Ekonomi Update 17 Mei 2017

  • Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan I 2017 berada pada posisi USD326,3 miliar, tumbuh terkendali sebesar 2,9% (yoy) atau sedikit meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 2,0% (yoy).
  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) berlanjut rally pada penutupan perdagangan Selasa.
  • Permasalahan praktik penyebaran data konsumen atau nasabah perbankan bisa dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jika nasabah merasa dirugikan.
  • Penawaran produk atau layanan jasa keuangan melalui pesan pendek atau SMS maupun telepon tanpa mendapatkan persetujuan dari konsumen sehingga mengganggu konsumen dari sisi keamanan dan menyamanan, bisa dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan kartu kredit agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari.
  • Bank Indonesia memproyeksikan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) industri perbankan yang pada Februari 2017 mencapai 3,2 persen secara gross akan menyusut drastis di September 2017.
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan integrasi penuh antara Laku Pandai dan layanan keuangan digital alias LKD dilakukan mulai penghujung 2017.
  • Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange kembali menguat pada Selasa (Rabu pagi WIB), kenaikan untuk sesi kelima berturut-turut, di tengah situasi politik yang tidak stabil baik di dalam negeri maupun luar negeri.
  • Kurs dolar AS turun terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena data ekonomi yang keluar dari negara tersebut berada di bawah ekspektasi para analis.
  • Indeks Nasdaq ditutup dengan mencatat rekor tertinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena Wall Street melihat hasil kuartalan perusahaan Home Depot yang lebih baik dari perkiraan dan bagusnya data ekonomi yang baru dirilis.
  • Harga minyak dunia ditutup lebih rendah pada Selasa (Rabu WIB), mengakhiri kenaikan empat hari beruntun, karena para pedagang mengambil keuntungan setelah menguat tajam baru-baru ini.
  • Pertumbuhan ekonomi China diprediksi akan melaju ke level terendahnya sejak krisis keuangan global.
  • Bursa Asia dibuka dengan pelemahan Selasa pagi (17/5). Pelemahan dollar Amerika Serikat mendorong yen, dan membuat lesu bursa Tokyo.
  • Pelaku pasar kembali bertanya-tanya tentang kondisi ekonomi China.
  • Australia dan Hong Kong mulai berdiskusi untuk membuat perjanjian perdagangan bebas.

EKONOMI DOMESTIK

  • Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan I 2017 berada pada posisi USD326,3 miliar, tumbuh terkendali sebesar 2,9% (yoy) atau sedikit meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 2,0% (yoy). Berdasarkan kelompok peminjam, peningkatan ULN tersebut dipengaruhi oleh lebih kecilnya kontraksi pertumbuhan ULN swasta pada triwulan I 2017 yaitu sebesar -3,6% (yoy) dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar -5,5% (yoy). Sementara itu, ULN sektor publik tumbuh melambat dari 11,0% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 10,0% (yoy). Pada akhir triwulan I 2017, posisi ULN sektor publik tercatat sebesar USD166,5 miliar (51,0% dari total ULN), sementara posisi ULN sektor swasta tercatat sebesar USD159,9 miliar (49,0% dari total ULN). Dengan perkembangan tersebut, rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir triwulan I 2017 tercatat relatif stabil di kisaran 34% sebagaimana pada akhir triwulan IV 2016, namun menurun jika dibandingkan dengan triwulan I 2016 yang sebesar 37%. Berdasarkan jangka waktu asal, pertumbuhan ULN jangka panjang melambat, sementara pertumbuhan ULN jangka pendek meningkat. Posisi ULN jangka panjang yang mendominasi ULN Indonesia pada akhir triwulan I 2017 tercatat sebesar USD282,4 miliar (86,5% dari total ULN) atau tumbuh 1,1% (yoy), sedikit melambat dibandingkan triwulan IV 2016 yang tumbuh sebesar 1,5% (yoy). Sementara itu, posisi ULN berjangka pendek pada akhir triwulan I 2017 tercatat sebesar USD43,9 miliar (13,5% dari total ULN) atau tumbuh 16,3% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan IV 2016 yang tumbuh sebesar 6,0% (yoy). Sejalan dengan peningkatan ULN jangka pendek tersebut, rasio utang jangka pendek terhadap cadangan devisa sedikit meningkat dari 35,3% pada triwulan IV 2016 menjadi 36,1% pada triwulan I 2017. Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir triwulan I 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,5%. Pertumbuhan tahunan ULN sektor industri pengolahan dan sektor listrik, gas & air bersih meningkat dibandingkan dengan triwulan IV 2016, sementara ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan masih mengalami kontraksi pertumbuhan. Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada triwulan I 2017 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. Bank Indonesia terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.
  • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) berlanjut rally pada penutupan perdagangan Selasa. ICBI ditutup menguat +0,15% di level 223,1249. Demikian pula dengan kinerja return INDOBeXG-Total Return (obligasi pemerintah) dan INDOBeXC-Total Return (obligasi korporasi) yang berlanjut rally masing-masing menguat sebesar +0,16% ke level 220,2963 dan +0,07% ke level 234,3178. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) juga berlanjut didominasi bullish. Rata-rata yield sepanjang tenor 1-30tahun turun –1,95bps. Rata-rata yield kelompok tenor menengah (5-7tahun) turun paling besar yakni –3,80bps. Untuk dua kelompok tenor lainnya masing-masing turun sebesar: tenor pendek (1-4tahun) -0,94bps dan tenor panjang (8-30tahun) -1,88bps. INDOBeXG-Effective Yield kemarin turun –0,0233poin ke level 7,2042. Harga keempat seri SUN benchmark juga kompak berlanjut rally dengan rata-rata naik +14,24bps. Rally harga tertinggi dicatatkan FR0074 sebesar +21,85bps. Sedangkan rally harga terendah dicatatkan FR0061 sebesar +5,45bps. Rally harga juga mendominasi seri SBN tipe FR dan ORI Selasa kemarin dengan rata-rata menguat +12,77bps. Dominasi penguatan harga tersebut mendorong INDOBeXG-Clean Price semakin bergerak keatas ke level 114,8970 dari sebelumnya di level 114,7333 atau naik +0,14%. Aktivitas perdagangan obligasi di pasar sekunder kemarin kembali menurun dari sisi total volume yakni sebesar –9,23% dari Rp13,60tn menjadi Rp12,35tn. Namun total frekuensi tercatat meningkat +9,66% dari 642 kali menjadi 704 kali. Penurunan volume dipicu oleh turunnya volume transaksi SUN tenor panjang hingga –43,79% dari Rp7,58tn menjadi 4,26tn. Untuk transaksi SUN benchmark kemarin juga tampak menurun. Total volume turun –39,80% menjadi Rp2,66tn dan total frekuensi turun –7,42% menjadi 262 kali. FR0074 menjadi seri SBN teraktif ditransaksikan kemarin yakni 98 kali (Rp537miliar). Namun total volume terbesar dicatatkan FR0061 sebesar Rp903miliar (28 kali transaksi). Untuk obligasi korporasi, total volume terbesar dicatatkan seri FIFA03ACN1 yakni Rp95miliar (5 kali transaksi), dan seri teraktif diraih ASDF02CCN2 sebanyak 6 kali (Rp20miliar). Rally harga berlanjut mewarnai seri SBN tipe FR dan ORI pada Selasa kemarin. Faktor dalam negeri yakni euforia rilis data neraca pembayaran dan perdagangan Indonesia, masih menjadi penopang rally harga tersebut. Rilis posisi utang luar negeri Q1-2017 kemarin sebesar US$326,3miliar yang meskipun tumbuh lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yakni +2,9%yoy vs +2,0%yoy namun masih tetap di dalam batas kendali Bank Indonesia turut menjadi katalis positif di pasar. Selain itu, berlanjutnya tren apresiasi rupiah terhadap USD di pasar Spot kemarin turut menjadi salah satu faktor penopang rally harga tersebut. Semua sentimen positif tersebut diatas turut mempengaruhi rendahnya tingkat imbal hasil yang diminta pada pelaksanaan lelang sukuk kemarin. Pemerintah kemarin telah melaksanakan lelang sukuk negara, dan memenangkan 4 dari 5 seri yang dilelang. Semua seri yang dimenangkan tersebut memiliki yield rata-rata tertimbang lebih rendah dari midday yield IBPA. Pasar hari ini masih berpotensi melanjutkan tren positifnya. Namun bayang-bayang situasi global turut mempengaruhi minat pasar untuk bertransaksi di pasar sekunder. Tercermin dari belum semaraknya transaksi obligasi di pasar sekunder pekan ini. Sentimen global tersebut diantaranya adalah: meningkatnya persepsi pasar terhadap tren perlambatan perekonomian Tiongkok, dan volatilitas harga minyak dunia.
