Ekonomi Update 19 Mei 2017

    • Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Mei 2017 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) tetap sebesar 4,75%, dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 4,00% dan Lending Facility tetap sebesar 5,50%, berlaku efektif sejak 19 Mei 2017.
    • Mencermati perkembangan harga terkini kebutuhan pokok, Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah memprediksi inflasi pada Mei ini meningkat.
    • Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Jawa Tengah menyatakan sektor industri di Jawa Tengah masih menghadapi sejumlah kendala untuk dapat berkembang.
    • Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit industri perbankan hingga April 2017 mencapai 9,47 persen secara tahunan (year on year/yoy), naik dibandingkan Maret 2017 yang 9,2 persen (yoy), karena peningkatan permintaan pembiayaan sektor pertanian, listrik dan konstruksi.
    • Dalam rangka menjalankan program keterbukaan informasi perpajakan atau Automatic Exchange of Information (AEoI) pada 2018, Bank Indonesia (BI) siap hadir dalam bentuk temporary likuidity financing.
    • Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan.
    • Performa negatif mewarnai pasar obligasi domestik pada perdagangan kemarin. ICBI ditutup di level 223,1830 (–0,0037poin). EKONOMI GLOBAL
    • Kubu Partai Republik, Amerika Serikat, mulai angkat bicara tentang kemungkinan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump.
    • Bursa saham Eropa memperpanjang pelemahannya pada akhir perdagangan kemarin, di tengah berlanjutnya aksi jual investor akibat pergolakan seputar pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
    • Bursa saham Brasil terjun bebas pada perdagangan Kamis kemarin (19/5) setelah Mahkamah Agung setuju penyelidikan keterlibatan Presiden Brasil Michel Temer dalam skandal korupsi besar. 
    • Sejumlah indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) berhasil membukukan rebound pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).
    • Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat pagi WIB), didukung data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan.
    • Harga minyak mentah dunia berupaya menguat lagi untuk hari ketiga hari ini, Jumat (19/5).
    • Iklim ekonomi, keuangan dan politik global yang tidak pasti akhir-akhir ini, membuat sejumlah orang kaya cemas akan investasinya.
    • Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena saham-saham di New York dan dolar AS menguat.
    • Yahoo Inc akan membeli kembali saham senilai US$ 3 miliar melalui penawaran tender (tender offer).

    EKONOMI DOMESTIK

     

    • Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Mei 2017 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) tetap sebesar 4,75%, dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 4,00% dan Lending Facility tetap sebesar 5,50%, berlaku efektif sejak 19 Mei 2017. Keputusan tersebut konsisten dengan upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dengan tetap mendorong proses pemulihan perekonomian domestik. Bank Indonesia tetap mewaspadai sejumlah risiko, baik yang bersumber dari global maupun domestik. Dari sisi global, perkembangan kebijakan di AS dan geopolitik khususnya di Semenanjung Korea merupakan sejumlah risiko yang perlu tetap diwaspadai. Dari sisi domestik, beberapa risiko yang tetap perlu diwaspadai adalah dampak penyesuaian administered prices terhadap inflasi serta berlanjutnya konsolidasi korporasi dan perbankan. Untuk itu, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Bank Indonesia juga terus mempererat koordinasi bersama Pemerintah dalam rangka pengendalian inflasi agar tetap berada pada kisaran sasaran dan mendorong kelanjutan reformasi struktural agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan membaik, meskipun beberapa risiko tetap perlu dicermati. Peningkatan prospek ekonomi dunia ditopang oleh meningkatnya pertumbuhan ekonomi di AS, Tiongkok, Eropa dan Jepang. Perekonomian di AS didukung oleh konsumsi yang solid serta peningkatan investasi nonresidensial. Di Tiongkok, perekonomian tumbuh lebih baik dengan meningkatnya kegiatan investasi swasta dan perbaikan ekspor. Di Eropa, pertumbuhan ekonomi didorong oleh meningkatnya kinerja sektor manufaktur sejalan dengan perbaikan konsumsi dan ekspor, serta telah menurunnya risiko geopolitik pasca Pemilihan Presiden di Perancis. Di Jepang, kenaikan permintaan domestik dan ekspor telah mendorong perbaikan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Sejalan dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi dunia tersebut, volume perdagangan dunia dan harga komoditas non migas mengalami peningkatan. Ke depan, sejumlah risiko terhadap perekonomian global tetap perlu diwaspadai, antara lain kenaikan Fed Fund Rate, kebijakan fiskal dan perdagangan serta penurunan besaran neraca bank sentral AS, dan perkembangan geopolitik di beberapa kawasan, khususnya di Semenanjung Korea. