Ekonomi Update 11 Oktober 2017

    • Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan berlanjutnya ekspansi kegiatan usaha pada triwulan III-2017, meski tidak setinggi triwulan sebelumnya.
    • Bank Indonesia mengungkapkan akan segera menerbitkan peraturan untuk alat pembayaran non-tunai bersifat "closed-loop" atau alat yang berlaku hanya untuk membeli produk dan jasa penerbit, seperti "Starbucks Card", "CGV Blitz Card", dan lainnya.
    • Bank Indonesia menyatakan kartu uang elektronik dari lima bank penerbit akan digratiskan sejak Senin depan atau 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017, dari biaya pembelian kartu yang saat ini sebesar Rp20-30 ribu.
    • Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rabu dibuka melemah sebesar 5,03 poin dipicu sentimen eksternal yang cenderung negatif.
    • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) berlanjut menurun di hari Selasa ke level 236,0515 (—0,09%).
    • Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat sebesar 14 poin menjadi Rp13.498 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.512 per dolar Amerika Serikat (AS).
    • Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi global pada 2017 tumbuh 3,6 persen dan pada 2018 tumbuh 3,7 persen yang didukung oleh membaiknya kondisi perekonomian di berbagai kawasan.
    • Kepala Ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) Maurice Obstfeld mengatakan perbaikan ekonomi global yang sedang terjadi harus didukung oleh sejumlah kebijakan agar pemulihan tidak hanya berdampak jangka pendek.
    • Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor fokus pada musim laporan laba perusahaan-perusahaan yang akan datang.
    • Harga minyak menguat ke level $51.12 pada sesi Asia hari Rabu, memperpanjang kenaikan sebesar 2% yang dicetak pada hari sebelumnya, karena sinyal bahwa pasar mulai mengetat secara bertahap setelah kelebihan pasokan selama bertahun-tahun, meskipun outlook untuk tahun 2018 masih belum tentu.
    • Harga emas menguat ke level $1291 pada awal perdagangan hari Rabu, setelah mencapai level tertinggi dalam hampir dua pekan di sesi sebelumnya yang didukung oleh pelemahan dolar.

    EKONOMI DOMESTIK

     

    • Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan berlanjutnya ekspansi kegiatan usaha pada triwulan III-2017, meski tidak setinggi triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha yang positif sebesar 14,32%, lebih rendah jika dibandingkan triwulan II-2017 yang sebesar 17,36%. Secara sektoral, peningkatan kegiatan usaha terindikasi pada seluruh sektor ekonomi, dengan peningkatan terbesar pada sektor jasa-jasa dan sektor keuangan, real estate & jasa perusahaan (SBT 3,18%). Sementara itu, kinerja sektor industri pengolahan pada triwulan III-2017 juga terindikasi meningkat dengan SBT sebesar 1,76%. Kinerja tersebut sejalan dengan nilai Purchasing Managers Index (PMI) - SKDU triwulan III-2017 yang tercatat mengalami ekspansi dengan indeks sebesar 50,51%, didorong oleh ekspansi indeks volume produksi. Sejalan dengan peningkatan kegiatan usaha, tingkat penggunaan tenaga kerja pada triwulan III-2017 meningkat dengan SBT sebesar 0,13%, meskipun lebih rendah dibandingkan 4,23% pada triwulan II-2017. Dari sisi keuangan, kondisi likuiditas dan rentabilitas dunia usaha pada triwulan III-2017 tetap baik, dengan akses terhadap kredit perbankan yang relatif lebih mudah. Pertumbuhan kegiatan usaha pada triwulan IV-2017 diperkirakan tetap positif terindikasi dari SBT sebesar 7,63%. Namun demikian, pertumbuhan kegiatan usaha masih lebih rendah jika dibandingkan 14,32% pada triwulan III-2017. Terbatasnya kegiatan usaha terutama disebabkan oleh kontraksi pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan & perikanan sebagai akibat faktor musiman.