  • Permasalahan praktik penyebaran data konsumen atau nasabah perbankan bisa dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jika nasabah merasa dirugikan. Yang mana pada umumnya, data nasabah perbankan kemudian dimanfaatkan pihak bank untuk tujuan komersial seperti pemasaran produk asuransi melalui telemarketing. "Itu bisa diadukan kepada kami melalui Departemen Perlindungan Konsumen. Tentunya akan kami lihat klausul perjanjian antar kedua pihak," kata Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK, Anto Prabowo, dalam sosialisasi Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) sektor Perbankan di Kantor OJK Jateng-DIY, Selasa (16/5/2017). Anto menuturkan, biasanya hal itu terjadi akibat nasabah kurang paham terhadap klausul persetujuan penyebaran data dalam rangka pemasaran bank saat pertama menjadi nasabah. Adanya perlindungan konsumen ini merupakan satu upaya OJK dalam melindungi kepentingan konsumen atau nasabah dengan lembaga jasa keuangan (LJK) atas praktik bisnis yang berujung terjadi sengketa. "Tentunya kami berbeda dengan YLKI yang menitikberatkan pada kepentingan konsumen," ujarnya. Selain persoalan data nasabah, permasalahan yang muncul antara nasabah dengan lembaga jasa keuangan masyoritas mengenai persoalan kartu kredit. Berdasarkan data statistik Bank Indonesia, hingga Maret 2017 pengguna kartu kredit di Indonesia berjumlah 17,59 juta kartu. Jumlah ini meningkat sekitar 4,14 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year). Sedangkan jumlah transaksi kartu kredit pada kuartal I tahun 2017 tercatat mencapai Rp 72,01 triliun. Jumlah ini pun meningkat sebesar 3,08 persen di bandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Diperkirakan jumlah transaksi dengan menggunakan kartu kredit hingga akhir Tahun 2017 akan mencapai Rp 288 triliun. "Karena aspek keamanan data yang pada umumnya konsumen kurang mendapatkan pemahaman yang cukup dalam hal melakukan transaksi secara aman. Akibatnya timbul kerugian yang disebabkan kartu yang dimiliki sehingga digunakan oleh pihak lain setelah data kartu dicuri melalui tindakan cyber crime," paparnya. Secara umum, lanjutnya, semua persoalan yang terjadi disebabkan oleh kurangnya transparansi dari pihak bank kepada nasabah. Bisa saja, karena kurangnya penjelasan yang diberikan oleh tenaga pemasar mengenai hak dan kewajiban kepada konsumen seperti besaran bunga, biaya keterlambatan maupun mekanisme penutupan kartu kredit.
  • Penawaran produk atau layanan jasa keuangan melalui pesan pendek atau SMS maupun telepon tanpa mendapatkan persetujuan dari konsumen sehingga mengganggu konsumen dari sisi keamanan dan menyamanan, bisa dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Alasannya, hal itu karena melanggar Pasal 19 Peraturan OJK Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan. Berdasarkan perarturan tersebut, perusahaan jasa keuangan dilarang menawarkan produk dan atau layanan kepada konsumen dan atau masyarakat melalui saranan komunikasi pribadi tanpa persetujuan. "Berdasarkan hasil pengamatan lapangan didapatkan pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan media SMS tidak transparan dalam memberikan informasi nama Lembaga Jasa Keuangan (LJK)," kata Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK, Anto Prabowo, dalam sosialisasi Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) sektor Perbankan di Kantor OJK Jateng-DIY, Selasa (16/5/2017). Selain itu, kata Anto, terdapat indikasi informasi yang menyesatkan karena tidak lengkap dalam memberikan informasi manfaat, biaya dan resikonya. "Pihak pemasar tidak jelas dalam memberikan informasi kepada konsumen. Hal ini menyebabkan adanya potensi yang dapat merugikan konsumen di waktu mendatang. Rendahnya pengetahuan pemasar diduga menjadi penyebab hal ini dapat terjadi," ujarnya. Disamping itu, pihak pemasar tidak jujur dalam memberikan informasi mengenai adanya pembebanan biaya administrasi. Terlebih, pihak pemasar selalu menggunakan kata-kata yang menyakinkan pembeli untuk segera membeli produk/layanan sehingga cenderung kurang memberikan waktu bagi konsumen untuk berpikir dan menentukan keputusan. Sedangkan data pribadi konsumen atau nasabah yang disebarkan secara sengaja tanpa persetujuan pihak konsumen, hal ini disebabkan karena pihak yang melakukan pemasaran adalah pegawai outsource atau pegawai kontrak. Selain itu juga terdapat praktek tukar menukar data konsumen antar perusahaan jasa keuangan serta jual beli data nasabah. "Terkait praktek telemarketing yang berkaitan dengan keamanan data nasabah, ditemukan ada kebocoran data konsumen yang disebabkan praktik jual beli dan tukar menukar data calon konsumen oleh agen pemasar," jelasnya. Ia mengungkapkan, pada awal 2017, OJK telah melaporkan mengenai adanya dugaan praktik jual beli data nasabah yang melibatkan mantan pengawai bank. Upaya penanganan yang dilakukan yakni berkoordinasi dengan Bareskrim agar menimbulkan efek jera kepada para pelaku. "Diharapkan dalam waktu dekat hasil penyidikan Bareskrim dapat ditindaklanjuti sesuai koridor hukum yang berlaku," tandasnya.
