Ekonomi Update 13 Juli 2017

     

    • Penjualan eceran tumbuh meningkat pada Mei 2017.
    • Bank Jateng telah mengucurkan kredit pinjaman dengan total Rp270 miliar melalui program Mitra Jateng 25.
    • Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis ini dibuka naik sebesar 20,26 poin seiring dengan harapan positif dari hasil kinerja emiten semester pertama tahun ini.
    • Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 33 poin menjadi Rp13.336 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.369 per dolar Amerika Serikat (AS).
    • Pola bullish terbentuk pada kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) siang ini.
    • Federal Reserve (The Fed) akan mendahulukan program penjualan obligasi pemerintah AS (US Treasury) senilai USD4,5 triliun dibandingkan menaikkan bunga sekali lagi.
    • Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi (gross domestic product/GDP) Jepang untuk tahun ini dan tahun depan, jika melihat adanya kenaikan konsumsi individual dan investasi modal.
    • Pasar saham global menghijau di pertengahan pekan ini setelah mendengar testimoni Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Janet Yellen.
    • China mencatat perdagangan bulan Juni yang lebih tinggi ketimbang prediksi.
    • Bank sentral Korea Selatan pada Kamis (13/7) mempertahankan suku bunga acuannya pada rekor terendah.

    EKONOMI DOMESTIK

    • Penjualan eceran tumbuh meningkat pada Mei 2017. Hal tersebut terindikasi dari Indeks Penjualan Riil (IPR) hasil Survei Penjualan Eceran Mei 2017 yang tumbuh 4,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 4,2% (yoy) pada bulan sebelumnya. Peningkatan penjualan ritel terutama terjadi pada kelompok makanan yang tumbuh 9,7% (yoy), lebih tinggi dari 8,4% (yoy) pada April 2017. Secara regional, penjualan eceran yang tumbuh meningkat terjadi di kota Semarang dan Bandung. Pertumbuhan penjualan eceran yang meningkat diperkirakan berlanjut pada Juni 2017, sebagaimana tercermin dari IPR yang tumbuh menjadi 6,7% (yoy). Peningkatan penjualan ritel terjadi baik pada kelompok komoditas makanan maupun non makanan yang masing-masing diperkirakan tumbuh sebesar 10,9% (yoy) dan 0,5% (yoy). Hal tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Penjualan eceran mulai membaik sepanjang periode pada triwulan II-2017 dibandingkan kondisi di awal tahun, namun tingkat pertumbuhannya masih jauh lebih rendah dari periode yang sama di tahun 2016 yang mencapai pertumbuhan tertinggi 16,3% (yoy) pada Juni 2016. Survei juga mengindikasikan bahwa tekanan kenaikan harga pada tiga bulan mendatang (Agustus 2017) di tingkat pedagang eceran diperkirakan menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Indikasi tersebut terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan yang akan datang sebesar 138,3 lebih rendah dari 146,7 pada bulan sebelumnya.
    • Bank Jateng telah mengucurkan kredit pinjaman dengan total Rp270 miliar melalui program Mitra Jateng 25. "Hingga Juni 2017, jumlah debitur Mitra Jateng sudah mencapai 10.000 orang," kata Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno di Semarang, Kamis. Ia mengaku senang karena tidak terjadi kredit macet dari seluruh debitur yang menerima pinjaman melalui program Mitra Jateng. "Ini sangat luar biasa, bahwa orang-orang yang dianggap `wong` cilik pun jika diberi kepercayaan ternyata tertib dan berkomitmen untuk mengangsur pinjaman tepat waktu," ujarnya. Pria yang akrab disapa Nano itu, mengungkapkan bahwa Bank Jateng sedang menyiapkan program pemberian pinjaman untuk merespons kebutuhan masyarakat yang ingin terjun ke dunia usaha. Hal itu dilakukan karena ada usulan jumlah plafon pinjaman yang diberikan tidak hanya Rp25 juta, tapi dinaikkan menjadi Rp50 juta. "Nanti kita formulasikan lagi jumlah plafonnya," katanya. Bank Jateng mengucurkan kredit Mitra Jateng 25 untuk menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018. Program kredit Mitra Jateng 25 akan menggunakan fitur dengan plafon maksimal Rp25 juta per debitur dengan suku bunga kredit tujuh persen per tahun efektif atau setara 3,72 persen flat per tahun atau 0,2 persen per bulan dengan jangka waktu kredit maksimal tiga tahun dan mendapatkan fasilitas tanpa agunan, tanpa biaya apapun. Penggunaan kredit pada modal kerja atau investasi dengan sasaran usaha diprioritaskan pada sektor ekonomi masyarakat Jawa Tengah, seperti pertanian, perikanan dan kelautan, perdagangan, pengolahan, serta jasa-jasa dengan metode angsuran yang digunakan menurun atau anuitas bulanan yang dibayarkan setiap bulan.
    • Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis ini dibuka naik sebesar 20,26 poin seiring dengan harapan positif dari hasil kinerja emiten semester pertama tahun ini. IHSG BEI dibuka naik 20,26 poin atau 0,35 persen menjadi 5.839,39 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 5,11 poin (0,52 persen) menjadi 981,29 poin. "IHSG melanjutkan kenaikan seiring dengan ekspektasi akan kinerja emiten yang akan lebih baik untuk periode semester pertama tahun ini," kata Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis. Ia mengemukakan bahwa di awali rilis kinerja Bank Negara Indonesia Tbk yang mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 46,7 persen menjadi Rp6,41 triliun pada semester pertama dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, memberikan sentimen positif terutama pada saham-saham sektor perbankan. Di sisi lain, lanjut dia, pergerakan nilai tukar rupiah yang terapresiasi terhadap dolar AS dan laju bursa saham Asia yang cenderung menguat, turut mendorong IHSG untuk melanjutkan penguatannya. Ia menambahkan bahwa investor saat ini juga sedang menanti rilisnya data makro diantaranya neraca perdagangan Indonesia yang dijadwalkan dipublikasn pada pekan depan. Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa pemerintah yang terus mengupayakan mengurangi kecemasan pasar seiring dengan meningkatnya utang negara dinilai cukup meredakan kekhawatiran. "Strategi pengelolaan utang pemerintah memberikan kepastian pasar terhadap arah fiskal jangka panjang pemerintah," katanya. Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 30,50 poin (0,15 persen) ke 20.128,88, indeks Hang Seng menguat 260,75 poin (1,00 persen) ke 26.304,39, dan Straits Times menguat 19,73 poin (0,63 persen) ke posisi 3.228,17.
    • Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 33 poin menjadi Rp13.336 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.369 per dolar Amerika Serikat (AS). "Nilai tukar rupiah menguat bersamaan dengan kurs di kawasan Asia terhadap dolar AS," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis. Ia mengatakan salah satu faktor yang menekan mata uang dolar AS itu salah satunya bersumber dari pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen yang "dovish" terhadap kebijakan keuangannya. Ia menambahkan bahwa penguatan kurs rupiah itu juga seiring dengan normalisasi imbal hasil surat utang negara (SUN) yang terus berlanjut. Situasi itu akan menjaga penguatan rupiah, paling tidak mengoreksi sentimen negatif yang bersumber dari eksternal. Kendati demikian, ia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional yang melambat, menipisnya surplus dagang serta risiko fiskal yang meningkat dapat memberatkan rupiah dalam jangka menengah. Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa masih adanya kekhawatiran di pasar keuangan domestik terhadap melebarnya defisit neraca pembayaran seiring meningkatnya utang negara dapat membuat laju penguatan kurs domestik tertahan. "Utang luar negeri yang meningkat dapat membuat kecemasan di pasar keuangan domestik," katanya. Ia mengharapkan bahwa reformasi dalam bidang perpajakan yang terus secara konsisten diperbaiki untuk mencegah utang pemerintah semakin bertambah dapat direspon positif pasar.
    • Pola bullish terbentuk pada kurva yield IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) siang ini. Rata-rata yield untuk seluruh tenor (1-30tahun) turun sebesar —3,99bps. Penurunan yield terbesar dicatatkan oleh tenor menengah (5-7tahun) yakni sebesar —4,21bps. Sementara yield tenor pendek (1-4tahun) dan panjang (8-30tahun) masing-masing turun sebesar —3,01bps dan —4,12bps. Sehingga INDOBeXG-Effective Yield siang ini mengalami penurunan —0,0603poin ke level 7,1894. Harga SUN benchmark kompak menguat dengan rata-rata naik +79,57bps. Seri FR0072 menguat paling tinggi hingga +137,25bps. Penguatan harga juga mendominasi SBN seri-seri FR dan ORI dengan rata-rata sebesar +27,00bps. Mayoritas penguatan harga SBN tersebut otomatis mendorong kenaikan INDOBeXG-Clean Price sebesar +0,4200poin ke level 115,0156. Begitu pula dengan kiner-ja INDOBeXG-Total Return siang ini turut menguat sebesar +0,8447poin ke level 223,2366.Aktivitas perdagangan yang terpantau melalui data feed IDX mengalami kenaikan dari segi frekuensi yakni sebesar +24,81% dari 133 kali menjadi 166 kali. Namun total volume perdagangan menurun sebesar —25,98% dari Rp3,54tn menjadi Rp2,62tn. Seri FR0072 diperdagangkan dengan volume terbesar yakni Rp409miliar dan dengan frekuensi tertinggi yakni 37 kali. Penguatan pasar SBN siang ini didorong oleh sikap dovish dari The Fed. Seperti diketahui gubernur The Fed, Janet Yellen, dalam testimoni dihadapan kongres AS menyatakan bahwa The Fed akan berhati-hati dalam melakukan pengetatan moneter karena tingkat inflasi yang masih dibawah target. Pernyataan tersebut sejalan dengan ekspektasi investor bahwa kenaikan FFR berikutnya pada akhir tahun, dan normalisasi neraca The Fed dilakukan secara bertahap. Positifnya pasar SBN juga didukung dengan tren penguatan Rupiah terhadap USD yang siang ini berada di level Rp13.336/US$ atau menguat dari level Rp13.370/US$ (kurs spot Bloomberg). Persepsi risiko global turut membaik yang ditandai dengan penurunan CDS obligasi Indonesia tenor 5-tahun ke level 117,61bps dari 119,92bps (Bloomberg). Seri-seri sukuk negara siang ini didominasi penguatan dengan rata-rata sebesar +17,66bps. Harga seri IFR menguat paling besar yakni +22,06bps. Diikuti kemudian oleh kelompok seri PBS dan SR yakni masing-masing menguat sebesar +19,21bps dan +3,65bps. Sehingga Indonesia Government Sukuk Indexes- Clean Price (IGSIX-CP) siang ini meningkat sebesar +0,1699poin ke level 106,7611. Begitu pula dengan Indonesia Government Sukuk Indexes-Total Return (IGSIX-TR) siang ini menguat sebesar +0,3609poin ke level 203,7731.

