Ekonomi Update 21 April 2017

    • Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18 dan 20 April 2017 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) tetap sebesar 4,75%, dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 4,00% dan Lending Facility tetap sebesar 5,50%, berlaku efektif sejak 21 April 2017.
    • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada perdagangan Kamis berbalik melemah —0,1282poin (—0,06%) ke level 222,0966.
    • Bank Indonesia memandang sentimen pasar setelah berlangsungnya putaran dua pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017 akan lebih netral.
    • Bank Indonesia (BI) menyebutkan rupiah selama triwulan I 2017 mengalami apresiasi sebesar 1,09 persen (year to date) menjadi Rp13.326 per dolar AS.
    • Bank Indonesia (BI) memperkirakan masih ada ruang penurunan suku bunga kredit pada semester kedua 2017.
    • Bank Indonesia mengungkapkan uang muka atau down payment 0% bisa diterapkan jika pemerintah mau memberikan jaminan. 
    • Saham-saham di Wall Street menguat pada Kamis (Jumat pagi WIB), dengan Nasdaq berakhir di rekor penutupan tertinggi, karena laporan laba perusahaan yang bagus dipimpin oleh American Express.
    • Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi atau "mixed" terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena data pekerjaan yang keluar dari negara itu negatif.
    • Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir sedikit lebih tinggi pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena para investor memantau putaran pertama pemilihan presiden Prancis.
    • Bursa saham Asia mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (21/2) di zona hijau.
    • Goldman Sachs mungkin saja memiliki Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, mantan COO Gary Cohn dan beberapa dukungan lain dalam pemerintahan Donald Trump.
    • Pertumbuhan ekonomi China diprediksi hanya akan melaju 6,5% pada tahun ini.
    • Harga minyak turun ke level $50.68 pada awal perdagangan hari Jumat, di tengah kewaspadaan pasar terhadap keraguan bahwa OPEC memiliki niat untuk menyeimbangkan pasar di tengah kondisi kelebihan pasokan global selama dua tahun terakhir.

    EKONOMI DOMESTIK

     

    • Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18 dan 20 April 2017 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) tetap sebesar 4,75%, dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 4,00% dan Lending Facility tetap sebesar 5,50%, berlaku efektif sejak 21 April 2017. Keputusan tersebut konsisten dengan upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dengan tetap mendorong berlanjutnya proses pemulihan perekonomian domestik. Bank Indonesia tetap mewaspadai sejumlah risiko, baik yang berasal dari global maupun domestik. Dari sisi global, terdapat indikasi perbaikan prospek perekonomian negara maju, namun sejumlah risiko tetap perlu dicermati terutama wacana penurunan besaran neraca bank sentral AS dan faktor geopolitik. Dari sisi domestik, beberapa risiko yang tetap perlu diwaspadai adalah dampak penyesuaian administered prices terhadap inflasi dan masih berlanjutnya konsolidasi korporasi dan perbankan yang menyebabkan belum optimalnya dampak stimulus perekonomian. Untuk itu, Bank Indonesia terus berupaya memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Bank Indonesia juga akan melanjutkan koordinasi bersama Pemerintah dalam rangka pengendalian inflasi agar tetap berada pada kisaran sasaran dan mendorong kelanjutan reformasi struktural untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Prospek pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan terus membaik meskipun masih terdapat risiko yang perlu dicermati. Prospek ekonomi dunia yang meningkat antara lain