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan kartu kredit agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari. "Permasalahan kartu kredit merupakan permasalahan klasik yang sudah cukup lama terjadi di Indonesia, biasanya ada beberapa hal yang mendorong terjadinya permasalahan ini, salah satunya transparansi," kata Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK Anto Prabowo di Semarang, Selasa. Dia mengatakan transparansi ini mengenai kurangnya penjelasan yang diberikan oleh tenaga pemasar mengenai hak dan kewajiban kepada konsumen yang menimbulkan komplain di kemudian hari seperti besaran bunga, biaya keterlambatan maupun mekanisme penutupan kartu kredit. Permasalahan lain yang juga sering muncul adalah kualitas analis kredit yang kurang memperhatikan kemampuan membayar dari calon pemegang kartu sehingga berpotensi menimbulkan komplain dari nasabah. "Dalam hal ini, bukan berarti konsumen selalu berada di pihak benar tetapi kami ingin di satu sisi industri keuangan dapat berkembang dengan baik dan di sisi lain konsumen harus terlindungi," katanya. Selain itu, permasalahan yang juga terkadang muncul adalah kerahasiaan dan keamanan data. Dia mengatakan praktik penyebaran data konsumen akibat konsumen kurang peduli terhadap klausul persetujuan penyebaran data dalam rangka pemasaran bank masih terjadi, dampaknya di kemudian hari data tersebut dimanfaatkan bank untuk tujuan komersial. "Pada umumnya konsumen kurang mendapatkan pemahaman yang cukup dalam hal melakukan transaksi secara aman yang kemudian mengakibatkan timbulnya kerugian yang disebabkan kartu yang dimilikinya dapat digunakan oleh pihak lain setelah data kartu dicuri melalui tindakan `cyber crime`," katanya. Untuk diketahui, imbauan dari OJK kepada masyarakat penting dilakukan mengingat berdasarkan data statistik Bank Indonesia, hingga Maret 2017 pengguna kartu kredit di Indonesia berjumlah 17,59 juta kartu. Jumlah ini meningkat sekitar 4,14 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan dari sisi jumlah transaksi kartu kredit pada kuartal I tahun 2017 tercatat mencapai Rp72,01 triliun. "Jumlah ini pun meningkat sebesar 3,08 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya," katanya. Pihaknya memperkirakan jumlah transaksi dengan menggunakan kartu kredit hingga akhir tahun 2017 akan mencapai Rp288 triliun. "Melihat peningkatan yang terus terjadi, kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada dengan benar-benar memperhatikan klausul perjanjian yang disodorkan oleh perusahaan. Di sisi lain, perusahaan juga harus benar-benar memilih nasabah yang bertanggung jawab," katanya.
  • Bank Indonesia memproyeksikan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) industri perbankan yang pada Februari 2017 mencapai 3,2 persen secara gross akan menyusut drastis di September 2017. Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Kurniawan Agung W di Jakarta, Selasa, masih enggan merinci spesifik berapa proyeksi NPL di akhir triwulan III 2017 tersebut. Dia hanya menegaskan bahwa NPL pada Mei hingga September 2017 akan berada di level yang "semakin terkendali". "Ke depan NPL akan melambat, perbaikan NPL di depan mata. Awal September 2017 akan semakin terkendali," ujar dia. Kurniawan mengatakan hingga April 2017, pertumbuhan nominal NPL perbankan sudah menyusut. Di April 2017, kata dia, NPL perbankan berkisar di 3,07 persen (gross). Hal itu, salah satunya, disebabkan pertumbuhan penyaluran kredit yang cukup tinggi, sehingga faktor pembagi besaran NPL jadi meningkat. Per Maret 2017, menurut Analisis Uang Beredar BI, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau meningkat dibanding Februari 2017 yang sebesar 8,4 persen (yoy). Kurniawan meyakini pertumbuhan kredit perbankan di sisa tahun bisa membaik, sehingga turut memperbaiki NPL. "Pertumbuhan nominal NPL-nya sudah menunjukkan perlambatan, maka itu kami berharap lebih baik. Kalau angka persis, mungkin nanti saja. Tapi tone-nya membaik," ujar dia. Pada akhir 2016, NPL industri perbankan berada di 2,9 persen (gross), bahkan di triwulan III 2016, NPL sempat menyentuh 3,1 persen. Pada tahun lalu, tingginya NPL juga telah memaksa bank-bank besar untuk mengurangi pendapatan labanya agar dapat disisihkan menjadi biaya pencadangan agar kualitas aset terjaga. Sejalan dengan itu, kredit perbankan pun tumbuh melambat, menjadi hanya 7,87 persen (yoy) di 2016.