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2017 membaik. Pertumbuhan pada triwulan I 2017 tercatat sebesar 5,01% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,94 % (yoy) dan triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,92% (yoy). Pertumbuhan yang tinggi tercatat pada ekspor dan belanja pemerintah. Perbaikan kinerja ekspor terutama dipengaruhi oleh membaiknya harga komoditas global, seperti batubara dan karet, serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi dunia. Belanja barang dan modal pemerintah dapat memperbaiki kinerja investasi terutama investasi bangunan sejalan dengan berlanjutnya proyek infrastruktur pemerintah. Sementara itu, pertumbuhan konsumsi rumah tangga tetap kuat. Secara spasial, perbaikan PDB triwulan I 2017 ditopang oleh pertumbuhan ekonomi di Jawa terkait investasi dan di Kalimantan karena ekspor. Di sisi lain, perlambatan ekonomi terjadi di Sumatera karena penurunan investasi dan perdagangan antar daerah, serta di Sulampua dan Balinusra karena menurunnya ekspor bahan tambang. Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan perekonomian 2017 akan tumbuh dalam kisaran 5,0-5,4% (yoy). Prospek perbaikan ekonomi tersebut terutama ditopang oleh ekspor dan investasi yang terus membaik, serta konsumsi yang tetap kuat. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan I 2017 kembali mencatat surplus, ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial. Surplus NPI tercatat 4,5 miliar dolar AS, relatif sama dengan surplus pada triwulan sebelumnya, tetapi jauh lebih baik dibandingkan triwulan I 2016 yang mengalami defisit 0,3 miliar dolar AS. Aliran masuk modal asing cukup besar sehingga surplus neraca modal dan finansial meningkat menjadi 7,9 miliar dolar AS. Peningkatan tersebut sejalan dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi dan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Sementara itu, defisit transaksi berjalan tercatat 2,4 miliar dolar AS (1,0% PDB) didorong oleh defisit neraca perdagangan migas dan pendapatan primer yang lebih besar dari kenaikan surplus neraca perdagangan non migas. Peningkatan defisit neraca perdagangan migas dipengaruhi oleh naiknya harga minyak dunia di tengah penurunan lifting minyak, sementara kenaikan defisit neraca pendapatan primer sejalan dengan jadwal pembayaran bunga surat utang pemerintah yang lebih tinggi. Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir triwulan I 2017 tercatat 121,8 miliar dolar AS, yang kemudian naik pada akhir April 2017 menjadi 123,2 miliar dolar AS atau cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Nilai tukar rupiah bergerak menguat sepanjang triwulan I 2017 dan relatif stabil pada April 2017. Pada triwulan I 2017 nilai tukar rupiah, secara point to point (ptp), menguat sebesar 1,1% ke level Rp13.326 per dolar AS. Sepanjang April 2017, rupiah relatif stabil dan ditutup pada level Rp13.329 per dolar AS. Penguatan rupiah didukung oleh masih berlanjutnya aliran masuk modal asing sejalan dengan perbaikan outlook sovereign rating, data makroekonomi yang positif, dan sentimen positif terhadap prospek ekonomi Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia akan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi untuk mendorong nilai tukar yang sesuai nilai fundamentalnya dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar. Inflasi tetap terkendali dan berada dalam kisaran sasaran inflasi 2017 yaitu 4±1%. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2017 mencatat inflasi sebesar 0,09% (mtm) atau 4,17% (yoy). Inflasi IHK terutama bersumber dari komponen administered prices yang mengalami inflasi sebesar 1,27% (mtm) atau 8,68% (yoy), didorong oleh penyesuaian tarif listrik tahap dua untuk pelanggan pascabayar daya 900 VA nonsubsidi, penyesuaian tarif angkutan udara, harga bensin, dan rokok. Sementara itu, inflasi inti tercatat rendah sebesar 0,13% (mtm) atau 3,28% (yoy), sejalan dengan masih terbatasnya permintaan domestik, terkendalinya ekspektasi inflasi, dan menguatnya nilai tukar rupiah. Di sisi lain, kelompok volatile food tercatat mengalami deflasi sebesar 1,26% (mtm) atau 2,66% (yoy) seiring dengan melimpahnya pasokan karena panen raya. Ke depan, koordinasi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi akan terus diperkuat terutama dalam menghadapi sejumlah risiko terkait penyesuaian administered prices sejalan dengan kebijakan lanjutan reformasi subsidi energi oleh Pemerintah, dan risiko kenaikan harga volatile food menjelang bulan puasa. Stabilitas sistem keuangan tetap kuat didukung oleh ketahanan industri perbankan dan pasar keuangan yang terjaga. Pada Maret 2017, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan tercatat 22,7%, dan rasio likuiditas (AL/DPK) berada pada level 22,0%. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tercatat 3,0% (gross) atau 1,3% (net). Transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial membaik meski belum optimal sejalan dengan kehati-hatian bank dalam mengelola risiko kredit. Pertumbuhan kredit Maret 2017 tercatat 9,2% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya 8,6% (yoy) didorong oleh peningkatan kredit berdenominasi valas dan untuk segmen korporasi. Pertumbuhan kredit yang mulai membaik diharapkan terus berlanjut seiring aktivitas ekonomi yang meningkat. Selanjutnya, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Maret 2017 tercatat 10,0% (yoy), meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya 9,2% (yoy). Sejalan dengan perkiraan meningkatnya kegiatan ekonomi dan masih berlanjutnya dampak pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah dilakukan sebelumnya, pertumbuhan kredit dan DPK pada tahun 2017 diperkirakan lebih tinggi, masing-masing berada dalam kisaran 10-12% dan 9-11%.