ditopang oleh ekonomi AS yang terus menguat disertai dengan membaiknya ekonomi Eropa dan Tiongkok. Pertumbuhan ekonomi AS semakin solid didukung oleh konsumsi sejalan dengan kondisi ketenagakerjaan yang positif dan investasi yang membaik terutama di sektor energi seiring dengan kenaikan harga minyak. Perekonomian Eropa berpotensi meningkat ditopang perbaikan konsumsi dan ekspor. Perekonomian Tiongkok diperkirakan tetap kuat didukung oleh konsumsi dan investasi, khususnya infrastruktur. Meskipun harga komoditas dunia termasuk minyak diperkirakan tetap tinggi, perkembangan inflasi global diperkirakan tetap terkendali. Ke depan, sejumlah risiko global tetap perlu diwaspadai antara lain wacana penurunan besaran neraca bank sentral AS dan dampaknya terhadap pasar keuangan global, kelanjutan kenaikan suku bunga di AS serta perkembangan geopolitik terkini di beberapa kawasan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2017 diperkirakan tetap baik meskipun di bawah perkiraan semula. Pertumbuhan ekonomi tersebut terutama dipengaruhi oleh investasi yang membaik dan kinerja ekspor yang tetap positif. Investasi pada triwulan I 2017 yang membaik didukung oleh investasi bangunan dan nonbangunan. Perbaikan investasi nonbangunan didukung oleh kenaikan harga komoditas seperti terlihat pada penjualan alat berat untuk pertambangan dan perkebunan yang meningkat. Kenaikan harga komoditas juga mendorong kinerja ekspor yang tumbuh positif. Sementara itu, pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada triwulan I 2017 berpotensi sedikit melambat tercermin dari pertumbuhan penjualan eceran dan motor yang menurun, dipengaruhi oleh proses konsolidasi korporasi yang masih berlanjut. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan meningkat pada triwulan II 2017 ditopang oleh perbaikan investasi dan ekspor, sedangkan konsumsi diperkirakan relatif stabil. Sementara itu, membaiknya harga komoditas dan menguatnya permintaan terkait pemulihan ekonomi gobal diperkirakan akan mendorong perbaikan kinerja ekspor dan investasi. Ke depan, peran stimulus fiskal diharapkan dapat tetap terjaga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencatat surplus 1,23 miliar dolar AS pada Maret 2017, terutama didukung oleh surplus neraca perdagangan nonmigas. Perkembangan surplus neraca perdagangan barang Indonesia triwulan I 2017 mencapai 3,93 miliar dolar AS, lebih dari dua kali surplus pada periode yang sama tahun 2016 yang sebesar 1,66 miliar dolar AS. Sementara itu, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan Indonesia triwulan I 2017 telah mencapai 5,33 miliar dolar AS. Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2017 tercatat sebesar 121,8 miliar dolar AS, atau setara 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Nilai tukar rupiah bergerak menguat pada Maret 2017 ditopang stabilitas makroekonomi yang terjaga dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian Indonesia serta risiko global yang berkurang. Selama triwulan I 2017, rupiah mengalami apresiasi sebesar 1,09% (ytd) menjadi Rp13.326 per dolar AS. Penguatan rupiah didukung oleh aliran modal asing yang terus meningkat sejalan dengan prospek investasi pada aset domestik yang menarik bagi investor asing serta membaiknya faktor global. Aliran dana asing yang masuk tersebut terutama dalam bentuk pembelian saham dan Surat Utang Negara. Ke depan, Bank Indonesia akan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi untuk mendorong nilai tukar sesuai dengan nilai fundamentalnya dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Maret 2017 mencatat deflasi seiring dengan pasokan bahan makanan yang meningkat. IHK mengalami deflasi sebesar 0,02% (mtm), menurun dari inflasi sebesar 0,23% (mtm) pada bulan sebelumnya. Deflasi