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan integrasi penuh antara Laku Pandai dan layanan keuangan digital alias LKD dilakukan mulai penghujung 2017. Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK Eko Ariantoro mengatakan, antara pihaknya dan Bank Indonesia sudah menyepakati integrasi program LKD dan Laku Pandai tersebut. Selanjutnya tinggal mengembangkan sistem dan infrastruktur yang sama. “Ke depan memang akan menjadi satu produk sehingga menjuadi agent bank yang dipersepsikan sama di bank masyarakat. Orang tidak bertanya-tanya lagi, ini agen LKD atau Laku Pandai,” ucap Eko, Selasa (16/5/2017). Eko menjelaskan terkait landasan aturan integrasi tersebut belum dipastikan. Bisa menggunakan peraturan Bank Indonesia (PBI) atau peraturan OJK (POJK) atau mungkin nota kesepahaman bahkan bisa juga perjanjian kerja sama. OJK dan Bank Indonesia mengaku sangat berhati-hati dalam menerapkan integrasi tersebut. Pasalnya antara Laku Pandai dan LKD memiliki karakter yang berbeda, misalnya Laku Pandai banyak digunakan masyarakat usia menengah sedangkan LKD lebih banyak anak muda. “Oleh karena itu kalau mau integrasikan keduanya harus dalam proporsi yang tepat bukan hanya melihat sisi teknologi tetapi consumer angle, alias produk seperti apa yang dibutuhkan pelanggannya,” tutur Eko.

EKONOMI GLOBAL

  • Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange kembali menguat pada Selasa (Rabu pagi WIB), kenaikan untuk sesi kelima berturut-turut, di tengah situasi politik yang tidak stabil baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 6,4 dolar AS atau 0,52 persen, menjadi menetap di 1.236,4 dolar AS per ounce. Emas melanjutkan tren kenaikannya karena indeks dolar AS melemah 0,80 persen menjadi 98,09 pada pukjul 18.42 GMT. Indeks tersebut merupakan ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun, emas berjangka akan naik. Investor berlindung di logam mulia ketika cerita tentang berbagi informasi rahasia Presiden Donald Trump dengan pejabat tinggi Rusia pada sebuah pertemuan Gedung Putih baru-baru ini menduduki berita utama. Masalah geopolitik lainnya, seperti ketidakpastian seputar Semenanjung Korea, juga menyebabkan kenaikan harga emas, kata beberapa analis. Emas berjangka juga terdorong oleh Dow Jones Industrial Average AS yang melemah, turun 0,04 persen pada pukul 18.53 GMT. Bila ekuitas mengalami kerugian, logam mulia biasanya naik. Perak untuk pengiriman Juli naik 14,4 sen atau 0,87 persen, ditutup pada 16,747 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 8,3 dolar AS atau 0,89 persen, ditutup pada 937 dolar AS per ounce.
  • Kurs dolar AS turun terhadap mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena data ekonomi yang keluar dari negara tersebut berada di bawah ekspektasi para analis. Jumlah rumah baru yang dibangun (housing starts) yang dimiliki secara pribadi di AS pada April berada pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebanyak 1,172 juta unit, 2,5 persen di bawah perkiraan Maret yang direvisi, menurut Departemen Perdagangan AS pada Selasa (16/5). Data terbaru itu gagal memenuhi konsensus pasar sebanyak 1,256 juta unit. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,82 persen menjadi 98,102 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1094 dolar AS dari 1,0976 dolar AS, dan pound Inggris naik ke 1,2925 dolar AS dari 1,2894 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7434 dolar AS dari 0,7416 dolar AS. Dolar AS dibeli 113,02 yen Jepang, lebih rendah dari 113,70 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS melemah menjadi 0,9853 franc Swiss dari 0,9964 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,3580 dolar Kanada dari 1.3646 dolar Kanada.
