Bank Jateng Bantu Rehab RTLH

SEMARANG – Bank Jateng menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada dua warga Desa Gombang, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Bantuan masing-masing sebesar Rp 21 juta diberikan dalam bentuk material untuk pemugaran rumah.

Bantuan pemugaran rumah tersebut diserahkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIV dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-45 tingkat Jateng di Desa Gombang, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Rabu (10/5). Kedua penerima bantuan adalah Abdul Qodir dan Taman.

Ganjar menceritakan, bantuan pemugaran rumah tersebut diberikan karena awalnya dia ditemui warga yang marah-marah. ”Dia bilang ke saya, Pak, itu ada rumah mau ambruk, di mana pemerintah,” katanya.

Gubernur lantas bertanya, jika bantuan diberikan, apakah warga mau bergotong royong membangun rumah tersebut. Dan warga tersebut spontan menjawab siap kerja bakti memugar rumah. ”Ini yang membanggakan. Cerita semacam ini hampir terjadi di banyak tempat. Gotong royong ini khas Indonesia,” tandasnya.

Dalam acara tersebut, Ganjar juga secara simbolis menyerahkan program Kredit Mitra Jateng (KMJ) 25. Dia memanggil para penerima KMJ 25 ke atas panggung untuk diminta menjawab pertanyaan terkait akses permodalan. Richa Riski salah satunya. Perempuan asal Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk ini mengaku membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha tanaman hias dan jus buahnya.

Ganjar juga melontarkan pertanyaan yang sama terhadap penerima KMJ 25 lainnya, Nastiti. Nastiti mendapatkan pinjaman modal dari Bank Jateng sebesar Rp 25 juta untuk membesarkan usaha kateringnya.

Ganjar mengatakan, pemprov melalui Bank Jateng telah mempermudah akses permodalan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui program KMJ 25. KMJ 25 menetapkan plafon kredit maksimal Rp 25 juta juga memiliki bunga rendah sebesar 7 persen per tahun, dan tanpa agunan.

Ia mengatakan, selama ini orang yang berdagang dan kesulitan modal biasanya lari ke bank titil karena dianggap lebih cepat dan mudah. ”Karena itu perbankan kita minta masuk, baik dari Bank Jateng maupun BPR/BKK di daerah-daerah dengan bunga rendah. Maka kalau akses modal gampang, ini salah satu cara mengatasi kemiskinan,” katanya. (ric/ce1)

http://radarsemarang.jawapos.com/read/2017/05/13/3941/bank-jateng-bantu-rehab-rtlh