    • Mencermati perkembangan harga terkini kebutuhan pokok, Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah memprediksi inflasi pada Mei ini meningkat. Kepala Kantor BI Perwakilan Jateng, Hamid Ponco Wibowo, menyebut kenaikan itu terjadi seiring meningkatnya harga komoditas makanan memasuki bulan Ramadan. "Yang naik terutama komoditas hortikultura, antara lain bawang putih dan cabai merah. Kemudian daging ayam ras dan telur ayam ras," jelas Hamid dalam konferensi pers persiapan menghadapi Ramadan, Kamis (18/5/2017). BI juga memperkirakan masih ada tekanan harga yang berasal dari dampak lanjutan kenaikan tarif listrik. "Warga Jateng yang berlangganan listrik 900 VA ini cukup banyak. Jadi sangat berdampak kepada inflasi," jelas dia. Berdasarkan hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) M.II Mei 2017, Jawa Tengah diperkirakan mengalami inflasi 0,39% (mtm). Adapun Kota Semarang sampai dengan Minggu III Mei ini diperkirakan mengalami inflasi 0,51% (mtm). Komoditas potensial penyumbang inflasi terbesar di Jawa Tengah sampai dengan Minggu II Mei 2017 adalah bawang putih (0,19%), telur ayam ras (0,07%), cabai merah (0,05%), bensin (0,03%), beras (0,02%), rokok kretek, dan rokok kretek filter (0,01%). Komoditas yang diperkirakan akan mengalami deflasi adalah bawang merah (-0,01), kangkung (-0,01), gula pasir (-0,01%), dan semen (-0,01%).
    • Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Jawa Tengah menyatakan sektor industri di Jawa Tengah masih menghadapi sejumlah kendala untuk dapat berkembang. "Terutama untuk industri olahan karena selama ini perekonomian Jawa Tengah masih ditopang oleh industri pengolahan dengan pangsa di atas 30 persen," kata Kepala BI Kanwil Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo di Semarang, Kamis. Dia mengatakan jika dilihat selama tujuh tahun terakhir, pertumbuhan industri pengolahan mengalami perlambatan. Menurut dia, daya saing Indonesia yang tergambar dari "Global Competitiveness Index" pada 2016 mengalami penurunan, yaitu dari posisi 34 turun menjadi peringkat 37. Salah satu penyebab penurunan peringkat tersebut, katanya, yaitu menurunnya penilaian terhadap komponen kebutuhan dasar berupa infrastruktur yang merosot enam peringkat. Ponco mengatakan hal itu disebabkan hampir seluruh komponen penilaian mengalami penurunan, yaitu berupa jalan, jalur kereta, pelabuhan, bandar udara, dan ketersediaan listrik. Dibandingkan dengan negara di kawasan ASEAN, Singapura menempati posisi tinggi, yaitu peringkat 2, diikuti Malaysia peringkat 18, dan Thailand peringkat 32. Meski kalah dari ketiga negara tersebut, posisi Indonesia masih lebih unggul dibandingkan dengan Filipina yang di posisi 47 dan Vietnam peringkat 56. Terkait dengan hal itu, pihaknya memberikan rekomendasi agar sektor industri dapat berkembang dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian di Jawa Tengah. Ponco mengatakan salah satu yang harus dilakukan adalah pada aspek infrastruktur fisik, dapat dilakukan sejumlah hal pada jangka pendek, yaitu meningkatkan alokasi anggaran belanja modal pemda dalam pembangunan infrastruktur fisik, mempercepat proses deregulasi perizinan swasta khususnya dalam penyediaan infrastruktur jalan dan energi di daerah, serta mendorong penurunan biaya energi pada IKM unggulan. Dalam jangka menengah dan panjang, katanya, dapat dilakukan sejumlah langkah, di antaranya mendorong "joint investment" pemerintah dengan pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur fisik. "Selain itu adalah dengan mendorong kerja sama perusahaan BUMN dan perusahaan swasta dalam pembangunan infrastruktur pelabuhan dan bandara di daerah industri baru," katanya.
    • Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit industri perbankan hingga April 2017 mencapai 9,47 persen secara tahunan (year on year/yoy), naik dibandingkan Maret 2017 yang 9,2 persen (yoy), karena peningkatan permintaan pembiayaan sektor pertanian, listrik dan konstruksi. Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis, mengatakan pertumbuhan kredit yang terus menggeliat sejak Januari 2017, turut disebabkan pertumbuhan ekonomi domestik yang terus menunjukkan perbaikan. Di triwulan I 2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,01 persen (yoy), atau di atas ekspetasi BI yang sekitar 4,9 persen. "Di akhir tahun kita masih lihat pertumbuhan kredit sebesar 10 persen sampai 12 persen (yoy)," ujar Agus. Agus berharap penyaluran intermediasi perbankan akan meningkat pada triwulan II, seiring dengan membaiknya kualitas kredit dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Per April 2017, kualitas kredit perbankan belum begitu membaik, dengan indikator kenaikan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) menjadi 3,07 persen, dari Maret 2017 yang sebesar 3,04 persen. Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto merinci pertumbuhan kredit April 2017 disumbang dari pertumbuhan kredit rupiah sebesar 9,67 persen dan kredit valas yang tumbuh 7,25 persen. Meskipun, belum menyentuh dua digit, Erwin menilai pertumbuhan kredit hingga Mei tahun ini sudah menunjukkan perbaikan jika dibanding periode sama tahun lalu. "Apalagi kredit valas sudah tumbuh dibandingkan tahun lalu yang masih minus. Valas tahun lalu periode sama year to date masih -0,76 persen," ujar dia. Erwin mencatat sekotr kredit bisnis dan konsumsi juga menjadi pendorong pertumbuhan pada Januari-April 2017 ini. Dari sisi kualitas kredit, Erwin meyakini membaiknya pertumbuhan ekonomi akan turut memperbaiki NPL secara signifikan. Di akhir 2017, Erwin memprediksi NPL perbankan bisa menurun ke 2,4-2,5 persen (gross). Sedangkan untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan, Erwin memerkirakan akan mencapai 9-11 persen (yoy).