  • Indeks Nasdaq ditutup dengan mencatat rekor tertinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena Wall Street melihat hasil kuartalan perusahaan Home Depot yang lebih baik dari perkiraan dan bagusnya data ekonomi yang baru dirilis. Indeks Dow Jones Industrial Average beringsut turun 2,19 poin atau 0,01 persen menjadi berakhir di 20.979,75 poin, dan indeks S&P 500 kehilangan 1,65 poin atau 0,07 persen menjadi ditutup pada 2.400,67 poin. Namun indeks komposit Nasdaq bertambah 20,20 poin atau 0,33 persen menjadi berakhir di 6.169,87 poin. Sebelum bel pembukaan Selasa (16/5), Home Depot, peritel perbaikan rumah terbesar di dunia, melaporkan penjualan 23,9 miliar dolar AS untuk kuartal pertama tahun fiskal 2017, meningkat 4,9 persen dari kuartal pertama tahun fiskal 2016. Laba bersih Home Depot untuk kuartal pertama fiskal 2017 mencapai 2,0 miliar dolar AS atau 1,67 dolar AS per saham, dibandingkan dengan laba bersih 1,8 miliar dolar AS atau 1,44 dolar AS per saham, pada periode yang sama tahun fiskal 2016. Data terakhir dari Thomson Reuters menunjukkan bahwa laba gabungan perusahaan-perusahaan S&P 500 pada kuartal pertama 2017 diperkirakan meningkat 14,7 persen secara tahun ke tahun, sementara pendapatannya diperkirakan meningkat 7,2 persen. Di sektor ekonomi, produksi industri AS naik satu persen pada April, kenaikan bulanan terbesar sejak Februari 2014 dan melampaui perkiraan pasar, Federal Reserve melaporkan pada Selasa (16/5). Jumlah rumah baru yang dibangun (housing starts) yang dimiliki secara pribadi di AS pada April sebanyak 1,172 juta unit, jauh di bawah ekspektasi pasar, menurut Biro Sensus AS, Selasa (16/5). S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi pada Senin (15/5) karena Wall Street didukung oleh melonjaknya harga minyak.
  • Harga minyak dunia ditutup lebih rendah pada Selasa (Rabu WIB), mengakhiri kenaikan empat hari beruntun, karena para pedagang mengambil keuntungan setelah menguat tajam baru-baru ini. Pada Senin (15/5), harga minyak naik untuk sesi keempat berturut-turut, dengan minyak AS dan minyak mentah Brent melonjak lebih dari enam persen dalam empat sesi terakhir, setelah Arab Saudi dan Rusia mengatakan kesepakatan pemotongan minyak mentah perlu diperluas hingga 2018. Menteri energi Arab Saudi dan Rusia mengatakan bahwa pemotongan produksi minyak mentah yang dipimpin OPEC akan diperpanjang dari pertengahan tahun ini sampai Maret 2018. Mereka mengatakan bahwa pemotongan pasokan harus diperpanjang selama sembilan bulan, sampai Maret 2018, yang lebih lama dari perpanjangan opsional enam bulan yang ditentukan dalam kesepakatan tersebut. Para menteri juga mengatakan bahwa mereka berharap produsen-produsen lainnya akan mengikuti pemotongan pasokan. Sementara itu, Menteri Perminyakan Kuwait Essam al-Marzouq mengatakan pada Selasa (16/5) bahwa dia mendukung pemangkasan pasokan sampai akhir Maret 2018, menggemakan saran dari produsen utama Arab Saudi dan Rusia pada Senin (15/5), menurut laporan media. Para investor juga terus memantau data stok minyak mentah AS, yang dijadwalkan akan rilis oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu waktu setempat. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, turun 0,19 dolar AS menjadi menetap di 48,66 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli, berkurang 0,17 dolar AS menjadi ditutup pada 51,65 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
  • Pertumbuhan ekonomi China diprediksi akan melaju ke level terendahnya sejak krisis keuangan global. Hal ini terjadi di antaranya akibat penarikan kembali stimulus yang selama ini diberikan oleh Pemerintah China. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Reuters kepada sejumlah ekonom, produk domestik bruto (PDB) China diprediksi akan melambat selama sisa tahun ini, setelah sempat melesat ke level 6,9% pada kuartal I/2017. Para ekonom memprediksi pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun ini tidak akan jauh dari target yang ditentukan Beijing yakni 6,5%. Sementara itu pada 2018, laju PDB berpeluang kembali melambat di bawah target yang ditentukan pada tahun ini. “Melihat betapa seriusnya pemerintah China yang sangat membatasi munculnya risiko keuangan dengan menarik sejumlah stimulus, bukan tak mungkin jika PDB pada tahun depan akan lebih rendah dari 6,5%,” kata Louis Kuijs, ekonom Oxford Economics di Hong Kong, Selasa (16/5/2017). Seperti diketahui, Pemerintah China saat ini