSD di atas level 1.1600 atau bahkan menguji resisten di kisaran 1.1665 dan 1.1715.

    GBPUSD

    GBPUSD masih bearish, di tengah penguatan dollar dan sikap dovish Bank of England. Break ke bawah support 1.3015 akan melanjutkan pergerakan turun menuju area 1.2930 atau bahkan 1.2840. Sementara untuk pergerakan naik, hanya break ke atas area 1.3150 yang dapat mengembalikan momentum bullish untuk menuju area 1.3230 sebelum menguji resisten penting pada area 1.3340.

    USDJPY

    Rilis minutes BOJ dan pernyataan Kuroda yang dovish memicu pergerakan naik USDJPY pada awal sesi Asia hari Senin. Target bullish terdekat ada pada 115.00 diikuti oleh 115.60 dan 116.10, sementara support terdekat ada pada 113.90, 113.45, dan 112.70.

    AUDUSD

    Sentimen penguatan dollar masih mendominasi pasar mata uang di awal sesi hari Senin, AUDUSd berpotensi menguji support 0.7620 sebelum menuju support selanjutnya di level 0.7530. Bagaimanapun juga, minimnya rilis data ekonomi penting berpotensi menjaga AUDUS tetap berada di kisaran 0.7620 – 0.7730.

    USDCAD

    Penguatan harga minyak memicu pergerakan turun USDCAD setelah gagal menembus ke atas level 1.2915. Support terdekat ada pada area 1.2670, break ke bawah area ini akan melanjutkan pergerakan turun menuju 1.2530 sebelum menguji 1.2420. Resisten penting masih terdapat pada area 1.2915. Investor nantikan rilis data Ivey PMI Kanada nanti malam. 

    Berikut Indikator Ekonomi Indonesia yang kami update pada Senin 06/11/2017 pukul 10.34 WIB: 

     

    Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah 

    Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.