    • Dalam rangka menjalankan program keterbukaan informasi perpajakan atau Automatic Exchange of Information (AEoI) pada 2018, Bank Indonesia (BI) siap hadir dalam bentuk temporary likuidity financing. Langkah ini sebagai antisipasi BI jika keikutsertaan Indonesia dalam program AEoI memengaruhi likuiditas perbankan. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, sebenarnya kekhawatiran keikutsertaan Indonesia dalam program keterbukaan informasi ini sudah dilaksanakan semasa program pengampunan pajak (tax amnesty) dilakukan. Dalam program tersebut, Otoritas Pajak sudah dapat mengakses informasi perpajakan di perbankan dengan sudah terlaksananya deklarasi aset yang prosesnya berjalan dengan baik. "Jadi kami enggak yakin (ikut AEoI) akan pengaruhi likuiditas perbankan. Kalaupun ada, kami hadir dalam bentuk temporary likuidity financing," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (18/5/2017). Terkait keterbukaan informasi pajak, Agus mengatakan, BI sudah mengikuti ini dengan saksama dari awal diskusi. Yang pertama dilihat adalah kejelasan peraturan yang dituangkan dalam Perppu Nomor 1/2017. Dalam pembuatan aturan tersebut, komunikasi dengan stakeholder terkait dan komitmen negara untuk mengikuti keterbukaan informasi perpajakan benar-benar dilakukan dengan baik. "Kami sudah melihat perbankan dari BUKU I sampai IV dan kami sudah lihat individu di sana dananya di atas Rp2 miliar, kita sudah lihat sensitifnya dan melihat bagaimana interconnected-nya. Jadi saya rasa semua ini terkendali," tuturnya.
    • Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan. Hadirnya aturan tersebut, disinyalir mampu menggenjot penerimaan negara dari pajak. Kendati demikian, pengesahan Perppu ini ternyata menimbulkan beberapa kekhawatiran. Salah satunya adalah penarikan aliran dana keluar atau capital outflow. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida mengatakan, penerbitan aturan keterbukaan informasi ini tidak akan menimbulkan capital outflow. Mengingat sejumlah negara di dunia juga telah menerapkan sistem ini. "Saya rasa tidak, semua negara juga wajibkan untuk itu. Jadi apakah ada untuk pengaruh outflow ke negara lain, kan negara lain pun diterapkan," ujar Nurhaida di Jakarta, Kamis (18/5/2017). Saat ini, lanjut Nurhaida, yang perlu difokuskan adalah sosialisasi tentang Perppu baru ini ke masyarakat sehingga tidak terjadi kendala dalam pelaksanaannya. Sebagai pihak pengawas perbankan nasional, Nurhaida juga mengatakan bahwa pihak OJK akan turut serta dalam sosialisasi Perppu ini. "Bisa saja OJK juga ikut sosialisasi, karena Perppu ini menyangkut juga di sektor jasa keuangan, perbankan, pasar modal. Maupun juga industri keuangan nonbank," tuturnya. Nurhaida juga mengatakan bahwa tidak seharusnya ada kekhawatiran yang muncul, lantaran pihak Ditjen Pajak tidak akan sembarangan dalam membuka data nasabah. Akan terdapat mekanisme serta persyaratan tersendiri bagi para lembaga sektor keuangan untuk dapat mengakses informasi melalui sistem perbankan. "Tidak dengan secara terbuka dan semuanya boleh lihat, itu nanti pasti akan ada ketentuannya dan persyaratannya dan pihaknya yang bisa akses data siapa," tukas dia.