    • Bank Indonesia mengungkapkan akan segera menerbitkan peraturan untuk alat pembayaran non-tunai bersifat "closed-loop" atau alat yang berlaku hanya untuk membeli produk dan jasa penerbit, seperti "Starbucks Card", "CGV Blitz Card", dan lainnya. Alat pembayaran seperti "Starbucks Card" bersifat "closed-loop" dan belum bisa dikategorikan sebagai uang elektronik, karena hanya bisa digunakan untuk membayar jasa atau produk dari penerbit. "Sebentar lagi, tidak dalam hitungan bulan akan keluar peraturannya, ditunggu saja," kata Direktur Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Pungky Wibowo di Jakarta, Selasa. Alat bayar bersifat "closed-loop" berbeda dengan alat bayar non-tunai lainnya yang disebut uang elektronik seperti BukaDompet di Bukalapak, atau Tokocash di Tokopedia. BukaDompet dan uang elektronik lainnya dapat digunakan pengguna untuk membeli barang atau jasa dari pihak yang bukan penerbit, sedangkan alat "closed-loop" tidak bisa. Pungky menjelaskan BI harus turut mengatur alat bayar "closed-loop" karena perkembangan alat bayar non-tunai yang pesat. Alat bayar "closed-loop" kerap menjadi pilihan masyarakat untuk menyimpan dananya guna memudahkan pembayaran. Oleh karena jumlah dana yang terus meningkat dalam alat bayar non-tunai "closed-loop", kata Pungky, BI harus membuat aturan untuk menjaga pengelolaan dana tersebut dan melindungi kepentingan konsumen. Selama ini, BI hanya meminta laporan dari penerbit alat bayar non-tunai "closed-loop". Sayangnya, Pungky masih enggan membeberkan peraturan tersebut. "Tunggu saja, sangat segera akan keluar," ujar dia. Sebenarnya wacana, pengaturan untuk alat bayar on-tunai "closed-loop" sudah mengemuka sejak awal 2016. BI memang harus merombak peraturan uang elektronik karena pesatnya perkembangan alat pembayaran ini. Pada 2016, ketika wacana ini bergulir, BI berencana mewajibkan penerbit alat bayar non-tunai "closed-loop" untuk mengajukan izin jika memiliki 300 ribu pengguna aktif. Sedangkan, bagi perusahaan penerbit alat bayar non-tunai "closed-loop" yang pengguna aktifnya sedikit, hanya melapor ke BI. Namun, setahun berselang, wacana pengaturan tersebut belum terealisasi.
    • Bank Indonesia menyatakan kartu uang elektronik dari lima bank penerbit akan digratiskan sejak Senin depan atau 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017, dari biaya pembelian kartu yang saat ini sebesar Rp20-30 ribu. Direktur Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Pungky Wibowo saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa, mengatakan pengguna jalan tol yang belum memiliki kartu uang elektronik akan mendapat satu keping kartu, tanpa biaya saat hendak memasuki pintu tol. "Ini khusus yang belum punya ya. Kesadaran dan kejujuran masyarakat sangat diutamakan," ujar dia. Namun, yang digratiskan adalah biaya kartu uang elektroniknya saja. Saldo dalam uang elektronik tetap harus dibayar pengguna. "Itu program dari Badan Usaha Jalan Tol di bawah supervisi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Dan juga program dari perbankan," ujarnya. Kartu uang elektronik gratis itu dari lima bank penerbit yakni Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (co-branding), dan Bank Central Asia. Pungky berharap keringanan biaya ini dapat mendorong penggunaan alat bayar uang elektronik di jalan tol, sebelum penerapan 100 persen elektronifikasi pembayaran tol pada 31 Oktober 2017 mendatang. Hingga 6 Oktober 2017, menurut BPJT, pembayaran non tunai menggunakan uang elektronik pada gerbang tol sudah mencapai 72 persen dari total transaksi pembayaran. Pembayaran non-tunai juga sudah diaplikasikan pada 36 ruas jalan tol utama yang dikelola 11 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
    • Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rabu dibuka melemah sebesar 5,03 poin dipicu sentimen eksternal yang cenderung negatif. IHSG BEI dibuka melemah 5,03 poin atau 0,9 persen menjadi 5.900,72 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indek ks LQ45 bergeraturun 1,27 poin (0,13 persen) menjadi 981,78 poin. "Sentimen dari internal terbilang positif, namun pergerakan IHSG terkendala dari sentimen ekternal yang cenderung negatif sehingga menahan lajunya," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Rabu. Ia mengemukakan bahwa konflik geopolitik di semenanjung Korea masih membuat investor khawatir, apalagi muncul kabar Amerika Serikat memastikan siap militer setiap saat jika dibutuhkan menghadapi ancaman perang Korea Utara dan menghentikan program nuklir negara itu. Ia menambahkan bahwa investor juga sedang mengantisipasi pertemuan tahunan Dewan Gubernur Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) yang di antaranya membahas upaya meningkatkan angka pertumbuhan, dan memperkecil kesenjangan ekonomi. Selain itu, lanjut dia, IMF juga akan merilis perkiraan pembaharuan ekonomi global menjelang rapat tahunan. Sebelumnya, pada Juli lalu IMF memproyeksikan pertumbuhan global tahun 2017 sebesar 3,5 persen dan tahun 2018 sebesar 3,6 persen. Ia mengharapkan bahwa sentimen dari internal mengenai Peraturan Presiden nomor 91 tahun 2017 tentang percepatan izin berusaha, dapat segera terlaksana sehingga kegiatan ekonomi nasional semakin berkembang. Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 15,61 poin (0,07 persen) ke 20.807,90, indeks Hang Seng menguat 164,24 poin (0,58 persen) ke 28.490,83, dan Straits Times melemah 2,61 poin (0,08 persen) ke posisi 3.288,95.
    • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) berlanjut menurun di hari Selasa ke level 236,0515 (—0,09%). Obligasi pemerintah (INDOBeXG-Total Return) berlanjut melemah sebesar —0,10% ke level 233,3268. Kinerja return pasar obligasi korporasi yang tercermin dari INDOBeXC-Total Return turut melemah sebesar —0,02% ke level 245,8783. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) didominasi dengan kenaikan yield. Rata-rata yield tenor 1-30 tahun naik sebesar +1,64bps. Kelompok tenor menengah (5-7tahun) mengalami kenaikan rata-rata yield tertinggi yakni +2,19bps. Sementara rata-rata yield kelompok tenor pendek (<5tahun) dan panjang (>7tahun) masing-masing naik +0,66bps dan +1,74bps. Sehingga INDOBeXG-Effective Yield tertekan naik sebesar +0,0145poin ke level 6,6879. Harga-harga SUN benchmark bertahan dalam teritori negatif dengan rata-rata pelemahan sebesar —16,33bps. Seri FR0072 terkoreksi paling dalam yakni —21,25bps ke level 109,1250%. Seluruh seri SBN baik FR maupun ORI didominasi pelemahan harga dengan rata-rata sebesar —13,85bps. Hanya seri FR0075 dan ORI013 dari 43 seri yang menguat yakni sebesar +4,30bps dan +4,89bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Clean Price mengalami pelemahan sebesar —0,1432poin ke level 118,0946. Aktivitas transaksi cenderung stagnan. Total frekuensi perdagangan turun tipis sebesar —6,05% dari 760 kali menjadi 714 kali. Total volume perdagangan turut menurun sebesar —0,36% dari Rp13,36tn menjadi Rp13,31tn. Untuk transaksi SUN benchmark mengalami penurunan frekuensi perdagangan sebesar —7,38% dari 149 kali menjadi 138 