IHK terutama disumbang oleh komponen bahan makanan bergejolak (volatile food) seiring dengan melimpahnya pasokan terkait panen beberapa komoditas pangan. Selain itu, terkendalinya harga didukung oleh inflasi inti yang tercatat sebesar 0,10% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 0,37% (mtm). Inflasi administered prices menurun terutama akibat deflasi tarif angkutan udara yang dapat mengurangi dampak kenaikan tarif listrik. Ke depan, untuk menjaga sasaran inflasi 4±1% dapat tercapai, koordinasi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia dalam pengendalian inflasi perlu terus diperkuat terutama dalam menghadapi sejumlah risiko terkait penyesuaian administered prices sejalan dengan kebijakan lanjutan reformasi subsidi energi oleh Pemerintah, dan risiko kenaikan harga volatile food menjelang bulan puasa. Stabilitas sistem keuangan tetap solid didukung oleh ketahanan industri perbankan dan stabilitas pasar keuangan yang terjaga. Pada Februari 2017, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan tercatat sebesar 23,0%, dan rasio likuiditas (AL/DPK) berada pada level 22,2%. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tercatat sebesar 3,2% (gross) atau 1,4% (net). Transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial masih tetap berlanjut, namun semakin terbatas sejalan dengan kehati-hatian bank dalam mengelola risiko kredit. Berdasarkan jenis kreditnya, suku bunga kredit modal kerja mengalami penurunan terbesar (113 bps, yoy), diikuti suku bunga kredit investasi (83 bps, yoy) dan suku bunga kredit konsumsi (37 bps, yoy). Pertumbuhan kredit Februari 2017 tercatat sebesar 8,6% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 8,3% (yoy). Pertumbuhan kredit masih terbatas akibat masih berlanjutnya proses konsolidasi korporasi dan perbankan. Selanjutnya, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Februari 2017 tercatat sebesar 9,2% (yoy), menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 10,0% (yoy). Di sisi lain, pembiayaan ekonomi non bank melalui pasar modal, seperti penerbitan saham (IPO dan right issue), obligasi korporasi, dan medium term notes (MTN) terus mengalami peningkatan. Sejalan dengan perkiraan meningkatnya aktivitas ekonomi dan masih berlanjutnya dampak pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah dilakukan sebelumnya, pertumbuhan kredit dan DPK pada tahun 2017 diperkirakan lebih tinggi, masing-masing berada dalam kisaran 10-12% dan 9-11%.
    • Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada perdagangan Kamis berbalik melemah —0,1282poin (—0,06%) ke level 222,0966. Pelemahan ICBI lebih terdorong oleh kinerja return obligasi pemerintah (INDOBeXG-Total Return) yang melemah sebesar —0,1508poin (—0,07%) ke level 219,3326. Namun indeks total return obligasi korporasi (INDOBeXC-Total Return) pada perdagangan Kamis ditutup menguat sebesar +0,0543poin (+0,02%) ke level 232,8296. Kurva IBPA-IGSYC (IBPA-Indonesia Government Securities Yield Curve) berpola bearish dengan rata-rata yield pada seluruh tenornya (1-30tahun) naik sebesar +0,73bps. Kelompok tenor pendek (1-4tahun) mencatatkan kenaikan yield tertinggi yakni sebesar +2,43bps. Begitu pula yield tenor menengah (5-7tahun) dan panjang (8-30tahun) masing-masing naik +1,69bps dan +0,31bps. Dengan demikian INDOBeXG-Effective Yield kemarin tertekan naik sebesar +0,0182poin ke level 7,1975. Harga SUN benchmark kompak terkoreksi dengan rata-rata sebesar —35,08bps. Pelemahan harga terbesar dicatatkan oleh FR0072 yakni sebesar —53,57bps. Sedangkan pelemahan harga terendah dicatatkan oleh seri FR0061 yakni sebesar —7,85bps. Harga seluruh SBN seri FR dan ORI turut didominasi koreksi harga dengan rata-rata sebesar —7,75bps. Dominasi pelemahan harga SBN mendorong