    • Performa negatif mewarnai pasar obligasi domestik pada perdagangan kemarin. ICBI ditutup di level 223,1830 (–0,0037poin). Pelemahan ICBI dipicu oleh kinerja INDOBeXG-Total Return (obligasi negara) yang turun –0,0105poin ke level 220,3424. INDOBeXC-Total Return (obligasi korporasi) kemarin berlanjut rally yakni menguat +0,0493poin ke level 234,4666. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) didominasi bullish. Rata-rata yield sepanjang tenor (1-30tahun) turun –0,42bps. Yield SBN tenor 2-tahun naik +2,29bps ke level 6,4894%; tenor 5-tahun turun –0,45bps ke level 6,8339%; dan tenor 10-tahun turun –0,45bps ke level 7,2871%. INDOBeXG-Effective Yield kemarin ditutup naik +0,0044poin di level 7,2057. Harga SUN benchmark berlanjut terkoreksi pada keempat serinya dengan rata-rata lebih rendah dari penutupan Rabu yakni –25,40bps vs –13,37bps. FR0072 masih tercatat sebagai seri yang terkoreksi paling dalam sebesar –33,48bps. Demikian pula dengan koreksi harga terendah juga masih dicatatkan FR0061 sebesar –5,00bps. Secara keseluruhan, rata-rata harga SBN tipe FR dan ORI kemarin turun ditutup melemah tipis sebesar –0,97bps. INDOBeXG-Clean Price kemarin ditutup melemah –0,0302poin di level 114,8720. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kemarin berlanjut menurun dari sisi total frekuensi sebesar –1,39% dari 505 kali menjadi 498 kali. Namun total volume tampak meningkat sebesar +13,31% dari Rp6,21tn menjadi Rp7,04tn. Peningkatan volume tersebut dipicu oleh transaksi SUN tenor pendek dan menengah yang meningkat hingga lebih dari 150,0%. Total volume transaksi SUN tenor pendek kemarin tercatat sebesar Rp3,26tn (+170,53%); dan tenor menengah Rp927miliar (+241,20%). Total volume terbesar kemarin dicatatkan oleh seri FR0061 sebesar Rp879miliar (13 kali). Sedangkan seri SBN teraktif diraih FR0074 sebanyak 76 kali (Rp371miliar). Sentimen global tampak kembali membayangi pergerakan pasar kemarin. Meningkatnya tensi politik Amerika Serikat akibat segala kntroversi yang dilakukan Donald Trump memicu ketidakpastian di pasar dan mendorong naiknya tingkat imbal hasil pada seri-seri SBN bertenor pendek. Ketidakpastian tersebut turut memicu lebih semaraknya aksi trading pada seri-seri SBN bertenor pendek. Sejalan dengan meningkatnya tensi politik di Amerika, persepsi risiko global yang ditandai dengan CDS tenor 5-tahun di beberapa negara juga turut bergerak naik, termasuk Indonesia yakni sebesar +6,24bps. Namun, dipertahankannnya suku bunga 7-day Reverse RR di level 4,75% oleh Bank Indonesia pada RDG-BI kemarin menjadi katalis positif di pasar. Tercermin dari menyempitnya spread yield antara tenor 2-tahun dan 10-tahun sebesar –2,74bps pada perdagangan kemarin. Berbeda halnya dengan pasar obligasi, pasar saham kemarin berhasil ditutup menguat +0,53% di level 5.645,45. Pasar obligasi hingga di akhir pekan ini masih berpotensi melanjutkan pelemahannya meskipun tipis. Kontroversional Trump diperkirakan masih menjadi concern pasar saat ini. Namun rilis data pengangguran AS yang turun menjadi 232ribu dapat menjadi katalis positif ditengah ketidakpastian politik di AS. Dari dalam negeri, dipertahankannya BI 7-day RR turut memberikan keyakinan pasar terhadap kondisi fundamental Indonesia.

     

    EKONOMI GLOBAL

     

    • Kubu Partai Republik, Amerika Serikat, mulai angkat bicara tentang kemungkinan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Langkah kaum Rebupliken itu muncul setelah ada laporan bahwa Trump meminta James Comey, ketika masih menjabat Direktur FBI, untuk menghentikan penyelidikan atas kaitan mantan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Michael Flynn dengan Rusia. Anggota Kongres dari Partai Republik, Justin Amash, mengatakan kepada The Hill, Rabu (17/5), jika ada laporan tentang tekanan Trump terhadap Comey, maka layak untuk melakukan impeachment kepada Trump. Dalam sebuah wawancara dengan CNN, perwakilan Partai Republik Carlos Curbelo menyamakan langkah Trump – yang diduga menekan Comey untuk membatalkan penyelidikan atas Flynn – dengan tindakan menghalangi-halangi proses hukum (obstruction of justice). Tindakan seperti itu, yang menghalang-halangi proses hukum adalah sebuah tindakan kriminal, pernah mendorong pemakzulan terhadap dua mantan Presiden AS, Richard Nixon dan Bill Clinton. "Obstruction of Justice dalam kasus Nixon, dan dalam kasus Clinton di akhir tahun 1990-an, telah dilihat sebagai pelanggaran yang bisa membawa pemakzulan," kata Curbelo. Kedua anggota Kongres AS tersebut telah mengkritik Trump dan mengaku tidak memilih Trump dalam Pilpres AS 2016. Fakta bahwa kaum Republiken sekarang mulai mewacanakan impeachment terhadap Trump itu adalah sebuah dampak dari skandal terbaru Trump. Menurut New York Times, Comey telah menulis dalam sebuah memonya bahwa Trump berkata kepadanya, "Saya harap Anda bisa melihat dengan jelas dengan membiarkan Flynn melenggang." Keberadaan memo tersebut, yang dilaporkan ditulis Comey sendiri, menunjukkan bahwa Trump telah berusaha untuk mempengaruhi penyelidikan terhadap bawahannya, sekutunya, dan Rusia. Sebenarnya FBI di bawah Comey sedang melakukan penyelidikan mengenai kemungkinan adanya kolusi antara Rusia dan tim kampanye Trump, serta penyelidikan terpisah terhadap Flynn. Flynn mengundurkan diri pada Februari lalu setelah diketahui bahwa dia telah memberikan keterangan yang menyesatkan Wakil Presiden Mike Pence dan pejabat tinggi Gedung Putih lainnya mengenai percakapannya dengan Duta Besar Rusia untuk AS, Sergey Kislyak. Pensiunan jenderal bintang tiga tersebut dituduh telah mendiskusikan strategi sanksi AS dengan Dubes Rusia Sergey Kislyak, sebelum menjadi penasihat presiden. Flynn, yang juga pernah menjadi kepala dinas intelijen militer ini, menegaskan dia merasa bangga berkesempatan melayani negara dalam jabatannya saat ini. The Times melaporkan, Comey menulis memo tersebut tentang percakapannya dengan Trump segera setelah pertemuan mereka, yang berlangsung sehari setelah Flynn mengundurkan diri. Gedung Putih berpendapat, memo tersebut tidak secara akurat menjelaskan tentang percakapan Trump dan Comey.