tengah memeperketat pertumbuhan laju pinjaman, demi mengantisipasi gelembung utang domestik. Pasalnya rasio utang terhadap PDB Negeri Panda saat ini hampir menembus 300%. Salah satu dampak pengetatan stimulus telah tampak pada bulan lalu, di mana pertumbuhan belanja fiskal turun menjadi 3,8% dari 21% pada kuartal I/2017. Bank Sentral China (PBOC) juga masih memiliki peluang untuk melanjutkan pengetatan kebijakan moneternya apabila pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini justru tidak menunjukkan pelambatan. Saat ini tercatat, PBOC telah memperketat likuiditas jangka pendeknya, sambil berusaha mempertahankan pendanaan jangka menengahnya untuk mendukung arus investasi. Di sisi lain, Beijing juga berpeluang berada dalam tekanan baru apabila membiarkan yuan terdepresiasi kembali untuk mendukung pertumbuhan ekspor. Pasalnya, kebijakan itu justru akan mengulangi fenomena pelarian modal besar-besaran yang sempat terjadi pada 2016 lalu, yang membuat cadangan devisa nasional berada di bawah US$3 triliun pada awal tahun ini. Selain itu, kebijakan depresiasi yuan juga akan mengundang kritik dari dunia internasional, terutama AS yang saat ini berada di bawah kendali Donald Trump. Kebijakn tersebut juga berpeluang menimbulkan aktivitas perang dagang yang selama ini ditakutkan oleh pasar. Menurut Kuijs, satu-satunya jalan yang dapat ditempuh Pemerintah China saat ini untuk menopang pertumbuhan ekonomi adalah dengan memacu belanja konsumen. Namun, belanja konsumen China saat ini cenderung melaju stabil dan belum menunjukkan kenaikan berarti. "Konsumsi masyarakat sangat stabil. Tidak seperti di Amerika Serikat di mana konsumsi dengan sendirinya dapat mendorong siklus ekonomi. Saya akan berpendapat bahwa di China, konsumsi tidak akan terlalu mendukung perekonomian nasional,” ujarnya. Pasalnya, lanjut Kuijs, pertumbuhan konsumsi di China masih mengikuti apa yang terjadi dalam investasi dan pertumuhan upah. Menurtu data Bank Dunia (World Bank) belanja rumah tangga China hanya menyumbang 37,1% perekonomian nasional pada 2015. Capaian itu memang mengalami kenaikan dari level terendahnya pada 2007 yakni 35,8%. Adapun, porsi yang dimiliki China saat ini tersebut, masih jauh di bawah rata-rata untuk negara berpenghasilan menengah yang mencapai 54,2%.
  • Bursa Asia dibuka dengan pelemahan Selasa pagi (17/5). Pelemahan dollar Amerika Serikat mendorong yen, dan membuat lesu bursa Tokyo. Sementara itu, bursa Amerika Serikat (AS) semalam cenderung turun diwarnai kekhawatiran investor dengan fokus langkah ekonomi Presiden AS Donald Trump. Nikkei di Jepang dibuka dengan penurunan 0,48%, seiring dengan pelemahan dollar/yen ke posisi 112,61 pagi ini. Indeks Kospi di Korea Selatan turun 0,23%, sementara Indeks S&P/ASX 200 di Australia melemah 0,06%. The Greenback melemah dengan spekulasi risiko politik baru, setelah Presiden AS kemarin bertemu dengan Rusia berbagi informasi rahasia mengenai operasi Islamic State. Penguatan yen menekan bursa Jepang lantaran ekspektasi barang Jepang yang diekspor akan lebih mahal. Tak hanya terhadap yen, euro juga menyentuh level tertinggi enam bulan terhadap dollar AS. Pasangan EUR/USD ditutup di level 1,1090, berbanding akhir pekan lalu 1,09. Sementara itu, data pemesanan mesin pabrik di Jepang bulan Maret yang diumumkan pagi ini, meleset dari perkiraan pasar. Kenaikannya di bulan Maret hanya 1,4%, berbanding perkiraan pasar yang disurvei Reuters yaitu 2,1%. Pemesanan mesin ini, meskipun berfluktuasi, menggambarkan anggaran belanja modal untuk permintaan barang manufaktur dalam enam sampai sembilan bulan mendatang. Data ini menunjukkan, Jepang yang berorientasi ekspor, masih menahan investasi mesin, di tengah ketidakpastian rencana proteksionis perdagangan AS yang bisa mempengaruhi perdagangan global. Secara keseluruhan, pemesanan mesin Januari-Maret 2017 turun 1,4% terhadap periode Oktober-Desember 2016. Sementara itu, bursa AS pada perdagangan Senin juga cenderung melemah, kecuali Indeks Nasdaq yang diuntungkan kenaikan saham-saham teknologi. Dow Jones industrial average turun 2,19 poin atau 0,01% menjadi 20.979,75. Sedangkan Indeks S&P 500 kehilangan 1,65 poin atau 0,07% menjadi 2.400,67. Indeks Nasdaq naik 20,20 poin atau 0,33% menjadi 6.169,87. Pasar AS mengalami tarik menarik antara produksi manufaktur yang menguat, data penjualan ritel yang masih lemah, sementara investor menunggu Presiden Trump merealisasikan janji reformasi pajaknya.