INDOBeXG-Clean Price melemah sebesar —0,1303poin ke level 115,0304. Aktivitas perdagangan obligasi tampak mengalami peningkatan yang cukup tinggi dari segi total volumenya yakni sebesar +56,72% dari Rp8,58tn menjadi Rp13,44tn. Sedangkan total frekuensi perdagangan hanya meningkat tipis sebesar +2,20% dari 592 kali menjadi 605 kali. Peningkatan volume perdagangan yang cukup tinggi kali ini lebih terdorong oleh SUN tenor panjang yang mengalami kenaikan total volume hingga +364,67% dari Rp2,06tn menjadi Rp9,58tn. Tingginya volume perdagangan SUN tenor panjang di tengah dominasi koreksi menunjukkan lebih banyaknya investor yang melepas SUN tenor panjang. Dari segi seri teraktif, FR0074 diperdagangkan dengan frekuensi tertinggi yakni 84 kali dan volume Rp581miliar. Pasar obligasi kemarin diperkirakan lebih karena profit taking paska rally sejak awal pekan. Investor global juga masih antisipasi sentimen global lanjutan seperti Pemilu Perancis yang akan diselenggarakan hari Minggu besok. Sedangkan dari dalam negeri, kondusifnya pelaksanaan Pilkada putaran kedua DKI Jakarta menjadi penopang pasar. Investor juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Sebagai informasi Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%. Hal tersebut sejalan dengan prediksi pasar dan sejalan dengan stabilnya kondisi ekonomi makro dalam negeri. Persepsi risiko dalam negeri yang tercermin dari Credit Default Swap obligasi tenor 5-tahun kemarin menurun yakni sebesar —3,84bps ke level 135,02bps. Pasar saham dalam negeri turut melemah kemarin yang ditandai dengan pelemahan IHSG ke level 5.595,31. Pasar obligasi pada perdagangan Jumat diperkirakan bergerak sideways. Pelaku pasar perlu mencermati aksi profit taking lanjutan. Pasar obligasi dalam negeri hari ini juga kemungkinan akan diwarnai sentimen pernyataan dari Mnuchin, menteri keuangan AS yang menyatakan proposal kebijakan reformasi pajak akan diumumkan sesegera mungkin. Kondisi ini diperkirakan dapat kembali mendorong naik ekspektasi inflasi AS. Selain itu, investor global juga diperkirakan masih antisipasi jelang Pemilu Perancis di hari Minggu. Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka cenderung datar di level Rp13.322/US$ dari Rp13.323/US$ (kurs pasar spot Bloomberg).
    • Bank Indonesia memandang sentimen pasar setelah berlangsungnya putaran dua pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017 akan lebih netral. "Logikanya dengan selesainya pilkada, sentimen di pasar seharusnya lebih netral saat ini, tidak ada permasalahan kekhawatiran. Dari sisi politik di daerahnya sendiri juga jadi lebih jelas," kata Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Dody Budi Waluyo, dalam konferensi pers pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur periode April 2017 di Jakarta, Kamis. Dody juga mengatakan kegiatan konsumsi di Ibu Kota juga sudah saatnya kembali bergulir, terutama diinisiasi oleh pihak swasta. Maka kegiatan ekonomi di DKI sudah akan bergulir. "Sehingga kami yakin pertumbuhan kuartal II 2017 lebih baik dari kuartal 1 2017," ucap dia. BI menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2017 diperkirakan tetap baik meskipun di bawah perkiraan semula. Pertumbuhan ekonomi tersebut terutama dipengaruhi oleh investasi yang membaik dan kinerja ekspor yang tetap positif. Investasi pada triwulan I 2017 yang membaik didukung oleh investasi bangunan dan nonbangunan. Sebelumnya, pada Rabu 19 April 2017 digelar pilkada putaran kedua untuk Provinsi DKI Jakarta. Pilkada tersebut diikuti pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, serta pasangan kandidat nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Berdasarkan hasil hitung cepat, perolehan suara untuk pasangan Anies-Sandi mengungguli pesaingnya.