kali. Namun volume perdagangan SUN benchmark meningkat sebesar +26,43% dari Rp3,41tn menjadi Rp4,32tn. Seri teraktif dicatatkan oleh FR0075 yang ditransaksikan sebanyak 156 kali dan volume Rp661miliar. Sedangkan seri dengan volume transaksi terbesar diraih oleh FR0056 yakni Rp2,02tn dan dengan frekuensi 27 kali. Pergerakan pasar obligasi domestik yang terbatas dengan kecenderungan koreksi masih berlanjut hingga sesi end of day Selasa. Kondisi demikian karena pasar masih dibayangi dengan ekspektasi menguatnya data ketenagakerjaan AS paska rilis data tingkat pengangguran AS yang turun lebih cepat dari ekspektasi. Sentimen negatif dari dalam negeri seperti realisasi penerimaan pajak per akhir September yang baru sebesar 60% dari target turut meningkatkan ekspektasi risiko pasar. Negatifnya pasar juga sejalan dengan meningkatnya persepsi risiko investor asing yang tercermin dari CDS obligasi Indonesia tenor 5-tahun sebesar +0,15bps ke level 101,01bps. Namun ditengah kondisi pasar yang bearish, lelang sukuk pemerintah kemarin tampak sukses dengan oversubscribed lebih dari 3 kali atau Rp17,32tn. Pemerintah menyerap dana Rp7,00tn atau diatas target indikatifnya. Pasar obligasi pada perdagangan Rabu diperkirakan berlanjut bergerak terbatas dengan kecenderungan mixed pada kurva yield. Pasar masih menanti sentimen lanjutan dan mengantisipasi rilis notulensi rapat FOMC. Namun masih ada peluang pasar berbalik arah yang didorong oleh jenuhnya aksi jual dan menguatnya Rupiah terhadap USD di pasar spot pagi ini sebesar +0,13% ke level Rp13.495/US$ dari Rp13.512/US$ pada penutupan kemarin (Bloomberg).
    • Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat sebesar 14 poin menjadi Rp13.498 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.512 per dolar Amerika Serikat (AS). "Sentimen positif dari dalam negeri terbilang positif bagi pergerakan rupiah meski masih dibayangi sentimen eksternal yang cenderung negatif," kata Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu. Ia mengemukakan bahwa Pemerintah yang akan menurunkan suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) menjadi 7 persen pada tahun depan, dari saat ini di level 9 persen, dan Survei Bank Indonesia pada Agustus 2017 yang mencatat kenaikan penjualan eceran 2,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi faktor yang menopang rupiah. Ia menambahkan bahwa Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang masih mengindikasikan berlanjutnya ekspansi kegiatan usaha menambah sentimen positif bagi pasar keuangan. Bank Indonesia mencatat, Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan berlanjutnya ekspansi kegiatan usaha pada triwulan III-2017, meski tidak setinggi triwulan sebelumnya. Hal itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha yang positif sebesar 14,32 persen, lebih rendah jika dibandingkan triwulan II-2017 yang sebesar 17,36 persen. "Sentimen dari dalam negeri masih positif sehingga rupiah masih berkesempatan untuk kembali menguat," katanya. Namun, menurut dia, kenaikan yang terjadi pada rupiah tampaknya harus kembali diuji ketahanannya agar dapat mengkonfirmasikan kenaikan lanjutan di tengah sentimen uji coba rudal milik Korea Utara. Kondisi itu dapat mempengaruhi pasar keuangan di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan menjadi perhatian investor, sebagian investor masih mengekspektasikan The Fed akan naikan suku bunga di bulan Desember."Jika hasil FOMC menunjukkan potensi kenaikan suku bunga Fed maka akan membuat dolar AS kembali menguat," katanya.

