Ekonomi Update 14 September 2017

    • Bank Indonesia memperkuat ketentuan anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme.
    • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada perdagangan Rabu ditutup di level 236,4557 atau turun –0,3546poin dari penutupan sebelumnya.
    • Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan bursa Kamis pagi bergerak menguat 5,87 poin atau 0,10 persen menjadi 5.851,60 poin dengan dukungan sentimen domestik.
    • Pemerintah meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berperan aktif dalam mendorong efisiensi perbankan sehingga dapat berdampak pada penurunan suku bunga kredit.
    • Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang belakangan ini menguat cukup mengkhawatirkan bagi para eksportir.
    • Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker yakin perekonomian zona euro saat ini dalam kondisi sehat, Rabu (13/9).
    • Arah bursa saham Asia berpencar pada Kamis (14/9). Pada pagi ini pukul 8.32 WIB, indeks Nikkei 225 menguat 0,22% ke 19.908. Indeks Taiex pun naik tipis 0,04% ke 10.544. Indeks Kospi naik tipis 0,05% ke 2.361.
    • Kurs dolar AS terus menguat pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena para investor mencerna indeks harga produsen yang baru dirilis.
    • Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada Rabu (Kamis pagi WIB), dengan ketiga indeks utama mencatat rekor tertinggi untuk hari kedua berturut-turut.
    • Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melanjutkan penurunannya untuk hari ketiga berturut-turut pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena dolar AS terus menguat.