    • Bursa saham Eropa memperpanjang pelemahannya pada akhir perdagangan kemarin, di tengah berlanjutnya aksi jual investor akibat pergolakan seputar pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,5% atau 1,95 poin ke posisi 389,19 pada perdagangan Kamis (18/5). Pergerakan saham melemah di tengah laporan bahwa para penasihat kampanye Trump kemungkinan telah menjalin setidaknya 18 kontak dengan Rusia sebelumnya. Sementara itu, indeks VStoxx untuk volatilitas saham zona Eropa naik kemarin dan telah menanjak hingga 26% selama dua hari. Mayoritas kelompok industri turun, dengan saham minuman dan real estate mengalami penurunan terbesar. Indeks Stoxx 600 mengalami penurunan terbesar dalam hampir delapan bulan kemarin, sejalan dengan saham global lainnya, menyusul kabar bahwa Trump pernah meminta mantan Direktur FBI James Comey untuk menghentikan penyelidikan terhadap mantan penasihat keamanan nasional, Michael Flynn. Tudingan tersebut menambah gejolak seputar pemerintahannya, usai menghadapi kritik karena memecat Comey dan dikabarkan telah membeberkan informasi teramat rahasia kepada dua diplomat Rusia. “Aksi jual di Wall Street kemarin menunjukkan betapa pentingnya harapan untuk melihat Trump meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi pasar. Sekarang investor mulai mempertimbangkan kembali kemampuan Trump untuk merealisasikan janjinya,” ujar William De Vijlder, group chief economist BNP Paribas, (Jumat, 19/5/2017).
    • Bursa saham Brasil terjun bebas pada perdagangan Kamis kemarin (19/5) setelah Mahkamah Agung setuju penyelidikan keterlibatan Presiden Brasil Michel Temer dalam skandal korupsi besar.  Indeks Bovespa (Ibovespa) merosot lebih dari 10% pada perdagangan kemarin, dan ditutup dengan penurunan 8,8%. Ini merupakan penurunan terbesar sejak krisis global Oktober 2008 silam. Surat kabar setempat O Globo memberitakan pada Rabu, bahwa Temer pada Maret lalu berupaya membayar seorang saksi untuk bungkam di kasus gratifikasi yang menyeret Ketua DPR setempat Eduardo Cunha sebagai terpidana 15 tahun. Tidak dijelaskan dari mana O Globo mendapatkan rekaman antara Temer dan seorang pengusaha daging raksasa Chairman Joesley Batista dari perusahan JBS SA tersebut. Lewat pidatonya, Temer yang menjabat sebagai presiden kurang dari 10 bulan ini mengatakan, tidak akan mundur dari jabatannya. Dia bilang, akan membuktikan dirinya tidak bersalah. Pasar saham Brasil merosot atas skandal korupsi yang melelahkan negara ini. "Kami percaya, tim ekonomi Temer akan menyadari dampak krisis ini pada agenda reformasi mereka," kata Larry McDonald.  Saham BUMN Petrobas kemarin merosot 15,4%. Saham perbankan, Banco Bradesco kehilangan 13,4% dan Itau Unibanco merosot 12%. Saham pertambangan Vale SA sempat tumbang 8% namun ditutup dengan penguatan 0,4%.
    • Sejumlah indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) berhasil membukukan rebound pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Pada perdagangan Kamis, Wall Street rebound dari aksi jual terbesarnya dalam lebih dari delapan bulan, ditopang oleh sentimen langkah untuk melonggarkan aturan internet serta data ekonomi yang kuat. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,27% ke 20.663,02, sedangkan indeks S&P 500 naik 0,37% ke 2.365,72 dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,73% atau 43,89 poin ke posisi 6.055,13. Ketiga indeks acuan tersebut pada sesi perdagangan sebelumnya mengalami penurunan tajam seiring menyusutnya harapan investor akan kebijakan pemotongan pajak dan kebijakan pro-bisnis lainnya di tengah pergolakan seputar pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Para investor masih memantau isu seputar Washington setelah kabar bahwa Trump berupaya campur tangan dalam penyelidikan terhadap dugaan persekongkolan mantan penasihat keamanan nasional AS, Michael Flynn, dengan Rusia. Menurut Janna Sampson, co-chief investment officer OakBrook Investments LLC di Lisle, Illinois, kegelisahan para investor kemungkinan mereda pasca penunjukan mantan kepala FBI Robert Mueller untuk menyelidiki dugaan keterlibatan Rusia dalam pilpres AS dan kemungkinan adanya kolusi antara tim kampanye Trump dan Moskow. “Apapun hasil (investigasi), pasar merasa yakin kemungkinan adanya hasil yang tidak bias dan akurat,” katanya, (Jumat, 19/5/2017). Sektor jasa telekomunikasi .SPLRCL mengalami penguatan terbesar dalam persentase pada indeks S&P dengan 1,2%. Pihak regulator telekomunikasi AS memilih memajukan rencana partai Republik untuk membalikkan perintah ‘netralitas bersih’ pada tahun 2015. Tak lama sebelumnya, The Federal Reserve wilayah Philadelphia menyatakan indeks aktivitas bisnis menguat pada bulan Mei setelah tercatat turun selama dua bulan. Data pengangguran mingguan juga menunjukkan penguatan pada pasar tenaga kerja.
    • Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat pagi WIB), didukung data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan. Dalam pekan yang berakhir 13 Mei, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran disesuaikan secara musiman turun 4.000 dari tingkat minggu sebelumnya yang tidak direvisi menjadi 232.000, lebih rendah dari konsensus pasar 240.000, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (18/5). Rata-rata pergerakan 4-minggu mencapai 240.750, turun 2.750 dari rata-rata minggu lalu yang tidak direvisi sebesar 243.500. Para analis memperkirakan bahwa data pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan, meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juni oleh Federal Reserve saat mereka bertemu pada 13-14 Juni. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Juni mencapai sekitar 74 persen, menurut alat FedWatch CME Group. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,41 persen menjadi 97,978 pada akhir perdagangan Kamis (18/5). Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1098 dolar AS dari 1,1155 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris merosot menjadi 1,2932 dolar AS dari 1,2963 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7417 dolar AS dari 0,7425 dolar AS. Dolar AS dibeli 111,55 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,94 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS menguat menjadi 0,9806 franc Swiss dari 0,9785 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3616 dolar Kanada dari 1,3635 dolar Kanada.
    • Harga minyak mentah dunia berupaya menguat lagi untuk hari ketiga hari ini, Jumat (19/5). Pasar optimis, produsen minyak besar akan mempertahankan sikap untuk mengurangi pasokan global untuk mendorong kenaikan harga. Harga minyak jenis Brent naik 12 sen ke US$ 52,63 per barel pada pagi ini, setelah naik 0,5% kemarin. Pekan ini, harga Brent sudah mencatat kenaikan 3,5%. Harga minyak West Texas Intermediate naik 14 sen menjadi US$ 49,49 per barel, dibanding kemarin US$ 49,35. Harga WTI sudah mencetak kenaikan 3,4% pekan ini. Harga minyak sulit beranjak di tengah persaingan pemangkasan produksi negara-negara OPEC dan kenaikan produksi Amerika Serikat. Negara Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan aliansinya seperti Rusia saat ini memangkas produksi 1,8 juta barel per hari hingga Juni nanti sebagai upaya mendorong harga minyak. Pasar optimis, pada pertemuan 25 Mei nanti, OPEC dan produsen minyak besar lainnya memperpanjang program pemangkasan produksi ini sampai Maret 2018.
    • Iklim ekonomi, keuangan dan politik global yang tidak pasti akhir-akhir ini, membuat sejumlah orang kaya cemas akan investasinya. Para jutawan ini berencana meninjau ulang pilihan investasinya. Hasil survei UBS Wealth Management atas lebih dari 2.842 jutawan menunjukkan adanya kekhawatiran yang tinggi akan kondisi pasar keuangan global saat ini. Seperti dilansir Reuters, survei dilakukan terhadap jutawan dengan aset yang diinvestasikan sekitar US$ 1 juta. Adapun negara tujuan investasinya ada di Hong Kong, Jepang, Singapura, Meksiko, Italia, Swiss dan Inggris. Dari ribuan jutawan tersebut, sekitar 82% diantaranya menilai, saat ini merupakan periode yang sulit diprediksi. Dus, lebih dari seperempat jutawan dunia yang disurvei tersebut berniat mengubah pilihan investasinya. Sekitar 77% jutawan yang menjadi responden meyakini ada risiko finansial yang timbul dari kejadian tidak pasti saat ini. Meski begitu, sebagian dari mereka memperkirakan kondisi keuangan mereka tetap akan membaik. Hanya sekitar 13% jutawan yang memprediksi situasi tak menguntungkan itu akan membawa pengaruh buruk bagi kondisi keuangan mereka. Meski dilanda ketidakpastian namun sejumlah orang tajir tersebut masih yakin dengan prospek investasi jangka panjang. Survek UBS mengidentifikasi sekitar 57% responden optimistis akan mencapai tujuan jangka panjang mereka. Sementara, sebanyak 11% responden pesimistis akan tujuan investasi jangka panjang mereka. Mencermati hasil tersebut, UBS menilai, kebanyakan jutawan tampaknya yakin bahwa mereka dapat bertahan sekalipun ada turbulensi dalam keuangan mereka. "Kondisi keuangan mereka tidak akan babak belur," tulis UBS. Disisi lain, survei tersebut juga menyoroti beberapa aspek perilaku investasi jutawan yang bertentangan dengan kebiasaan mereka. Sebab ada 75% dari jutawan tersebut memilih menyimpan uang tunai sebagai opsi yang aman. Meskipun hasil investasi yang didapat lebih rendah dibandingkan dengan keranjang investasi aset lain karena tidak mampu melawan kenaikan inflasi. Lebih mengejutkan adalah pilihan para jutawan muda yang menghindari risiko keuangan ketimbang jutawan kawakan. Sekitar separuh dari kelompok jutawan yang berusia 18 tahun-34 tahun, tidak mau mengambil risiko tinggi pasca krisis keuangan yang terjadi. Sementara jutawan yang berusia di atas 65 tahun lebih berani mengambil risiko investasi. Nick Tucker, Kepala UBS Wealth Management di Inggris menyebut, keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa alias Brexit sebagai salah satu peristiwa yang membuat para investor khawatir. Efek Brexit dinilai cukup berisiko tinggi. "Risiko politik, ekonomi, sosial dan finansial sangat menonjol dalam pikiran banyak orang," kata Tucker seperti dikutip Investment Week.
    • Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena saham-saham di New York dan dolar AS menguat. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, turun 5,9 dolar AS atau 0,47 persen menjadi menetap di 1.252,80 dolar AS per ounce. Dukungan terutama berasal dari data ekonomi terbaru, yang mendorong Dow Jones Industrial Average naik 104,18 poin atau 0,51 persen dan indeks komposit Nasdaq naik 48,96 poin atau 0,81 persen pada pukul 18.20 GMT. Ketika pasar ekuitas mendapat keuntungan, logam mulia biasanya jatuh. Menurut Federal Reserve Bank of Philadelphia, indeks manufaktur di wilayah tersebut melonjak ke angka 38,8 pada Mei dari 22 pada April, menunjukkan penguatan yang tidak terduga. Sementara itu, data dari Departemen Tenaga Kerja AS, juga dirilis pada Kamis (18/5), mengatakan klaim pengangguran awal turun 4.000 menjadi 232.000 dalam pekan yang berakhir 13 Mei. Faktor lain yang menyebabkan jatuhnya emas adalah kenaikan indeks dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,61 persen menjadi 97,99 pada pukul 18.09 GMT. Indeks tersebut merupakan ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan turun. Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 23,6 sen atau 1,40 persen, menjadi ditutup pada 16,67 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 9,3 dolar AS atau 0,98 persen, menjadi ditutup pada 936,8 dolar AS per ounce.
    • Yahoo Inc akan membeli kembali saham senilai US$ 3 miliar melalui penawaran tender (tender offer). Aksi ini dilakukan untuk menaikkan likuiditas pemegang saham yang ingin menjual saham menjelang kesepakatan akuisisi Yahoo oleh Verizon Communications Inc. Harga saham Yahoo meningkat 2% menjadi US$ 50,81 per saham pasca pengumuman buyback saham. Yahoo akan menentukan harga pembelian saham setelah penawaran tender dilakukan di Belanda pada 13 Juni 2017 mendatang. Perusahaan teknologi ini menyebutkan, direksi dan pejabat eksekutifnya tidak akan ikut dalam aksi tender offer buyback saham. Verizon sepakat membeli bisnis inti Yahoo sejak tahun lalu seharga US$ 4,83 miliar secara tunai. Harga penawaran tersebut lebih rendah US$ 350 juta dari penawaran semula. Pemangkasan nilai akuisisi dilakukan pasca dua serangan siber di Yahoo. Transaksi ditargetkan kelar akhir Juni. "Saat memasuki kuartal terakhir kami berkomitmen untuk menyelesaikan dan berintegrasi dengan Verizon," ujar Marrisa Mayer, CEO Yahoo seperti dikutip investor.com. Sesuai kesepakatan dengan Verizon, Yahoo akan berganti nama menjadi Altaba. Perusahaan baru ini akan berperan menjadi perusahaan induk yang beraset saham Alibaba dan saham Yahoo Japan. Yahoo memiliki 15% saham perusahaan e-commerce asal China Alibaba Group Holding dan menggenggam 35,5% saham Yahoo Japan. Nilai aset Altaba termasuk kas sekitar US$ 13 miliar. Seperti Alphabet induk usaha Google, Yahoo telah beralih model ke model bisnis mobile first. Namun, pertumbuhan iklan dari sistem pencarian terus melambat. Yahoo Inc pada kuartal I tahun ini melaporkan kenaikan pendapatan kuartalan 22% menjadi US$ 1,33 miliar dari US$ 1,09 miliar. Peningkatan pendapatan tersebut berasal dari unit bisnis iklan mobile, video, sosial media dan lainnya (mavens). Dari bisnis mavens itu mampu meningkatkan pendapatan 35,6% menjadi US$ 529 juta pada kuartal I tahun ini. Yahoo pun menyabet laba bersih US$ 99,4 juta atau setara 10 sen per saham di kuartal tersebut. Di periode sama tahun lalu, Yahoo masih menderita rugi bersih US$ 99,2 juta atau setara dengan 10 sen per saham.

     

    Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

    Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.