    • Bank Indonesia (BI) menyebutkan rupiah selama triwulan I 2017 mengalami apresiasi sebesar 1,09 persen (year to date) menjadi Rp13.326 per dolar AS. Kepala Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam konferensi pers pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur BI April 2017 di Jakarta, Kamis, mengatakan penguatan rupiah ditopang stabilitas makroekonomi, persepsi positif prospek perekonomian, serta risiko global yang berkurang. "Penguatan rupiah didukung oleh aliran modal asing yang terus meningkat sejalan dengan prospek investasi pada aset domestik yang menarik bagi investor asing, serta membaiknya faktor global," kata dia. Tirta menyebutkan aliran dana asing yang masuk tersebut terutama dalam bentuk pembelian saham dan Surat Utang Negara. Bank Indonesia akan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi untuk mendorong nilai tukar sesuai dengan nilai fundamentalnya dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar. Bank Indonesia juga mencatat bahwa rencana normalisasi Bank Sentral AS dengan melepas pemilikan surat berharga dapat mengusik penguatan nilai tukar rupiah. Asisten Gubernur Kepala Departemen Ekonomi dan Moneter BI, Dody Budi Waluyo, mengatakan Bank Sentral AS saat ini memegang 3,5 triliun dolar AS dalam bentuk US Treasury Note dan sekitar 1 triliun dolar AS dalam bentuk "mortgage-backed securities". Normalisasi atau penurunan besaran neraca Bank Sentral AS memungkinkan pemilikan daripada surat berharga yang selama ini dihimpun The Fed akan dilepas. Dody mengatakan pada saat sekuritas tersebut dilepas, maka likuiditas akan diserap kembali kepada bank sentral. "Akan ada pengurangan likuiditas valas secara global tergantung berapa jumlah yang dilepas. Ini tentunya secara bertahap akan dilepas satu persatu. Mekanismenya dan strateginya bagaimana itu belum kami dengar dari The Fed," kata dia. Dampak normalisasi tersebut pada negara berkembang adalah kemungkinan penguatan dolar AS akibat likuiditas valas global yang terserap ke sistem moneter Bank Sentral AS. Dody mengatakan meskipun valas terserap ke sistem moneter AS, namun masih akan ada penempatan dana di negara berkembang dalam konteks investasi portofolio. "Sepanjang fundamentalnya dijaga, tetap akan ada aliran dana ke negara berkembang. Indonesia masih cukup diminati dalam konteks return yang diperoleh investor," ucap dia.
    • Bank Indonesia (BI) memperkirakan masih ada ruang penurunan suku bunga kredit pada semester kedua 2017. Pasalnya, masih ada selisih antara penurunan bunga acuan BI dengan penurunan bunga kredit perbankan. Dody Budi Waluyo, Asisten Gubernur Kepala Departemen Ekonomi dan Moneter BI mengatakan, dari Januari 2016 sampai Maret 2017, bunga kredit baru turun 93 basis points (bps). “Padahal pada periode yang sama kami telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 150 bps,” ujar Dody, Kamis (20/4). Tirta Segara, Direktur Eksekutif Direktorat Komunikasi BI mencatat, hingga Februari 2017, suku bunga kredit sudah turun cukup besar secara tahunan atau year on year (yoy). Untuk kredit modal kerja sudah turun sebesar 113 bps secara yoy. Sedangkan, bunga kredit investasi dan konsumsi masing-masing telah turun sebesar 83 bps dan 37 bps. Dengan semakin membaiknya risiko kredit pada semester 2 2017, menurut Dody, nantinya bisa menyebabkan semakin besarnya potensi penurunan suku bunga kredit.
    • Bank Indonesia mengungkapkan uang muka atau down payment 0% bisa diterapkan jika pemerintah mau memberikan jaminan. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara menuturkan pihaknya harus mengkaji dulu aturannya. "Regulasi tetap berlaku. Kalau dijamin pemerintah bisa saja. Tapi saya belum bisa diberikan informasi lebih," ujarnya selepas pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (20/5). Down payment (DP) 0% bagi rumah seharga Rp350 juta merupakan janji Pilkada gubernur dan wakil gubernur terpilih hitungan cepat DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Lippo Group, salah satu pengembang properti besar di Indonesia, menegaskan ketertarikannya ikut merealisasikan program itu. John Riady, Direktur Lippo Group, menuturkan pihaknya tertarik bekerjasama sebagai developer dalam program ini. Lippo Group melihat tujuan program ini sangat baik sebenarnya dalam rangka meningkatkan kepemilikan rumah dan daya beli masyarakat.