    EKONOMI DOMESTIK 

    • §  Bank Indonesia memperkuat ketentuan anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme. Hal tersebut dilakukan melalui penerbitan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 19/10/PBI/2017 tentang Penerapan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran Selain Bank dan Penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank. Dengan ketentuan yang baru, penerapan peraturan bagi penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) serta Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) telah terintegrasi. Peraturan yang baru juga telah diselaraskan dengan upaya pemerintah untuk memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme, serta rekomendasi dan panduan (guidelines) yang diberikan oleh lembaga internasional Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF). Penyempurnaan peraturan dilakukan untuk menjawab berbagai tantangan dalam mendukung Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), yang antara lain muncul dari perkembangan teknologi sistem informasi. Dengan berbagai inovasi dalam kegiatan sistem pembayaran dan penukaran valuta asing, maka produk, jasa, transaksi dan model bisnis pada kegiatan sistem pembayaran dan penukaran valuta asing menjadi semakin kompleks. Hal tersebut berpotensi meningkatkan risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme. Pengaturan dalam PBI diharapkan mampu membantu menjawab tantangan yang dihadapi terkait APU dan PPT. PBI kali ini berlaku baik bagi Penyelenggara KUPVA BB maupun PJSP Selain Bank yang antara lain berupa Penyelenggara Transfer Dana dan penerbit Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK). Melalui PBI ini, Bank Indonesia juga dapat menetapkan pihak lainnya yang menyelenggarakan kegiatan di bidang sistem pembayaran atau penukaran valuta asing, seperti penyelenggara teknologi finansial, untuk menerapkan APU dan PPT. Dalam menerapkan APU dan PPT, penyelenggara wajib menerapkan pendekatan berbasis risiko (risk-based approach), antara lain dengan memperhatikan faktor risiko terkait pengguna jasa, negara atau wilayah geografis, produk atau jasa, dan jalur atau jaringan transaksi. Risk-based approach juga akan diterapkan oleh Bank Indonesia dalam melakukan pengawasan terhadap penerapan APU PPT oleh penyelenggara. Untuk mendukung ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah, khususnya UU No. 9 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme, PBI juga menegaskan kembali penanganan terkait Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris (DTTOT) serta Daftar Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal, antara lain pelaksanaan freeze without delay. Untuk meningkatkan kehati-hatian, setiap pengembangan produk dan teknologi baru yang dilakukan oleh penyelenggara harus terlebih dahulu melalui proses penilaian (assessment) terhadap risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme. Penggunaan teknologi dalam pelaksanaan Customer Due Diligence (CDD) diperkenankan sepanjang telah dilengkapi dengan kebijakan dan prosedur pengendalian risiko yang efektif. Selanjutnya, pelaksanaan CDD Sederhana (Simplified CDD) dimungkinkan untuk pengguna jasa yang termasuk kategori berisiko rendah, yang antara lain dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah dalam rangka inklusi keuangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Dalam hal pengenaan sanksi, PBI APU PPT diperkuat dengan memungkinkan pengenaan sanksi tidak hanya kepada Penyelenggara namun dapat pula dikenakan kepada direksi, komisaris, pejabat eksekutif, dan pemegang saham yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap ketentuan. Selanjutnya, untuk memastikan bahwa ketentuan dalam PBI APU PPT dapat dilaksanakan dengan baik, Bank Indonesia akan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada Penyelenggara dan masyarakat mengenai pentingnya penerapan APU dan PPT, serta melanjutkan pelaksanaan kerjasama dan koordinasi yang intensif dengan otoritas terkait seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