  • Pelaku pasar kembali bertanya-tanya tentang kondisi ekonomi China. Pemicunya, Selasa (16/5), Bank Sentral China (PBOC) menyuntikkan dana segar dalam jumlah jumbo. People's Bank of China mengguyur pasar perbankan melalui operasi pasar dengan dana mencapai CNY 190 miliar atau setara dengan US$ 24,67 miliar. Ini merupakan suntikan dana segar terbesar sejak 19 Januari 2017. PBOC mengguyur dana segar karena pasar mengalami pengetatan likuiditas. Likuiditas mengetat karena ramai terjadi transaksi pembayaran pajak korporasi dan jatuh tempo repo. PBOC menyatakan, suntikan dana dilakukan untuk mencegah kenaikan risiko likuiditas terhadap ekonomi. Rinciannya, sebesar CNY 150 miliar diguyur ke pasar melalui instrumen seven-day reverse bond repo. Ada pula dana sebesar CNY 40 miliar yang disuntikkan melalui instrumen 14 day reverse repo. "Ini untuk menghindari efek negatif dari transaksi pembayaran pajak dan jatuh tempo repo," tulis PBOC, kemarin. Asal tahu saja, jatuh tempo repo di pasar finansial China mencapai CNY 20 miliar. Kemarin, suku bunga seven-day repo bergerak di level 2,74%, lebih rendah 7,6 basis poin (bps) dari level penutupan di hari sebelumnya. Di awal Mei ini, suku bunga seven-day repo melompat ke level tertinggi selama dua tahun terakhir. Kondisi ini kian memperbesar kekhawatiran pasar soal likuiditas China. PBOC lebih memilih untuk menggunakan instrumen jangka panjang ketimbang jangka pendek. Tujuannya, mengurangi risiko dan volatilitas jangka pendek. Pekan lalu, PBOC menyuntikkan dana sebesar CNY 459 miliar lewat skema medium-term lending facility (MLF). Angka ini lebih besar dari jumlah MLF yang jatuh tempo di bulan ini. Selain mengguyur dana segar, regulator memberlakukan sejumlah aturan ketat terkait likuiditas. Misalnya saja, memperketat investasi korporasi ke pasar di luar China. Sekadar menyegarkan ingatan, Pemerintah China membatasi transaksi yang membawa uang dari pasar domestik dalam jumlah jumbo. Aturan ini untuk mengamankan likuiditas China. Di kuartal I 2017, investasi korporasi China di pasar global (outbond) setara US$ 11,8 miliar. Nilai ini anjlok drastis dari US$ 82 miliar di kuartal I-2016. Aksi lain, Bank Sentral China memerintahkan perbankan secara ketat mengontrol pinjaman baru sejak kuartal pertama tahun ini. Cara ini dilakukan untuk mengekang kelebihan leverage dalam sistem keuangan. Pembatasan kredit ditekankan pada pinjaman hipotek. Sebab, otoritas perbankan sedang bergulat menghadapi harga properti yang terus menanjak. Bank Sentral China secara teratur berusaha memeriksa keputusan kredit bank. Momen ini juga digunakan untuk memaksa bank membayar dana penjaminan atau deposit insurance lebih besar. Perbankan China mencatat rekor kredit pada 2016 yakni sebesar CNY 12,56 triliun atau setara US$ 1,8 triliun
  • Australia dan Hong Kong mulai berdiskusi untuk membuat perjanjian perdagangan bebas. Menteri Perdagangan Australia Steven Ciobo mengatakan, fokus untuk menjamin peningkatan akses bagi penyedia layanan dan dapat diperkuat dalam setahun.  Ciobo yang bertemu dengan Sekretaris Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Hong Kong Gregory So mengatakan, sementara tarif barang-barang Australia ditetapkan nol. Dia menambahkan, fokus lain adalah meningkatkan akses keuangan, pendidikan, perjalanan, konstruksi, pertambangan, energi dan perusahaan transportasi. Ciobo mengatakan, akan menguji coba dan negosiasi FTA seluas mungkin selama 12 bulan ke depan atau sekitar itu. Data pemerintah Australia menunjukkan jika Hong Kong merupakan pasar ekspor terbesar ke delapan Australia dan mitra dagang terbesar ke 12 secara keseluruhan pada 2015-2016. Perdagangan barang dan jasa antar kedua negara ini mencapai A$ 15,3 miliar dengan 600 perusahaan Australia yang berbasis di pusat keuangan Asia. Ciobo mengatakan, perdagangan bebas dengan Hong Kong akan fokus untuk mendapatkan akses yang signifikan bagi penyedia jasa Australia. "Penyedia jasa menyumbang empat per lima dari ekonomi Australia namun hanya mewakili 22% dari ekspor nasional," ujar dia.

Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.