    EKONOMI GLOBAL

    • Federal Reserve (The Fed) akan mendahulukan program penjualan obligasi pemerintah AS (US Treasury) senilai USD4,5 triliun dibandingkan menaikkan bunga sekali lagi. Demikian dikatakan anggota Dewan Gubernur The Fed Lael Brainard. Lebih lanjut ia mengatakan, program normalisasi neraca The Fed akan segera bergulir setelah kondisi perekonomian mendukung. Di sisi lain, Brainard mengeluarkan pernyataan dovish mengenai kenaikan bunga acuan. Trader pun masih ragu ada kenaikan bunga sekali lagi, ditunjukan dengan Fed Watch Tool yang masih di kisaran 50 persen peluang Fed menaikkan bunga di Desember. Komentar Brainard dianggap relevan karena ia memiliki ideologi yang dekat dengan Ketua Fed Janet Yellen. "Menjelaskan kebijakan terkini, saya berpendapat program normalisasi federal funds rate sedang berproses. Jika data ekonomi mengkonfirmasi pasar tenaga kerja yang kuat dan aktivitas ekonomi semakin kokoh," ujar Brainard. Saat ini The Fed mengoleksi obligasi pemerintah senilai $4.5 triliun, hasil pembelian kembali (buyback) di pasar sebagai langkah penyelamaran ekonomi dari krisis keuangan. Saat obligasi ini jatuh tempo, Fed akan kembali menerbitkan obligasi sejenis dengan melakukan lelang untuk mendapatkan likuditas.
    • Bank of Japan (BOJ) akan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi (gross domestic product/GDP) Jepang untuk tahun ini dan tahun depan, jika melihat adanya kenaikan konsumsi individual dan investasi modal. Pada pertemuan BOJ pekan depan, bank sentral diperkirakan menaikkan proyeksi GDP untuk kedua tahun fiskal ini sebesar 0,1 hingga 0,2 poin. Sebelumnya di pertemuan BOJ April lalu, BOJ memprediksi pertumbuhan GDP di periode April hingga Maret tahun depan akan mencapai 1,6%. Sedangkan GDP April 2018-Maret 2019, BOJ memerkirakan pertumbuhan ekonomi 1,3%. Sejak April lalu, sejumlah indikator menunjukkan terjadi pemulihan ekonomi dan dibahas saat pertemuan para manajer cabang BOJ pada Senin lalu. Namun untuk inflasi, proyeksi BOJ memiiki arah berbeda. BOJ menurunkan proyeksinya di tahun fiskal ini dan tahun tahun fiskal 2018, mengacu pada penurunan harga yang dimulai musim semi lalu. Saat penulisan USDJPY ditransaksikan di 112.96, turun 18 pip dari penutupan sesi Amerika di 113.14. Dolar AS sedang melemah dipicu komentar dovish Yellen Rabu malam. Yellen mengatakan ekonomi AS dalam kondisi kuat untuk kenaikan bunga dan mulainya normalisasi neraca keuangan the Fed. Namun kenaikan bunga akan dilakukan secara gradual dan tidak dilakukan secepat perkiraan pasar.
    • Pasar saham global menghijau di pertengahan pekan ini setelah mendengar testimoni Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Janet Yellen. Di hadapan Kongres, orang nomor satu di Federal Reserve ini mengungkapkan beberapa hal terkait kebijakan moneter AS.