    • §  Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada perdagangan Rabu ditutup di level 236,4557 atau turun –0,3546poin dari penutupan sebelumnya. Pelemahan ICBI dipicu oleh kinerja return obligasi pemerintah (INDOBeXG-Total Return) yang turun –0,3891poin ke level 233,8697; dan return obligasi korporasi (INDOBeXC-Total Return) yang juga melemah –0,0803poin ke level 245,2298. Secara tahun berjalan, ICBI telah mencatatkan positive return sebesar +13,44%ytd. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) kemarin berpola bearish dengan rata-rata yield naik +2,42bps. Rata-rata yield kelompok tenor panjang (>7tahun) naik paling tinggi sebesar +2,61bps. Kemudian diikuti oleh rata-rata yield kelompok tenor pendek (<5tahun) dan tenor menengah (5-7tahun) yang naik masing-masing sebesar +2,03bps dan +1,53bps. Dengan demikian, INDOBeXG-Effective Yield kemarin turut bergerak negatif yakni naik ke level 6,5833 (+0,0307poin). Pergerakan harga SUN benchmark hingga penutupan kemarin cenderung sama dengan sesi siangnya dimana hanya harga FR0061 yang menguat sebesar +32,29bps sedangkan ketiga seri lainnya terkoreksi masing-masing sebesar: FR0074 –57,82bps; FR0072 –17,35bps; dan FR0059 –6,79bps. Rata-rata harga SBN tipe FR dan ORI juga masih tertahan melemah sebesar –19,74bps. Oleh karenanya INDOBeXG-Clean Price kemarin melemah sebesar –0,2275poin ke level 119,0448. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder dari sisi total frekuensi turun sebesar –27,04% dari 1.176 kali menjadi 858 kali. Begitu pula dengan total volume yang turun –21,10% dari Rp14,53tn menjadi Rp11,46tn. Penurunan volume terbesar terjadi pada transaksi SUN tenor panjang sebesar –30,76% atau senilai Rp2,16tn dalam sehari. Transaksi SUN benchmark kemarin juga mencatatkan penurunan. Total frekuensi turun –36,75% menjadi 241 kali dan total volume turun –0,16% menjadi Rp4,89tn. ORI013 menjadi seri SBN teraktif ditransaksikan kemarin sebanyak 127 kali, sedangkan FR0059 mencatatkan total volume transaksi terbesar yakni Rp2,01tn. Untuk obligasi korporasi teraktif dicatatkan BBTN03ACN1 sebanyak 12 kali (volume Rp2miliar). Pelemahan masih melanda pasar obligasi domestik. Pada perdagangan Rabu kemarin, ketiga indeks return pasar obligasi domestik kompak mencatatkan negative return secara harian, serta 39 seri dari 42 seri FR maupun ORI terkoreksi dengan rentang penurunan harga –0,40bps hingga –73,81bps. Aksi ambil untung pelaku pasar diperkirakan masih menjadi faktor utama yang mendorong penurunan kinerja pasar SBN. Selain itu, kenaikan imbal hasil US Treasury pada mayoritas tenornya seperti tenor 1,3,5,10, dan 30 tahun, serta berbalik menguatnya indeks dollar secara global diperkirakan turut menambah tekanan pada pasar obligasi domestik. Berbagai kondisi tersebut diperkirakan telah meningkatkan ekspektasi risiko pelaku pasar domestik yang tercermin dari melebarnya spread yield SUN tenor 2 dan 10-tahun sebesar +2,68bps. Pada perdagangan sesi Kamis ini, pasar obligasi domestik berpotensi bergerak terbatas seiring masih belum munculnya sentimen baru dan wait & see pasar terhadap beberapa data ekonomi dari AS yang cukup penting seperti inflasi bulanan dan tingkat pengangguran mingguan. Menurut konsensus, inflasi bulanan Amerika diprediksi meningkat ke level 0,3% namun disisi lain jumlah pengangguran mingguan masih diprediksi bertambah ke level 303.000 orang.
