Pemkab Semarang dan Bank Jateng Jajaki Pembayaran Retribusi Pedagang Secara Elektronik

UNGARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang berencana menggandeng Bank Jateng untuk melakukan pembayaran retribusi pedagang.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan pembayaran retribusi pedagang nantinya bisa dialihkan dari sistem sebelumnya manual yang dilakukan petugas menjadi sistem elektronik.

"Kami menjajaki kerjasama dengan Bank Jateng untuk melakukan penarikan retribusi melalui sistem elektronik, sehingga penarikan retribusi nantinya tidak dilakukan secara manual lagi," ujar Ngesti saat menghadiri acara penarikan undian tabungan Bima di Kantor Bank Jateng Cabang Ungaran, Senin (20/3/2017).

Ngesti menambahkan jika adanya sistem retribusi secara elektronik ini diharapkan pendapatan asli daerah (PAD) tidak bocor.

Pemimpin Bank Jateng Cabang Koordinator Semarang, Suparjo menjelaskan sistem retribusi elektronik ini nantinya pedagang tinggal menggesekkan kartu ke mesin yang telah disediakan untuk melakukan pembayaran retribusi.

"Jadi modelnya seperti ATM. Pedagang tinggal menempelkan kartu ke mesin lalu nanti keluar bukti pembayaran retribusi. Bisa juga, petugas dari Pemkab membawa mesin debet untuk melakukan pembayaran retribusi," paparnya.

Suparjo mengatakan sistem retribusi ini telah dijalankan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

"Di Solo sudah dijalankan. Jadi setiap pasar ada mesin retribusi elektronik, dimana para pedagang bisa membayar retribusinya di mesin tersebut," sambungnya.

Selain pedagang, Suparjo mengatakan juga melakukan penjajakan untuk menerapkan sistem elektronik untuk pembayaran tarif parkir.

http://jateng.tribunnews.com/2017/03/20/pemkab-semarang-dan-bank-jateng-jajaki-pembayaran-retribusi-pedagang-secara-elektronik