    1. Yellen mengungkapkan, ekonomi AS cukup sehat bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga dan mulai menurunkan neraca jumbo meski inflasi yang rendah dan suku bunga cenderung netral masih memberi kelonggaran bagi bank sentral. Bank sentral menargetkan inflasi 2%. "Yellen memberi sinyal bahwa Bank Sentral sangat memperhatikan tingkat inflasi dengan sangat hati-hati," kata John Briggs, head of strategy NatWest Markets.

    2. Meski pertumbuhan ekonomi masih lambat, terus ada penambahan jumlah pekerja, kenaikan tingkat konsumsi rumah tangga, dan investasi bisnis. Dari sisi eksternal, ekonomi global dalam kondisi lebih kuat.

    3. Kondisi ekonomi inilah yang membuka peluang bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga secara bertahap. Fed Fund Rate kemungkinan tidak akan naik terlalu tinggi dalam waktu dekat. Bank Sentral AS merasa perlu memberi kelonggaran moneter.

    4. Pengurangan portofolio The Fed lebih dari US$ 4,5 triliun akan dimulai tahun ini. Pengurangan akan dimulai dengan melepas portofolio aset yang jatuh tempo tiap bulan.

    • China mencatat perdagangan bulan Juni yang lebih tinggi ketimbang prediksi. Angka ekspor China naik 11,3% ketimbang tahun lalu. Sedangkan impor naik 17,2%. Ekspor China terutama ditopang oleh permintaan barang elektronik dan industri. China juga masih mencatat surplus pada perdagangan dengan Amerika Serikat. Nilai perdagangan China dan Korea Selatan di semester pertama pun meningkat. China mencatat surplus perdagangan US$ 42,77 miliar pada bulan Juni. Sebelumnya, analis memperkirakan surplus China di angka US$ 42,44 miliar. Prediksi dan realisasi surplus ini lebih tinggi ketimbang surplus perdaganga Mei yang mencapai US$ 40,81 miliar. Impor China terbesar terutama adalah komoditas untuk industri seperti bijih besi dan batubara. Permintaan masih tetap tinggi seiring pasar real estate di kota-kota kecil yang masih positif. "Angka ekspor selanjutnya akan relatif positif seiring positifnya outlook partner dagang China," kata Julian Evans-Pritchard, China Economist di Capital Economics. Evans-Pritchard menambahkan, justru impor kemungkinan bisa turun karena adanya pengetatan ekonomi. Pemerintah China masih menjaga ketat pasar properti yang masih panas, terutama di kota-kota besar. China mencatat surplus US$ 25,4 miliar pada perdagangan dengan AS bulan Juni, naik dari US$ 22 miliar di bulan Mei. Angka surplus ini pun merupakan level tertinggi sejak Oktober 2015.
    • Bank sentral Korea Selatan pada Kamis (13/7) mempertahankan suku bunga acuannya pada rekor terendah. Bank of Korea menahan suku bunga acuan ini selama 13 bulan berturut-turut. Gubernur Bank of Korea Lee Ju-yeol dan enam anggota dewan kebijakan moneter memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan seven-day repurchase di 1,25%. Kebijakan itu sejalan dengan ekspektasi pasar. Menurut survei Korea Financial Investment Association (KFIA) terhadap 200 pakar fixed-income, 98% responden memperkirakan suku bunga acuan tetap. Tekanan pasar atas kenaikan suku bunga Korea Selatan makin berat seiring kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) bulan lalu ke angka 1%-1,25%. Dengan level suku bunga yang hampir sama, pengamat pasar di Korea khawatir akan adanya aliran dana keluar. Tapi, bank sentral menahan suku bunga untuk menjaga beban keuangan debitur rumah tangga. Selama suku bunga berada di level rendah, utang rumah tangga di Korea terus menanjak. Pemerintah Korea mulai mengetatkan aturan kredit perumahan untuk menahan lonjakan kredit dan kredit bermasalah di kemudian hari.

     

    Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

    Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.