    • §  Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan bursa Kamis pagi bergerak menguat 5,87 poin atau 0,10 persen menjadi 5.851,60 poin dengan dukungan sentimen domestik. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,58 poin (0,06 persen) menjadi 973,93 poin. "Sentimen domestik yang masih terbilang kondusif menjadi katalis positif bagi pasar saham," kata Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere. Ia mengatakan pelaku pasar optimistis penyerapan belanja pemerintah untuk infrastruktur akan lebih fokus pada triwulan III maupun IV dan kondisi itu menjaga fundamental ekonomi nasional tetap kondusif. Dari eksternal, dia menjelaskan, pelaku pasar masih mencermati konflik di semenanjung Korea, yang berpotensi memengaruhi ekonomi global. Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pergerakan IHSG relatif terbatas menyusul rencana pemerintah mengatur harga acuan batu bara. "Akan adanya pengaturan dari pemerintah terkait harga acuan batu bara untuk memenuhi kebutuhan PLN membuat sektor properti dan pertambangan berpotensi menjadi pemberat laju IHSG," katanya. Di tingkat regional, indeks bursa Nikkei naik 46,72 poin (0,24 persen) ke 19.912,38; indeks Hang Seng melemah 2,06 poin (0,01 persen) ke 27.892,02; dan Straits Times melemah 0,87 poin (0,03 persen) ke posisi 3.228,43.
    • §  Pemerintah meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berperan aktif dalam mendorong efisiensi perbankan sehingga dapat berdampak pada penurunan suku bunga kredit. Pasalnya, tingkat suku bunga kredit yang masih relatif tinggi menjadi salah satu alasan mengapa permintaan kredit masih lemah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, meski Bank Indonesia sudah melakukan pemangkasan suku bunga tetapi tidak diikuti oleh perbankan sehingga permintaan kredit akan tetap lemah. “Sebenarnya ada satu lagi yaitu OJK [Otoritas Jasa Keuangan] nya mendorong agar perbankan bisa lebih efisien, jangan mereka tetap mempertahankan profit yang tinggi. Apalagi dengan tahun lalu NPL memburuk, tapi maunya profit-nya tetap tinggi, marginnya dia naikkan sehingga bunga kredit tidak turun,” kata Darmin di Kompleks Parlemen, Rabu (13/9/2017). Mantan Gubernur Bank Indonesia itu mengakui jika margin yang diambil oleh perbankan pada tahun ini lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu. Dalam hal ini, jelasnya, peran OJK menjadi sangat penting terutama untuk mendorong perbankan mengefisiensikan biaya operasional perusahaan. Apalagi, beberapa bank justru mengambil untung untuk mengompensasi rasio kredit macet bank yang memburuk. “Mungkin total profitnya kalau dilihat tidak terlalu besar dibandingkan dengan tahun lalu tapi kalau lihat marginnya, naik dibandingkan dengan tahun lalu,” ujarnya. Darmin menegaskan, sudah saatnya OJK untuk turun tangan langsung dalam upaya menurunkan suku bunga kredit perbankan. “Yang penting itu, OJK supaya menindaklanjuti dengan mengecek bank ini satu per satu. Sebenarnya kan itu sudah dikerjakan di BI waktu kita ciptakan Suku Bunga Dasar Kredit itu sekaligus mengecek struktur cost dari masing-masing bank yang besar-besar,” katanya.
    • §  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang belakangan ini menguat cukup mengkhawatirkan bagi para eksportir. Sebab itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan posisi rupiah yang terlalu kuat justru tak bagus untuk perkembangan ekspor Indonesia. “Nilai tukar malah sekarang ini agak sedikit menguat. Kita sebetulnya tidak ingin juga terlalu kuat, dia sudah mulai bergerak Rp13.200 per dolar AS, Kita enggak mau terlalu kuat. Kalau rupiah menguat memang profit yang didapat oleh eksportir itu menurun tapi bukan berarti kita harus menahan betul supaya rupiah enggak boleh menguat,” ujar Darmin di Kompleks Parlemen, Rabu (13/9/2017). Darmin mengakui jika pergerakan rupiah belakangan ini hampir mendekati nilai yang fundamental di mana hanya ada sedikit ruang bagi rupiah untuk menguatkan kembali.
      Namun, saat ditanya berapa batas ideal untuk penguatan rupiah, Darmin tak ingin menyebutkan bilangan tersebut.
      “Ya enggak [bahaya] sih, tapi ya dia makin mendekati nilai fundamentalnya. Rp13.200 masih aman, rasanya masih ada ruang untuk menguat tapi enggak banyak,” pungkasnya. Adapun, Nilai tukar rupiah ditutup melemah hanya 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.201 per dolar AS pada pukul 16.00 hari ini, Rabu (13/9/2017).