     

    EKONOMI GLOBAL

    • Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi global pada 2017 tumbuh 3,6 persen dan pada 2018 tumbuh 3,7 persen yang didukung oleh membaiknya kondisi perekonomian di berbagai kawasan. "Pemulihan ekonomi global terus berlanjut dan dalam laju yang cepat," kata Kepala Ekonom IMF Maurice Obstfeld dalam menyampaikan publikasi World Economic Outlook (WEO) terbaru di Washington DC, AS, Selasa pagi. Obstfled menyampaikan akselerasi ekonomi yang cukup kuat (upswing) saat ini terlihat di kawasan Eropa, China, Jepang, AS dan negara berkembang Asia lainnya. Kondisi ini, lanjut dia, berbeda jauh dengan situasi di awal tahun 2016 ketika kondisi global masih dilanda ketidakpastian dan pasar finansial ikut mengalami guncangan. "Untuk 2017, peningkatan proyeksi pertumbuhan ini didukung oleh kinerja di negara-negara maju, sedangkan untuk 2018, negara berkembang mempunyai peran yang lebih besar," jelasnya. Obstfeld menambahkan percepatan ekonomi ini bisa berdampak luas karena menawarkan kesempatan bagi lingkungan global untuk membuat kebijakan yang ambisius untuk mendukung pertumbuhan dan meningkatkan ketahanan ekonomi. "Para pengambil kebijakan harus memanfaatkan momen ini, karena pemulihan ini belum selesai sepenuhnya dan kesempatan yang tercipta dari akselerasi yang cukup kuat (upswing) ini tidak terbuka selamanya," ujarnya. Dalam publikasi terbaru tersebut, pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN-5 diproyeksikan tumbuh 5,2 persen, atau mengalami peningkatan perkiraan dari publikasi April 2017 sebesar 5,0 persen. Salah satu penyebab perekonomian di kawasan ini tumbuh baik adalah peningkatan permintaan yang lebih kuat dari yang diperkirakan dari China dan Eropa. Ekonomi Indonesia pada 2017 diperkirakan dapat tumbuh mencapai 5,2 persen, diikuti Malaysia yang diproyeksikan tumbuh 5,4 persen, Filipina tumbuh 6,6 persen, Thailand tumbuh 3,7 persen dan Vietnam tumbuh 6,3 persen.
    • Kepala Ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) Maurice Obstfeld mengatakan perbaikan ekonomi global yang sedang terjadi harus didukung oleh sejumlah kebijakan agar pemulihan tidak hanya berdampak jangka pendek. "Pemulihan yang sedang terjadi ini memberikan tantangan bagi pemangku kebijakan untuk bertindak," kata Obstfeld dalam menyampaikan publikasi World Economic Outlook (WEO) terbaru di Washington DC, AS, Selasa pagi. Obstfeld mengatakan kebijakan yang harus dilakukan adalah dengan secara konsisten melaksanakan reformasi struktural ketika fundamental ekonomi dalam keadaan stabil. "Negara-negara yang memiliki tingkat ekonomi baik, harus memulai konsolidasi fiskal secara bertahap untuk mengurangi tingkat utang dan menyediakan bantalan sebagai antisipasi terhadap krisis," ujarnya. Ia menambahkan penyediaan sarana infrastruktur dan belanja untuk kebutuhan pendidikan sangat penting karena bisa membantu dalam memenuhi kebutuhan global. Selain itu, Obstfelt memastikan investasi terhadap sumber daya manusia harus ikut diupayakan terutama terhadap generasi muda karena bisa mendukung peningkatan produktivitas. "Investasi dalam sumber daya manusia bisa memberikan peningkatan terhadap upah pekerja, namun pemerintah juga harus memperbaiki distorsi yang bisa mengganggu daya tawar para pekerja," ujarnya. Kebijakan moneter yang memadai, tambah dia, bisa ikut memberikan peran utama yang didukung oleh komunikasi yang baik dari bank sentral serta waktu yang tepat dalam melaksanakan normalisasi kebijakan moneter. "Pelaksanaan yang tepat bisa mencegah terjadinya turbulensi dalam pasar finansial dan pengetatan sistem keuangan secara tiba-tiba, yang bisa mengganggu pemulihan dan berdampak ke negara berkembang," jelas Obstfeld. Secara keseluruhan, sejumlah persoalan global sangat membutuhkan kerjasama multilateral untuk memperkuat sistem perdagangan global, memperbaiki kualitas regulasi keuangan, meningkatkan peran sistem jaminan keuangan global, mengatasi penghindaran pajak internasional dan memerangi penyakit menular. "Tidak kalah pentingnya, persoalan efek rumah kaca dan emisi gas harus ditangani sebelum permasalahan ini meluas dan upaya untuk membantu negara-negara miskin dalam mengatasi perubahan iklim," kata Obstfeld. Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi global pada 2017 tumbuh 3,6 persen dan pada 2018 tumbuh 3,7 persen yang didukung oleh membaiknya kondisi perekonomian di berbagai kawasan.
    • Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor fokus pada musim laporan laba perusahaan-perusahaan yang akan datang. Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 69,61 poin atau 0,31 persen menjadi berakhir di 22.830,68 poin, mencatat rekor penutupan. Sementara itu, indeks S&P 500 ditutup naik 5,91 poin atau 0,23 persen menjadi 2.550,64 poin, dan indeks Komposit Nasdaq meningkat 7,52 poin atau 0,11 persen menjadi ditutup di 6.587,25 poin. Perolehan laba emiten pada kuartal ketiga diperkirakan meningkat 4,9 persen dari tahun ke tahun, menurut data dari Thomson Reuters. Sementara pendapatan para emiten kuartal ketiga diperkirakan akan meningkat 4,3 persen dari periode yang sama tahun lalu. Beberapa perusahaan besar di sektor keuangan dijadwalkan untuk melaporkan hasil kuartalan minggu ini, termasuk BlackRock, Citigroup, Bank of America dan Wells Fargo. Dalam berita perusahaan, raksasa ritel Wal-Mart mengumumkan pembelian kembali sahamnya senilai 20 miliar dolar AS. Perusahaan tersebut juga mengatakan mereka memperkirakan akan menambah 1.000 lokasi penjemputan bahan pangan secara online di gerai-gerai AS pada tahun fiskal 2019. Selain itu, komponen Dow tersebut memperkirakan pertumbuhan unit global sekitar 280, termasuk unit baru yang diperluas dan direlokasi, untuk setiap tahun fiskal 2018 dan 2019. Saham Wal-Mart melonjak 4,47 persen menjadi diperdagangkan pada angka 84,13 dolar AS per lembar. Komponen Dow lainnya, Pfizer mengatakan pada Selasa (10/10) bahwa mereka sedang memikirkan untuk menjual atau memisahkan bisnis perawatan kesehatan konsumennya, yang menghasilkan 3,4 miliar dolar AS dalam penjualan tahunannya.
    • Harga minyak menguat ke level $51.12 pada sesi Asia hari Rabu, memperpanjang kenaikan sebesar 2% yang dicetak pada hari sebelumnya, karena sinyal bahwa pasar mulai mengetat secara bertahap setelah kelebihan pasokan selama bertahun-tahun, meskipun outlook untuk tahun 2018 masih belum tentu. Trader mengatakan bahwa mereka akan melihat cadangan minyak AS pada hari Rabu dan Kami untuk indikator pergerakan harga. Liburnya pasar AS pada hari Senin telah menunda perilisan laporan cadangan mingguan sehari. The American Petroleum Institute (API) dijadwalkan akan merilis data untuk pekan lalu pada pukul 03:30 WIB/Kamis, dan Departemen of Energy akan merilis malam harinya pukul 22:00 WIB. Secara keseluruhan, para analis mengatakan bahwa kondisi jangka pendek akan mengetat. Dukungan untuk harga juga datang dari pertumbuhan ekonomi, dimana International Monetery Fund pada Selasa malam berikan perkirakan bahwa secara global akan tumbuh 3.6% dan untuk tahun 2018 diperkirakan akan tumbuh 3.7%.
    • Harga emas menguat ke level $1291 pada awal perdagangan hari Rabu, setelah mencapai level tertinggi dalam hampir dua pekan di sesi sebelumnya yang didukung oleh pelemahan dolar. Dolar melemah terhadap serangkaian mata uang utama pada hari Rabu dan menjauh dari level tertinggi 10 pekan akhir-akhir ini di tengah spekulasi bahwa rencana reformasi pajak yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump akan gagal. Pagi ini anggota FOMC Robert Kaplan dalam pidatonya mengatakan bahwa dia masih mengkhawatirkan globalisasi dan teknologi akan membuat inflasi tetap lesu, meksipun tingkat pengangguran di bulan September turun menjadi 4.2%. Harga emas memiliki level support terdekat di $1285 dan level resisten di $129

     

    Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

    Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.