     

    EKONOMI GLOBAL

    • Saham-saham di Wall Street menguat pada Kamis (Jumat pagi WIB), dengan Nasdaq berakhir di rekor penutupan tertinggi, karena laporan laba perusahaan yang bagus dipimpin oleh American Express. Saham perusahaan kartu kredit American Express ditutup naik 5,9 persen, menjadi pendorong utama Dow Jones Industrials Average setelah melaporkan penurunan laba kuartalan yang lebih kecil dari perkiraan pada Rabu (19/4) sore. CSX Corp, naik 5,6 persen, sehingga merupakan salah satu pemain terbaik dalam S&P 500 setelah perusahaan kereta api itu melaporkan laba bersih kuartalan lebih baik dari perkiraan, didorong oleh peningkatan volume pengangkutan dan mengatakan pihaknya berencana untuk mengurangi biaya serta meningkatkan profitabilitas bergerak maju. "Yang akan menggerakkan pasar lebih tinggi adalah laba-laba perusahaan, dan sejauh ini itu bagus," kata Phil Blancato, CEO Ladenberg Thalmann Asset Management di New York. Sebelumnya, indeks utama telah jatuh selama dua minggu berturut-turut akibat kekhawatiran tentang kemampuan Presiden Donald Trump untuk memenuhi janji pro-pertumbuhannya. Meningkatnya ketegangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat, serta pemilihan presiden Prancis juga meningkatkan kewaspadaan para investor. Jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan calon presiden Prancis, Emmanuel Macron dan Marine Le Pen, diprediksi akan bersaing ketat pada pemilu presiden putaran pertama, Minggu (23/4) mendatang. Dari 82 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan perolehan labanya sampai Kamis (20/4) sore, sekitar 75 persen telah melampaui ekspektasi, menurut data Thomson Reuters, di atas rata-rata 71 persen selama empat kuartal terakhir. Dow Jones Industrial Average naik 174,22 poin atau 0,85 persen menjadi ditutup pada 20.578,71 poin, S&P 500 berakhir naik 17,67 poin atau 0,76 persen menjadi 2.355,84 poin dan indeks komposit Nasdaq bertambah 53,74 poin atau 0,92 persen menjadi 5.916,78 poin.
    • Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi atau "mixed" terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena data pekerjaan yang keluar dari negara itu negatif. Dalam pekan yang berakhir 15 April, angka klaim pengangguran mencapai 244.000, meningkat 10.000 dari tingkat belum direvisi minggu sebelumnya 234.000, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Kamis (20/4). Angka klaim pengangguran terakhir itu, lebih tinggi daripada konsensus pasar sebesar 242.000. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,05 persen menjadi 99,790 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,0718 dolar AS dari 1,0721 dolar AS, dan pound Inggris naik menjadi 1,2811 dolar AS dari 1,2790 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7528 dolar AS dari 0,7499 dolar AS. Dolar AS dibeli 109,32 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,72 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9984 franc Swiss dari 0,9976 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,3480 dolar Kanada dari 1,3481 dolar Kanada.
    • Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir sedikit lebih tinggi pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena para investor memantau putaran pertama pemilihan presiden Prancis. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 0,4 dolar AS atau 0,03 persen, menjadi menetap di 1.283,80 dolar AS per ounce. Emas mendapat dukungan, karena para investor sedang mempersiapkan posisi perdagangan mereka untuk potensi terpilihnya calon presiden Prancis Marine LePenan pada Minggu (23/4) sebagai salah satu dari dua kandidat akhir untuk pemilihan lebih lanjut pada Mei. LePen umumnya dilihat oleh pasar sebagai faktor yang berpotensi memberikan destabilisasi, karena dia telah berjanji untuk mengadakan referendum mengenai partisipasi Prancis di Uni Eropa, yang menyebabkan beberapa investor takut terulangnya kembali Brexit. Dukungan lain untuk emas adalah laporan mingguan yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (20/4), menunjukkan klaim pengangguran untuk minggu yang berakhir pada 15 April telah meningkat sebesar 10.000 ke level 244.000. Namun, kenaikan harga logam mulia tersebut tertahan karena Dow Jones Industrial Average AS bertambah sebesar 185,46 poin atau 0,91 persen pada pukul 18.50 GMT. Analis mencatat bahwa ketika nilai ekuitas menguat, logam mulia biasanya turun. Namun harga perak untuk pengiriman Mei turun 14,4 sen atau 0,79 persen menjadi ditutup pada 18,018 dolar AS per ounce.