     

    EKONOMI GLOBAL

     

    • §  Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker yakin perekonomian zona euro saat ini dalam kondisi sehat, Rabu (13/9). Dia menyarankan pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum ini dan ekonomi terus melaju. Berbicara di depan Parlemen Eropa di Strasbourg, Perancis, Juncker mengatakan: “Eropa akhirnya kembali sehat, dan itu keyakinan kami.” Data-data ekonomi zona euro yang dirilis hari ini menunjukkan perbaikan dan di atas estimasi pasar. Data inflasi Jerman bulan Agustus menunjukkan kenaikan 0,1 persen, sama dengan estimasi dan juga inflasi Juli sementara indeks harga grosir naik 0,3 persen, di atas estimasi 0,1 persen dan juga bulan sebelumnya yang malah mengalami penurunan harga -0,1 persen. Jumlah orang yang mendapat pekerjaan di zona euro selama kuartal kedua bertambah 0,4 persen dibanding kuartal pertama, lebih tinggi dari estimasi pertambahan 0,3 persen. Jika disetahunkan maka terjadi kenaikan 1,6 persen penyerapan tenaga kerja dan terjadi kenaikan dalam 14 bulan berturut. Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi mengatakan bahwa sebanyak 6 juta lapangan kerja telah tercipta sejak 2013. Hal ini membantu kenaikan tignkat konsumsi dan juga perekonomian Eropa. Ia yakin inflasi perlahan-lahan akan naik menuju target ECB di 2 persen. Mata uang euro pun mengalami penguatan sejak awal tahun ini. Euro telah menguat 14 persen terhadap dollar AS dan saat ini pergerakannya menyerupai pergerakan dollar di periode menjelang Federal Reserve menaikkan bunga pertama kalinya di Desember tahun lalu. ECB akan mengadakan pertemuan di pertengahan Oktober. Pelaku pasar meyakini bank sentral Eropa ini akan kembali mengurangi stimulus atau melakukan tapering secara bertahap hingga akhirnya menaikkan bunga di tahun 2019.
    • §  Arah bursa saham Asia berpencar pada Kamis (14/9). Pada pagi ini pukul 8.32 WIB, indeks Nikkei 225 menguat 0,22% ke 19.908. Indeks Taiex pun naik tipis 0,04% ke 10.544. Indeks Kospi naik tipis 0,05% ke 2.361. Indeks Hang Seng melemah 0,31% ke 27.815. Sementara indeks ASX 200 turun 0,04% ke 5.741 dan FTSE Straits Times turun 0,27% ke 3.221. Rodrigo Catril, currency strategist National Australia Bank mengungkapkan bahwa reformasi pajak Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen positif bagi pasar saham dan nilai tukar dollar AS. "Meski belum ada langkah konkret, ada harapan bahwa ada sesuatu yang tercapai mendekati tahun depan," kata dia. Hari ini, Australia akan merilis angka tenaga kerja Agustus. China akan merilis angka investasi aset tetap, produksi industri, penjualan ritel, dan kredit. India akan meluncurkan angka indeks wholesale price. Sedangkan Hong Kong akan merilis data produksi industri. Dari Inggris, Bank of England akan mengumumkan kebijakan suku bunga nanti malam. Pasar memperkirakan, suku bunga akan teap di level sekarang.
    • §  Kurs dolar AS terus menguat pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena para investor mencerna indeks harga produsen yang baru dirilis. Indeks Harga Produsen yang disesuaikan secara musiman untuk permintaan akhir naik 0,2 persen pada Agustus, kata Departemen Tenaga Kerja AS dalam sebuah laporan pada Rabu (13/9). Indeks untuk permintaan akhir tidak termasuk makanan, energi, dan jasa-jasa perdagangan, meningkat 0,2 persen pada Agustus setelah tidak ada perubahan pada Juli. Sementara untuk 12 bulan yang berakhir pada Agustus, harga untuk permintaan akhir tidak termasuk makanan, energi, dan jasa-jasa perdagangan naik 1,9 persen, menurut laporan tersebut. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,62 persen menjadi 92,453 pada akhir perdagangan. Selain itu, para investor juga sedang menunggu Indeks Harga Konsumen (CPI) yang akan dirilis pada Kamis. Data tersebut dapat mempengaruhi keputusan para pejabat Fed mengenai kebijakan moneter AS. Harapan untuk kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat telah berkurang baru-baru ini. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 41,1 persen, menurut alat FedWatch CME Group. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1885 dolar AS dari 1,1967 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3202 dolar AS dari 1,3289 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7984 dolar AS dari 0,8026 dolar AS. Dolar AS dibeli 110,51 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,03 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga menguat menjadi 0,9647 franc Swiss dari 0,9599 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2199 dolar Kanada dari 1,2166 dolar Kanada.
    • Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada Rabu (Kamis pagi WIB), dengan ketiga indeks utama mencatat rekor tertinggi untuk hari kedua berturut-turut. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 39,32 poin atau 0,18 persen menjadi 22.158,18 poin. Sementara itu, indeks S&P 500 bertambah 1,89 poin atau 0,08 persen menjadi ditutup pada 2.498,37 poin, dan indeks komposit Nasdaq naik 5,91 poin atau 0,09 persen menjadi berakhir di 6.460,19 poin. Para investor terus memantau kemajuan reformasi pajak yang mungkin terjadi. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada Selasa (12/9) mengatakan kepada media bahwa pemerintah akan melakukan reformasi pajak sebelum 2018. Dia juga mengatakan bahwa pemerintah Trump akan merilis sebuah rencana reformasi pajak yang lebih rinci pada akhir bulan ini. Presiden AS Donald Trump mendorong Kongres pada 30 Agustus untuk meloloskan langkah komprehensif guna merombak kode pajak AS. Dia berjanji akan mengurangi pajak perusahaan menjadi 15 persen untuk menarik lebih banyak perusahaan melakukan bisnis di Amerika Serikat. Para ekonom telah lama meminta pajak perusahaan lebih rendah di Amerika Serikat. Hambatan utama adalah bagaimana mendanai pemotongan pajak tersebut. Ketua DPR AS Paul Ryan, yang menekankan pada pendekatan pendapatan netral terhadap reformasi pajak, mengatakan pekan lalu bahwa tujuan Trump menurunkan tingkat pajak perusahaan menjadi 15 persen akan sulit tercapai. Di bidang data ekonomi, Indeks Harga Producen yang disesuaikan secara musiman untuk permintaan akhir naik 0,2 persen pada Agustus, kata Departemen Tenaga Kerja AS dalam sebuah laporan pada Rabu (13/9).
    • Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melanjutkan penurunannya untuk hari ketiga berturut-turut pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena dolar AS terus menguat. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, turun 4,7 dolar AS atau 0,35 persen, menjadi menetap di 1.328,00 dolar AS per ounce. Indeks dolar AS, sebuah ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,57 persen menjadi 92,42 pada pukul 18.33 GMT. Kekhawatiran geopolitik seputar Semenanjung Korea telah melemahkan dolar AS pada pekan lalu, membuat indeks terjun ke level 91 pada Jumat (8/9). Hal ini menyebabkan kenaikan tajam pada emas berjangka karena para investor memburu aset-aset "safe haven". Ketika ketegangan tampak mereda, indeks dolar AS berbalik naik secara signifikan. Namun, penurunan harga emas pada Rabu (12/9) dibatasi oleh pasar saham, yang hanya melihat kenaikan moderat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 18,29 poin atau 0,08 persen menjadi 22.137,15 poin pada pukul 18.43 GMT. Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 2,3 sen atau 0,13 persen, menjadi ditutup pada 17,867 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober turun 3,3 dolar AS atau 0,33 persen, menjadi menetap di 983,2 dolar AS per ounce.

     

    Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

    Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.