    • Bursa saham Asia mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (21/2) di zona hijau. Di tengah kehati-hatian menyusul teror di kota Paris Prancis menjelang putaran pertama pemilihan presiden. Pasar saham Asia tampak relatif tidak terpengaruh oleh berita utama di Eropa dan diperdagangkan lebih tinggi. Indeks acuan Jepang Nikkei 225 naik 0,77 % pada awal perdagangan. Indeks Kospi dan ASX 200 membuat kenaikan yang lebih moderat masing-masing 0,44 % dan 0,32 %. Sebelumnya, seorang polisi tewas dan dua lainnya cedera setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke pusat kota Paris pada Kamis (20/4) malam. Penembakan tersebut terjadi tepat sebelum pemilihan presiden yang diperebutkan dengan ketat, antara dari kubu liberal Emmanuel Macron dan kandidat sayap kanan Marine Le Pen. Investor juga fokus pada komentar baru dari Menteri Keuangan A.S. Steven Mnuchin bahwa rencana reformasi pajak dapat segera diresmikan.
    • Goldman Sachs mungkin saja memiliki Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, mantan COO Gary Cohn dan beberapa dukungan lain dalam pemerintahan Donald Trump. Namun, meskipun Goldman Sachs memiliki dukungan kuat di Washington, namun perusahaan ini tidak terlalu dikenal oleh beberapa pihak. Banyak yang menilai, perusahaan yang sempat dijuluki sebagai Vampire Squid di Wall Street ini kalah bersaing dengan pesaing utamanya: Morgan Stanley. Sekadar informasi saja, pada Rabu (19/4), harga saham Morgan Stanley melonjak 3% atas sokongan kenaikan laba dan pendapatan trading pada kuartal pertama. Kinerja Morgan Stanley yang ciamik ini dirilis sehari setelah Goldman Sachs melaporkan kinerja yang mengecewakan kepada Wall Street, sehingga menyebabkan harga sahamnya anjlok 5%. Sementara, sejumlah bank besar AS lainnya seperti Bank of America dan JPMorgan Chase, juga melaporkan kinerja yang solid di kuartal pertama. Melihat laporan keuangannya, Morgan Stanley mencatatkan kinerja yang baik, khususnya pada unit transaksi obligasi. Pendapatan dari trading fixed income naik hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Direktur dan CEO Morgan Stanley James Gorman mengatakan, kinerja kali ini merupakan salah satu kinerja kuartalan terbaik Morgan Stanley dalam beberapa tahun terakhir. Pihaknya tetap optimistis dengan kinerja perusahaan ke depannya kendati situasi ekonomi masih diliputi ketidakpastian. Sayangnya, Gorman tidak merinci lebih jauh maksud dari ketidakpastian yang dia utarakan. Namun, kecemasan mengenai kemampuan pemerintahan Trump untuk mendorong anggaran belanja dan reformasi pajak berpotensi memberatkan kinerja Morgan Stanley dan bank-bank AS lainnya. Sebelumnya, Trump telah meminta Kongres untuk membatalkan sejumlah undang-undang reformasi finansial yang diusulkan Dodd-Frank. Hal ini memicu ketidakpastian lain apakah hal tersebut bisa segera diselesaikan dalam waktu dekat. Alhasil, banyak saham perbankan yang merosot tajam dari posisi tertinggi pasca pemilu. Meski demikian, Gorman masih meyakini perubahan yang dilakukan masih akan mengacu pada Dodd-Frank. Di sisi lain, guncangan yang terjadi di Eropa -yakni terkait Brexit dan pemilu Prancis- juga membuat investor cemas. Menurut CFO Morgan Stanley Jonathan Pruzan, pemilu Eropa dapat berdampak pada penawaran saham-saham baru dan obligasi, yang pada akhirnya dapat memukul bisnis penjaminan emisi Morgan Stanley. Asal tahu saja, Morgan Stanley merupakan salah satu penjamin emisi utama pada pencatatan saham (IPO) induk perusahaan Snapchat, Snap Inc, yang berlangsung tahun ini. Kendati begitu, Pruzan masih berharap permintaan IPO akan tetap meningkat di tengah kecemasan akan volatilitas market. Investor sepertinya juga tidak terlalu cemas. Saham Morgan Stanley sudah melampaui saham Goldman Sachs pada tahun ini. Kondisi ini sudah berlangsung sejak pemilu Presiden AS pada November dan dalam setahun terkahir. Saat ini, posisi saham Morgan Stanley kembali ke teritori positif untuk tahun 2017. Sebaliknya, saham Goldman Sachs melorot 10%. Jadi, meski Goldman Sachs memiliki banyak teman di pemerintahan AS, sepertinya hal itu tidak mempengaruhi kinerja bottom line mereka. Sedangkan Morgan Stanley, terus bergerak naik dan berhasil memenangkan persetujuan Wall Street dalam prosesnya.
    • Pertumbuhan ekonomi China diprediksi hanya akan melaju 6,5% pada tahun ini. Level tersebut sesuai dengan target yang ditentukan oleh pemerintah China pada Februari lalu. Proyeksi itu didapat dari survei yang dilakukan oleh Reuters kepada 75 ekonom di seluruh dunia. Mayoritas para ekonom menyebutkan pengetatan pasar properti dan pertumbuhan kredit yang dilakukan oleh pemerintah China menjadi penyebab utamanya. Adapun pada tahun depan produk domestik bruto (PDB) negara tersebut akan tumbuh melambat menjadi 6,2%. Khusus untuk proyeksi tahun ini, prediksi para ekonom tersebut sedikit lebih pesimis dibandingkan yang dilaporkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) awal pekan ini. Seperti diketahui, IMF memproyeksikan PDB China tahun ini akan melaju 6,6%. Sementara pada tahun depan mencapai 6,2%. Apabila PDB China tahun ini sesuai dengan prediksi tersebut, maka akan menjadi level terburuk selama 26 tahun terakhir. Sebelumnya, PDB China dilaporkan berhasil tumbuh 6,9% pada kuartal I/2017. Tingginya belanja infrastruktur dan kuatnya pasar properti, menjadi alasan utama naiknya produk domestik bruto (PDB) Negeri Panda. Biro Statistik Nasional (NBS) China menyebutkan, pertumbuhan ekonmi kuartal I/2017 tersebut menjadi yang tertinggi sejak kuartal III/2015. Adapun, capaian pada periode tersebut lebih tinggi dari PDB 2016 yang tumbuh 6,7%. Di sisi lain, capaian pada Januari-Maret 2017 tersebut berada di atas ekspektasi ekonomi yang disurvei oleh Reuters, yakni 6,8%. Selain karena tinginya belanja infrastruktur dan kuatnya properti, PDB kuartal I/2017 juga didukung oleh meningkatnya aktivitas investai, penjualan ritel, dan naiknya produksi manufaktur serta ekspor nasional.
    • Harga minyak turun ke level $50.68 pada awal perdagangan hari Jumat, di tengah kewaspadaan pasar terhadap keraguan bahwa OPEC memiliki niat untuk menyeimbangkan pasar di tengah kondisi kelebihan pasokan global selama dua tahun terakhir. Harga minyak bergerak stabil setelah turun sebanyak 3.5% pada awal pekan ini karena munculnya keraguan terhadap dampak dari upaya OPEC untuk memangkas produksi hampir 1.8 juta barel pada semester pertama tahun ini. Data dari Thomson Reuters menunjukkan bahwa sebanyak 48 juta barel minyak mentah telah di kapalkan di seluruh lautan di periode bulan April, naik 5.8% sejak bulan Desember, sebelum pengurangan produksi dilaksanakan. Harga minyak memiliki level support terdekat di $50.50 dan level resisten di $51.30.

     

    Divisi Treasury dan International – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

    Perhatian: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah, termasuk direksi dan karyawan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat di dalam dokumen ini oleh penerima informasi dan akan membebaskan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dari tuntutan atau upaya hukum apapun yang diakibatkannya.